AR{e}MY The Series|| Jin ver.|| Ficlet


Tittle :  Destiny | Author : ChaCha | Cast : Kim Seok Jin & Ami (OC) | Genre : Romance & Fluff | Ratting : Pg-13 | Leght : Ficlet

“Wherever I go, in the end I found you”

.

.

.

“Baiklah….kita sudahi sampai disini saja” ucap Seokjin kepada gadis didepannya.

“Oppa…bukan maksudku begitu.Aku bisa menjelaskannya”

“Jadi,bisa kau jelaskan siapa Jimin,sekarang?”tanya Jin terlihat marah.

“Dia hanya temanku oppa,kau hanya salah paham”tutur gadis didepannya seraya tersenyum gugup seperti menyembunyikan sesuatu.

“Kalau begitu boleh aku pinjam ponselmu,Kim Narin?”tanya Jin dengan wajah dingin khas dirinya.

“A-apa?” belum sempat gadis itu mengelak,Jin sudah terburu merebut tas Narin dan mengobrak-abrik isinya sampai ia menghentikan aksinya setelah menemukan iPhone milik Narin kekasihnya saat ini.

Jin mengotak-atik isi pesan di ponsel Narin,sedangkan pemilik ponsel itu hanya menggigit bibirnya takut Jin benar-benar akan memutuskan hubungan mereka sekarang.Jin tertawa sinis setelah membaca isi pesan yang Narin kirim untuk Jimin.

“Hahaha apa ini,Jimin oppa aku merindukanmu~ selamat malam,kau sudah makan?~” setelah membaca pesan itu Jin menatap tajam Narin.

“Kita selesai kan?!” ujar Jin santai kemudian memberikan tas dan iPhone Narin lau pergi untuk segera pulang ke rumah.

Setelah sampai rumah,dirinya hanya menemukan keheningan.Tiba-tiba iPhonenya berbunyi.

Ami~ Ami~ YA CEPAT BUKA PESANKU!

Jin adalah seseorang yang dingin terhadap wanita.Tetapi tidak untuk Ami.Jin tersenyum mendengar nada dering iPhonenya yang sebenarnya adalah rekaman suara seruan sahabatnya yang ia atur sebagai nada dering sms/telefon khusus untuk kontak bernamakan ‘Ami’

Mengabaikan pesan Ami,alih-alih Jin berlari keluar rumah kemudian memencet bel pintu rumah yang berhadapan dengan rumahnya.Tak lama kemudian muncullah wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Ami.

“Hehe,selamat malam eomonim” sapa Jin.

“Selamat malam juga Jin,mari masuk Ami sudah menunggumu di dalam”

“IBU!! AKU TIDAK MENUNGGU MANUSIA BATU ES ITU!!” seru Ami dari dalam rumah.Jin dan ibu amu tertawa pelan.

Jin pun memasuki rumah Ami dan mendapati gadis itu sedang melempar deathglarenya dengan pipi yang menggembung karena mengunyah kimbab.Jin duduk bersila didepan Ami.

“Ibu akan membeli beberapa buah,sayur dan daging ke supermarket”

“Ah,tidak ibu!” Ami beranjak lalu berdiri dihadapan ibunya “Biar aku saja,udaranya sangat dingin sampai ke tulang-tulang” ucapnya sembari merebut pernahan dompet ibunya.

“Lalu kimbabnya?”

“Mmmm! Ibu kan bisa membantuku.Tenang saja aku akan membawa Jin sebagai pelindungku”

***

“Ngomong-ngomong kau dan ibumu mau pergi ke mana,kulihat persiapan kalian banyak sekali”

“Mau piknik ke rumah kakek~”

“Yah! Kau pikir aku apa,benda atau anjing? yang bisa kau bawa sebagai pelindung”gerutu Jin pada perjalanan mereka.

“Yah,bisa jadi~Hehehe” canda Ami,Jin mengacak rambutnya membuat ikatan rambut gadis itu terlepas.

“YAAKK!! Kau tahu kan berapa lama aku merapikan rambutku,haish…kalau begini terus tidak ada laki-laki yang mau denganku” gerutu Ami seraya berusaha mengikat kembali rambut panjangnya.Sementara Jin tertawa murka.

“Hahaha,kau baru saja putus dengan kekasihmu lagi? Oh! sama~”ujar Jin.

“HAISH!! Aku tidak sudi disamakan denganmu” geram Ami menyerah dengan ikat rambutnya dan membuat rambutnya begitu berantakan seperti hantu.Kemudian kembali berjalan lebih cepat.

Jin tertawa kemudian mensejajarkan dirinya dengan Ami “Siapa juga yang akan mau dengan wanita yang sedang berjalan bersama pria lain?”

Mendengar itu Ami berhenti berjalan,Jin berdiri didepan Ami seraya menapakkan senyuman anehnya “Kau sedang menyindirku?” tanya Ami nampak sedikit emosi.

Jin merebut ikat rambut Ami kemudian berdiri dibelakangnya untuk mengikat rambut sahabatnya itu.Jujur Ami sedikit terkejut dengan perilaku Jin yang hangat dan hal itu membuat debaran itu terasa lagi.Rona wajah itu nampak jelas di kedua pipi Ami.

“Kau sadar tidak.Kita terlalu jauh memandang sampai kita tidak menyadari apa yang selalu berada disisi kita,yang kita miliki?”

“Apa?”

“Selama ini kita ditakdirkan untuk bersama,dari kita masih dikandung ibu kita masing-masing sampai sekarang ini…cukup lama bukan.Dan selama itu kita terus berjalan dan sibuk mencari pasangan kita masing-masing.Ketika kita sedang senang…kita berbagi,ketika kita sedang sedih karena hubungan kita dengan kekasih kita berakhir pun kita selalu berbagi cerita”

“Jadi maksudmu kita berjodoh?”tanya Ami seraya tertawa kecil.

“Aku tidak tahu,tapi…” Jin memeluk Ami  membuat gadis itu membulatkan matanya “Aku selalu merasakan,detak jantungku berpacu lebih cepat saat bersamamu.Tapi….sungguh,aku merasa nyaman.”

“….”

“Ami jangan tahan nafasmu”

“Huh~ sesak! Lepaskan aku,he-hey aku harus belanja sebelum supermarketnya tutup”

“Supermarketnya akan buka 24jam.Biarkan aku merasakan kenyamanan ini 60 detik saja”ucap Jin seraya menutup matanya.

Dan dengan terpaksa Ami menahan kegugupannya selama 60 detik seperti yang Jin katakan.Setelah 60 detik berlalu,Jin melepaskan pelukannya dan tersenyum.

“Terimakasih 60 detiknya,aku merasa lebih hidup”

“Aku merasa nyawaku kau serap” gerutu Ami mengatur nafasnya.

“Kau merasakan hal yang sama bukan?” tanya Jin seraya tersenyum senang.Ami terpana dengan Jin yang sekarang,namun hatinya bimbang mengingat Jin yang pintar merayu wanita.

“Ka-kau sedang merayuku ya?”

“Apa,merayu? Hahaha…untuk apa aku merayu gadis jelek sepertimu” Jin mengacak rambut Ami,gadis itu mempoutkan bibirnya “Tapi jujur gadis sejelek dirimu adalah tipe idealku.Karena tidak akan ada pria lain yang akan merebut gadis jelek ini” canda Jin yang sama sekali tidak lucu bagi Ami.

“Tidak lucu?”

“Tapi aku benar-benar jujur.Kau adalah tipe idealku Ami” ucap Jin dengan begitu tulus.Ami memandang Jin mencoba mencari setitik kebohongan dari tatapannya.Namun Ami tak menemukan hal itu.Jin benar-benar tulus.

“Kau pernah bertanya,kenapa aku tidak bisa mencintai seorang wanita selayaknya sepasang kekasih” Ami mengangguk “Karena aku masih menyukaimu,jadi aku tidak bisa menyukai orang lain sebanyak aku menyukaimu”

“….” Diam,hanya hal itu yang dapat Ami lakukan.Ia sangat tersentuh dengan kata-kata yang Jin ucapkan.Matanya menatap Jin dalam.

“Dulu aku selalu diam dan menyendiri dan aku suka hal itu.Dimana orang lain tidak dapat mengusik kehidupanmu.Saat aku melihat dunia luar seorang yang pertama muncul dibenakku adalah dirimu.Dan saat aku melihat kekosongan dihatiku,tanpa kusadari kau mengisi kekosongan itu…”

“Ami,aku bahagia kau ada dihidupku.Jadi aku akan tetap menyukaimu sekarang dan sampai kapanpun.Will you complete my life?”

“…” (?)

 

Fin

Iklan

2 thoughts on “AR{e}MY The Series|| Jin ver.|| Ficlet

  1. Rima Yustina berkata:

    Hya! Kenapa engga dijawab tembakannya JIN?
    Meleleh aku dengar pengakuannya Jin
    Btw, kenapa judulnya itu? Apa karena ada tokoh Ami disini?
    Hmmm *berpikirkeras

    visitback dong ^^

    Suka

    • ChaCha berkata:

      Sebenarnya itu kotak isian hahaha
      Aku pun juga meleleh/? Judul yang mana? yang “AR{e}MY”? itu judul serinya,jadi cast oc nya Ami semua per serinya >,<
      Ok aku visitback,ada link?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s