EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.5


eye contact5

Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

 “Hanya dari bertatapan mata dengannya saja aku sudah mulai menyukainya.Perasaan yang tidak dapat kutemukan dari laki-laki lain.Jatuh cinta dengan tetangga itu membuatku gila.Bertemu setiap hari tetapi hanya dapat saling menyapa dan melakukan kontak mata.Akankah cintaku bertepuk sebelah tangan?”

***

“Aish! Jadi kau cemburu?” goda Kyurin mendengar alasan kenapa Jin menariknya.Yaitu,Jin tidak ingin Kyurin dekat-dekat dengan laki-laki lain,karena Jin takut Kyurin akan melupakannya sebagai sahabat.

Sahabat?

Bahkan Kyurin berharap Jin menganggapnya lebih dari sahabat.

“Ani.Aku hanya ingin melindungimu.Apa kata ibumu jika tahu kau berteman dengan lelaki badboy seperti dia.Aku hanya tidak ingin ajjuma jadi sakit gara-gara memikirkanmu.” Jawab Jin dengan santainya seraya berjalan menggandeng tangan Kyurin.Gadis itu mempoutkan bibirnya.

“Alasan yang aneh” gumam Kyurin.Jin menjitak kepala Kyurin.

“Yaaa!! Appooo!” pekik Kyurin menglus kepalanya.

“Pokoknya aku tidak mau kau dekat-dekat dengan Jaebum!” Jin menekankan ujung telunjuknya pada dahi Kyurin membuat gadis itu mendongak.Tak lama kemudian Kyurin merengut dan menepis tangan Jin.

“Cerewet sekali.”

“Harus hati-hati!!”

“Eoh!! Arrasseo!!” ucap Kyurin melepas genggaman mereka kemudian berjalan mendahului Jin.

“Yah Tunggu” teriak Jin kemudian berjalan mengikuti Kyurin.Gadis itu tersenyum kemudian mempercepat laju jalannya.Jin tertawa dan terus berjalan dibelakang Kyurin.

Namun langkah Jin kian melambat ketika Sojin dan si kembar datang dari arah lain,dengan segera Jin bersembunyi dibalik tembok dan mengawasi mereka.

Pertama yang Jin lihat,Sojin dan si kembar menghampiri Kyurin.Sojin dan Kyurin terlihat sedang berbincang dan tertawa.Sementara si kembar yang berada di belakang Sojin dan Kyurin,mereka berdua seperti sedang mengocok botol yang sepertinya berisi jus jeruk tersebut,kemudian si kembar tertawa diam-diam.Sojin merebut botol itu dari si kembar kemudian memberikannya kepada Kyurin.

“Ini,anggap saja sebagai tanda minta maafku.”ucap Sojin.Dengan ragu,Kyurin mengulurkan tangannya perlahan namun dengan cepat Sojin memaksa Kyurin untuk menerimanya.

“G-gomawo” ucap Kyurin,kemudian tersenyum tipis.

Sret!

“Apa ini?” tanya Jin memandangi botol jus yang telah ia rebut dari genggaman Kyurin.

“I-itu jus jeruk oppa”jawab Sojin takut jika Jin meminumnya,sebab minuman itu bukan jus jeruk melainkan air yang diisi dengan sirup jeruk,kemudian dicampuri dengan obat pencuci perut,soda api dan lem.

“Hmm…boleh aku mencobanya?” tanya Jin menatap Sojin dengan tatapan dinginnya.Sementara Kyurin memandangi keduanya secara bergantian saking bingungnya.

Bermaksud memancing Sojin,Jin membuka penutup botol itu secara perlahan.

ANDWE!” pekik Sojin panik,Jin langsung mendekati Sojin dengan tatapan menusuknya membuat Sojin sontak menutup mulutnya.

Wae?” sinis Jin.

“Aku memberikannya untuk Kyurin sebagai tanda minta maaf.”lirih Sojin karena Jin semakin mendekat.Kyurin pun langsung menghampiri Jin dan merebut minuman itu dari Jin.

“Kenapa kau terlihat berubah?” tanya Kyurin.Raut wajah Jin langsung berubah saat memandang Kyurin.

“Kyurin,kau tidak tahu apa yang mereka-”

“Apa? Bukannya kau berharap mereka bersikap baik kepadaku.Tapi sekarang,kau malah menuduh mereka yang tidak-tidak saat mereka sudah menjadi baik” ucap Kyurin dengan nada penuh penekanan pada setiap katanya.Jin mencengkram bahu Kyurin.

“DENGARKAN AKU!” bentak Jin.Kyurin menepis cengkraman dari Jin.

“Apa?” tantang Kyurin.Suasana sangat tegang,bahkan disana hanya ada geng Sojin,Kyurin,Jin serta dua orang yang berbeda tempat sedang bersembunyi mengintip kejadian itu.Jieun si gadis bisu terlihat panik dan segera berlari entah kemana,mungkin saja gadis itu akan melaporkan hal itu ke kepala sekolah.Dan Jaebum yang masih asik menonton mereka seraya tersenyum miring.

“Kenapa kau begitu yakin mereka meminta maaf kepadamu.Apa yang mereka lakukan sebagai bukti jika mereka benar-benar tulus?Apa tatapan mata mereka terlihat tulus hah?!” tanya Jin dengan nada tegas.Kyurin berfikir sejenak,lalu melihat ketiga teman barunnya yaitu si kembar dan Sojin yang berdiri tengah ketakutan.

“Tolong kami,kami benar-benar minta maaf” lirih Sojin dan Si kembar.Kyurin kembali menatap Jin.

“Aku yang akan membuktikannya!” dengan cepat Kyurin membuka penutup botol itu kemudian meneguk air yang telah dicampur dengan beberapa zat berbahaya tersebut dan menyisakan setengahnya saja karena Jin merebut botol itu dan membantingnya.Kini Sojin dan yang lainnya berlari kabur.

“KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN!!” pekik Jin.Kyurin tidak menatap Jin,gadis itu tengah dilanda kebingungan.

‘Kenapa mereka meninggalkanku?’ batin Kyurin.

“KYURIN!! CEPAT MUNTAHKAN!!” bentak Jin namun kali ini berbeda.Ada ke khawatiran yang begitu mendalam terlukis jelas dari sorot mata Jin,Kyurin dapat melihat itu.

Wae? Aku sudah membuktikannya kan.Lihat aku tidak papa.Kau saja yang terlalu protektif kepadaku” ucap Kyurin tersenyum puas.Namun Jin masih saja menunjukkan wajah cemasnya.Kyurin mengecapi rasa dari air yang diminumnya tadi,sedikit aneh batinnya.

“Benar tidak papa?” tanya Jin meyakinkan.Namun Kyurin tak menjawab.Wajah gadis itu kian memucat,dirasakannya mual dan pusing yang begitu hebat.Gadis itu meremas perutnya.

“Yaahh…Kyurin-a” panggil Jin dengan suara bergetarnya.

“Yaah….jawab aku,kyurin-a.Aku mohon jangan membuatku Khawatir seperti ini”

Kyurin memegangi kepalanya dan beberapa saat kemudian tiba-tiba Kyurin terbatuk begitu keras,dan itu terjadi berkali-kali.Jin menahan bahu Kyurin agar tetap kuat berdiri.Namun gadis itu terus membungkuk memegangi perutnya dan terus terbatuk keras.

“Uhuukkhh!!” Kyurin terbatuk untuk terakhir kalinya sebelum gadis itu terjatuh lemas dipelukan Jin.Lelaki itu membulatkan matanya,di lihatnya kedua telapak tangan Kyurin terdapat begitu banyak darah,juga di sekitar mulut Kyurin.

“Kyurin-a!! Kyurin-a!!”teriak Jin panik dan segera mengangkat tubuh Kyurin untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Sementara Jaebum men-stop rekaman video pada iPhonenya kemudian tersenyum puas.

“Aku dapat uangku dan aku dapat buktiku,hmm…Sojin memang sangat baik.Hahaha”

***

Sore harinya…

Jin masih menggenggam tangan kanan Kyurin.Melihat wajah gadis itu yang terlihat sedang menahan rasa sakitnya.Gadis itu sudah menjalani operasi kecil beberpa jam yang lalu,dan zat berbahaya dalam minuman yang diminumnya sudah berhasil dikeluarkan dari tubuhnya.Untung saja Jin cepat tanggap membawa gadis itu kerumah sakit.Jika terlambat sedikit,biasa saja Kyurin sudah tak bernyawa lagi karena soda api yang diminumnya.

Perasaan kecewa dan khawatir tergambar jelas pada wajah Jin.Sampai sekarang gadis itu masih belum bangun setelah meminum obat dari dokter.Katanya Kyurin butuh istirahat untuk sementara sampai kondisinya memulih.Kini Kyurin memakai alat bantu pernafasan yang menutupi mulut dan hidungnya,serta infus yang menancap di punggung tangannya.

Perlahan telunjuk dari jemari lentik itu bergerak.Jin tersentak kemudian memegang tangan Kyurin,mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya.Kyurin membuka matanya perlahan,kemudian terbatuk kecil dan nafasnya tersendat.

G-gwenchana?” tanya Jin berdiri dan memegang bahu Kyurin.Manik mata Kyurin bergerak ke kiri memandang Jin dengan tatapan sayunya.

“Seok Jin…” lirih Kyurin dengan nada begitu lemah dan hanya seperti bisikan saja.

Ne,ini aku.Kau istirahat saja,aku akan menunggumu” ucap Jin lembut lalu membenarkan selimut yang menyelimuti tubuh Kyurin.

Dengan gerakan sangat pelan Kyurin menyentuh alat bantu pernafasan yang dipakainya dan hendak melepasnya jika saja Jin tak menahannya terlebih dahulu.

“Tidak papa” ucap Jin.Kyurin memandang Jin,begitu pula dengan Jin.Saat gadis itu berkedip,buliran air bening itu lolos begitu saja.Jin mengusap air mata Kyurin menggunakan ibu jarinya.

‘Sakit’ tidak ada suara yang keluar dan hanya bibir Kyurin yang bergerak.

“Istirahatlah,kau akan segera pulih.” Jin membelai puncak kepala Kyurin.Perlahan gadis itu kembali menutup matanya.Melihat itu Jin merasa sangat iba kepada Kyurin.

“Aku akan keluar untuk membeli sesuatu,kau istirahatlah” ucap Jin.Dengan gerakan lemah Kyurin mengangguk.

Dengan agak ragu untuk meninggalkan Kyurin,Jin keluar dari ruang rawat Kyurin dan menutup pintu ruangan itu dengan sangat pelan.Setelah pintu tertutup rapat.Jin kembali sibuk dengan pikirannya.Disatu sisi ia berpendapat bahwa ia harus memberitahu orang tua Kyurin tentang keadaan Kyurin,namun disisi lain ia juga bisa mengerti jika orang tua Kyurin sangatlah sibuk dan Jin tidak mau mereka khawatir.Jin menghela nafas.Ia memutuskan untuk merawat Kyurin sendiri.

“Baiklah!!” gumam Jin menyemangati dirinya.

***

ANDWE!!”

Jin memeluk Kyurin erat,sedangkan sang dokter memegangi lengan Kyurin untuk disuntik.Sementara gadis itu sendiri sedang meronta tidak mau disuntik.

“Berhenti merengek seperti anak kecil.Kau harus mau disuntik agar kau bisa cepat sembuh.Bukannya kau bilang ingin cepat pulang” tutur Jin,Kyurin langsung menatap Jin seolah berkata ‘Kenapa kau mengatakan hal itu’ dengan mimik wajah memelas.

“Aku tidak mau~” rengek Kyurin.

“Kenapa? kau kan sudah melakukannya?”

“AKU TIDAK MAU! TIDAK MAU! TIDAK MAU!!” kyurin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Nona,sudah selesai”sang dokter menyentuh bahu Kyurin.

“Eh sudah?”tanya Kyurin menyentuh lengannya.

“Sudah kubilang tidak akan sakit” gerutu Jin.

***

Kini Jin dan Kyurin sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.Suasana didalam mobil Jin sangat hening.Kyurin terlalu lapar untuk bebicara sedikit saja.

Kruyuuuu~

Suara aneh dari perut Kyurin membuat Jin menahan tawanya.Kyurin memegangi perutnya kemudian melirik Jin.

“Kau mendengarnya?” gumam Kyurin malu.Jin menoleh sekilas dengan senyum yang merekah dibibirya.

“Kita makan di restoran ramen ibumu ya” usul Jin.

Micheoso?! Incheon terlalu jauh untuk orang yang sudah kelaparan berjam-jam sepertiku.Kita makan di restoran temanku saja.”

“Dimana tempatnya?” tanya Jin

“Searah dengan perjalanan kita,nanti jika sudah sampai akan kutunjukkan.Letaknya di samping kiri jalan.”

“Baiklah…” ujar Jin mengangguk patuh.Karena gemas melihat Jin Kyurin mencubit pipi Jin dengan gemas.

“UUUU~ GEMASNYA!!”

“YAAKK!! LEPASKAN”

“Ok!” Kyurin melepaskan cubitannya seraya menyengir.Jin mengelus pipinya yang memerah karena cubitan Kyurin.

“Oh! oh! Restorannya!” seru Kyurin,Jin pun langsung memelankan laju mobilnya sebelum akhirnya berhenti di tepi jalan.Kyurin langsung melepas sabuk pengamannya kamudian langsung berlari keluar dari mobil.Jin pun mengikuti Kyurin keluar dari mobil.

Anyeonghaseo~” sapa Kyurin ketika memasuki restoran yang hampir tutup tersebut.Hana yang merupakan teman lama Kyurin pun langsung menyambut Kyurin dengan antusias dan memeluknya.

“Hm…bogoshippoyo~!” gumam Hana.

“Hehe….maaf lama tidak berkunjung”

Gwenchana,yang penting sekarang kau sudah berkunjung kemari.Untung saja restoran sudah mau aku tutup,jadi kita bisa berbincang-bincang hehe….” ujar Hana senang.

“Oh iya kenalkan” Kyurin menarik lengan Jin.

“Waah….kau pintar juga ya memilih namja” goda Hana.

“Ah, bukaan…ini temanku.Ani! Sahabatku”gerutu Kyurin kemudian menyenggol lengan Jin.

“Kim Seok Jin” Jin tersenyum.

“Aku Jung Hana,senang bisa berkenalan denganmu.Apa kau menyukai Kyurin?”

“YA! Mwoya!” protes Kyurin.Membuat Hana tertawa lepas.

“Wah,ada yang bertamu malam-malam.Lama tidak berkunjung kemari,Kyurin” sapa ayah Hana.

“Iya paman.Banyak tugas dirumah dan aku baru saja pulang dari rumah sakit”

“Kemari dan duduklah,kita berbincang sebentar”

“Ne!”

“Paman aku memesan dua mangkuk ramyeon ya!”

Kyurin dan Jin pun duduk di kursi di meja paling depan.Seraya melihat keahlian ayah Hana dalam memasak.

“Siapa yang sakit?” tanya ayah Hana.

“Aku paman.Dan itu karena kecerobohanku sendiri”

“Haish….kau ini masih kekanakan ya!” ejek Hana.

Namjachingumu harus menjagamu lebih ekstra,kau pasti namja yang kuat.Siapa namamu?” tanya ayah Hana kepada Jin.Jin yang merasa ditanyai pun langsung menegapkan tubuhnya.

“Ne! Kim SeokJin ibnida ajjushi“ucap Jin tersenyum menyadari ayah Hana mengira dirinya kekasih Kyurin.

“T-t-api dia bukan-”

“Jangan mengelak~ Mukamu sudah merah begitu masih saja tidak mau mengaku~” gerutu Hana seraya meyajikan dua mangkuk ramyeon didepan Kyurin dan Jin.

“Yah,Seokjin-ah.Kau harus sabar ya,kekasihmu tidak mau mengakuimu” ucap Hana seenaknya,namun di iyakan oleh Jin.Kyurin menjitak Hana.

“Kau ini,kau pikir usiamu berapa.Aku saja masih lebih tua darimu.Kau tidak boleh memanggil Jin seenak jidatmu”

“Hehehe…mian~ Aku hanya ingin terlihat akrab saja.Baiklah selamat makan.Aku kedapur dulu,banyak pelanggan yang datang hari ini.Jadi cucian piring dan mangkuk banyak yang belum ku cuci.Anyeong~

Hana pun berlari kecil seraya memakai apronnya.Kyurin langsung menyenggol lengan Jin.

“Haish! Jinjja….” gerutu Kyurin kesal.

“Hahaha….waeyeo? kenapa tiba-tiba cemberut seperti itu huh?”

“Kenapa kau tidak membelaku,mereka sedang salah sangka tapi kau bertingkah seakan mengiyakan perkataan mereka” gerutu Kyurin seraya mengaduk ramyeonnya dengan kesal.

“Kupikir kau menyukai hal itu” ucap Jin gugup seraya menggigit bibir bawahnya.Kyurin menghentikan tangannya yang memegang sendok.Mendadak suasana menjadi canggung.Jin menggaruk kepalanya kemudian meraih sendoknya,mereka pun mulai makan bersama dengan suasana yang begitu canggung.

***

Keeseokannya,sekolah sedang jam kosong karena ada rapat.Tepatnya para guru dan kepala sekolah sedang menginterogasi Sojin dan dua temannya Jiyeon dan Sorim bersama  Jin.

“Dimana Kyurin?”tanya salah satu guru kepada Jin.

“Dia sedang absen,keadaannya belum sepenuhnya baik”jawab Jin

“Apa orang tuanya sudah tahu?”tanya guru yang lainnya

“Sudah” dusta Jin

“Jadi,siapa otak dari semua permasalahan ini?”tanya sang kepala sekolah.Jin menoleh kearah Sojin dan kedua temannya.Sojin mengangkat tangannya,melihat itu Jin tersenyum sinis.

“Aku…..bukan aku pelakunya” ucap Sojin membuat Jin mendesis.Jiyeon langsung berdiri dengan hentakan kaki yang keras.

“Yah…..jadi kau menuduh kami?!” bentak Jiyeon.Sorim ikut berdiri dibelakang Jiyeon.

“Padahal kau yang selalu menyuruh kami” timpal Sorim takut-takut.Sojin langsung mengangakan mututnya seakan tidak percaya dengan apa yang kedua temannya katakan.

“BERHENTI.Baiklah…Sojin,kami butuh pengakuanmu.Kenapa kau melakukan semua ini?”tegas kepala sekolah.

“Aku benar-benar tidak melakukannya saem.Meskipun aku membenci Kyurin….tapi aku tidak akan melakukan hal sekeji itu,aku berani bersumpah!”uap Sojin dengan air mata yang membasahi pipinya.Jin mengangkat tangannya.

“Ya,silahkan Jin”ucap seorang guru mempersilahkan Jin untuk berbicara.

“Saya pikir mereka bertiga tidak ada yang benar.Saya melihat Jiyeon yang membawa botol minuman itu,kemudian Sorim memasukkan sesuatu kedalam botol dan Jiyeon mengocoknya.Lalu Sojin merebut minuman itu dan memberikannnya kepada Kyurin tanpa tahu apa yang Jiyeon dan Sorim lakukan.”ucap Jin membuat beberapa guru saling berbisik bertukar pendapat.Sojin tersenyum merasa jika Jin membelanya.

“Tapi saya juga tidak tahu apa yang mereka rencanakan.Jadi bisa saja salah satu dari mereka merencanakan hal itu.” ucap Jin menatap tajam Sojin.Sojin tercengang mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Jin,dan gadis itu pun kembali sedih.

***

Kyurin merasa bosan berada dirumahnya.Hanya berbaring diatas ranjang empuknya dan makan lalu minum obat.Gadis itu melirik iPhonenya yang terletak disebelah tangannya.Kyurin mengambilnya kemudian mengetikkan sesuatu,kemudian menempelkan iPhone itu ke telinganya.

Eomma…butuh bantuan?”

***

“Kenapa kau tidak sekolah?”

“Aku baru saja sakit ibu,jadi aku izin.Karena bosan di rumah ya makannya aku kemari”jawab Kyurin seraya mencuci beberapa piring yang menumpuk disebelahnya.

“Kau sakit apa?”

“Hanya sakit demam biasa” dusta Kyurin,jika gadis itu jujur dan ibunya tahu.Masalah bisa semakin runyam karena kecerewetan ibu Kyurin yang berlebihan.

“Oh iya ibu.Kemana kariawan yang lainnya? kenapa hanya sedikit yang masuk?”

“Oh…ibu memecat 2 kariawan karena kerja mereka kurang maksimal dan sering absen.Ada satu kariawan yang masih muda tapi karena masih jam sekolah,jadi dia datang agak sore setelah pulang sekolah.Dia satu sekolah denganmu loh.”

Wa~ Jinjja? Aku pikir yang bersekolah disana hanya orang kaya.”

“Dia anak yang pintar,jadi dia masuk memakai beasiswa.Selain itu dia juga sopan dan tampan.”

“Heeeh? Kariawan pria lagi? Aduuh…ibu ini” gumam Kyurin.

“Hehehe….habisnya ibu ingin membuat cafe ini seperti di serial drama Coffe prince

“Baiklah….karena aku tidak ada kegiatan dan karena besok hari minggu.Aku akan bantu-bantu disini”

“Boleh! Ibu malah senang jika kau membantu,oh iya…undang teman-temanmu yang tampan itu datang lagi…” rayu sang ibu.

“Aaahh…ibuuu….!”

“Hahaha!”

***

Pada saat jam istirahat Kyurin tertidur di sebuah ruangan kecil yang hanya terisi dengan dua sofa di sudut ruangnya.Seseorang yang berlari kecil melewati ruangan dengan pintu terbuka itu berhenti sejenak.Lalu mengambil langkah mundur untuk mengintip.Jaebum melihat Kyurin yang sedang tertidur dengan posisi duduk seraya munduk memegang sebuah buku dengan sampul polos berwarna merah.

Jaebum menoleh kekanan dan ke kiri sejenak,lalu memasuki ruangan itu dan duduk di sebelah Kyurin.Karena penasaran,Jaebum menarik-narik buku yang dipegang Kyurin.Namun tak disangka tubuh Kyurin terhuyung ke samping dan kepalanya bersandar pada bahu Jaebum membuat lelaki itu sedikit tersentak.Jaebum melirik Kyurin,ternyata gadis itu masih tertidur pulas.

Jin memasuki cafe ibu Kyurin disambut hangat oleh ibu Kyurin.

“Wah nak Seok Jin”

“Selamat sore ajjuma,apa Kyurin ada disini? Tadi saya kerumahnya untuk menyampaikan pengumuman tapi Kyurin tidak ada dirumah”

“Iya,dia sedang beristirahat di ruang istirahat.Dia membantuku seharian disini.Dengar-dengar kau yang merawatnya ketika anak itu sakit”

“Eh iya…ajjuma

“Wah,terimakasih sudah menjaga Kyurin,anak itu memang masih kekanakan dan ceroboh sehingga mudah sakit.Eh iya,dimana teman-temanmu”

“Teman? Oh…mereka ya…mungkin masih berada di sekolah.”

“Oh,sayang sekali”

“Hmm..boleh saya menemui Kyurin?”

“Tentu,silahkan”

Gamsahabnida!

Jin pun berjalan dengan senang seraya membawa kantong plastik berisi banyak yogurt untuk Kyurin.Baru saja sampai didepan pintu ruang istirahat.Jin melihat Kyurin sedang tertidur di bahu Jaebum yang sedang membelai Kyurin.Pemandangan itu membuat Jin mematung ditempatnya.Jaebum mengetahui keberadaan Jin,lelaki itu memperlihatkan smirknya kemudian mngecup kening Kyurin.Jin mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Kau sudah datang?” ucap Jaebum disertai smirknya sementara Jin makin memanas melihatnya.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s