EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.11


Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : PG-14 | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

Jin masih shok dengan jawaban dari gadis yang ia ketahui adalah Cho Sarang.Sebuah senyuman miris terukir di bibirnya,selanjutnya ia tertawa seperti orang gila.

Dari kejauhan teman-teman Jin,memandangi Jin dengan tatapan iba “Hyung benar-benar terpukul” ujar Taehyung memecah keheningan.Seketika,yang lainnya langsung menunjukkan wajah sedihnya.

“Sudah kuduga Kyurin nuna masih hidup” ucap Jungkook.

“Tapi,dia mungkin hanya hilang ingatan.Jin hyung mengatakan jika saat ia bertemu Kyurin,ada Jaebum juga disana.Dan kemungkinan besar Jaebum memanfaatkan keadaan Kyurin yang sekarang untuk merebut Kyurin dari Jin hyung” timpal Jimin.

Yoongi menjentikkan jarinya “Aku sependapat denganmu”

“Tapi kita tidak boleh asal membuat kesimpulan saja.Kita perlu bukti yang kuat untuk melaporkan Jaebum.Kita akan bantu Jin hyung kita dan menemukan Kyurin” Ujar Namjoon dengan tangan yang mengepal kuat.

***

Jaebum mengacak rambutnya frustasi,melihat keadaan Kyurin yang terbaring lemah di atas sofa di ruang tengah dengan kening dan beberapa bagian tubuh yang berlumuran darah.Perasaan Jaebum bercampur aduk antara resah,khawatir,takut jika Kyurin akan sadar dan kembali mengingat semuanya.

Pasalnya setelah gadis itu bertemu Jin,gadis itu sering bertanya kepada Jaebum siapa dirinya yang sebenarnya dan siapa Jin,juga menanyakan tentang keluarganya.Dan tentunya Jaebum mengelak semua itu.Gadis itu bertekad untuk kabur mencari pertolongan,ia melihat Jin berjalan ke arah hutan.Jadi ia berniat untuk mencari Jin kedalam hutan.

Saat itu Jaebum mengejarnya.Jadi Kyurin tambah panik dan berlari lebih kencang hingga dirinya tidak sengaja tersandung batu dan terjatuh ke jurang yang tak terlalu dalam.

Kini Jaebum telah membersihkan semua luka Kyurin dan membalutnya dengan perban setelah memberikan obat pada lukanya.Namun gadis itu masih saja belum membuka matanya.

Tengah malam,Jaebum masih belum bisa tidur sebelum gadis itu membuka matanya.Yang diharapkan Jaebum selama berjam-jam  pun terkabulkan.Perlahan gadis itu membuka matanya.Jaebum langsung mengeratkan genggamannya pada tangan Kyurin.Gadis itu menolehkan matanya ke samping,memandang Jaebum.

“Jae-” Kyurin hendak bangun,namun tubuhnya kembali terhempas saat ia merasakan sakit menjalar pada kaki kanannya.

“A-ada apa dengan kakimu?”

“Akh!! Sakit!!” Pekik Kyurin menangis dan terus merintih kesakitan.

“Kakimu hanya memar,apa sesakit itu?” Jaebum menyentuh kaki Kyurin,tangisan gadis itu makin keras “Oh…kakimu terkilir.Tapi aku bisa mengatasinya.Tahan sebentar”

“Apa yang akan kau lakukan? APPO!!!” Kyurin memekik begitu keras saat Jaebum menyembuhkan kaki Kyurin,ia sangat paham bagaimana cara menyembuhkan kaki yang terkilir,dan melakukan hal itu membuat Jaebum teringat kepada ayahnya.Beberapa jam yang lalu ayahnya menelefonnya.namun ia tak begitu memperdulikannya.

***

Jaebum keluar dari kamar Kyurin saat telefonnya kembali berbunyi.Dan lagi-lagi ayahnya.Meski ia malas sekali untuk menerima ceramah ayahnya itu,tetapi Jaebum tetap merindukannya.Jaebum pun mengangkat telefon itu.

‘Kau dimana?’ pertanyaan awal yang sudah Jaebum duga dari awal.

“Perlukah ayah tahu?”

‘Ah…ada yang ingin ayah katakan kepadamu.Ayah minta maaf karena telah mengusirmu.Jadi sekarang bisakah kau kembali ke rumah dan menjenguk ibumu? Sejak kau pergi,dia jadi jarang makan dan tubuhnya menjadi lebih kurus’

“Kenapa ayah baru mengatakannnya sekarang?” tangan Jaebum terkepal.

‘Sekali lagi ayah minta maaf.Ayah mohon kau memaafkan ayah dan pulang kembali ke rumah.Kami begitu merindukanmu….’

Jaebum terdiam beberapa saat,sampai lelaki itu berucap “Aku akan mempertimbangkannya lagi”

‘Baiklah,kami menunggumu’ ucap sang ayah yang terdengar senang.Setelah itu panggilan terputus.Jaebum meletakkan ponselnya diatas meja,lalu duduk bersandar diatas sofa sembari menatap langit-langit ruang tengahnya.

Jaebum berfikir dan mempertimbangkannya lagi.Mempertimbangkan,untuk mempertemukan Kyurin dengan keluarganya lagi.Dan dengan cara seperti itu ia akan mendapat perhatian khusus dari keluarga Kyurin.Sudah lama sekali Jaebum memikirkan hal itu,tetapi ia masih ragu dan hal yang paling tidak ia inginkan jika Kyurin kembali adalah jika Kyurin bertemu dengan Jin lagi.

Semua itu menuntut Jaebum untuk membuat satu keputusan “Aku harap ini akan lebih baik dari sebelumnya”

***

Pagi harinya Jaebum terlihat berbinar-binar,keputusannya sudah bulat.Ia akan mengembalikan Kyurin ke keluarganya lagi.Dan sekarang ia sedang memasak sarapan untuk Kyurin,dan rencananya setelah ia selesai emasak ia akan membangunkan gadis itu.

Jaebum sedikit terhenyak saat tangan itu melingkar di pinggangnya,membuat lelaki itu mengukir senyumannya dan berbalik menatap gadis yang sedang mengucek matanya.Jaebum terkekeh geli dibuatnya.

“Kenapa kau sudah bangun.Ini masih jam 5 pagi”

“Emm…aku mencium aroma yang sangat enak,karena itu aku terbangun.Dan sekarang aku lapar” ucap Kyurin yang  terdengar seperti gerutuan.

Jaebum menyentil kening Kyurin,membuat gadis itu merintih sembari mengelus keningnya.

“Sebaiknya kau cuci muka dan sikat gigi dulu sebelum sarapan.Oh ya…bisa kau cepat sedikit.Setelah sarapan pagi aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

“Kita keluar?!” Jaebum mengangguk,seketika raut wajah Kyurin berubah cerah “ASIIIKKK!! Tunggu sebentar aku tidak akan lama” kyurin pun berlari ke lantai dua.

Jaebum tersenyum,setelah Kyurin pergi,perlahan senyuman itu memudar. “Aku harus membuat pengakuan setelah ini”

***

Didalam mobil Kyurin kebingungan,karena semua bajunya dimasukkan kedalam koper dan begitu pula baju Jaebum sendiri.

“Kenapa bajunya di kemas seperti itu?” Kyurin menunjuk jok belakang menggunakan ibu jarinya.Sementara Jaebum yang sedang menyetir perlahan menghentikan mobilnya di jalanan sepi yang disisi kiri kanannnya adalah pepohonan,membuat Kyurin kebingungan.

“Sebenarnya kita akan pergi ke mana? kenapa berhenti di sini?”

Jaebum melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.Karena penasaran Kyurin pun ikut keluar dari mobil dan berdiri di belakang Jaebum yang memunggunginya.Perlahan Jaebum berbalik dan berlutut dihadapan Kyurin,membuat gadis itu terkejut dan bingung.

“He-hey-”

“Aku ingin membuat sebuah pengakuan kepadamu” ujar Jaebum.

Kyurin berjongkok dan memegang bahu Jaebum “Jangan seperti ini,berdirilah”

Jaebum menggeleng pelan “Kau adalah Kyurin” ujarnya membuat Kyurin terhenyak.

“Apa?”

“Aku mengarang tentang namamu dan status kita.Aku benar-benar minta maaf.” sesal Jaebum.

“Jadi….jadi aku benar-benar Kyurin seperti yang laki-laki itu ucapkan dan…” Air mata Kyurin mulai mengalir “Dan aku bukan tunanganmu?”

“Ya,kau benar.Dan aku benar-benar sangat meminta maaf kepadamu”

“Tapi-tapi kenapa kau melakukan semua ini kepadaku?” ujar Kyurin sembari menangis terisak.

“Karena aku kesepian.Keluargaku,sahabat-sahabatku dan teman-temanku seakan enggan denganku.Dan saat aku mengenalmu,kau selalu menarik perhatianku.Aku merasa sangat nyaman saat kau berasa disampingku.Hanya kau yang dapat membuatku seperti ini,aku takut kehilangan sosokmu dan kesepian lagi.Dan aku tahu aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu,aku sangat mencintaimu….Kyurin-ah”

“Benarkah seperti itu.Tapi kupikir kau terlalu egois kau keterlaluan!” bentak Kyurin membuat Jaebum semakin menunduk “Tapi…karena kau sudah sadar dan mau mengatakan kebenarannya.Aku memaafkanmu” ucap Kyurin menyeka air matanya dan tersenyum tipis.Jaebum mendongakkan kepalanya menatap Kyurin.

“Sungguh?” tanya Jaebum,Kyurin mengangguk seraya tersenyum tipis.Jaebum hendak memeluk Kyurin namun ia mengurungkan niatnya.Gadis itu menaikkan alisnya heran,tidak biasanya Jaebum seperti itu.

“Emm….sebaiknya kita kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan” ujar Jaebum kikuk kemudian berjalan lebih dulu.

“Tidak biasanya dia kaku seperti itu” gerutu Kyurin.

***

Jin mendreble bola basketnya.Di lapangan basket yang terletak di halaman rumahnya,sendirian dan kesepian.Sampai ia mendengar suara klakson mobil di samping rumahnya yang lebih tepatnya didepan rumah keluarga Im atau keluarga Kyurin.Jin melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumahnya dan mengintip lewat pintu gerbang rumahnya,lalu terkejut ketika melihat Kyurin bergandengan tangan dengan Jaebum memasuki rumah itu.

Jin berbalik dengan ekspresi yang sulit di artikan “Kyurin kembali….kyurin kembai..” gumam Jin.

Sementara Jaebum dan Kyurin sekarang tepat berada di depan pintu rumah Kyurin.Jaebum memencet tombol bel rumah tersebut.Kyurin mengeratkan genggamannya pada lengan Jaebum.

“Kenapa? Gugup?”tanya Jaebum dibalas anggukan cepat dari Kyurin.

“Aku takut ayah dan ibu sedih jika tahu aku hilang ingatan”

Jaebum membelai rambut Kyurin “Tenanglah,mereka akan sangat senang saat melihatmu”

Pintu rumah itu terbuka,menampakkan wanita paruh baya yang terlihat agak kurus dengan wajah yang pucat dengan kantung mata yang sangat nampak dibawah matanya.Wanita itu memandang Jaebum,lalu beralih menatap Kyurin yang berdiri disampingnya.

Nyonya Im membungkam mulutnya terkejut,air mata haru itu mulai membasahi pipinya.Wanita yang tak lain adalah ibu Kyurin itu pun langsung berhambur memeluk Kyurin erat-erat.

“Kyuriiinn….anakku….akhirnya kau kembali nak…”

Kyurin melirik Jaebum,lelaki itu tengah tersenyum dan mengangguk.Kyurin membalas pelukan ibunya.

“Aku kembali ibu…” ucap Kyurin,Nyonya Im menangkup pipi Kyurin,sementara Kyurin menyeka air mata ibunya dan tersenyum.

“Nak Jaebum,dimana kau menemukan Kyurin nak…?”

“Ah…aku bertemu dengannya dikawasan vila keluargaku,nyonya”

Ibu Kyurin memeluk Jaebum sebagai rasa terimakasihnya “Aku tak tahu harus dengan apa aku membalas kebaikanmu nak.aKu sangat-sangat berterimakasih kepadamu….”

“Nyo-nyonya tidak perlu repot-repot membalasku.Hanya saja aku ingin meminta izin untuk sering-sering kemari dan menemui Kyurin” canda Jaebum.Nyonya Im tersenyum hangat.

“Tentu boleh nak…pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu.Juga jangan memanggilku nyonya lagi,panggil aku eommonim…” Nyonya Im menepuk bahu Jaebum pelan.

“Ne? Ah…gamsahabnida,eommonim!” Jaebum membungkukkan badannya sekilas sebagai tanda hormatnya.

“Juga jangan terlalu formal,kau sudah kuanggap seperti anak keduaku nak….” ucap Nyonya Im dengan lembut.Jaebum melirik Kyurin,gadis itu mengendikkan bahunya lalu tersenyum ringan.

“Ayo kita masuk kedalam” ajak Nyonya Im.

“Em,sebenarnya aku ada sedikit urusan eommonim.Aku ingin pamit dulu..” Jaebum menyerahkan koper berisi baju wanita itu kepada Kyurin.

“Gomawo oppa.”

“Oh baiklah,hati-hati di jalan nak Jaebum…”

“Ne eommonim.” Jaebum melirik Kyurin “Nanti sore aku akan menjemputmu.Jangan dandan terlalu cantik.Ok!”

“Ok!” balas Kyurin.Dan Jaebum pun meninggalkan halaman rumah Kyurin.Setelah melewati pintu gerbang.Ia melihat Jin berdiri menatapnya tajam.

Jaebum tersnyum sinis,lalu mendekati Jin “Apa yang kau lihat?”

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Jin dengan begitu dinginnya.

“Hah…tidak lihat? Aku baru saja mengantar tuan putriku pulang ke rumahnya.Dan kau mau tahu bagaimana rasanya mendapatkan kepercayaan dari ibunya? Oh itu sangat menyenangkan…”ujar Jaebum.Tangan Jin terkepal kuat.

“Haha…memangnya hanya kau yang dapat mendapatkan perhatian itu?” sinis Jin “Dengar,suatu saat nanti aku akan merebut Kyurin kembali darimu,tentunya dengan caraku sendiri dan bukan dengan cara yang licik.Camkan itu!”

“Kita lihat saja seberapa besar kemampuanmu” Jaebum tersenyum miring.

***

Sore harinya Kyurin sudah berpenampilan cantik dengan minidress putih selututnya.Ia sedang menunggu Jaebum di depan pintu gerbang rumahnya.Sesekali gadis itu melirik arloji putih yang melingkar di pergelangan tangannya.

Tiba-tiba saja pintu gerbang tetangganya berdecit,menandakan seseorang akan keluar dari sana.Otomatis Kyurin menoleh dan mendapati sosok Jin tengah berdiri di sampingnya dan tengah menatapnya tajam.

“Oh,tuan?!” ucap Kyurin terkejut sembari menunjuk wajah Jin “Bagaimana tuan bisa ada disini?”

Jin tidak menunjukkan ekspresi apapun “Ini rumahku” jawab Jin membuat Kyurin salah tingkah.

“Ah…benar begitu? Hehehe aku minta maaf” mendadak suasana menjadi canggung “Emm…soal diriku,tuan benar”

“Apa?Kau sudah mengingatnya?”

“Apa aku ini semacam terkena amnesia?” tanya Kyurin.

“Setidaknya seperti itulah keadaanmu”

“Ah…begitu ya.Tapi kalau boleh aku tahu tuan ini siapa?”

“BERHENTI MEMANGGILKU DENGAN SEBUTAN TUAN!!”

“Ma-maafkan aku,jadi aku harus memanggilmu apa?”

Jin menatap manik mata indah milik Kyurin dalam-dalam “Aku ini….”

TIN….TIN!!

‘Aish Jaebum sialan itu’ batin Jin.

“Kyurin-ah kajja!!”

“Sebentar!” Kyurin kembali menatap Jin “Emm…lain kali kita bicara lagi ya! Tetangga!”

Jin mendesis sinis menatap kepergian Kyurin dan mengabaikan senyuman sinis dari Jaebum “Cih…tetangga? Apa aku sudah gila?” Jin tertawa,lelaki itu terlihat sangat frustasi.

***

Kyurin mendesis kesal.Yah~ gadis itu kecewa karena Jaebum tidak jadi mengajaknya ke taman bermain.Pasalnya,saat Jaebum membeli tiket masuk beberapa orang di sekitarnya membicarakan Kyurin dan menyadari jika Kyurin adalah orang hilang yang baru saja dikabarkan telah ditemukan,berita itu muncul pada berita tadi siang.

Dan sekarang Kyurin tengah duduk bersandar pada kursi menunggu Jaebum memesan jjajangmyeon disebuah restoran kecil.Kyurin melipat tangannya,lalu matanya melirik tembok disampingnya yang berisi banyak coretan tulisan tangan.Ia membaca satu persatu kata yang tertulis disana.Beberapa detik kemudian,matanya terhenti pada tulisan yang ditulis menggunakan spidol hitam.

‘Hari ini kami kembali makan Jjangmyeon disini.Dikursi yang sama dan tempat yang sama juga cuaca yang sama cerahnya –JinKyu-’

Tulisan itu membuat Kyurin seakan terseret kedalan masa lalunya…

“Apa yang kau tulis?”

“Jangan lihat dulu!”

“Yah! Kukira kau akan menulis Kim Seok Jin tampan! Harusnya kau menulis namaku juga!”

Kyurin memegangi kepalanya dan merintih.Jaebum dating dengan tergesa-gesa dan menyentuh bahu Kyurin,memastikan gadis itu baik-baik saja.

“Yah! Gwenchana?” Tanya Jaebum panik,

Kyurin melepaskan tangannya dari kepalanya dan menatap Jaebum “G-gwenchana….” ucap Kyurin sedikit terbata.

“Kau yakin? Wajahmu begitu pucat”

Kyurin memegang lengan Jaebum “Ayo kita pulang…” mohonnya.

“Jjajangmyeonnya bagaimana?”

Kyurin melirik tulisan pada tembok itu sekali lagi,Jaebum pun mengikuti arah pandang Kyurin dan setelah itu barulah Jaebum tahu mengapa gadis itu bertingkah aneh.Jaebum langsung menangkup kedua pipi Kyurin agar gadis itu tidak menatap tulisan itu kembali.

“Baiklah,kita pulang sekarang” Jaebum pun menarik Kyurin keluar dari restoran tersebut.

Sementara dibelakang Jaebum,Kyurin masih memikirkan apa yang baru saja berputar dikepalanya.

‘Sebenarnya apa itu tadi?’ batin Kyurin.

***

Malam harinya,Jin berdiri di balkon kamarnya.Lalu memanjati tembok pembatas rumahnya dengan rumah Kyurin.Dan sampailah dia didepan pintu balkon kamar Kyurin.Pintu kaca itu tertutupi oleh tirai putih yang tebal.

Jin mengetuk pintu itu tanpa ragu.

“Apa itu?” gumam Kyurin yang sedang bersantai di ranjangnya.Gadis itu menyingkap selimutnya dan berjalan membuka tirai pintu balkonnya.

“Astaga!!” gadis itu terlonjak kaget memegangi dadanya.Setidaknya Jin tersenyum dan melambai ringan untuk meredakan keterkejutan Kyurin.

“Kenapa kau tidak datang lewat pintu bawah?” Tanya Kyurin setelah mempersilahkan Jin masuk.Kini Jin sedang duduk bersila diatas karpet dengan meletakkan kedua tangannya diatas meja berbentuk bulat dikamar Kyurin.

“Jika aku lewat pintu bawah ibumu akan repot-repot membawakan camilan untukku” jawab Jin dengan menyunggingkan senyuman.

“Mmm…begitu ya” Kyurin menggaruk tengkuknya “Maaf…”

“Untuk apa?” Tanya Jin

“Karena aku meninggalkanmu dengan tidak sopan tadi sore….”

“Tidak masalah,Kyurin-ah…”

“Ngomong-ngomong…..siapa namamu?”

“Aku Kim Seok Jin,dan aku sangat sedih kau tidak mengingatku”

“Maaf,ini terjadi bukan karena kehendakku…aku….”

“Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu”

“Kenapa?”

Jin menghela nafas sejenak “Aku akan menceritakannya dari awal,tapi kau jangan terlalu memaksakan dirimu untuk mengingatnya…..”

“Ayo cerita,tolong ceritakan semuanya agar aku bisa mengingat semuanya!” sorot mata Kyurin menjadi sayu “Aku bahkan tidak dapat mengingat ibu dan ayahku,meski kami tinggal bersama sekarang”

“Baiklah.” Jin tersenyum lalu meraih tangan Kyurin yang berada diatas meja “Sebenarnya,saat itu aku ingin memberi sebuah kejutan besar untukmu sebagai kekasihmu.Sepulang sekolah,karena terlalu senang aku melajukan kecepatan mobilku di atas rata-rata.Kau menyuruhku untuk memelankan laju mobilku,aku pun menuruti permohonanmu.Disitu belum terjadi apa-apa,sampai sebuah bus menghantam mobilku dan mobil yang kita tumpangi terjatuh ke laut.Aku benar-benar merasa bersalah kepadamu….”

Kyurin membeku mendengar cerita Jin,mata gadis itu berkaca-kaca.

“Gwenchana?”Tanya Jin menggenggam kedua tangan Kyurin.

Dengan segera Kyurin mengelap air matanya yang membasahi pipinya “Ne,gwenchana.Em Seokjin-sshi sebaiknya kau pulang saja.Ini udah malam”

“Tapi kenapa?”

“Aku ingin istirahat” ucap Kyurin nyaris tak terdengar.

Meski terbesit rasa khawatir,perlahan Jin meninggalkan kamar Kyurin dan kembali ke kamarnya.Sepeninggal Jin, Kyurin mencoba mengingat kembali apa yang sudah terjadi kepadanya.Namun yang ada,gadis itu malah merasakan rasa sakit di kepalanya.

“Eomma….eommaa” panggilnya dengan suara serak.Kyurin berusaha untuk keluar dari kamarnya dan memanggil ibunya,meski dengan penglihatan yang buruk,pandangannya buram.

“Eomma….appa….kepalaku sakit….” panggilnya kembali namun belum mendapat sahutan dari yang dipanggil.Kyurin menuruni satu persatu anak tangga dengan sangat perlahan.

“Sayang! Kyurin! Appa pulang!” seru Tn.Im memasuki rumah sembari melepas arloji yang meligkar di pergelangan lengannya.

“Appa….” lirih Kyurin,sebelum ia menutup matanya dan tubuhnya ambruk dan terguling dari  belasan anak tangga sampai ke lantai bawah.

“Kyurin!! Astaga Kyurin anakku!! YEOBO!! KAU DIMANA YEOBO!!!”

“Ada apa? OMMONA!! KYURIN!!” panik Nyonya Im langsung menghampiri Kyurin yang bersimbah darah yang tengah dipangku sang ayah.

“Yeobo,telefon ambulan!! Cepat”

***

Suara sirine ambulan membuat semua kekhawatiran Jin terhadap Kyurin semakin menjadi.Dengan segera Jin  keluar dari rumahnya dan melihat ambulance baru saja melaju membawa Kyurin didalamnya.

Dengan segera Jin mencari kunci mobilnya kedalam rumah tanpa memberdulikan berapa banyak perabotan yang jatuh karena tersenggol olehnya.Jin pun segera melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang alamatnya tertera pada ambulan tersebut.

“Kyurin….” gumamnya tanpa henti.

“Kumohon jangan membuatku khawatir seperti ini

.

.

.

To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s