EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.8


eye contact
Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : PG-14 | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

Kyurin berjalan menuruni tangga di rumahnya dengan begitu lesu,juga mata yang membengkak akibat dirinya menangis semalaman gara-gara perkataan Jin yang terus menghantui pikirannya dan melukai hatinya.

Kyurin mematung sejenak saat ia menyadari sepatu yang ia pakai adalah sepatu merah yang Jin belikan untuknya.Gadis itu menghela nafasnya,ia berjongkok dan melepas sepatunya lalu menggantinya dengan sepatu yang lain.

Setelah mengunci pintu gerbang Kyurin berjalan sampai di depan rumah Jin.Dapat Kyurin lihat dari kejauhan,nampak gorden jendela kamar Jin masih tertutup.Ia menyimpulkan Jin tidak akan masuk sekolah hari ini.Mungkin ini berkaitan dengan kondisinya,Jin ingin sendiri untuk sementara waktu.

Halte nampak sepi tanpa Jin,biasanya Jin selalu datang beberapa menit lagi dan mengejutkannya.Namun Kyurin tetap saja tidak menemukan Jin berlari ke tempatnya duduk sekarang.Gadis itu menunduk dalam dan menyesali perbuatannya.

[Pergi gadis bodoh,aku sudah lelah melihatmu!]

[Aku lelah karena kau didekatku.Kau begitu merepotkan juga menambah beban dikehidupanku,parasit!!]

[Hahaha,kenapa aku harus bohong kepada orang bodoh sepertimu yang tidak bisa menyadari kesalahannya sendiri dan menyulitkan banyak orang.Tidak ada untungnya bukan?]

Kalimat demi kalimat kasar itu selalu berputar di otaknya setiap ia merindukan Jin.

“Itu bukan Jin….itu bukan Jin yang kukenal….siapa dia sebenarnya?”

BRUMM….Tiin..Tin!!!

Kyurin mendongakkan kepalanya karena suara berisik motor sport di depannya.Kyurin tahu siapa wajah dibalik helm itu.

“Jaebum?” gumam Kyurin sebelum kepala gadis itu kembali menunduk.Jaebum turun dari motornya dan memberikan helm cadangannya kepada Kyurin.

“Ayo berangkat bersama” tawar Jaebum seraya menyodorkan helmnya,namun Kyurin hanya memandangi helm itu dengan tatapan sayunya.

“Sepertinya aku malas pergi ke sekolah” gumam gadis itu.

Set!

Jaebum mensejajarkan pandangannya dengan Kyurin setelah memakaikan helm dikepala gadis itu.Jaebum menatapnya dalam.

“Jin lagi hah?” Jaebum tertawa,tetapi bukan tawa yang sinis.Lelaki itu tertawa dan tersenyum untuk Kyurin,gadis yang telah merebut dan menyakiti hatinya diwaktu yang sama.

Kyurin tetap diam tak berkutik,Jaebum menyisihkan poni Kyurin “Bisakah kau membuat perubahan untukku dan juga Jin?”

Kyurin menaikkan alisnya dengan polos “Apa itu?”

Jaebum tersenyum tulus memandangi Kyurin “Aku harap kau membuat perubahan yang benar untuk semuanya.Jin akan menyukainya”

“Benarkah?”

***

Jaebum mengendap-endap memasuki ruang guru saat semua guru sedang berada di lapangan sekolah untuk apel di hari senin.Dan dengan izin jika ia sakit,Jaebum berlari ke ruang guru.Diletakkannya dvd hasil dirinya merekam insiden saat Kyurin diracuni oleh geng Sojin.Dengan sedikit mengeditnya,Jaebum akan selangkah lagi berhasil untuk memasukkan ketiga gadis gila itu kedalam sel tahanan.

Setelah selesai dengan urusannya Jaebum keluar dari ruang guru dan tersenyum puas.

“Tinggal beberapa langkah lagi,aku akan mendapatkan hakku kembali” Jaebum tersenyum sinis.

***

Kyurin duduk sendirian di tengah keramaian kantin siang itu.Dihadapannya hanya ada sepotong sandwich dan yogurt.Dua makanan yang dapat menuntun pikirannya kepada Jin.Mencemaskannya,mengkhawatirkannya,merindukannya,ingin menjenguk lelaki itu dan memeluknya erat,memberinya kehangatan lalu mengatakan ‘tenang,aku akan selalu berada disisimu’ seperti yang Jin katakan kepadanya saat ia sedang bersedih.

Gadis itu menyambar sandwich dan yogurtnya dan berlari kencang keluar dari kantin,sampai-sampai menabrak Taehyung dan Namjoon yang baru saja ingin masuk kedalam kantin.

“YAK! NUNA!!” pekik Taehyung yang pantatnya mencium lantai.

“Sudahlah,kau ini laki-laki kenapa tersenggol saja bisa jatuh”ujar Namjoon sembari menarik tangan Taehyung.Taehyung pun kembali berdiri dan membersihkan seragamnya dari debu.

“Seharusnya Kyurin nuna menindihku seperti di drama,iya kan?”

Pletak!!

Please stop dreaming Taehyung Kim!” ledek Namjoon setelah memberi jitakan keras pada kepala Taehyung,dengan harapan dengan ia menjitak kepala Taehyung otak alien itu bisa kembali normal.Tapi percuma saja,Taehyung akan tetap Taehyung selamanya,tingkahnya akan tetap saja begitu.

“AISH!! MASIH BAGUS AKU TERPENGARUH DRAMA,DARI PADA HYUNG? BAGAIMANA JIKA HYUNG TERPENGARUH FILM BLUE-”

“Jaga omonganmu kalau kau masih sayang dengan wajah tampan yang kau banggakan itu!” ancam Namjoon membungkam mulut Taehyung rapat-rapat,sementara Taehyung memberontak meminta ampun.

***

Isakan….

Isakan….

Isakan….

Dan lagi-lagi isak tangis itu menggema di ruangan basket indoor yang sedang sepi.Kyurin duduk di salah satu bangku penonton,gadis itu memakan sandwichnya seraya menangis terisak.Hatinya begitu lembut dan sensitif.Sekali ia teringat dengan makian dan bentakan dari Jin,gadis itu selalu kembali menangis.Bengkak bekas akibat ia menangis semalam masih belum menghilang,dan sekarang gadis itu membuat matanya tambah membengkak dan merah.

Kyurin tersedak,nafasnya tersendat.Dengan segera ia meminum yogurtnya cepat-cepat.Lalu gadis itu kembali menangis tanpa suara,kedua tangannya menahan bibirnya untuk tidak mengeluarkan isakan itu.Namun nyatanya hal itu malah membuat rasa sesaknya semakin menjadi-jadi.

Pintu ruang basket terbuka,namun Kyurin tidak menyadari seseorang yang hendak masuk kedalam ruangan itu.Seseorang itu adalah Taehyung,lelaki itu menghela nafasnya.Lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan menekan tombol call ke nomor Jin.

“Yeoboseo,Jin hyung”

“….”

“Kau sibuk?”

“….”

“Oh tidak,aku hanya ingin bertanya tentang Kyurin.Aku melihatnya sendirian diruang basket sekarang,dia hanya makan sepotong sandwich dan meminum yogurt dan dia sedang menangis”

Didalam kamarnya,Jin terdiam sejenak mendengar penuturan Taehyung

“Aku pikir ini ada hubungannya denganmu Hyung” timpal Taehyung.

“Oh ya? Kau sedang menuduhku?” sinis Jin.

“Ah….bukan hyung ya.Yasudah,sebagai sahabat yang baik aku akan menjaganya untukmu hyung! Anyeong” 

Panggilan berakhir setelah Taehyung memutus sambungan telefonnya.Jin menaruh ponselnya diatas karpet yang menjadi alasnya duduk.Benar Jin sedang duduk dilantai beralaskan karpet,lelaki itu sedang duduk di sudut kamarnya yang gelap.Dan Jin pun kembali merenungkan kesedihannya.

“Ayah,kau pergi meninggalkanku….dan sekarang,apakah seseorang yang kucintai juga akan pergi dariku?” Jin tertawa setelah mengucapkan kalimat itu.

Tok! Tok! Tok!!

“Jin-ah…ayo buka pintunya nak,kau belum makan sejak kemarin.Kau bisa sakit nak” ucap ibu Jin dari luar kamar,suara wanita itu terdengat memelas dan lemah.

Makan? yang benar saja.Bangkit dari tempatnya duduk saja Jin tidak melakukannya.Yang dilakukannya hanya berdiam diri,melamun dan sesekali ia kembali menangis karena belum bisa menerima kepergian ayah tercintanya.

“Jin-ah….kalau kau seperti ini terus,ayahmu akan sedih.Tolong biarkan dia terbebas dari dunia ini,jangan membuatnya tersiksa di dunia ini.Kau harus menerimanya dengan tabah nak”tutur sang ibu juga ikut kembali bersedih.

“Tidak,ini salah ibu! Jika saja ibu jujur kepadaku dari awal,aku mungkin tidak akan separah ini bu” bentak Jin “Kenapa ibu berbohong kepadaku?! Kenapa ibu menelefonku begitu telat,kenapa ibu tidak mengabariku jika ayah sedang sakit?! Kenapa baru menghubungiku ketika ayah sudah tidak ada?!!! KENAPA BU KENAPA!!!!”

Di luar sana ibu Jin terduduk di lantai yang dingin didepan kamar Jin.Wanita itu menangis perasaannya campur aduk antara sedih,tersakiti dan merasa bersalah kepada Jin.

Yeobo…katakan kepadaku kalau aku melakukan hal yang benar sesuai dengan perintahmu….” gumam wanita itu.

***

Sepulang sekolah Kyurin berjalan sendirian di lorong koridor.Dari arah lain Jaebum berlari menghadang Kyurin.

“Maafkan aku tidak bisa mengantarmu pulang hari ini,kau tidak papa kan? Apa perlu kucarikan taxi?” ucap Jaebum,Kyurin tersenyum tipis,gadis itu mengangguk lalu menggeleng.

Anyeong” ucap Kyurin dengan nada yang begitu lembut.

Jaebum memandangi Kyurin yang berjalan meninggalkannya.Punggung gadis itu terlihat begitu murung.Jika saja tidak ada urusan penting yang mendadak,Jaebum ingin sekali mengantar gadis itu pulang hari ini.

***

Kyurin berjalan keluar dari gerbang sekolah.Mobil Taehyung datang dari arah belakang dan berhenti tepat disamping Kyurin.Taehyung menurunkan kaca mobilnya.

Hey,good girl….do you wanna join with us?” tawar Taehyung dengan genit.Kyurin tersenyum tipis lalu menggeleng,menolak ajakan Taehyung.

Jungkook dan Jimin pun keluar dari mobil Taehyung lalu menyeret Kyurin masuk kedalamnya.

“Yah….lepaskan aku,sudah kubilang aku tidak mau ikut!” tegas Kyurin,namun terlambat dirinya sudah terlanjur duduk didalam mobil dengan tubuhnya yang terhimpit Jungkook dan Jimin di sisi kanan kirinya.

“Kau hanya menggeleng nuna,kau tidak mengatakan jika kau tidak mau ikut kami” ucap Jungkook dengan senyuman polosnya.

“Sekarang enaknya kita jalan-jalan kemana?” tanya Jimin.

“Bagaimana jika ke mall,kita bemain permainan yang seru disana,lalu kita bisa makan,berfoto bersama dan bersenang-senang tentunya” ucap Taehyung dengan jiwa Leader yang berkoar.

“SETUJU!!” seru Jimin dan Jungkook,sementara Kyurin hanya bisa pasrah dengan ajakan mereka.Toh dirinya juga butuh bersenang-senang untuk menghibur hatinya yang sedang bersedih.

“Baiklah,gomawo” ucap Kyurin tersenyum senang,merangkul Jimin dan Jungkook membuat keduanya betah bermanja-manja dengan Kyurin seperti dua anjing yang bermanja kepada majikannya.

“Hey,aku tidak dapat pelukan kah?” protes Taehyung.

“Hehehe…mian”

“Haaah!! pokoknya aku minta bagianku nanti.Sekarang kita berangkat!! GOING CRAZY BABY!!!” seru Taehyung.

Kriiik~ Kriiikk~Krikkk

Suasana hening pun tercipta.Jungkook,Kyurin dan Jimin hanya terdiam mendengar seruan Taehyung yang sama sekali tidak lucu.

***

Jaebum dan Sojin duduk menghadap pria paruh baya dan dua wanita paruh baya.

“Sekarang kau sudah tau kan? Siapa yang bermuka dua disini?” tanya Jaebum sinis kepada si pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya sendiri,yang telah menterlantarkan Jaebum akibat rencana busuk Sojin dan ibunya yang merupakan istri kedua dari ayahnya itu.

“Jaebum! Jaga mulutmu ketika berbicara!” ibu kandung Sojin membentak Jaebum.

“Kau harus lebih sopan ketika berbicara dengan ayahmu nak” tutur sang ibu atau lebih tepatnya ibu kandung Jaebum yang merupakan istri pertama ayahnya.

“Hah,bahkan aku sudah mengumpulkan semua buktinya.Harusnya kau menindak lanjuti perbuatan gadis sialan ini,kau ini jaksa!!” Jaebum membentak sang ayah yang terlihat begitu pusing dengan masalah yang satu ini.

“Oh honey,kumohon jangan laporkan Sojin.Dia anakmu juga honey….” ujar ibu Sojin mencoba menghasut ayah Jaebum.

Suasana menjadi begitu serius.Ayah Jaebum tak kunjung menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya.Pria itu memejamkan matanya sembari memijit keningnya yang berkerut.

“Ini sudah benar-benar diluar batas,anak ini benar-benar sudah keterlaluan.Pembulian,kekerasan fisik,percobaan pembunuhan….hal ini tidak dapat di diamkan”

“Honey….”

“Ayah….” lirih Sojin mulai menangis,gadis itu bertekuk lutut didepan ayahnya.Melihat hal tersebut Jaebum tersenyum sinis.

“Aku mohon jangan lakukan itu kepadaku,aku rela melakukan apapun asal ayah tidak menyeretku ke pengadilan”

“Honey….!” ibu Sojin ikut bertekuk lutut didepan suaminya “Kumohon kabulkan permintaan anakku.Atau….kau boleh mengusirku dari rumah ini asalkan kau mengabulkan permintaannya.Aku mohon honey….”

“Cih,kemampuan akting yang bagus” Jaebum bertepuk tangan.

“Cukup Jaebum!! Bagaimanapun kita adalah keluarga,kau tidak boleh seegois itu!”

“Apa?!” Jaebum berdiri dari tempat duduknya “Kau bilang aku egois hah?! Apa aku tidak salah dengar? keluarga?! Aku bukan anggota di keluarga bangs*t ini!! Oh,jadi kau ingin membantu gadis gila ini terhindar dari masalah yang diperbuatnya huh?!” mendengar Jaebum menjuluki keluarganya sendiri ibu kandung Jaebum merasa kecewa dan sakit hati.

“IYA!! AKAN AKU LAKUKAN SEMUANYA DEMI KELUARGA INI!!”

“Ohh…baik….baik….Jika jaksa tidak bisa bertindak,aku sendiri yang akan melaporkannya ke pengadilan”

Jaebum menjambak rambut Sojin dan menyeret gadis itu.

“Oppa…sakit! Aku mohon lepaskan aku….oppaa…Appa tolong aku…” lirih Sojin.

“JAEBUM!!”

PLAKKK!!

Satu tamparan keras membuat pipi kanan Jaebum memerah.Mata Jaebum membulat sempurna,lelaki itu menyentuh pipinya yang baru saja mendapat tamparan dari ibu kandungnya sendiri.Lebih menyakitkan dari tamparan ayahnya.Bukan pipinya yang sakit,hatinya lebih sakit beribu kali lipat.

“I…ibu…” lirih Jaebum membeku melihat ibunya menangis.

“Yeobo,tolong maafkan Jaebum”

“Ibu,bukan ibu yang seharusnya meminta maaf kepada mereka”

“DIAM KAU! Ibu kecewa kepadamu”

Bagaikan dihujam beribu pisau tajam,hati Jaebum begitu sakit mendengar ibunya kecewa terhadapnya.Karena Jaebum pikir hal ini benar dan dapat membuat keluarganya kembali normal tanpa dua wanita pengganggu itu.

Tapi ternyata justru sebaliknya,dirinya malah semakin memperburuk kondisi karena tidak adanya satu pun orang yang dapat mengerti akan maksud dari perbuatannya.Didalam batinnya ia selalu bertanya-tanya ‘Apa aku ditakdirkan untuk sendiri didunia ini?’

***

“Hey…hey jangan dorong-dorong” bisik Kyurin saat Jungkook,Taehyung dan Jimin memaksanya untuk mengetuk pintu kamar Jin.

“Berikan boneka itu kepada Jin Hyung,aku jamin dia tidak akan rela menolaknya” tutur Taehyung disambut anggukan oleh Jimin.

“Nuna…aku bantu mengetuk pintunya ya” ucap Jungkook lalu dengan jahilnya lelaki itu mengetuk pintu kamar Jin lalu berlari kabur begitu saja diikuti Jimin dan Taehyung dibelakangnya.

“Aish…”desis Kyurin,gadis itu pun menghembuskan nafasnya perlahan lalu mengetuk pintunya sekali lagi.

Tok..tok…tok..!

“Jin…i-ini aku….” ucap Kyurin.

Beberapa menit tidak ada jawaban dari dalam.Kyurin pun berencana menempelkan telinganya pada pintu kamar Jin untuk menguping guna memastikan lelaki itu benar-benar berada di dalam kamarnya.

Tiba-tiba pintu terbuka.Dengan gerakan kasar Jin menarik Kyurin masuk lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam.Jin membenturkan punggung Kyurin pada pintu kamarnya dan mengunci tubuh Kyurin hingga gadis itu sulit bergerak.

“Akh….” rintih Kyurin,perlahan gadis itu membuka matanya.Hal yang ia dapati saat ini adalah ruangan gelap dan tatapan tajam dari Jin.

“Sebenarnya apa maumu?”

“Ma-maafkan aku…a-aku hanya ingin-”

“Alasan….”

“Ah??!”

“Kau selalu memiliki beribu alasan untuk menutupi kesalahanmu”

“Jin…aku tidak-”

Chup~

Mata Kyurin membulat sempurna tatkala Jin menyatukan bibir mereka secara tiba-tiba.Dapat Kyurin rasakan pipinya mulai basah,ia tahu Jin sedang menangis sekarang.Jin makin mengeratkan pelukannya dan memperdalam ciumannya,sementara Kyurin mulai kehabisan pasokan oksigennya dan mencengkram lengan baju Jin.

Gadis itu pasrah,ia rela apapun demi Jin.Bahkan rela meninggalkannya,tetapi tetap tidak bisa.Hingga dirinya kembali kedalam pelukan hangat itu.Kyurin memejamkan matanya,tetes air mata itu terjatuh juga.Bagaimanapun ia merindukan Jin yang dulu.

Jin melepaskan ciumannya,matanya terus memandang kebawah.Jin membalikkan tubuhnya membelakangi Kyurin.

“Pergilah….”

Satu kata perintah yang membuat Kyurin dilanda beribu pertanyaan.Namun gadis itu memaksakan bibirnya untuk mengukir senyuman.

“Uhm….aku akan pergi.Kau bisa memanggilku jika kau membutuhkanku.Aku akan melakukan semuanya demi membuatmu kembali seperti dulu…”

“Cepatlah bodoh…” perintah Jin dengan suara yang bergetar.

Kyurin pun keluar dari kamar Jin dan kembali menutup pintunya.Dengan berat hati Kyurin meninggalkan tempat itu dan pulang sesegera mungkin.

“Kau menangis nuna?” tanya Jungkook panik.

“Hmm….ini tidak seperti yang kau fikirkan” Kyurin terenyum tulus.

***

Pagi harinya…

“Kyurin….ibu dan ayah pulang…”

Ibu Kyurin memasuki kamar Kyurin untuk membangunkan gadis yang telah telat bangun pagi itu.

“Eish…anak ini!” gerutu ibu Kyurin kemudian menyibak selimut tebal yang menutup tubuh gadis itu.

“E…e….eom….mmaa….” rintih gadis itu dengan wajah pucat dan penuh peluh.

“Astaga Kyurin…” sang ibu menyentuh kening gadis itu kemudian tersentak “Ash…suhu tubuhmu panas sekali….YEOBO….YEOBO….!!”

Mendengar teriakan sang istri,Tn.Im yang sedang berada di ruang tengah langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Kyurin.

“Ada apa?”

“Kyurin…badannya panas sekali.Ayo cepat kita bawa dia ke rumah sakit…” ucap ibu Kyurin panik.

“Baik.Ayo nak,kau harus kuat…” sang ayah menggendong Kyurin di punggungnya,sementara sang ibu membawa selimut agar suhu di luar tidak membuat kondisi Kyurin makin memburuk.

Tn.Im memasukkan tubuh Kyurin kedalam mobil diikuti Ny.Im yang menyelimuti tubuh Kyurin dan memeluk gadis itu.Tn.Im pun langsung berlari ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya untuk segera membawa Kyurin ke rumah sakit.

Sementara itu dikamarnya Jin sedang ditangani oleh dokter kepercayaan keluarganya.Sebelumnya kondisi Jin hampir sama dengan Kyurin,tubuhnya menggigil,suhu tubuhnya juga melebihi suhu tubuh normal,keringat membasahi tubuhnya.Namun sekarang lelaki itu sudah membaik,Jin sedang tertidur setelah diberi suntikan.Ibu Jin tambah lemah melihat anaknya sakit-sakitan seperti itu mengingatkannya kepada almarhum suaminya.

“Pikirannya sedang kacau,dia tidak mau makan dan terus mengurung diri dikamarnya hingga sakit seperti ini…”

“Tenang nyonya…kondisinya sudah membaik.Setelah meminum obatnya,tuan akan kembali pulih.Dan jangan lupa memberikan obat penambah nafsu makannya,tuan akan lebih cepat sembuh jika kebutuhan makannya tercukupi.Saya harap nyonya juga makan denga teratur…” tutur sang dokter.

“Iya….pasti..” jawab ibu Jin sembari memandangi anaknya yang terbaring diatas ranjangnya.

“Kalau begitu saya pergi dulu.Pihak rumah sakit baru saja menelefon,ada pasien yang harus saya periksa…permisi”

“Baik,terimakasih dok…”

***

“Mianhae….mianhae…..” bibir manis itu terus membisikkan satu kata yang sama,mata gadis itu masih terpejam,kepalanya terus menggeleng ke kanan dan ke kiri,kedua tangannya mencengkram kuat selimutnya.

Kyurin.Gadis itu sedang mendapat mimpi buruk di tengah malam.Keringatnya terus bercucuran membasahi pelipisnya.

“Kyurin….bangun nak” panggil sang ibu mencoba untuk membangunkan Kyurin.

“Mianhae……mianhae…mianhae…..” air mata itu mengalir di sela kelopak mata yang sedang terpejam itu.

“Dia sedang mimpi buruk,sepertinya dia sakit karena ada suatu masalah yang ia simpan sendiri” gumam sang ayah.

“Menurutku juga begitu,dia tidak pernah demam separah ini.Biasanya dia hanya demam biasa,setelah minum obat beberapa jam kemudian juga sembuh…tapi sekarang panasnya belum turun juga.Aku sangat khawatir…” lirih Ny.Im hampir menangis melihat keadaan Kyurin.Sang suami pun memeluk sang istri untuk menenangkannya,meski didalam lubuk hatinya juga menyimpan rasa khawatir terhadap sang anak.

“Tenang,dia akan segera sembuh…” ucap Tn.Im meyakinkan.

Ny.Im mengelus kening Kyurin “Cepatlah sembuh nak…”

Kyurin sudah berhenti bermimpi buruk.Seulas senyuman tipis terukir dibibirnya diiringi dengan air matanya yang jatuh.Didalam mimpinya gadis itu memeluk Jin erat.

Nareul tteona jima……SeokJin-sshi

.

.

.

to be continue…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s