EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.10


 
Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : PG-14 | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

Jaebum melajukan mobilnya menuju vila tua keluarganya yang berada di daerah terpencil didekat pantai.Tetapi vila itu masih dirawat oleh nenek-nenek yang bertempat tinggal di dekat pantai juga.

Karena vila itu sudah tidak dibutuhkan keluarganya dan berhubung Jaebum kabur dari rumah.Jaebum memutuskan akan tinggal di vila itu.

Lelaki itu memasuki vila tersebut seraya membawa koper dan beberapa paper bag dan juga beberapa kentong plastik.

“Chagiya…..aku datang….” seru Jaebum meletakkan semua barang itu di ruang tengah.

“Sebentar oppa…!” ucap seorang gadis berjalan menuruni tangga dan mendekati barang-barang yang diletakkan oleh Jaebum “Wah….banyaknya!!” celutuk gadis itu.

Jaebum berkacak pinggang melihat tingkah gadis ini “Kau seharusnya memelukku ketika aku datang”

“Dari dalam lubuk hatiku,aku tidak ingin memelukmu” canda gadis itu namun begitu menohok hati Jaebum.

“Oh ya…aku melihat di televisi tadi ada drama bagus” adu gadis itu.

“Benarkah? Apa judulnya?”

“Aku lupa,tapi aku melihat ada taman bermain yang luas…” ucap gadis itu seraya merentangkan tangannya.Gadis itu memengang lengan Jaebum “Ayo ajak aku ke sana!” rayu gadis itu.

“Ah..tidak…tidak…lebih baik sekarang kau mandi dan ganti bajumu itu dengan baju-baju baru ini”

“WAAHH!! DAEBAK!! Kau membelikan baju untukku banyak sekali,kau pasti kaya”

‘Aku tidak kaya,itu hasil jerih payahku selama bertahun-tahun.Dan hanya kuberikan untukmu…..Kyurin-ah….’ batin Jaebum.

***

Malam harinya Jaebum memandangi wajah tenang Kyurin yang sedang terlelap di lengannya.Jaebum membelai lembut pipi Kyurin,hal yang sudah lama ingin ia lakukan.

Keberuntungan berpihak kepada Jaebum.Nenek-nenek yang tinggal di pantai itu menghubungi Jaebum jika ia menemukan seorang gadis terdampar di tepi pantai dalam keadaan tidak sadar.Wanita tua itu  meminta izin untuk memakai vila itu sebagai tempat tinggal gadis itu.Tapi karena Jaebum curiga,lelaki itu datang langsung ke vila dan menemukan Kyurin disana.

Gadis itu pucat dan terlihat ketakutan,disaat itu juga Jaebum memeluk Kyurin dan menenangkannya.Keberuntungan lain datang saat Jaebum tahu Kyurin hilang ingatan.Gadis itu lupa tentang keluarganya,dan semuanya termasuk dengan Jin.Jadi Jaebum mengaku jika ia adalah kekasih Kyurin bahkan tunangannya.

Jaebum yang mengarang semua itu,dan bahkan mengganti nama Kyurin menjadi Cho Sarang.Ia tidak memperbolehkan Kyurin keluar dari dalam vila,ia takut jika Kyurin melihat lautan dan akan kembali mengingat semua yang terjadi sebelum gadis itu hilang ingatan.

Jaebum mengecup kening Kyurin dengan lembut,gadis itu membuka matanya perlahan.Jaebum tersenyum.

“Apa aku mengganggumu?” tanya Jaebum.Gadis itu menggeleng pelan.

“Aku bermimpi…bertemu seorang laki-laki,dia terlihat akrab denganku.Aku juga melihatnya bertengkar dengan laki-laki lain yang mirip denganmu.Dan…kau memanggilku dengan nama Kyurin,padahal namaku Cho Sarang iya kan,oppa?”

“Ssshhh…itu hanya mimpi,sudah..tidak usah dipikirkan.Kita tidur…”

Meski terbesit rasa penasaran dalam diri Kyurin atau gadis dengan nama barunya ‘Cho Sarang’ itu perlahan kembali menutup matanya dan memeluk Jaebum.

“Yah…tetaplah seperti ini…..” ucap Jaebum memeluk Kyurin seolah sangat tidak rela gadis itu akan meninggalkannya lagi.Hanya gadis itu yang ia punya sekarang.

***

Saat di sekolah,banyak teman yang menyambut kehadiran Jin.Jin langsung menarik Taehyung ke tempat yang aman untuk menanyakan sesuatu yang menghantui pikikirannya.

“Sebenarnya siapa Kyurin itu?” tanya Jin to the point.

Taehyung menunduk sejenak,lalu memandang langit biru yang dapat ia lihat dari atap sekolah itu “Dia adalah seorang gadis yang sangat spesial bagimu”

“Hey,aku tahu itu…yang lainnya juga mengatakan hal yang sama.Tapi ah…ayolah…bantu aku untuk mengingat semuanya.Kau bilang kau sahabat baikku.”

Taehyung menghela nafasnya dan menepuk bahu Jin “Kondisimu belum sepenuhnya membaik.Aku tidak mau kau kenapa-napa.”

“Oke-oke….jadi sekarang dimana gadis itu,mungkin hanya dia yang bisa membantuku karena dia orang spesial bagiku”

Taehyung menggeleng “Kau akan sulit menemukannya”

“Maksudmu dia menghilang?”

“Tepatnya sudah lama menghilang dan belum bisa ditemukan.Sebelumnya,dia bersamamu saat kecelakaan itu terjadi,mobilmu tenggelam,hanya itu yang kutahu.Sudahlah Hyung…jangan memaksakan dirimu,aku pergi dulu….”

“Oh…baiklah….” Jin mempersilahkan Taehyung pergi.Dan kini hanya ada Jin di atap sekolah itu.

“Aku rasa Jaebum tahu tentang gadis bernama Kyurin itu”gumam Jin.

Detik kemudian terdengar suara bel sekolah tanda masuk pelajaran selanjutnya.Jin pun kembali ke kelasnya.Lelaki itu terus berusaha mendekati Jaebum untuk menanyainya.Tetapi Jaebum mengacuhkannya.Sampai guru datang dan semuanya langsung diam ditempatnya.Guru killer itu mulai menyampaikan sebuah pengumuman.

“Besok tidak ada sekolah” seluruh murid dikelas itu pun bersorak “Diam!!” seluruh murid pun langsung diam seperti patung.

“Besok kita camping di hutan dekat vila tua.Kita juga akan melakukan uji nyali di sana.Karena dari desas-desus yang terdengar,vila itu berhantu.Dan kita akan membuktikannya besok”

“Huuuu~” seketika kelas menjadi ramai membincangkan vila itu.Tetapi tidak dengan Jaebum,lelaki itu membulatkan matanya dan terlihat panik.

“Jangan bilang jika kau takut hantu,kan itu tidak lucu jika tampangmu sok tampan tapi takut hantu” goda Jin menertawakan Jaebum.

“Terserah kau” ketus Jaebum sembari tersenyum sinis.Tanpa curiga Jin memalingkan mukanya dan terus terkekeh membuat Jaebum jengah melihatnya.

“Baiklah,sekarang kalian boleh pulang dan…persiapkan semuanya untuk camping besok.Selamat siang~”

Setelah itu seluruh murid di kelas itu mengemasi buku masing-masing dan bergegas pulang.Sama halnya dengan Jaebum,yang langsung berlari keluar dari kelas.

“YAHH!! Haish….aku belum sempat menanyainya” gerutu Jin “Yasudahlah,mungkin besok ku bisa menanyainya di camping”

Jin pun berjalan keluar dari kelasnya dan dikejutkan oleh seorang gadis yang selama ini memberi perhatian lebih kepadanya dan selalu menjenguknya ketika ia dirawat dirumah sakit dulu.

“Oppa…”

“Astaga Sojin kau mengejutkanku”

“Mian hehehe.Oppa sudah membeli perlengkapan untuk camping?”

“Ini aku masih mau berangkat hahaha”

“Bolehkah aku ikut oppa? Mobilku ada di bengkel tadi pagi”dusta Sojin

“Emm….jadi kau ingin aku mengantarmu ke bengkel untuk mengambil mobilmu?”

“A-ah…tidak bukan begitu.Maksudku….bolehkah kita membeli perlengkapannya bersama?” tanya Sojin sembari mengatup-atupkan kedua jari telunjuknya.

Beberapa detik Jin mempertimbangkannya pada akhirnya ia memperbolehkan Sojin untuk ikut dengannya.

“Baiklah,berarti aku nanti juga harus mengantarmu pulang juga ,benar begitu?”

“IYA! IYA!” seru Sojin penuh semangat “Ah…ma-maksudku,iya..boleh saja”

‘Akhirnya terwujud juga impianku untuk selalu bersama Jin oppa.Semoga saja si Kyurin itu hilang selamanya dan tidak mengganggu hubungan kami lagi.Yah…secara,aku dan Jin oppa lebih cocok.Jin oppa tampan dan aku Sojin yang paling cantik sejagat ini’ batin Sojin tersenyum sinis lalu memeluk lengan Jin dengan manja.

“Hey,jangan begini” Jin menepis tangan Sojin dengan kasar seolah itu refleks,membuat Sojin memekik kesakitan.

“Eh…ma-maafkan aku,apa itu sakit?” tanya Jin menyentuh lengan Sojin lalu meniupinya.

‘Yah…teruslah memperhatikanku…’ batin Sojin.

Sementara dari kejauhan anggota bangtan yang lainnya semakin memanas melihatnya.Terlihat Jungkook hendak mlakukan tindakan kepada Jin,tapi Namjoon dan Taehyung menahan Jungkook.

“Kenapa hyung?! Sojin tidak pantas mendapatkan perlakuan itu,dia pasti merencanakan sesuatu!!” ucap Jungkook penuh emosi.

“Kuharap kau dapat meredakan emosimu dan jangan ikut campur urusan mereka,kau hanya akan memperumit keadaan”jawab Taehyung

“Tapi jika kita tidak menghentikan Sojin,Jin hyung akan terus seperti itu dan bagaimana dengan Kyurin nuna? bagaimana jika dia masih hidup dan mencari Jin hyung tetapi Jin hyung tidak mengenalinya?!”

“Bagaimana jika Jin hyung mengingat Kyurin nuna tetapi Kyurin sudah tidak ada? Itu sama saja membuat Jin kembali larut dalam kesedihan” sahut Jimin dengan nada dingin.

“Mworagu?” tanya Jungkook dengan nada geram.

“Jimin hentikan!” perintah Yoongi

“Hah…perkiraan Kyurin nuna hidup itu hanya 1%,mungkin dia sudah hilang ditelan bumi.Jika bangkai mobilnya dapat ditemukan  tapi Kyurin nuna tidak juga ditemukan,bisa dikatakan Kyurin nuna itu sudah mati!!” ucap Jimin penuh penekanan di setiap katanya.

“Brengsek kau!!”

BUGH!!

Pukulan keras dari Jungkook mendarat mulus di pipi kanan Jimin menimbulkan lebam dan luka disudut bibirnya.

“Hahaha….hey,dia bukan siapa-siapamu,kenapa kau marah HAH?!” pekik Jimin tidak terima dan terus meronta dari cengkraman Yoongi dan Taehyung.Sementara Jungkook juga dicengkram oleh Namjoon dan Hoseok,mereka berusaha memisahkan keduanya yang sibuk berdebat.

“Sialan kau!! Hanya sebatas itukah perhatianmu kepada Jin hyung?! Apa kau tidak memikirkan perasaannya?! Tidakkah kau ingin Jin hyung mengingat semuanya dan menemukan Kyurin.Tidakkah kau ingin melihat mereka bahagia?”

“Kau ini kenapa? Kenapa begitu ingin mencampuri urusan orang lain.Apa kau tidak memiliki urusan sendiri?!”

“Apa salah membantu orang lan yang sedang kesusahan? Apa salah membantu orang yang hilang ingatan mengembalikan ingatannya lagi? mengambil haknya lagi? mendapatkan kebahagiaannya lagi? Jin hyung sahabatku juga”

“Kita semua juga sahabatmu Jungkook,kau harus mengerti kami juga.Jimin benar,kita seharusnya tidak mencampuri urusan orang lain.Tentunya kau tidak ingin Jin hyungmu bersedih kan? Jadi biarkan dia melakukan apa yang ia ingin lakukan sekarang…”tutur Hoseok.

“Jadi kalian menyembunyikan ini semua dariku?”suara yang begitu familiar membuat keenam orang itu terkejut.Jin muncul dari balik tembok.

“Jin Hyung…” lirih keenamnya.

“Untung saja aku kembali kemari dan mendengar perdebatan kalian” Jin tersenyum.

“Ka-kau mendengarnya?” tanya Taehyung.

“Yah,dan aku mengingatnya sekarang” penuturan Jin membuat keenam orang itu terhenyak.

“Kau mengingatnya hyung?” tanya Jungkook.

“Iya….aku mengingat jika…..” tiba-tiba iphone Jin berbunyi,ternyata Sojin mengiriminya pesan untuk tidak menunggunya lama-lama di mobil.

“Apa Hyung?!” tanya Jimin dilanda penasaran

“Aku mengingat jika aku ada janji untuk mentraktir kalian.Ah tapi sepertinya sekarang aku tidak bisa….aku harus berbelanja untuk camping besok.Kalian juga jangan lupa membeli peralatan untuk cambing besok.Aku pergi dulu” Jin pun berlari menjauh dari mereka.

“Ternyata dia masih belum mengingatnya” gumam Yoongi.

“Jadi mulai sekarang,kita tidak usah mencampuri masalah yang bukan hak kita” tutur Namjoon disamput anggukan dari kelima lelaki itu.

***

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sarang kepada Jaebum yang sedang menutup semua perabotan rumah dengan kain putih.

“Oppa…” panggil Sarang begitu pelan dan terdengar memelas.Mata sayunya menatap Jaebum yang sibuk menutupi perabotan di ruang tamu menggunakan kain putih.

Jaebum melirik Sarang dan memegang kedua bahu Sarang “Sarang…,mulai hari ini kau jangan keluar dari kamarmu ok!”

“Tapi kenapa kau melakukan semua ini? Aku pikir kita akan pindah rumah,jangan bilang kau mau pergi?!”

“Tidak,kita akan sembunyi.Ada penjahat yang ingin datang kemari,aku harap kau ingin menurutiku”

“Pe-penjahat?! Kalau begitu kita harus pergi dari sini.Kita harus melaporkannya ke kantor polisi”

“Tempatnya sangat jauh di kota sana,ini sudah jam 3 pagi dan mereka akan datang dua atau tiga jam lagi”

“Tapi aku takut!!” Sarang memeluk lengan Jaebum.

“Ah…tapi jika kau berada dikamar itu tidak akan aman,kau masuk keruang rahasia saja”

“Ruang rahasia yang itu?! Aku tidak mau aku takut gelap!!”

PLAKKK!!

“KAU INI SUSAH SEKALI DIATUR!!!AKU MELAKUKAN SEMUA INI UNTUK MENGAMANKANMU!!!” bentak Jaebum setelah menampar Sarang dan membuatnya menangis.Dengan segera Jaebum mengangkat tubuh sarang dan memasukkannya ke ruang rahasia dibalik rak buku lalu kembali menutupnya.

“Aku mohon keluarkan aku dari sini!!!” rengek Sarang yang hanya tersengar sayup-sayup dari luar.

Jaebum pun kembali mengamankan semua bajunya dan baju Sarang jang ada didalam lemari pakaian,dan menyembunyikannya di gudang.

Didalam ruang rahasia yang gelap,Sarang duduk memeluk lututnya “Jaebal….hiks…keluarkan aku….” isaknya.

***

“Baiklah apa kalian sudah memasukkan perlengkapan keamanan ke dalam ransel kalian?”

“SUDAH SAEM!” jawab semua murid yang ikut camping dengan serempak.

“Baiklah,kita akan melakukan uji nyali di hutan ini,ikuti pita kuning yang sudah terpasang di batang pohon atau ranting tanaman,maka kalian akan cepat sampai di vila tua berhantu.”

“Psst..apa benar vila itu berhantu?” tanya Jin kepada Jaebum disampingnya.

“Jika kau tanya kepadaku aku harus bertanya kepada siapa?” ketus Jabum.

“Cih,aku hanya ingin bertanya.Dasar es batu!” gerutu Jin kesal sedangkan Jaebum sama sekali tidak memperdulikannya.

“Tim yang lebih dulu menemukan sebuah kunci emas adalah tim yang memenangkan permainan ini.Baiklah,silahkan kalian membentuk kelompok.Masing-masing tim terdiri dari empat orang.CEPAT MEMBENTUK TIM,AYO CEPAT!! CEPAT!! Aku akan memberi waktu kalian 5 detik untuk membentuk tim!!”

Semua murid pun langsung panik dan mencari orang yang tepat untuk dijadikan tim.Sementara Jungkook dan Sojin sudah lebih dulu memilih Jin.

“Oh…aku akan mengganggu” gumam Jungkook membuat mata Sojin meliriknya tajam sementara Jungkook hanya tersenyum miring.

“Awas kau bocah!Aku akan memukulmu jika berani macam-macam denganku!” umpat Sojin.

“Hey! Ayolah kita ini satu tim,kalian harus akur”

“Ya…Im Jaebum,tidakkah kau ingin bergabung dengan teman-temanmu”

“Aku rasa aku tidak bisa ikut permainan ini,saem”jawab Jaebum dingin.

“Ya! Jaebum! Apa kau takut?” sindir Jin mengundang tawa dari teman-temannya.Bagaimana jika Jaebum yang dingin takut dengan kegelapan hutan,itu kan lucu.Tangan Jaebum mengepal tidak terima Jin menjelek-jelekkannya sampai jadi bahan tertawaan.

“Lebih baik kau ikut tim kami saja,kemarilah” Jin tersenyum hangat,membuat Jaebum jengah melihatnya.Pada akhirnya Jaebum menjelajahi hutan dengan timnya.Sojin mengumpat kesal karena Jungkook terus menempel pada hyung tersayangnya itu sampai-sampai hyungnya itu mengacuhkan gadis cantik dibelakangnya yang tengah mengumpat.

Jaebum yang bejalan paling belakang hanya merasa bosan,berjalan-jalan hanya membuang waktunya saja.Tiba-tiba ia teringat dengan gadis yang ia kurung di ruang rahasia didalam vilanya.Ia merasa bersalah atas perlakuan kasarnya terhadap gadis itu.Jadi lelaki itu mulai mencari cara agar ia bisa lebih dulu sampai di vila.

Namun tiba-tiba…

Sraaakk….

“AAAKKKK!!” pekik Sojin saat dirinya hampir terjatuh ke laut jika saja Jaebum tidak cekatan menggapai tangan Sojin.Gadis itu terlalu ceroboh saat mengambil foto pemandangan laut dari atas tebing.

“Sojin!” Jin yang sedang membaca peta dengan Jungkook pun langsung terkejut mendengar pekikan Sojin dan langsung menghampirinya diikuti Jungkook di belakangnya.

“Tolong aku,aku tidak mau mati!!!” gadis itu meronta panik.

“Bisakah kau tenang sedikit,aku sedang berusaha menolongmu!!”bentak Jaebum membuat Sojin terpaku,gadis itu menatap Jaebum antara tak percaya dan tersentuh saat Jaebum mulai mengulurkan tangan kirinya.

“Berikan tanganmu yang satunya” ucap Jaebum,Sojin pun meraih tangan Jaebum.

“Arrgh…” Jaebum mengangkat tubuh Sojin dan gadis itu pun terselamatkan.Sojin langsung memeluk Jin.

“Kau aman….” Jin membelai lembut rambut Sojin.Jaebum berjalan perlahan meninggalkan tempat itu sembari memegangi lengan kanannya.Di pelukan Jin Sojin mengintip Jaebum yang berjalan menjauh.

‘Aku tidak tahu kenapa dia menolongku,bukankah dia membenciku?’ batin Sojin.Sedetik kemudian Sojin kembali memejamkan matanya merasakan ketenangan yang Jin salurkan lewat pelukannya.

“Ekhm…ekhm….” dehem Jungkook merusak momen berpelukan itu seolah mengatakan ‘Aku masih disini!’ tapi…yah….sudah niatnya mengganggu Sojin.

Namun ekspresi lain Sojin tunjukkan,gadis itu meraba-raba lehernya.Matanya membulat.

“Apa ada yang salah?” tanya Jin.

“Kameraku!” Sojin menuju ke tepi tebing guna mencari kameranya,dan ternyata kamera itu tersangkut di batuan tebing.Sojin mencoba meraihnya tetapi gagal.

“Biar aku saja” Jin menggeser Sojin,lalu Jin mengulurkan tangannya untuk bisa menggapai  kamera Sojin.Tetapi….

Sraakk….

“Arrghh….!!!”

“JIN OPPA!!!!”

“HYUNG!!!!!

Byurrr……

Tubuh Jin terjatuh ke laut.Mata Jin yang tertutup tiba-tiba terbuka lebar.Kenangannya bersama Kyurin berputar di otaknya seperti kaset film yang rusak.Kenangan manis saat dirinya menyapa Kyurin lewat jendela kamarnya,saat mereka tertawa bersama,saat Jin mencium Kyurin,sampai saat ia memeluk Kyurin saat kecelakaan itu terjadi.Dan mulai saat itu juga Jin mengingat semua hal tentang Kyurin.

Jin memegangi lehernya,pasokan oksigennya mulai habis.Tentu ia bisa berenang,tetapi saat ini kakinya mengalami kram dan tubuhnya lemas,ia pun kehilangan kesadarannya.

***

“Tuan….tuan bangunlah…” ucap seorang gadis.Gadis itu mengguncangkan tubuh Jin yang basah kuyup.Gadis itu tak lain adalah Sarang atau lebih tepatnya Kyurin yang sudah diganti namanya.Sarang mendekatkan telinganya ke dada bidang Jin.

“Ei…dia masih hidup,aduh….apa yang harus kulakukan? Nafas buatan? Oh tidak-tidak….itu terlalu seram…” gadis itu berjalan menjauh dari Jin,namun ia kembali berbalik dan berfikir sejenak.

“Tapi kasihan juga,kalau kubiarkan sama saja aku membiarkannya mati” gerutunya lalu kembali duduk disamping tubuh Jin yang terbaring di kasur usang didalam rumah kecil bibi penjaga vila.

“oh…ya tuhan maafkan aku….Jaebum oppa maafkan aku….”

Sarang mendekatkan wajahnya ke wajah Jin dan mulai memberi nafas buatan lalu menekan-nekan dada Jin,dan itu ia lakukan berulang-ulang sampai Jin terbatuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam tubuhnya.Matanya perlahan terbuka.Ia melihat wajah itu begitu dekat dengan wajahnya.Gadis itu menjauhkan wajahnya yang mulai menampakkan rona wajahnya.Jin bangkit dan memeluk gadis itu erat-erat.

“Kyurin,aku sudah kembali mengingatmu…..kau dari mana saja,em? Kenapa tidak membantuku mengingatmu?” tanya Jin.

“Itu…..tuan,anda salah orang.Namaku Cho Sarang…”

Deg!

Jin langsung menatap gadis di depannya ini dan terkekeh.

“Kau tidak bisa mengelak,aku sudah mengingat semuanya.Kau tidak bisa bohong kepadaku”

“Em….tapi apa aku mengenalmu?”

Bagai dihujam beribu pisau tajam hati Jin mendengar kalimat pertanyaan yang diucapkan dengan begitu lembut dari bibir manis gadis itu.

Tak berapa lama kemudian terdengar suara gaduh dari luar rumah kecil itu.Suara gebrakan pintu membuat Jin dan Sarang terkejut.

“Tuan,kumohon jangan sakiti nona muda,ini salah saya.Saya yang membawa nona keluar dari-”

“Ah…banyak omong!! SARANG!! IKUT AKU!!!” Jaebum menarik tangan gadis itu secara paksa dan kasar.

“Mianhae…Mianhae!!” gadis itu mulai menangis dan memohon kepada Jaebum.Jin menggenggam tangan kiri Sarang.

“Jaebum,apa maksudmu memanggilnya Sarang? Dia ini Kyurin,Im Kyurin!!!”

“Diam kau Jin!!” Jaebum kembali berusaha menarik gadis disampingnya ini,namun Jin menahannya lagi.

“Akh…” rintih Sarang karena kedua tangannya dicengkram kuat ‘Kenapa mimpinya menjadi nyata seperti ini? Siapa laki-laki ini? dan punya hubungan apa mereka?’ batin Sarang.

“Lepaskan tanganmu!!” perintah Jaebum kepada Jin.

“Tidak! Sampai kau jelaskan siapa gadis ini sebenarnya?”

“Dia Cho Sarang tunanganku!! Jika kau tidak percaya tanya saja kepadanya” geram Jaebum menatap Jin tajam.

“Katakan jika itu tidak benar,dengar….kau ini adalah Kyurin…” ucap Jin memohon.

“A-aku…” Sarang menunduk “Aku Cho Sarang….”

.

.

.

to be continue

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s