AR{e}MY The Series|| J-hope ver. || Ficlet


hoseokie

Tittle : Cafe Love Story | Author : ChaCha | Cast : J-hope as Hoseok & Ami (OC) | Genre : Romance & Fluff | Ratting : Pg-13 | Leght : Ficlet

“Ami … will you be my girlfriend?”

.

.

.

Masshige deuseo~” ucap seorang maid pria dengan senyuman ramah yang begitu hangat.Hari ini sebuah cafe yang terletak di kiri jalan di daerah Gwangju.Hari ini adalah hari minggu.Banyak pengunjung yang datang ke cafe tersebut.

Jung Hoseok,nama pria pemilik senyuman harapan.Senyuman yang berkesan sangat ramah dan hangat.Hal itulah yang membuat pengunjung merasakan nyaman ketika mengunjungi cafe tersebut.

Waktu terus berputar.Hoseok menyambut suasana malam dengan semangat yang berkobar.Namja itu menyeka keringatnya sejenak kemudian melirik kearah jam dinding yang terpasang di sudut ruangan cafe.Hoseok terlihat sedang menunggu sesuatu.

“Sudah jam tujuh lebih,tetapi ia tidak datang” gumamnya.Salah satu rekannya yang juga sedang duduk disamping Hoseok mendengar gumaman pria itu dan menyenggol lengannya,membuat pria itu menoleh kearahnya.

“Kau menunggu gadis itu lagi?” tanya Yukwon rekannya.Hoseok hanya terdiam dan mendesah berat.

“Ckckck….Yah! Tidak baik menunggu kekasih orang lain.Lagi pula kau juga tidak mengenal gadis itu kan”celutuk Yukwon kemudian bersandar dan menaruh kedua sikunya pada meja dibelakangnya.

Molla” gumam Hoseok melamun seraya tersenyum.

Melihat itu rekannya Yukwon menggelengkan kepalanya dengan mata dan mulut yang terbuka lebar “Kau masih waras kan?” tanya Yukwon panik,dihadiahi deathglare dari Hoseok.

“Yah…aku gila karena jatuh cinta dengan gadis yang sudah memiliki kekasih.Puas kau” sinis Hoseok

“Eoh! Bagaimana kalau kau kujodohkan dengan nunaku?”

“Aku tidak suka nunamu yang galak itu”

“Kalau dongsaengku?”

“Hey…jangan bergurau.Bahkan dongsaengmu itu masih 9 tahun”

“Yah, aku hanya melontarkan kalimat yang muncul di otakku” jawab Yukwon “Bagaimana dengan gadis dengan rambut pirang yang ada di ujung sana” timpalnya menunjuk seorang gadis pelanggannya yang duduk di sudut ruangan bersama dua temannya.

“Cara bicaranya berlebihan,penampilannya begitu buruk,bedaknya terlalu tebal!” komentar Hoseok meledak begitu saja.

“Kalau yang itu,wah jika kau mendapatkannya traktir aku ya”

“Pakaiannya terlalu seksi,aku benci gadis yang memakai lipstik dan berdandan norak seperti tante-tante” Yukwon menunjukkan raut muka kesalnya.Pria itu sebal karena Hoseok hanya mengkritik dengan seenaknya.

“Seperti apa sih tipemu.Aha…pasti gadis yang rambutnya dikuncir kuda itu kau suka”

“Dia masih anak sekolah Yukwon,kau tidak lihat seragamnya”

“Aish…habis,berbicara denganmu membosankan.Kau selalu berkomentar ini itu.Sebenarnya tipe macam apa gadis yang kau suka?”

Kring~

Seorang gadis memasuki cafe kemudian berjalan kearah kasir,tepatnya dimana kini Hoseok dan Yukwon bersantai.Hoseok pun langsung berdiri di kasir untuk melayani gadis itu.Gadis yang ia tunggu-tunggu.

Espresso 2″ ucap gadis itu singkat seraya menunduk dengan wajah yang terlihat sedih.Perlahan gadis itu berjalan menuju meja didekat jendela.

Dengan segera Hoseok meracik coffe yang dipesan gadis itu.Pikirannya terus bergelut memikirkan ini itu tentang gadis itu.

‘Sendirian….gadis itu datang sendirian dengan wajah yang terlihat begitu sedih dan ia memesan coffe yang biasa dipesan oleh kekasihnya.Tapi kenapa dia memesan dua Espreso? Apa kekasihnya akan datang?’ batin Hoseok

“Shh…seingatku,dulu aku pernah mendengar gadis itu berbicara jika ia tidak suka coffe yang pahit.Nah,sekarang dia terlihat sedih dan memesan dua espresso” gumam Yukwon seraya sesekali melirik Hoseok.Pria itu tengah memancing Hoseok agar berbicara namun Hoseok hanya terus berdiam dan melanjutkan kegiatannya.

***

Sudah jam sembilan lebih.Cafe akan segera ditutup.Namun gadis yang memesan coffe espresso itu masih duduk terdiam seraya menangkup cangkir coffe nya yang sudah mendingin dan masih utuh belum di minum sedikitpun.Gadis itu memandangi cangkir coffe lainnya yang berada di depannya.

Meski agak ragu Hoseok berjalan mendekati gadis itu untuk memberitahu jika cafe akan segera ditutup.

Agasshi….” panggil Hoseok ramah.Ternyata gadis itu melamun dan matanya tidak lepas memandangi cangkir coffe di depannya.Hoseok menggaruk kepalanya kebingungan.Dengan gerakan pelan Hoseok menyentuh bahu gadis itu.

OPPA!” sentak gadis itu langsung berdiri memeluk Hoseok.Hoseok terkejut bukan main,namun ia menerima pelukan itu meski sedikit ragu.Gadis itu melonggarkan pelukannya dan memandang Hoseok.

Brugh!

NUGUYA!” pekik gadis itu terkejut karena yang dipeluknya bukanlah orang yang ia tunggu-tunggu.Hoseok masih terdiam diposisinya yang tergeletak di lantai.

Ommo! Ma-maafkan aku,sini aku bantu berdiri” ucap gadis itu kemudian hendak membantu Hoseok berdiri.

“Ah..ye.Gwenchana.

“Oh….aku benar-benar minta maaf-”

“Apa kau sedang menunggu seseorang?” tanya Hoseok,mendadak raut muka gadis itu kembali sedih.Gadis itu tersenyum miris.

“Pria bodoh itu tidak akan datang…”

Wae?

***

Hoseok tetap saja tidak bisa tidur dengan nyaman.Dirinya terus memikirkan gadis yang telah merebut hatinya itu.Gadis yang ia ketahui kini tengah berduka atas kematian seseorang yang ia sayangi.

‘Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa kehilangan senyumannya’

“Ahh…molla! Aku ingin tidur!”

Kruyuuu~

“Aish,aku belum makan sejak tadi siang” gerutu hoseok kemudian beranjak dari kamarnya.

“Oh…kau belum tidur?” tanya seorang gadis yang sedan menyantap semangkuk ramyeon.

“Yaah! NUNA!!” Hoseok langsung berlari mendekati nunanya.Sedangkan sang nuna menyeruput habis kuah ramyeon yang sebenarnya milik Hoseok.

Wanita itu meletakkan kembali mangkuknya di atas meja dan menatap mimik wajah Hoseok yang terlihat memelas “Wae?”

“Kenapa nuna makan ramyeonku?” rengek Hoseok.

“Aku pikir kau sudah tidur jadi aku memakannya dan akan membelikan mu ramyeon besok.”

“HaaaAAaaAaAa~”

***

Pada akhirnya Hoseok pergi keluar malam-malam untuk makan di minimarket terdekat yang buka 24 jam.Hoseok memasuki minimarket tersebut.

“Selamat da-”

“Ami?” gumam Hoseok,sedangkan Ami hanya tersenyum kikuk.Suasana hening sejenak karena hanya mereka berdua yang berada di sana.

Hoseok sedang melahap ramyeonnya di sisi kiri pintu mini market .Dan posisinya tepat menghadap kearah Ami yang menjaga kasir di sisi kanan pintu.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanya Hoseok mengetahui gerak-gerik mata Ami yang mencuri-curi pandang dengannya.

“Ah…maaf”

“Kau sudah lama bekerja disini?”

“Hmm…sejak tiga atau empat bulan yang lalu.Kau sendiri sejak kapan bekerja di cafe itu?”

“Sudah lama sekali,aku tidak menghitungnya.Cafe itu milik temanku,jadi aku membantunya.”

“Oh…begitu”

Suasana kembali hening.Hoseok telah menghabiskan ramyeonnya.Hoseok melipat kedua tangannya dan terus memandangi Ami.

“Gadis tidak boleh tidur terlalu larut.Kenapa kau mengambil bagian untuk berjaga di malam hari?”

“A-aku hanya menggantikan temanku yang sedang sakit.Biasanya aku berjaga dari pukul 8 sampai pukul 10 saja”

“Wah…temanmu juga perempuan?”

“Iya”

“Dia kuat juga ya hehehe”

Dan untuk pertama kalinya dalam seharian ini.Hoseok baru dapat melihat senyuman dari Ami,bahkan gadis itu tertawa karenanya.Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Hoseok.

***

Hari esoknya Hoseok mengajak Ami bertemu di taman kota untuk mengajaknya piknik makan siang bersama.Dan tanpa Hoseok ketahui Ami telah bekerja keras untuk tampak cantik didepan Hoseok.

Hoseok berlari seraya membawa kotak bekal berwarna hitam yang dibungkus dengan kain biru yang berisikan kimbab,buah,bento dan beberapa sosis panggang kesukaannya.Ami yang melihat Hoseok langsung melambaikan tangannya.

“Maaf membuatmu menunggu lama”

“Ani…Aku baru saja sampai 15 menit yang lalu”

Mereka tertawa bersama.Hoseok pun mengajak Ami makan siang bersama dibawah pohon rindang.Udara siang itu begitu terasa sejuk.Ami terlihat begitu ceria dan ia juga menyukai masakan Hoseok.Mereka juga tersipu sesaat ketika ada beberapa orang paruh baya yang menyoraki mereka dan mengira mereka adalah sepasang kekasih.

Nuna ku lapar” tiba-tiba ada seorang anak kecil yang datang seraya memegangi perutnya.Ami memandang Hoseok sejenak,begitu pula sebaliknya.

Hoseok langsung tersenyum kemudian mendekat kearah anak kecil itu dan memegang kedua bahunya.”Adik kecil,kau kemari bersama siapa?”

Nuna…..aku datang dengan nunaku.Tapi dia menangis dan aku takut,jadi aku kabur.Dan sekarang aku kelaparan”

“Jiyu-ya!!” panggil seorang gadis yang mendekati Hoseok dan langsung menarik anak kecil itu dan memeluknya.Ami berdiri dibelakang Hoseok.

Nuna.…”

“Jiyu-ya….mianhae,jeongmal mianhae

Melihat momen mengharukan itu Hoseok dan Ami tersenyum.Tiba-tiba datang badut beruang yang menghampiri mereka dan menari-nari.Dan Jiyu-pun berhasil terhibur.

***

Hoseok mengajak Ami untuk bersepeda bersama.Namun Ami bilang ia tidak pandai mengunakan sepeda.Jadi Hoseok menggayuh sepeda yang ia sewa seraya membonceng Ami yang duduk dibelakangnya.

Dengan ragu Ami memeluk Hoseok karena takut terjatuh.Hal itu sontak membuat degup jantung Hoseok berpacu lebih cepat.Hoseok menghentikan sepedanya.

“Kenapa berhenti?” tanya Ami

“Ami,aku…..intinya aku tidak suka merangkai kalimat yang terlalu rumit,tapi….Saranghae Ami….”

M-mwo?”

“A-ah? Kau masih memikirkannya ya?”

Ami terdiam masih mencerna kata-kata Hoseok yang benar-benar tidak dapat dimengertinya.Namun kata-kata terakhir Hoseok…Ami tahu jika yang dimaksudnya adalah Oppanya yang telah meninggal beberapa hari yang lalu.Ami tersenyum.

“Sudah kubilang dia itu oppaku kau masih belum mengerti juga?”ucap Ami seraya tertawa kecil.

Hoseok mengagkat kedua alisnya terkejut sekaligus memastikan jika ia tidak salah dengar “Nde?”

“Aish….dia oppa kandungku!”

“Ja-jadi dia bukan kekasihmu?”

“Hahaha….aninde~”

“Hah…Syukurlah…~ Jadi bagaimana jawabanmu?”

“Oh?”

“Ami…maukah kau menjadi kekasihku?”

“…” (?)

 

Fin

 

Iklan

4 respons untuk ‘AR{e}MY The Series|| J-hope ver. || Ficlet

  1. andiandy19 berkata:

    Ami harus mau pokoknya harus mauu /maksa deh/
    Huwaaa, Jung Hoseookk, kenapa kau begitu manis di fanfic ini ❤
    Jadi ga tega share Fanfic yang itu/? /apasih

    Kakkk, aku jadi makin ngefans sama kakak aaa ❤
    Keep writing ya kakkk ❤ ❤

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s