AR{e}MY The Series|| Jimin ver.|| Ficlet


chimchimTittle : Ice Cream Love | Author : ChaCha | Cast : Park Jimin & Ami (OC) | Genre : Romance & Fluff | Ratting : Pg-13 | Leght : Ficlet

“My love is more soothing than a trickle of ice cream”

.

.

.

“Park Jimin!” panggil seorang gadis memasuki dapur disebuah kedai.

Merasa namanya disebut.Pria bernama Jimin itu menghentikan aktifitasnya sejenak dan menengok kearah sumber suara.Gadis itu berjingkat kecil mendekati Jimin.Pria itu mendesis kesal.

“Aish,sudah berapa kali aku katakan.Jangan datang saat aku sedang bekerja!” tegas Jimin.Namun gadis berumur 17 tahun itu malah tersenyum lebar melihat Jimin kesal.

Gadis itu menunjukkan kotak bekalnya “Eung! Aku membawakanmu makan siang.Kau belum makan siangkan?Aku sudah tutup kedainya agar kau dan aku bisa makan siang bersama!”

“MWOYA?! KAU MENUTUP KEDAINYA!” seru Jimin terkejut,kemudian berlari keluar dari dapur.Dan benar saja,kedai itu telah kosong dan pintunya dikunci.

“KIM NARRRIIIIIINNNN!!!!” geram Jimin menjambak rambutnya,kemudian menggebrak meja dihadapannya membuat gadis dibelakangnya tersentak.

Gadis bernama Narin itu menggigit jemarinya “Mi-mian…..Aku hanya ingin kau makan siang.Kau terlalu bekerja keras setelah kau lulus SMA”

Jimin mengatur nafasnya yang terengah-engah seperti habis lari maraton,ciri khas jika Jimin sedang marah.Dengan wajah ketakutan Nari langsung  membuka semua tirai kedai tersebut kemudian segera mengambil langkat seribu dari kedai tersebut.

“Hah~Gadis menyebalkan,dia pikir dia siapa bisa bersikap seenaknya begitu saja” gumam Jimin.

Kring~

Pintu kedai es krim itu terbuka menampilkan sesosok pria bertubuh tinggi.

“Maaf Jim,aku terlambat” ucap pria itu mengangkat satu tangannya.

“Oh,tidak masalah.Tolong kau bersihkan semua mejanya” ucap Jimin sembari berjalan kembali menuju dapur untuk mencuci piring,mangkuk dan gelas bekas es krim yang dipesan pelanggannya.

Jimin memandangi tiga gelas yang masih menyisakan es krim begitu banyak diatasnya.Jimin menghela nafasnya.

“Biasanya tidak ada yang menyisakan es krim digelas mereka….Apa rasa khas resep rahasiaku memudar?” gumam Jimin,pria itu menggaruk kepalanya bingung “Rasanya tidak mungkin aku mencampurkan sirup mocanya terlalu banyak,aku selalu menakarnya dengan baik” gerutunya berfikiran positif.

Siang berganti malam.Jimin tetap melayani para pelanggannya dengan ramah.Jam sudah menunjukkan pukul 8.Jimin sedang meracik es krim pesanan seorang nenek-nenek.Manik mata Jimin bergerak kikuk tatkala nenek itu memandanginya seraya terus tersenyum.

“Ini,Masshige deuseo~” ujar Jimin formal kepada nenek tersebut sembari memberikan satu cone es krim.

Tiba-tiba nenek itu berujar “Anak muda,jodohmu benar-benar cantik dan memiliki hati yang jernih”

Mendengar penuturan sang nenek Narin yang sedang duduk membaca majalahnya langsung berdiri dan mensejajarkan dirinya dengan Jimin dan menyapa sang nenek.

“Selamat malam nek” sapa Narin tetapi nenek itu mengacuhkannya.

“Tidak lama,dia akan datang dalam hitungan detik” setelah mengucapkan kalimat tersebut si nenek langsung membalikkan tubuhnya lalu berjalan keluar dari kedai sembari memakan es krimnya.

“Apa maksudnya?” tanya Nari.Jimin mengendikkan bahunya,lalu menatap Nari dengan wajah datarnya.

“Kenapa kau berdiri di sini?”

“Oh? a-aku….ah hehehe….”

“Apa kau ingin kucincang untuk adonan es krim,huh?” ancam Jimin.Narin pun langsung berjalan menuju tempat semula dimana ia membaca majalahnya.

“Dasar anak kecil” gumam Jimin terkekeh.Narin yang melihat Jimin tertawa karenanya langsung tersipu dan menutup wajahnya dengan majalah. “Hyung tolong cuci piring yang menumpuk didapur,aku akan membereskan yang masih tersisa dimeja” seru Jimin mengambil gelas diatas meja-meja pelanggan lalu meletakkannya diatas nampan yang ia bawa.

“Ok,siap laksanakan~”

“Narin!Karena kau ada disini,tolong tutup tirainya…kedai akan segera ditutup.”

“Ne!!” seru Narin senang karena akhirnya Jimin menyuruhnya untuk pertama kalinya.

Kring~

Pintu terbuka menampakkan gadis berambut hitam panjang yang tergerai bebas.Sementara mata gadis itu melirik sekitarnya.

“Maaf toko sudah tu-” Jimin menghentikan aktifitasnya ketika melihat siapa yang datang.Matanya membulat karena terkejut.Gadis yang membuatnya merasakan kesal dan senang ketika mereka kecil sampai junior highschool.Hanya sampai situ saja karena gadis itu pindah tempat tinggal.

Dan kini gadis itu kembali,mencarinya dan menemukannya.Kini rambut pendek sebahunya sudah berubah menjadi rambut panjang yang membuatnya terlihat lebih dewasa dan anggun.

“Permisi,apa kedai ini milik pria bernama Park Jimin?”tanya gadis itu kepada Narin.Terlihat Narin yang cemburu,gadis itu melipat tangannya didepan dada.

“Mau apa kau bertemu Jimin ha?”tanya Narin sadis membuat gadis didepannya menjadi sedikit canggung.

“Ah…Jika ini betul kedai milik Jimin.Apa aku bisa bertemu dengannya?”

“AMI!” seru Jimin.Gadis  bernama Ami itu berbalik dan terkejut dengan pria yang memeluknya secara tiba-tiba.

“Nu-nuguseo?”tanya Ami.Jimin melepaskan pelukannya.

“Ini aku Park Jimin”

Ji-jinjja?!!” seru Ami kemudian menyentuhi wajah Jimin kemudian memandangi Jimin dari atas sampai bawah ” Wah~ Kau jadi lebih terlihat gagah dan lebih tinggi dariku!” tambahnya mengacak rambut Jimin.

“Aku sudah membuktikan jika aku bisa menandingimu kan” ucap Jimin bangga.

“Tapi kau masih pendek untuk ukuran seorang pria” ejek Ami.

“Aish!! Aku merindukan gadis cerewet ini!!” seru Jimin kembali memeluk Ami,Ami pun ikut memeluk Jimin dan memeluknya erat.

“Aku juga merindukan ChimChimku!!” seru Ami.Narim yang merasa dirinya dilupakan langsung bertindak dan melepaskan pelukan mereka.

“Oppa bahkan belum pernah memelukku” kesal Narin.

“Dia siapa? kekasihmu?” tanya Ami

“Ah…bukan! Dia bukan-”

“Aku kekasihnya!” tegas Narin

“NARIN!” bentak Jimin.

Oppa membentakku?” tanya Narim dengan mata yang berkaca-kaca sebelum akhirnya gadis itu berlari keluar dari kedai.Lebih terlihat seperti dibuat-buat dan Ami yang baru melihatnya hanya memasang wajah kebingungannya.

Jimin menggaruk kepalanya “Eeehhh….kkita lupakan yang tadi.Gadis itu suka berbicara seenaknya.Kau duduklah dulu,aku akan menutup tokonya sebentar”

Mendengar penuturan Jimin,Ami hanya mengangguk seraya tersenyum.Sementara Jimin menutup kedai.Ami melihat ruangan didalam kedai yang dikelola Jimin.

“Jimin,aku pulang duluan ya!”

“Iya hyung terimakasih untuk bentuan hari ini.Gajimu akan kuberikan besok!”

“Hm! Siapa gadis itu,cantik sekali hehe…”ucap pria itu membuat Jimin menggaruk kepalanya.Pria itu menepuk bahu Jimin “Aku pergi~” dan pria itu pun pergi meninggalkan Jimin.Jimin tersenyum kemudian memasuki kedainya dan menutup pintunya.

Jimin berlari kecil menuju Ami dan duduk didekatnya “Maaf lama.Tadi temanku mengajakku bicara sedikit”

“Oh tak apa…”ucap Ami ramah.Jimin terpana dengan sifat Ami yang jauh berbeda dengan sifatnya dulu yang selalu mengejeknya pendek dan menjahilinya.Hal itu membuat hati Jimin kembali terketuk.

“Jadi…kau mencariku kesini untuk….?” tanya Jimin.

“Bekerja”

“Nde?”

“Ya aku kesini untuk bekerja disini” jelas Ami enteng.

“Tapi aku sedang tidak mencari pekerja.Ada temanku yang tadi saja sudah cukup” jawab Jimin.Beberapa detik kemudian wajah Ami terlihat sedih dan mungkin sebentar lagi akan meneteskan air matanya.

“A-apa ada yang salah dengan perkataanku?” tanya Jimin ragu.Ami memandang Jimin.

“Aku mohon,aku ingin bekerja disini”ucap Ami memelas.

“He-hey….aku sudah bilang tidak bisa kan?”balas Jimin tetap mempertahankan keputusannya.Keputusan utamanya adalah ia tidak akan mempekerjakan gadis,apalagi gadis itu Ami.Jimin hanya merasa tidak enak saja jika mempekerjakan seorang gadis.

Ami beranjak dari tempat duduknya lalu berlutut memeluk kaki Jimin “Aku mohon ChimChim,jika aku tidak mendapatkan uang dalam satu minggu ini ayahku akan menjualku untuk melunasi hutang-hutangnya”

“Ya-ya! Berdirilah…”

“Tidak mau sampai kau mengizinkanku bekerja disini,titik!”

***

Esok harinya,pagi-pagi sekali Ami sudah membantu Jimin membuat adonan es krim.Gadis itu sekarang sudah resmi menjadi partner Jimin untuk membuat es krim didapur,bukan sebagai pelayan.

Gadis itu mengerjakan tugasnya seraya bersenandung ria.Sedangkan Jimin terus memasang tatapan tajamnya kearah Ami.Yah….Ami telah menipu Jimin jika ia akan dijual untuk melunasi hutang ayahnya.Karena iba Jimin pun memperbolehkan Ami untuk bekerja di kedainya.

Dan ternyata Jimin telah terkena tipuan.Maka dari itu Jimin masih saja memasang glarenya sejak Ami datang.Jimin merubah pendapatnya jika gadis itu berubah menjadi gadis yang ramah,karena nyatanya Ami masih saja membohonginya.

“Permisi~” ujar Ami membawa mangkuk-mangkuk yang sudah dicucinya.Jimin pun mundur,memberi jalan untuk Ami.

“Tsk! Tetap saja menyebalkan” gerutu Jimin.

Beberapa menit kemudian gadis itu datang seraya mengelapkan tangannya yang kotor ke apron yang dipakainya.Gadis itu berjalan mendekati Jimin dengan mengendap-endap.

Ami menggelitiki Jimin dari belakang seraya berseru “ChimChim!!” dan hal itu membuat Jimin terkejut bukan main.

“YAAH!!” bentak Jimin.

“Aish,masih saja mudah marah”gerutu Ami.Dan perlu diketahui jika hanya gadis itu yang kebal dengan bentakan dan amukan dari Jimin.Ami lebih mementingkan untuk menghibur Jimin dan juga dirinya sendiri.

“Hmm..kau sedang membuat rasa apa?” tanya Ami dengan polosnya.Jimin merasa tidak enak dengan Ami.Bagaimanapun Ami adalah sahabat baiknya dan selalu memaafkan sifatnya yang terkadang kasar.Jimin kembali menggaruk kepalanya kikuk.

“Ah ini….aku sedang membuat eksperimen.Kemarin aku melihat ada beberapa eskrim yang sisa,jadi aku ingin membuat beberapa rasa baru agar mereka tertarik untuk mencobanya”

“Wahh…ini sudah bisa dicicipi?” tanya Ami antusias.Jimin mengangguk.Dan langsung saja gadis itu mencolek es krim hasil eksperimen Jimin.

“Hmm…” Ami membulatkan matanya kemudian kembali mencolek es krim itu menggunakan telunjuknya lalu kembali memasukkannya kedalam mulutnya “Ini sungguh enaaak!” seru Ami menghentak-hentakkan kakinya.

Jinjja?”tanya Jimin.

“Eum,ini kau juga harus coba!” ucap Ami mencolek es krim itu kemudian menyodorkan telunjuknya kepada Jimin.

“Aish mwoya” gerutu Jimin menepis tangan Ami,namun Ami terus berusaha agar telunjuknya dapat menyentuh wajah Jimin.Dan itu pun berhasil,hidung Jimin belepotan es krim sekarang.Amlihat itu ami langsung tertawa murka.

“Haha…kau lucu sekali hahaha!”

“Aish,tunggu pembalasanku ya!” Jimin mencolekkan es krim ke wajah Ami.Gadis itu terus tertawa seraya menunjuk wajah Jimin dan Jimin juga tertawa melihat wajah Ami.Ami meraup es krim itu segenggam lalu melemparnya ke wajah Jimin.Otomatis pria itu menglap wajahnya menggunakan lap handuk didekatnya.

“Awas kau ya!”

“Bwlee~” Ami berlari ke sudut ruangan dapur dan Jimin mengejarnya dengan telapak tangannya yang belepotan dengan es krim.Untung saja kedai masih belum dibuka,dan masih buka sekitar setengah jam lagi.Jadi mereka bisa membuat es krim itu lagi nanti.

Jimin terus mengejar Ami yang terus menghindar.Jimin semakin jengkel karena gadis itu terus saja mengatainya pendek dan terus berlari.Dan pada akhirnya gadis itu hendak terjatuh karena menginjak tali sepatunya sendiri.

Untung saja Jimin dengan sigap menangkap Ami.Namun karena Jimin kehlangan keseimbangannya,ia pun ikut terjatuh dan menindih Ami.Matanya membulat sempurna tatkala sesuatu yang hangat dan kenyal menyentuh bibirnya.

Seakan waktu berhenti berputar.Ami masih menutup matanya rapat karena tidak memiliki banyak keberanian untuk membukanya.Sedangkan Jimin yang membulatkan matanya kini tengah membentuk sebuah seringaian.Ia pun menjauhkan wajahnya dari Ami.Meletakkan kedua tangannya diatas lantai untuk menyangga tubuhnya.

“Akhirnya aku tahu cara untuk membuatmu berhenti mengataiku” ucap Jimin.Otomatis Ami membuka matanya.

“A-apa?”

“Sudah lama aku ingin mengatakan ini”

“…”

“Ami….saranghae~”

“…”(?)

 

Fin

Iklan

2 thoughts on “AR{e}MY The Series|| Jimin ver.|| Ficlet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s