EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.7


Eye contact

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

Hari minggu yang cerah.Kyurin membuka pintu balkon kamarnya lalu merenggangkan ototnya.Senyuman cerah menghiasi bibir gadis itu.

“Kebiasaan mengumbar bau ketiak kepada dunia.Kau mau meracuni seluruh kota?” ejek Jin seraya terkekeh.Otomatis membuat Kyurin terkejut,menyadari lelaki itu tengah berdiri dibalkon kamarnya.

“Kau terkejut ya?” Jin bertanya.

“Bagaimana aku tidak terkejut,biasanya di hari minggu kau masih saja menggeliat diranjang ‘putri Jin’ milik mu” balas Kyurin lalu memasuki kamarnya kembali.

“Hahaha..ya! Aku hanya bercanda.Kan tidak lucu kalau kau mudah marah dan cemberut dipagi hari.YAA!! KAU MENDENGARKU TIDAK”

“Terus saja tertawa!!” pekik Kyurin melempar Jin dengan tisu toilet,tetapi meleset dan lagi-lagi Jin tertawa.

Kyurin merasa kesal sekaligus malu karena Jin menertawainya.Oleh karena itu Jin menghentikan tawanya dan tersenyum penuh arti.

“Nanti pakai sepatu yang kubelikan ya”

“Yang merah itu?” tanyaku Kyurin kikuk.

“Yaa~ yang mana lagi.Nanti pakai baju lengan panjang berwarna putih,dan celana hitam-“

“Ya! Kita ini bukan sedang mau berkencan”

“Hey,tidak masalah kan” ujar Jin seenaknya.

“Arasseo!”

***

Sesampainya di taman kota…

Kyurin menatap Jaebum dan Jin bergantian,gadis itu tidak dapat menahan senyumanya ketika menyadari kostum kedua lelaki ini sama.

“Aigoo,apa kalian membuat rencana untuk mengejutkanku hari ini? Kalian terlihat lucu jika memakai baju yang sama.Tapi jujur aku suka,karena seperti ini kalian terlihat dekat!!” seru Kyurin mengadu kepala Jin dan Jaebum membuat keduanya mengaduh dan melontarkan umpatan-umpatan protes mereka.

“Jangan mengatakan hal seperti itu,aku akan membuang baju ini setelah ini” ucap Jin membuat Kyurin menajamkan tatapannya.

“Kau ingin membuang kado dariku?!” tanya Kyurin.Setelah beberapa menit mengingat-ingat Jin baru menyadari jika baju yang dipakainya adalah kado dari Kyurin “Kau baru mengingatnya ya?” geram Kyurin.

“Ah tidak-tidak!” elak Jin.

***

Kyurin menantang Jaebum dan Jin beradu kecepatan.Keduanya mengendarai sepeda gayuh mengelilingi taman dengan rute yang ditentukan oleh Kyurin.Sementara Kyurin,gadis itu hanya menjadi penonton yang meneriaki keduanya sambil memakan es krimnya bersama 4 anak kecil yang juga duduk bersamanya seraya menyantap es krim mereka.

Jaebum datang digaris finish lebih dulu,sementara Jin sudah tidak kuat lagi hingga guling-guling di rerumputan.

Jaebum tersenyum kearah Kyurin dan hendak mengatakan sesuatu kepadanya.Namun bukannya menyambut Jaebum,gadis itu malah meletakkan es krimnya dan berlari menuju Jin.Melihat hal itu Jaebum sedikit kecewa,senyuman miris itu nampak dalam durasi lima detik.

Seusai bermain-main di taman kota.Kyurin mengajak keduanya makan dikedai kecil dipinggir jalan kota Seoul.Kini ketiganya,bersama beberapa orang lainnya sudah duduk manis menghadap mangkuk jumbo berisi Jjajangmyeon,mereka mengikuti lomba makan berhadiah uang 5juta dan 4kupon makan gratis di kedai itu.

Jaebum terlihat mual melihat mie sebanyak itu,menyadari reaksi Jaebum itu Jin menunjukkan smirknya karena ia yakin akan menang dari Jaebum.Sementara Kyurin sudah sangat ingin semua jjajangmyeon itu masuk kedalam perutnya.

 “Lomba makan akan dimulai,masing-masing peserta memiliki waktu yang sama yaitu 5 menit untuk menghabiskan Jjajangmyeon bomb.Siap?” komando si pemilik kedai,semua kedelapan peserta yang mengikuti lomba itu sudah siap dengan sumpit mereka “Mulai!!”

Semua peserta termasuk Kyurin,Jin dan Jaebum pun mulai memakan Jjajangmyeonnya membabi buta.Apa lagi Jin dan pria gendut disampingnya.Sementara hanya Kyurin dan Jaebum yang memakan Jjajangmyeonnya dengan santai.

“Hmm!! Mashita” seru Kyurin membuat peserta lainnya melirik kearahnya sesekali.Gadis itu terus makan dan makan.

3 menit berlalu cepat.Lima orang telah kekenyangan termasuk Jaebum yang sedang memuntahkan isi perutnya di toilet.Sementara itu,masih tersisa Jin Kyurin dan pria gendut disamping Jin.Namun tidak lama kemudian pria itu  menyerah.

Tak lama kemudian Jin juga menunjukkan wajah kekenyangannya.Tangannya juga bergerak melambat untuk menyumpit mie nya seolah tidak mau memaksa perutnya untuk menampung mie lagi.

“Ah….Aku selesai!!” Jin menengok ke samping melihat Kyurin tengah mengangkat mangkuknya.

“Wah mangkuknya bersih,benar-benar habis dengan kuah-kuahnya!!!” seru si pemilik kedai takjub.

Jin menaruh kepalanya diatas meja kelelahan.Sementara Kyurin disampingnya tersenyum lebar.

***

Kyurin berjalan sembari menghitung uangnya sementara di sisi kanan kirinya Jin dan Jaebum sudah lemas karena Jjajangyeon tadi.Kyurin membagi dua besar uang itu lalu memnyodorkannya kepada Jaebum dan Jin.

“Untuk apa ini?”tanya Jin dan Jaebum bersamaan,detik kemudian mereka mengumpat kesal.

“Aku akan sangat merasa bersalah jika kalian masuk rumah sakit gara-gara makan Jjajangmyeon.Ini!” Kyurin hendak memberikan uangnya namun keduanya menolaknya.

“Kau lebih butuh” ucap Jaebum.

“Lalu kau bagaimana?”

“Aku bisa cari uangku sendiri”

Jin menatap keduanyanya kesal.Tidak bisa dibiarkan jika Kyurin semakin sekat dengan Jaebum,batinnya.Baru saja mau bicara,ponsel Jin berbunyi.

Yeoboseo.Iya ibu ada apa?”

“….”

“MWO?!!” air mata Jin lolos begitu saja “Ini tidak mungkin…..” lirihnya.

“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Kyurin.

Kyurin dan Jaebum melihat raut kepanikan dan keterkejutan di wajah Jin.Tanpa pamit atau menjawab pertanyaan Kyurin,Jin berlari mengambil mobilnya dan pergi meninggalkan Kyurin.

Gadis itu menghela nafasnya “Kenapa pergi,aku nanti pulang dengan siapa?” gumam Kyurin kesal.Kesal karena Jin tidak menjawab pertanyaanya dan membuatnya khawatir.

“Tunggu disini,aku akan mengambil motorku dulu” ucap Jaebum lalu segera pergi meninggalkan Kyurin.

Gadis itu kembali menunduk,kali ini mencari ponselnya didalam tasnya.Menekan layarnya sejenak lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya.Gadis itu menelefon Jin,tetapi tidak diangkat oleh Jin.Tidak habis akal Kyurin menelefon ibu Jin dan menerima kabar jika ayah Jin sekarat dan dibawa kerumah sakit.

Mendengar itu Kyurin langsung ikut khawatir dan ingin segera menjenguk melihat keadaan ayah Jin karena pria paruh baya itu telah banyak berbuat baik kepada keluarganya,yang membuat ayahnya mendapatkan pekerjaan sampai membuat keluarganya memiliki kebutuhan yang cukup seperti saat ini.Dan bahkan memindahkan Kyurin ke sekolah mahalnya yang sekarang.

“Yah! Apa yang kau lakukan disana?” seru Jaebum di ujung jalan sana sudah menaiki motor sportnya.Kyurin berlari kearah Jaebum dan memegang lengannya,membuat Jaebum bingung.

“Kumohon antarkan aku ke rumah sakit di daerah busan” mohon Kyurin dengan mata berkaca-kaca.

“Oh…” Jaebum sudah menebak jika permohonan gadis ini menyangkut Jin “Baik,naiklah.Dan pakai ini” Jaebum memakaikan helm cadangannya di kepala Kyurin.

“Gomawo”

“A…pakai ini juga” Jaebum melepas jaketnya lalu melilitkannya di pinggang Kyurin “Kau akan kedinginan jika memakai celana sependek itu”

“Em” Kyurin mengangguk kemudian menaiki motor Jaebum.Lelaki itu sudah menyalakan motornya,tetapi tidak segera melajukannya karena Kyurin duduk tegap tidak berpegangan pada apapun “Mwoya? palli!!!!

Jaebum menolehkan kebelakang “Ya,berpegangan” tutur Jaebum,Kyurin menarik baju Jaebum “Kau gila?”

“Cepatlah!!”

“Cih…setidaknya aku sudah memperingatkanmu” cibir Jaebum kemudian melajukan motornya dengan kecepatan penuh,otomatis Kyurin memeluk Jaebum,mereka pun menuju ke satu-satunya rumah sakit di Busan.

Jaebum menghentikan motornya setelah sampai didepan rumah sakit atas perintah Kyurin.Gadis itu langsung turun dari motor dan segera melepas helm yang tadi dipakainya,lalu memberikannya kepada Jaebum.

“Gomawo!”

“Yah,yah…tunggu aku- Aish” Jaebum mengacak rambutnya gusar.Gadis itu sudah berlari kencang memasuki rumah sakit.

Jika Kyurin menaruh perasaan kepada Jin,berarti ia telah kalah sejak awal,batin Jaebum.Tapi bukan Jaebum namanya jika tidak keras kepala.Dia akan mencoba mendapatkan Kyurin dengan caranya.

***

Kyurin berlari mencari ruangan ayah Jin.Dan setelah beberapa saat berlarian kesana kemari,akhirnya dia menemukan ruangan yang sesuai dengan petunjuk resepsionis yang ia temui dilobi.

Kyurin berdiri diambang pintu ruangan yang terbuka itu.Jantungnya seakan berhenti berdetak melihat Jin dan ibunya menangisi pria paruh baya yang terlihat pucat,suster menutup seluruh tubuh pria paruh baya itu dengan kain putih.

Jaebum datang dan berdiri dibelakang Kyurin,melihat pemandangan yang membuat hatinya ikut sedih saat melihatnya.Meski Jaebum mengangap Jin sebagai rivalnya,tetapi ia merasa iba melihat Jin yang sekarang.

Jaebum melihat bahu gadis itu bergetar,ia menyentuhnya dan gadis itu berbalik menyandarkan kepalanya pada dada bidang Jaebum,sedikit membuat lelaki itu tersentak.Jaebum mengulurkan tangannya untuk membelai lembut punggung Kyurin.

“Apa yang harus kulakukan,aku belum sempat berterimakasih untuk tuan Kim” rancau gadis itu disela isakannya.Jaebum lebih memilih untuk diam untuk saat ini dan terus menepuk punggung Kyurin.Dia menuntun Kyurin untuk menepi saat beberapa suster membawa jenazah ayah Jin keluar dari ruangannya.

Mata Jin melirik tajam kearah Kyurin dan Jaebum,namun ia tak begitu memperdulikannya dan memilik pergi bersama ibunya untuk mengurus keperluan untuk acara pemakaman ayahnya.

***

Banyak saudara dan kerabat keluarga Kim yang datang ke rumah duka.Mereka tidak menyangka Tn.Kim akan pergi secepat ini,padahal pria itu masih kuat dan sehat-sehat saja sebelumnya.

Jin duduk bersandar pada dinding dengan beralaskan lantai.Matanya terus menatap sendu foto almarhum ayahnya yang sedang tersenyum ringan.Sesekali saat ada saudara atau teman yang memberi semangat untuk Jin,tetapi lelaki itu tetap diam memandangi foto sang ayah.

Tanpa menyadari Kyurin terus berdiri didepan pintu dan terus memandangi Jin.Gadis itu terisak melihat keadaan Jin yang begitu rapuh untuk saat ini.Seseorang menyentuh bahu Kyurin,gadis itu otomatis membalikkan tubuhnya.

“Sojin?” Kyurin terkejut,Sojin tersenyum canggung.

“Aku ingin memberi penghormatan terakhirku untuk Tn.Kim”

“Baiklah,silahkan” Kyurin menepi,memberi Sojin jalan untuk memasuki ruangan.Sojin pun memberi penghormatan terakhir untuk almarhum ayah Jin sesuai dengan adat di sana.Setelah beberapa menit,Sojin kembali keluar dan kembali bertatap muka dengan Kyurin.

“Jin oppa”

“Dia sedang ingin sendirian” ucap Kyurin seraya terus menatap Jin yang kini sedang menangis sembari menggumamkan kalimat-kalimat penyesalannya.

“Kenapa kau tidak menenangkannya?”tanya Sojin.

“Dia marah kepadaku,tapi aku tidak tau dia marah karena apa.Dan dia mengusirku,bahkan membentakku” Kyurin tersenyum miris.

“Oh” Sojin menaikkan satu alisnya lalu tersenyum penuh arti.Sojin memegang bahu Kyurin “Serahkan saja padaku”

“Apa kau yakin”tanya Kyurin meremehkan seolah sudah menyerah membiarkan Jin sendiri.

‘Lihat saja,Jin oppa marah pasti ada alasannya.Dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendapatkannya’ batin Sojin.

“Oppa” Sojin bertekuk lutut disamping Jin,namun Jin tetap saja berdiam diri.Tak kehilangan akal,Sojin menangkup pipi Jin,memaksa lelaki itu menatapnya.

“Jika oppa seperti ini paman kim tidak akan tenang.Dia akan tenang jika oppa bisa mengiklaskan kepergiannya.Ingat,oppa tidak ingin kan paman kim bersedih,aku yakin oppa akan melakukan cara apapun untuk membuat paman tersenyum dan bahagia”

Jin hanya terdiam menatap kesungguhan di mata Sojin.Dimana Kyurin,kenapa bukan gadis itu yang bisa membuatnya tenang? kenapa gadis yang diharapkannya malah menamhah luka di hatinya disaat seperti ini?,batin Jin.

“Dengar oppa,bukan hanya paman kim yang akan sedih jika melihat oppa seperti ini.Tapi juga aku dan yang lainnya juga ikut bersedih.Jika oppa sakit,bibi juga akan sedih.Oppa ini laki-laki,oppa harus tegar,bangkitlah dan buat semuanya kembali ceria.Bukan malah bersedih dan membuat semuanya ikut bersedih!”

Jin terdiam sejenak,Sojin terus memancarkan tatapan yang seolah menyurih Jin untuk mempercayainya.

“Gomawo”

Satu kata itu mampu membuat Sojin tersenyum,gadis itu memeluk Jin dan menepuk pelah punggung lelaki itu.Kini gadis itu kembali tersenyum,namun kali ini beda,gadis itu tersenyum penuh kemenangan.

‘Kau lihat ini,Im Kyurin?’ batin Sojin licik.

Sementara Kyurin yang melihatnya hanya tersenyum tipis.Jaebum yang baru saja datang bediri dibelakang Kyurin dan lagi-lagi lelaki itu mendapatkan pemandangan yang membuat Kyurin kembali menangis.Kyurin berlari keluar dari rumah,Jaebum mengikutinya.

Ia menemukan gadis itu didepan pintu gerbang,berjongkok dengan membenamkan wajahnya.Bahu gadis itu bergetar.Jaebum sangat membenci keadaan seperti ini,ia menghela nafasnya gusar.Tangannya terulur untuk menyentuh bahu gadis itu,tapi dengan cepat Kyurin menepisnya.

“Pergi” lirih gadis itu dengan duara seraknya “Biarkan aku sendiri”

Jaebum menghela nafasnya.Dengan kasar lelaki itu menarik lengan Kyurin dan memeluknya secara paksa,otomatis gadis itu terus meronta seraya terus memaki Jaebum dengan kata-kata kasarnya.Namun Jaebum terlalu keras kepala untuk sekedar melepaskan Kyurin,ia mengabaikan semua makian gadis itu dan tetap bersikeras memeluknya erat.

Tak lama gadis itu kehabisan tenaganya dan berhenti memberontak,Kyurin menangis sekencang-kencangnya.Sesekali gadis itu memukuli dada bidang Jaebum,meluapkan rasa kesalnya.

“Babo! Babo!” gumam Kyurin disela isak tangisnya yang semakin kencang.

***

Paginya,setelah acara pemakaman ayah Jin selesai.Kyurin menghampiri Jin yang sedang bersandar pada pohon yang merupakan tempat almarhum  Tn.Kim dimakamkan seraya memeluk bigkai foto ayahnya.

“Jin”panggil Kyurin.Jin menoleh sekilas lalu kembali membuang mukanya “Ayo kita pulang,udaranya dingin disini”

Jin tetap saja mengacuhkan Kyurin,gadis itu menghela nafasnya “Apa aku berbuat salah kepadamu?”

“Kenapa kau datang kemari,dimana kekasih barumu itu?” sindir Jin menatap Kyurin dengan tatapan sinisnya.Kyurin mengangakan mulutnya tidak percaya Jin akan mengatakan hal tersebut,sedetik kemudian Kyurin terkekeh ringan.

“Apa maksudmu?”tanya Kyurin.

Jin memalingkan mukanya lalu kembali menatap Kyurin,namun matanya menangkap sosok Jaebum yang sedang berjalan kearah mereka.

“Oh,kekasihmu datang.Cepat pergi sana” sinis Jin.

“Nugu?” Kyurin membalikkan tubuhnya dan melihat Jaebum dibelakangnya “Astaga Jin,kau salah sangka!”

“haha” kekeh Jin sinis memalingkan mukanya “Kalian pergilah” perintah Jin.

“SEOKJIN!!”

“Pergi gadis bodoh,aku sudah lelah melihatmu!” ucap Jin membuat Kyurin maupun Jaebum terhenyak.

Mata gadis itu berkaca-kaca tak lama kemudian air mata itu terjatuh juga.Kyurin tidak pernah menyangka Jin akan mengucapkan kalimat kasar yang dapat menorehkan luka dihatinya.

“A-a-apa?” gumam Kyurin menahan isak tangisnya.

“Aku lelah karena kau didekatku.Kau begitu merepotkan juga menambah beban dikehidupanku,parasit!!”

“Ja-ja…” Kyurin mencoba mengatur nafasnya yang tersendat karena menahan isakannya “Jadi kau ingin aku pergi dari kehidupanmu?”

Jaebum hanya dapat terdiam menyaksikan pecakapan Kyurin dan Jin.

Kyurin mulai terisak,isakannya dapat didengar jelas oleh Jin tetapi lelaki itu mengabaikannya begitu saja “Kenapa? Kenapa kau diam? Aku harap semua perkataanmu itu adalah kebohongan”

“Hahaha,kenapa aku harus bohong kepada orang bodoh sepertimu yang tidak bisa menyadari kesalahannya sendiri dan menyulitkan banyak orang.Tidak ada untungnya bukan?”

Kyurin menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya,kemudian gadis itu berjalan dan berhenti tepat didepan Jin.

“Baik! Aku akan pergi dari kehidupanmu,tapi…” Jin tersenyum sinis saat Kyurin menggantungkan kalimatnya “Tapi aku melakukan ini semua karena kau yang menyuruhku untuk pergi” Kyurin tersenyum.Jin menatap Kyurin sejenak,lalu menggerakkan tangannya mengusir Kyurin.

Jujur Jaebum merasa iri kepada Jin,Kyurin hanya mencintai Jin.Dan ia hanya memiliki 1% kesempatan untuk merebut hati Kyurin.Jaebum menahan bahu Kyurin saat gadis itu berjalan melewatinya.

“Aku antar ya,aku-“

Kyurin menurunkan tangan Jaebum dari bahunya dan tersenyum tipis “Gwenchana” ucap gadis itu lalu berlalu pergi.

Jaebum kembali memandang Jin dari kejauhan,lelaki itu tetap saja memandang awan seraya memeluk bingkai foto ayahnya.Jaebum menghembuskan nafasnya gusar.Lelaki itu bingung akan jalan yang akan ia pilih.

.

.

.

To be continue…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s