EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.9


EYC

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : PG-14 | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

Esok harinya Jin sudah kembali bersekolah.Kyurin senang melihatnya,tetapi gadis itu tak memperlihatkan rasa senangnya.Kyurin tetap akan diam sampai Jin menyuruhnya untuk kembali berbicara dengannya.

Saat Jin melewati Kyurin,gadis itu biasa saja dan terus membaca bukunya.Begitu pula dengan Jin,kini mereka terlihat seperti bukan orang yang mengenal satu sama lain.

Jaebum merangkul bahu Kyurin dan gadis itu tersenyum.Jin melihatnya,tetapi tidak terlalu memperdulikannya meski hatinya terbakar cemburu.

Hari demi hari Jin terus mengacuhkan Kyurin begitu pula sebaliknya dan itu berlangsung selama 3 bulan.Dan hari ini adalah puncaknya,Jin begitu merindukan pelukan hangat Kyurin.

Jin berlari mencari Kyurin di seluruh penjuru sekolah.Dan Jin menemukan gadis itu sedang membuang sampah di tempat pembuangan dibelakang sekolah,Jin pun menghampirinya.

“Kyurin”panggilnya seraya berjalan perlahan.

Merasa namanya dipanggil Kyurin berbalik dan mendapati Jin sedang berdiri kaku dihadapannya “Jin?” kini Kyurin juga menjadi salah tingkah,karena sudah lama tidak pertatap muka dengan Jin.

“Aku ingin kau menepati janjimu” ucap Jin gugup.

“A-apa?”

“Kau akan kembali jika aku menyuruhmu kembali kan?” tanya Jin meyakinkan.

Mendadak raut muka Kyurin berubah dan sulit untuk diartikan.

“Tidak bisa ya?”

“Emm….” Kyurin menunduk.

“Apa Jaebum sudah lebih dulu dariku?” tebak Jin,Kyurin membulatkan matanya “Ah….ahaha,aku telat ya.Emm….yasudah,selamat! Aku pergi dulu…” Jin membalikkan tubuhnya dan hendak pergi.

“Yah…kenapa kau bisa membuat kesimpulan sekonyol itu?” gerutu Kyurin.Gadis itu berjalan ke arah Jin dan memeluk Jin dari belakang “Kenapa lama sekali,aku sudah menunggumu untuk mengatakan hal ini”

“Kau akan kembali?” tanya Jin “Kau benar-benar mau kembali untukku?” tanya Jin sekali lagi,Kyurin mengangguk.

Jin melepas pelukan Kyurin lalu menangkup pipi gadis itu hingga bibir Kyurin mengerucut.

“Tapi kudengar kau dengan Jaebum….”

“Anio,…..kami hanya bercanda saja” jelas Kyurin.

“Jadi kalian….” Jin tersenyum lebar “jadi aku masih punya kesempatan untuk memilikimu” Jin menunjukkan smirknya.

“Eh?”

“Pokoknya jadilah yeojachinguku mulai dari sekarang!! Aku memaksa!!”

“Aish,tidak romantis” protes Kyurin dengan wajah memerah.

“Tapi kau menyetujuinya kan?” tanya Jin serius.Kyurin memalingkan mukanya untuk tersenyum,gadis itu mengangguk.

“Benarkah? Jinjja?”

“Karena kau memaksaku” gerutu Kyurin namun Jin tak memperdulikan gerutuan Kyurin,yang terpenting baginya adalah Kyurin menjadi kekasihnya mulai sekarang,meski Jin melakukannya dengan cara yang begitu egois dan terlalu serakah.Jin mengangkat tubuh Kyurin dan memutar-mutarkannya.

“Hey..turunkan aku!!” seru Kyurin seraya tertawa.

“Baik!” ucap Jin menurunkan Kyurin,gadis itu pun menghela nafas lega “Karena aku sudah mengabulkan permintaanmu,aku ingin jatahku!”

“Apa?”

“Cium akuuuuu~”

“Ih dasar mesum…”

“Terserah kau mengataiku apa,yang penting kau milikku!! MILIK SEOK JIN YANG TAMPAN!!”

“Hey kau terlalu percaya diri..,kau ini jelek seperti babi….”

“YAK! Kau benar-benar minta ku cium ya?” goda Jin.

“Andwe!!”

***

Natal telah tiba.Disekolah banyak siswa siswi yang bertukar kado natal.Salah satunya,Jaebum.Dia sudah membawa kotak kado berisikan kalung yang diinginkan Kyurin saat mereka berjalan bersama di mall.Dan dirinya sudah tidak sabar untuk memberikannya kepada Kyurin dan melihat ekspresi gadis itu.

Jaebum tersenyum melihat gadis itu sedang bersandar pada tembok disebelah tangga,ia hendak memanggil gadis itu.Tetapi Jin datang menuruni tangga lalu Kyurin mngejutkan lelaki itu.Senyuman Jaebum pun memudar

“Ini untukmu” Kyurin menyodorkan kotak kado pink dengan pita warna biru yang menghiasinya.

Jin mengacak poni Kyurin dengan gemas “Terimakasih,yeojachinguku benar-benar baik!” ucapnya senang.

“hehehe…” Kyurin menggigit ujung lidahnya.

“Apa? Yeojachingu?!” gumam Jaebum membuat Kyurin dan Jin menoleh.Jin pun mendekati Jaebum dengan tatapan menantangnya,sementara Kyurin hanya diam dibelakang Jin.Gadis itu takut akan membuat kesalahan yang sama seperti dulu.

“Iya.Tidakkah kau ingin mengucapkan sesuatu untuk kami?”

“Oh…” Jaebum melirik Kyurin,tatapan gadis itu seperti memohon sesuatu kepadanya “Selamat ya…” ucap Jaebum memaksakan senyumannya dan mengulurkan tangannya.Jin menjabat tangan Jaebum dan memeluknya.

“Sudah kubilang,aku akan tetap menang”bisik Jin.

“Cih,aku bisa melakukan apapun yang kumau” ucap Jaebum menatap Kyurin dengan tatapan tajamnya.

“Oh ya?” Jin tersenyum sinis “Aku akan menghajarmu jika berani menyentuh Kyurin atau sekedar mendekatinya saja aku akan menendangmu jauh-jauh”

“Kita lihat saja” Jaebum menunjukkan smirknya.

***

Kyurin berjalan memasuki kelasnya,dan mendapati Jin sedang duduk dibangku Jaebum.

“Ya….kenapa kau duduk disitu?Aku tidak mau kau memancing masalah dengan Jaebum lalu kalian bertengkar lagi seperti seminggu yang lalu.Kau tidak sayang ya dengan wajahmu yang sudah babak belur seperti itu…kau tahu,aku sangat khawa-”

“Sssshhhh…..!” Jin menempelkan telunjuknya pada bibir Kyurin,otomatis membuat wajah gadis itu merona.

Jin terkekeh geli “Kau segitu perhatiannya denganku” goda Jin.

“Yaah…aku serius…!” ucap Kyurin memelas sembari menghentak-hentakkan kakinya.

“Hihi…” Jin malah terkekeh geli menatap wajah Kyurin,sementara gadis itu menangkup wajahnya yang memerah merona.

Teman sekelas mereka sudah berdatangan,termasuk Jaebum yang datang dengan wajah dinginnya kepada Jin.Kyurin menatap keduanya bergantian dengan perasaan khawatir.Jin melambai kepada Jaebum namun Jaebum lebih memilih untuk mengacuhkannya dan duduk di tempat biasanya Jin duduk.

Kyurin meninju lengan Jin kemudian merengut kesal “Appo!! Yah! Kenapa kau meninjuku? Aduh….rasanya tanganku memar…”

“Salah siapa kau cari masalah dengannya lagi”

“Aku hanya menyapanya” jawab Jin enteng.

“Kau lebih terlihat seperti memamerkan sesuatu kepadanya” ketus Kyurin”

“Iya.Memang benar.Aku memamerkan jika kau adalah milikku”

“Aaah…sudah-sudah.Pelajaran sudah hampir dimulai,jadi berhenti menyombongkan diri dan keluarkan buku pelajaranmu”

“Baik,nona Kim~”

“Eh? Beraninya kau mengganti margaku?” gerutu Kyurin seraya mengobrak-abrik isi tasnya,ia berencara ingin menggoda Kyurin.

“Apa ada yang salah?” tanya Jin dengan senyum yang merekah di bibirnya.

“Tentu! Margaku ‘Im’ kenapa kau menggantinya dengan ‘Kim’ Oh…Seokjin,berapa lama kita saling mengenal tapi kenapa kau lupa margaku.Ku do’a kan kau kena karma”

Jin menutup matanya,bibirnya berkedut seperti menahan emosi ‘Ayolah Kyurin…pekalah!! PEKA!! PEKA!! Apa susahnya?!’ batin Jin.

“Aish…kau tidak asik!” gerutu Jin melipat tangannya didepan dadanya.

“Mwoya?” gumam Kyurin seraya memandangi isi tasnya,Jin yang merasa mendapatkan respon pun berencana untuk berpura-pura marah untuk mengerjai Kyurin.

“Kau tidak asik” ulang Jin menggerutu sedikit lebih keras agar Kyurin mendengarnya.

“Ah….ottokhae….aku lupa bawa buku sejarah…”lanjut Kyurin.Jin yang merasa salah mengartikan perkataan Kyurin langsung tepar,lelaki itu memeluk meja dihadapannya.Kyurin yang melihat Jin seperti itu pun langsung mendapat ide cemerlang agar sang guru tidak menghukumnya karena tidak membawa buku sejarah.

“Saem!” Kyurin mengangkat tangannya.

“Iya Im Kyurin?” sang guru berbalik menatap Kyurin.

“Emm….sepertinya Jin sedikit tidak sehat hari ini.Bolehkah aku mengantarnya ke ruang kesehatan?”

Mendengar hal itu Jin mengangkat wajahnya,disambut kedipan mata Kyurin yang mengisyaratkan Jin untuk menuruti perkataan Kyurin.Guru killer itu menatap Jin penuh selidik.

“Apa benar kau sakit SeokJin?”

“Tida-ARRGHH!!!” rintih Jin karena Kyurin menginjak kaki Jin begitu keras.

“Ommo!! Kau kenapa?! Saem,aku akan bawa dia ke ruang kesehatan”

“Iya,iya!! Cepat bawa dia”

***

“Aku marah!”

Kyurin memandang Jin disampingnya dengan tatapan ngerinya.Jin sedang melipat tangannya sembari memasang wajah marahnya yang begitu aneh dimata Kyurin.

“Terserah,kau mau ini tidak?” ucap Kyurin sembari menyodorkan snack di depan mulut Jin,lelaki itu pun langsung melahapnya dengan cepat.

“Aish….lihat wajah jelek itu.Sudah cemberut masih saja doyan makan,apa kau tidak lelah memasang ekspresi seperti itu ha?” cibir Kyurin.

“Kakiku memar karena kau injak.Jadi wajar aku marah,aku marah! Pokoknya aku mau dicium!!”

“Heeeehh? Kalau begitu kenapa tidak bilang dari tadi,kenapa harus marah dengan wajah jelek itu” gerutu Kyurin.

“Benarkah? Jadi aku boleh minta cium?”

“Tidak!!”

“Aish!! Aku marah!!”

“Ya terserah…Aku ke toilet dulu kalau begitu” Kyurin beranjak dari tempat duduknya di ruang bangtan.

“Chankkaman!”Jin menarik tangan Kyurin

“Ada apa?” tanya Kyurin.Jin mengintip lewat pintu ruang bangtan,di luar sana ada guru sejarah yang merupakan guru killer yang dihindari Kyurin sedang hendak mencari mereka di ruang bangtan.

“Sssshh!! Sembunyi!!” Jin menarik Kyurin untuk bersembunyi di belakang sofa di sudut ruangan.Setelah mereka bersembunyi terdengar pintu terbuka dan suara ketukan sepatu.Bisa dipastikan itu adalah sang guru.

Jin membungkam Kyurin yang terlihat seperti menahan bersin.Keduanya begitu panik untuk membuat suara sekecil apapun.Selang beberapa menit kemudian terdengar suara pintu tertutup,pertanda sang guru sudah keluar.Kyurin pun langsung bersin didepan wajah Jin.

“Maaf…..sepertinya aku sedikit flu…” ucap Kyurin seraya mengusap hidungnya.

“Yah….tidak papa….he…he..he…” ucap Jin dengan bibir berkedut ‘Sepertinya aku juga akan tertular flu sebentar lagi’

***

Sepulang sekolah Jin hendak mengajak Kyurin ke Taman bermain untuk berkencan.

“YAA!! PELAN SEDIKIT MENYETIRNYA!!”

“APA? AKU TIDAK DENGAR” jawab Jin terkekeh melihat ekspresi ketakutan Kyurin.

“PELAN-PELAN MENYETIR MOBILNYA!!”

“AH…JALANNYA SEPI,INI BISA MELEPAS STRESS”

“TAPI….AKU TAKUT…” Jin yang merasa iba kepada Kyurin pun memelankan laju mobilnya kemudian terkekeh geli.

“Puas kau membuat jantungku hampir copot?!” geram Kyurin.

“Hehehe…maaf…maaf….” rayu Jin mencubiti pipi Kyurin dengan gemas.

“HEY AWAS DIDEPAN!!” pekik Kyurin,Jin kembali melihat kedepan dan melihat sebuah bus sedang hilang kendali dan memasuki jalur yang salah.Refleks Jin membanting stir menepi,tetapi bus tersebut menabrak mobil Jin dan mobil Jin menabrak pagar pembatas yang membatasi jalanan dengan tebing.

Jin melepas sabuk pengamannya dan langsung memeluk Kyurin erat,ia rela terluka parah asalkan Kyurin tidak terluka parah.Mobil Jin tercebur kedalam laut.

Kyurin menutup matanya karena tidak bisa menahan nafas didalam air,ia tidak pernah berminat belajar berenang karena ini,dia tau dia tidak bisa menahan nafas didalam air.Gadis itu mencoba membuka matanya susah payah,ia melihat Jin tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur bagian mobil.

Kyurin merasa takut dan panik namun disisi lain ia tidak mau tenggelam di sana.Jadi gadis itu berusaha mengeluarkan Jin dan dirinya sendiri dari mobil Jin yang tenggelam itu.Beberapa menit lamanya Kyurin berhasil mengeluarkan Jin.Namun ia tidak dapat mengeluarkan dirinya sendiri,kakinya tersangkut di pintu mobil sedangkan pasokan oksigennya sudah habis.Kyurin pun kehilangan kesadarannya.

***

Ibu Kyurin sedang menonton televisi.Hari ini ia sudah memasakkan banyak masakan kesukaan Kyurin,karena gadis itu berkata jika ia sangat merindukan masakan ibunya.

Namun ibu Kyurin dikejutkan oleh sebuah berita kecelakaan.

“Sebuah bis yang hilang kendali dan menabrak mobil,dua pelajar mengalami kecelakaan membuat mobil yang mereka tumpangi terjatuh ke laut.Korban yang diketahui bernama ‘Kim Seok Jin’ sudah di amankan di rumah sakit.Sedangkan satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.Supir bus yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini diduga sedang mengantuk dan kehilangan kendalinya…..”

Ibu Kyurin sontak panik,dengan segera ia menelefon ibu Jin.Terdengar suara isak tangis di seberang sana “Apa Kyurin ada di sana? Dia belum pulang sedari tadi….”

‘Hana…..kemarilah,aku akan ceritakan semuanya kepadamu…”

***

“Jadi apa yang akan kau ceritakan? Aku sedang mencari Kyurin,apa dia tidak menjenguk Jin?”

Ibu Jin masih saja menangis disamping ranjang tempat Jin terbaring koma “Aku tidak tahu Kyurin dimana…tidak ada satupun yang tahu sekarang.Kau yang sabar ya….” ibu Jin memeluk ibu Kyurin erat seraya menangis.

“Ma-maksudmu…Kyurin….anakku…”

Ibu Jin mengangguk “Jin mengatakan kepadaku jika hari ini ia akan memberi Kyurin kejutan di taman bermain.Semalaman dia mempersiapkan semuanya.Tapi hari ini….” ibu Jin kembali duduk disebelah ranjang Jin.

“Tidak mungkin….” lirih ibu Kyurin terduduk lemas di lantai,ia menangis dan menyesali semuanya.Menyesal karena jarang memberi perhatian untuk Kyurin karena terhalang pekerjaan.Dan disaat ia hampir berhasil memberi perhatian kepada Kyurin,gadis itu menghilang entah kemana,dan masih dalam tahap pencarian.

***

Ibu dan Ayah Kyurin masih dilanda duka atas hilangnya putri kesayangan mereka.Sudah satu minggu keduanya menunggu kaba dari tim yang bertugas mencari Kyurin,sudah satu minggu pula Kyurin menghilang.Ibu Kyurin memeluk foto keluarga,disana ada Kyurin yang tersenyum bahagia sedang merangkul kedua orang tuanya.

“Kemarin dia mengajak kita berfoto bersama dan mencetaknya.Kau sudah melihatnya,yeobo? Dia juga menulis ‘I Love Mom&Dad’ di sudut bingkai fotonya…”

“Sebelum kecelakaan itu terjadi,saat aku hendak berangkat bekerja dia memelukku dan mengucapkan maaf dan ia berkata jika ia akan sangat merindukanku.Aku menganggap sikapnya yang itu adalah sikap manjanya seperti biasa,tapi ternyata dia mengucapkan itu untuk hal ini….”

“Sudahlah,kau jangan membuat kesimpulan yang aneh-aneh.Aku yakin anak kita akan segera ditemukan.

Tak lama kemudian telefon rumah mereka berbunyi,dengan segera ibu Kyurin mengangkat telefonnya.

“Yeoboseo!!”

“….”

“Oh….maaf kami tidak menerima pesanan” ibu Kyurin kembali menutup telefonnya dan kembali bersedih.Sang suami yang merasa iba pun memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Kurasa kita hanya perlu menunggu” ucap ayah Kyurin guna menenangkan ibu Kyurin yang mulai kembali menangis.

***

Sementara itu kabar bahagia datang dari keluarga Kim,karena Jin telah sadar dari komanya dan bahkan sudah sehat.Tetapi saat sang ibu menceritakan tentang dirinya dan Kyurin,pertanyaan mengejutkan terlontar dari mulut Jin.Lelaki itu mengaku tidak mengenal Kyurin,tetapi dia masih menghafal semua teman-teman dan keluarganya.

Dan sekarang Jin sedang duduk sendiri di kamar rawatnya di rumah sakit.Memandangi fotonya dan foto Kyurin,Taehyung memberi Jin lembaran foto itu agar Jin bisa mengingat Kyurin.

“Siapa itu….Kyurin?” gumam Jin.

Tiba-tiba pintu kamar Jin terbuka.Nampaklah laki-laki tinggi dan tampan yang begitu dihafan Jin.Jin tersenyum sinis kepada lelaki itu.Im Jaebum.

“Terimakasih sudah menjengukku”

“Hah….kenapa kau tersenyum seperti itu.Kenapa? karena kau sudah mendapatkan Kyurin? Hahaha….untung saja kau sudah melupakannya sekarang.Jadi aku bisa merebutnya kembali.”

“Kau mengenal Kyurin?”

“Tentu saja,dia yeojachinguku.Tapi kau merebutnya dan melupakannya begitu saja” Jaebum mendekatkan bibirnya ke telinga Jin “Jika aku menemukannya lebih dulu,aku tidak akan melepasnya.Camkan itu baik-baik” Jaebum memasang smirknya.

Lelaki itu pun keluar dari kamar Jin.Dan Jin kembali mencoba untuk mengingat siapa itu Kyurin.

“Apa aku ini semacam….hilang ingatan?” gumam Jin.Tiba-tiba kilasan-kilasan kenangan indah itu berputar seperti film rusak.Jin melihat ia sedang tertawa bersama seorang gadis yang begitu cantik,saat ia sedang menyuapinya,menciumnya,menjahilinya,membuat gadis itu marah sampai kecelakaan itu terjadi.Jin mengerang memegangi kepalanya yang dibalut perban.Tetapi itu tak lama,Jin kembali tenang selang beberapa detik kemudian.

“Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya….tapi kenapa aku merasa…seperti aku begitu merindukan gadis itu…..”

“Kyurin….siapa kau?” gumam Jin menatap foto yang dipegangnya.Kyurin sedang tersenyum menunjukkan dua jarinya membentuk ‘V’ dan dengan Jin yang merangkul gadis itu.

“Im….Kyurin…?”

.

.

.

To be Continue…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s