EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.6


Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

 “Hanya dari bertatapan mata dengannya saja aku sudah mulai menyukainya.Perasaan yang tidak dapat kutemukan dari laki-laki lain.Jatuh cinta dengan tetangga itu membuatku gila.Bertemu setiap hari tetapi hanya dapat saling menyapa dan melakukan kontak mata.Akankah cintaku bertepuk sebelah tangan?”

***

Preview pt.5

“Hmm..boleh saya menemui Kyurin?”

“Tentu,silahkan”

“Gamsahabnida!”

Jin pun berjalan dengan senang seraya membawa kantong plastik berisi banyak yogurt untuk Kyurin.Baru saja sampai didepan pintu ruang istirahat.Jin melihat Kyurin sedang tertidur di bahu Jaebum yang sedang membelai Kyurin.Pemandangan itu membuat Jin mematung ditempatnya.Jaebum mengetahui keberadaan Jin,lelaki itu memperlihatkan smirknya kemudian mngecup kening Kyurin.Jin mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Kau sudah datang?” ucap Jaebum disertai smirknya sementara Jin makin memanas melihatnya.

***

Kyurin berkacak pinggang didepan dua manusia yang baru saja membuat keributan.Wajah kedua lelaki itu babak belur tapi Kyurin sudah mengatasinya baru saja.

“Apa kalian ini anak kecil? Masalah sepele saja kenapa harus berkelahi?” tegas Kyurin memandang Jin dan Jaebum bergantian.

“Dia yang memulai duluan” ujar Jaebum santai seraya menatap Kyurin.

“Aku tidak akan membiarkannya menyentuhmu sehelai rambut pun”tukas Jin juga menatap Kyurin.Gadis itu berkedip polos sejenak.

“Aish,pokoknya aku mau kalian minta maaf dan berdamai” tegas Kyurin.Jaebum mendecih sedangkan Jin bergidik ngeri.

“Sudahlah,aku ingin bekerja” Jaebum beranjak dari sofa yang didudukinya.Kyurin menautkan alisnya dan menghadang Jaebum

“Tunggu”

“Heish!” Jin kesal melihat Kyurin menghadang Jaebum.

“Kau bekerja disini? Jeongmalyeo?” tanya Kyurin penasaran.

“Ya,kenapa?” tanya Jaebum dengan wajah dinginnya.

“Ah,itu.Tidak hehehe,silahkan~” Kyurin menepi dari pintu agar Jaebum bisa lewat.Sebelum Jaebum keluar dari ruangan itu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Kyurin,membuat Jin geram dan hendak memukul Jaebum untuk kesekian kalinya.Tapi untung saja Kyurin mendorong Jaebum.

“Bicaralah” ucap Kyurin.

“Oke.Karena aku bekerja disini,kita akan sering bertemu kan Kyurin?”

“Oh….iya,mu-mungkin hehe”

Jaebum menengok kearah Jin ejenak dengan memasang smirknya yang membuat Jin muak.Setelah itu Jaebum pergi,Kyurin pun menutup pintunya lalu duduk di sofa namun ia menjaga jarak dengan Jin.

“Pentingkah kau meladeni manusia sialan itu?!”

“Hmm,untuk kesopanan mungkin” jawab Kyurin santai lalu mengendikkan bahunya.

“Hah,sejak kapan kau mementingkan kesopanan” Jin mengambil dua botol Yogurt kesukaan Kyurin kemudian menusukkan sedotan pada keduanya.Kyurin yang melihat itu menelan silvanya.

“Wah apa kau membawakan itu untukku? Omo! Terimakasih,kebetulan aku haus~” ucap Kyurin beraegyeo sembari mengulurkan tangannya,meminta yogurt kepada Jin.

“Oh ya?” ucap Jin kemudian menyedot kedua sedotan yang menancap pada botol Yogurt ditangannya dan mengiming-iming Kyurin,tanpa berniat memberikan satu saja untuk Kyurin.

“YAK!” pekik Kyurin kecewa.Jin tetap saja menyedot Yogurtnya sampai habis kemudian menjulurkan lidahnya kepada Kyurin,berniat menyulut amarah Kyurin.

“Siapa suruh dekat-dekat dengan manusia sialan itu” ucap Jin kesal,diambilya kantong plastik berisikan beberapa yogurt yang masih utuh.Jin mengangkat nya tinggi “Kasihan,padahal aku membelimu untuk gadis keras kepala disampingku ini” Jin berbicara kepada yogurtnya.

Jinjja?!” Kyurin tersenyum senang,Jin mengangguk

Jin melirik kearah Kyurin “Tapi sayang,sepertinya dia tidak menginginkanmu lagi.Karena aku masih baik hati aku akan meminummu sendirian” Jin menyeringai.

“Dasar gila!”

“Hey,salahmu!”

“Sinting kau!”

“HAHAHA!!!!” Jin tertawa murka.Kyurin melempar lap kearah Jin.

“Karena kau datang kemari,kau harus membantuku membersihkan meja pelanggan”

“Oh,baiklah setelah aku menghabiskan yogurtku ya~” goda Jin.

“Aish terserah!” Kyurin meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju ke dapur.Menemukan Jaebum sedang mencuci piring.

“Oi!” panggil Kyurin,Jaebum menoleh sejenak kemudian tersenyum tipis “Biar aku yang cuci piringnya,kau antar pesanan oke!” tutur Kyurin.

“Ini sudah tugasku”

“Hmm….aku bantu” ucap Kyurin kemudian berdiri disamping Jaebum dan membantunya mencuci piring.

“Terimakasih”ucap Kyurin,sembari mencuci piring.

“Untuk apa?”

“Yaa…..karena sudah membantu ibuku”

“Hah,apa kau berterimakasih kepada semua pekerja disini? Itu konyol.”

“Em,mungkin jika aku sempat.Oh ya,kenapa kau bekerja disini?”

Jaebum menghentikan pergerakannya sejenak,seolah lelaki itu tidak ingin membahas hal itu “Menurutmu?”

“Mencari uang.Tapi….bukannya kau orang kaya?” tanya Kyurin dengan polosnya.

Jaebum tersenyum sinis “Apa aku terlihat begitu?”

“Eh? bukan ya? Aish lupakan,aku bingung”

Mereka pun melanjutkan kegiatan mencuci.Dan tanpa sengaja Jaebum menyentuh tangan Kyurin yang hendak mengambil piring yang sama.Kyurin mendongak menatap Jaebum polos.

“Wae?” tanyanya karena Jaebum terus menatapnya,pada akhirnya Kyurin menarik tangannya dan pergi meninggalkan dapur dengan tergesa-gesa.

Sepeninggal Kyurin,Jaebum terpaku merasakan debaran yang baru pertama kali ia rasakan.Perasaan yang belum pernah ia rasakan

“Dia benar-benar membuatku gila”

***

Cafe ‘Misseu Im’ ramai pelanggan hari ini.Jin dan Kyurin membantu disana seharian penuh.Kyurin pulang bersama Jin setelah ibu kyurin menyuruh mereka untuk pulang lebih dulu.Kini mereka berjalan beririgan dengan senyum bahagia yang terukir diwajah mereka.

“Terimakasih sudah membantu banyak hari ini.Maaf,aku senang merepotkanmu hahaha” canda Kyurin.

“Hahaha kau kan memang selalu merepotkan,dasar bocah” Jin mengacak poni Kyurin.

“Emm,kau belum makan malam kan?” tanya Kyurin.Jin memijit bahunya sejenak kemudian moleh kearah Kyurin yang sedang menatapnya.

“Belum” jawab Jin sembari menggelengkan kepalanya.

“Mau makan dirumahku?”

“Wah kau sedang dalam suasana hati yang baik ya? oh~baiklah,jika kau memaksa.Aku mau hahahaha” Jin merangkul bahu Kyurin seraya terus berjalan bersama.

“Aish,aku tidak memaksa juga kan” gerutu Kyurin seraya tersenyum meremehkan.

Sesampainya di rumah Kyurin,Jin sudah duduk manis menghadap meja makan didekat dapur.Sementara Kyurin asik berkutat dengan peralatan masaknya.

“Seokjin-sshi~” panggil Kyurin.Sontak membuat Jin terbahak karena logat formal Kyurin saat memanggilnya.

“Ne?” sahut Jin.

“Jika kau bosan menunggu kau bisa menonton televisi di ruang tengah”

“Baiklah,masak yang benar OK!” seru Jin

“Ok!” Kyurin tersenyum lebar.

Jin pun berlari menuju ruang tengah dan menghempaskan tubuh letihnya di atas sofa.Diraihnya remote control disampingnya,lalu menyalakan televisi dihadapannya.

Dalam beberapa menit Jin terus memindah chanel,ia mendengus kesal karena tidak ada acara yang menarik untuk ditonton ” Ck! Kenapa semua acara yang ditayangkan begitu membodankan.Inikah yang mereka sebut acara hiburan?! Hais”

“Seokjin-sshi~ Makanannya sudah siap!”

“Yaa!” Jin segera mematikan televisi itu dan berjalan menuju ruang makan,dimana ada dua piring dengan dua omelet diatasnya.

“Wah!! Omelet jumbo!!” seru Jin senang.

“Lihatkan,aku sudah bisa membuat omelet tanpa cacat” bangga Kyurin.Jin tersenyum bangga juga kepada Kyurin.

“Kau belajar dengan baik” Jin mengacak poni Kyurin gemas,kemudian mencubit pipinya pelan.Kini dapat terlihat dengan jelas rona  Kyurin di kedua pipinya.

“Ayo kau cicipi” ujar Kyurin mempersilahkan Jin untuk mencicipi omeletnya,sementara Kyurin menunggu Jin mencicipinya dan melontarkan pendapatnya.

“Hmm….benar-benar sesuai dengan apa yang aku ajarkan! Omeletnya meleleh di mulut,begitu lembut dan rasanya gurih.Kau pintar!” Jin mengacungkan kedua jempolnya.

“Benarkah?!” Kyurin tersenyum senang lalu mulai memakan omelet buatannya sendiri.Mereka pun makan malam bersama,tidak dapat ditipu perasaannya Kyurin terus tersenyum sepanjang acara makannya.

“Oh ya,bagaimana dengan sidangnya kemarin?”

“Oh…itu.Ketiga gadis keras kepala itu tidak mau mengakui kesalahannya,jadi mereka di skors selama 1 bulan”

“Aaa…” Kyurin mangut-mangut “Kasihan ya” Kyurin menggelengkan kepalanya lalu kembali memakan omeletnya dengan santai.

“MWO? KASIHAN KAU BILANG?! SETELAH MEREKA MEMBUATMU SEKARAT KAU MASIH BISA MENGASIHANI MEREKA Uhukk! Uhuk!!”

“Makannya,kalau makan jangan banyak bicara…apalagi berteriak.Lihat kau jadi tersedak” ejek Kyurin seraya menyodorkan segelas air putih kepada Jin,lelaki itu pun meminumnya setengah.

“Kau sendiri yang membuatku naik darah.AISH!!”

“Lagipula mereka-kan juga manusia biasa,wajar kalau mereka melakukan kesalahan.Toh suatu saat mereka juga akan sadar sendiri”

“KAU INI BODOH YA?! MEREKA BUKAN TIDAK SENGAJA MELAKUKAN ITU KEPADAMU,MEREKA SENGAJA KYURIN!!! SENGAJA!! TOLONG KAU PAHAMI KATA-KATA ITU!!”

“BISAKAH KAU BERHENTI MENERIAKIKU?!”

“KENAPA?! AKU MELAKUKAN INI UNTUK MEMBUATMU SADAR,AGAR MATAMU TERBUKA DAN BISA MELIHAT MANA YANG BAIK DAN MANA YANG BURUK!!” Jin memukul meja makan dengan keras, membuat Kyurin terkejut bukan main.

“Kau harus tahu,aku betapa khawatirnya aku terhadap dirimu.Aku tahu ini gila,tapi aku sungguh-sungguh ingin menjadi pelindungmu” ucap Jin tulus tanpa sadar.

Suasana mendadak hening,Kyurin tetap terdiam.Keduanya saling menatap satu sama lain.

***

Kyurin tidak dapat tidur malam ini.Sejak Jin melontarkan bentakan dan kata-kata tulus itu,pikiran Kyurin menjadi kacau.Perasaannya campur aduk antara sakit dan senang.Sakit karena Jin membentaknya begitu keras,dan senang mengingat Jin begitu khawatir kepadanya.Kyurin tersenyum tipis.Gadis itu memekik sejenak sembari menarik selimutnya sampai di atas kepalanya.

Sementara ditempat lain,tepatnya didalam kamarnya…Jin bersandar pada headboard dengan lengannya sebagai bantalannya.Pikirannya kacau,Kyurin banyak membuatnya emosi hari ini.Dari gadis itu perhatian dengan Jaebum juga sikap bodoh konyol yang dimiliki Kyurin karena mengasihani orang yang sudah menyakitinya.

“Itu karena aku peduli kepadamu baboya!” gerutu Jin.

***

Kyurin sudah siap dengan seragam dan perlengkapan sekolahnya,gadis itu keluar dari rumah dan kembali menutup gerbangnya.Saat itu juga Jin keluar dari rumahnya dengan headset yang terpasang di kedua telinganya,berjalan begitu saja dan tidak menyadari keberadaan Kyurin.

“Eii…sikap macam apa itu? Hmm,coba-coba mengacuhkanku ya….” gerutu Kyurin berjalan dibelakang  Jin.

Kyurin berlari kemudian mengejutkan Jin dengan menggelitiki pinggangnya dari belakang.Karena terkejut,secara tidak sengaja Jin menyiku kepala Kyurin yang sontak membuat gadis itu memekik kencang.

Appo…” rintih Kyurin memegangi keningnya.Jin mencabut satu headsetnya,matanya menatap Kyurin dan wajahnya begitu datar tanpa ekpresi.Kyurin yang melihat ekspresi tersebut lansung bungkam.

“K-kau kenapa?” tanya Kyurin polos.Jin memasang headsetnya kembali lalu kembali berjalan.

Gadis itu masih saja diam memantung memandang punggung Jin yang kian menjauh.Kyurin menunduk,dapat disimpulkan jika Jin benar-benar marah karena kebodohannya.Ia merasa bersalah sekarang.Tetapi meskipun begitu Kyurin memaksakan dirinya untuk tersenyum.Tepatnya senyuman tipis.

“Ternyata aku sebodoh itu.Kenapa aku baru sadar?”

Tes…

Kyurin mulai menitikkan air matanya,gadis itu menyekanya dengan segera.Ia tertawa,lebih tepatnya menertawai kebodohannya sendiri.

“Hahaha…konyol,aku menangis karena kesalahanku sendiri” gumamnya,lalu berjalan sendirian.Sesekali Kyurin kembali menangis sesegukan,hingga gadis itu tidak fokus berjalan dan gadis itu tertabrak mobil yang baru saja ingin keluar dari sebuah rumah disampingnya.

Pengendara mobil itu memaki Kyurin yang tersungkur di jalan.Gadis itu berdiri dan membungkuk meminta maaf dan kembali melanjutkan jalannya meski dengan sedikit tertatih karena lututnya berdarah juga siku kirinya.

“Ada apa dengan gadis itu.Pagi-pagi sudah menangis” gerutu si pengendara mobil.

***

Sesampainya di sekolah Kyurin benar-benar terlambat.Dan kini ia tidak bisa mengikuti jam olahraga,ia harus berdiri di sisi lapangan dibawah teriknya matahari untuk menerima hukumannya.

Tanpa ia sadari,Jin yang sedang bermain lempar bola dengan teman-temannya atas perintah gurunya.Banyak gadis-gadis yang meneriaki Jin,namun mata Jin tidak fokus.Sesekali ia melihat Kyurin,tepatnya keadaan gadis itu dengan lutut berdarah,sesekali dia kembali melihat kearah bola yang dilempar teman sekelasnya.

Jin terus menghindari bola sesuai dengan aturan permainan tersebut.Namun pada akhirnya Jin terkena lemparan dari Jungkook tepat mengenai kepalanya membuat Jin langsung tersungkur memegangi kepalanya.Suara pekikan beberapa gadis pun terdengar.

HYUNG!” seru Jungkook kaget dan langsung berlari mendekati Jin “Hyung tidak apa-apa?” tanya Jungkook berjongkok dihadapan Jin.

“Kau terlambat juga?” samar-samar Jin mendengar suara Kyurin,Jin pun mengacuhkan pertanyaan Jungkook dan malah kembali menengok kearah Kyurin.Gadis itu sedang tertawa bersama Jaebum yang berdiri disamping gadis itu karena mendapatkan hukuman yang sama.

Jungkook mengikuti arah pandang Jin.Jungkook langsung menelan silvanya susah payah,‘hyung sedang cemburu’ pikirnya.

“Oi kenapa?” tanya Taehyung berdiri menghalangi pandangan Jin.Jin langsung berdiri,matanya tak lepas memandangi Kyurin.

“Tidak apa-apa,lanjutkan saja permainannya” ujar Jin berjalan ke arah Kyurin.

“Akan ada perang sepertinya” bisik Jungkook kepada Taehyung.

“Dengan Kyurin?” tanya Taehyung,Jungkook mengangguk.

Jaebum merasa jengah melihat Jin berjalan mendekati tempatnya berdiri bersama Kyurin,lalu berbisik kepada Kyurin menyuruhnya membalikkan badannya.Kyurin pun membalikkan badannya dan terkejut Jin menariknya secara tiba-tiba.

***

“Yaaa…..lepaskan aku,kakiku sakit.Kumohon” ucap Kyurin seraya menahan ngilu pada kakinya.Tetapi Jin tak memperdulikannya.Rasa cemburu yang menyelimutinya lagi-lagi membuatnya kehilangan akal sehatnya.

“YAK!! BABOYA!” pekik Kyurin memukul punggung Jin membuat lelaki itu mendadak menghentikan langkahnya.Kyurin menatap Jin penuh amarah,terlebih lagi Jin memandangnya dengan tatapan dinginnya.

“Kau tidak dengar aku berbicara?! Sudah kubilang kakiku sakit kenapa kau tidak mendengarkanku?! Aku bingung dengan sikapmu yang sekarang dan jujur aku tidak suka dengan sikapmu yang kasar seperti ini!!”bentak Kyurin.

Karena bosan mendengar ocehan Kyurin,langsung saja Jin menggendong Kyurin ala bridal style.

“Yak?! Apa yang kau lakuka?! kau-”

“Jangan banyak bertanya dan diamlah.Jika kau membenci sikapku yang seperti ini.”

Kyurin terdiam,tidak dapat dipungkiri wajahnya memerah saat memandang wajah Jin sedekat itu.Jantungnya berdegup kencang saat itu.

Jin membawa Kyurin ke ruang kesehatan,untuk mengobati gadis itu.Kyurin terus saja memberontak saat Jin hendak mengoleskan antiseptik pada luka di lututnya.Tapi Jin membujuknya dengan berbagai cara dan akhirnya Jin berhasil membujuk gadis keras kepala itu.

“Itu…kenapa kau sering marah kepadaku akhir-akhir ini?” Kyurin memandang Jin yang sedang memberikan plaster pada lutut kiri Kyurin.Jin terdiam sejenak kemudian kembali melanjutkan kegiatannya,mengabaikan Kyurin yang dilanda penasaran.

“Aku akan senang jika kau menjawabnya” gerutu Kyurin merasa kesal.Jin berbalik dan menempelkan plaster berwarna hot pink pada kening Kyurin,otomatis gadis itu memegangi keningnya yang sama sekali tidak terluka.

“Aku mearah karena kau tidak bisa mengerti perasaanku” jawab Jin.

Deg!

Jantung Kyurin kembali berdetak kencang setelah Jin mengatakan kalimat itu.Lagi-lagi ia merasa bersalah,kini Kyurin menjadi serba salah sendiri.Gadis itu menunduk dalam merutuki kesalahannya.

“Mianhae” hanya satu kata itu yang dapat terucap dari bibirnya.

“Istirahat saja disini sampai pelajaran,bel kedua.Aku akan mengatakan kepada Park saem jika kau sedang sakit”ujar Jin tetap setia dengan wajah datarnya.Kyurin mengangguk kaku “Aku pergi dulu”

“Jin!” Kyurin menahan tangan Jin “Gomawo” ucap Kyurin kikuk.

“Ehm” Jin mengangguk kemudian meninggalkan ruang kesehatan.

Kyurin mendesah berat,berharap kebiasaannya itu dapat menormalkan degup jantungnya yang tidak beraturan.Gadis itu menyentuh plaster pada keningnya dan tersenyum.

“Apa aku membuatnya khawatir terlalu banyak?” gumamnya,sedetik kemudian gadis itu memekik histeris “Dia khawatir kepadaku kyaa!!”

Tanpa gadis itu ketahui.Jin masih berdiri didepan pintu ruang kesehatan.Lelaki itu mendengar pekikan Kyurin.Jin mendongakkan kepalanya lalu kembali menunduk dan tersenyum penuh arti.Lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut.

***

Saat Jin kembali ke lapangan.Guru olahraga,guru Park memanggilnya.Guru yang masih muda itu membawa Jin dan Jaebum ke ruang guru.

“Kalian berkelahi?” tanya guru Park,namun tidak dihiraukan oleh keduanya yang sibuk menyindir.Merasa statusnya sebagai guru diremehkan,guru Park menggebrak meja dihadapannya.

“Aku tanya sekali,lagi.Apa kalian berkelahi? Jawab aku!”

Saem,kami ini laki-laki.Berkelahi bukan masalah yang besar”ujar Jin.

“Justru laki-laki sejati tidak akan menyeleaikan masalah kecil dengan berkelahi” sela Jaebum.

“Cih,laki-laki sejati tidak akan mempermainkan banyak gadis” sindir Jin.

“Tidak.Aku tidak mempermainkan mereka,mereka sendiri yang datang dan memintaku”

“Huh…sama saja”

“Kenapa,kau cemburu karena Kyurin dekat denganku? Aha~ Lagi pula Kyurin juga masih belum ada yang punya.Wah,aku harus bertindak cepat sebelum ada yang mendahuluiku” Jaebum memperlihatkan smirknya kepada Jin membuat Jin geram.

“Jangan terlalu berharap,aku yakin dia tidak akan mudah ditaklukan seperti yang lainnya” ujar Jin tersenyum sinis.

Guru park sudah bosan memperingatkan kedua muridnya yang sedang bermasalah itu.Dan karena guru park mendengar nama Kyurin disebutkan….

“Saem memanggilku?” tanya Kyurin kepada guru Park.

“Ah,begini” guru Park memijit keningnya sejenak “Bisa kau atasi dua temanmu itu?”

Nde?

***

Kini Kyurin sedang berdiri disudut lapangan basket indoor.Gadis itu tengah melipat tangannya saat matanya sibuk mengawasi dua lelaki yang sedang mengepel lantai lapangan dengan lesu.

Kyurin menggeram kemudian menghentakkan kakinya,membuat kedua lelaki itu menyadari keberadaan Kyurin “Baik! Aku turuti kemauan kalian.Jika kalian ingin bertanding,kalian harus bertanding sesuai dengan peraturan yang aku buat.Kita bartanding secara sportif bukan berkelahi seperti anak kecil”

Jin menyentakkan tongkat pelnya dan berkacak pinggang,lalu menunjuk Kyurin “Aku terima itu”

Kyurin tersenyum mendengarnya.Lalu matanya beralih ke arah Jaebum seolah meminta pendapat lelaki itu.

Jaebum tersenyum kemudian mengacungkan jempolnya.Kini Kyurin tersenyum lebih lebar seraya mengacungkan kedua jempolnya.Gadis itu bertepuk tangan sejenak.

“Besok,kita bertemu di taman kota!”

“BAIK!!”

.

.

.

To be continue…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s