AR{e}MY The Series ||Rapmosnter ver.|| Ficlet


Namjoonie

Tittle : Sweet Moment | Author : ChaCha | Cast : Kim Namjoon & Ami (OC) | Genre : Romance & Fluff | Ratting : Pg-13 | Leght : Ficlet

“You are the light of my life”

.

.

.

Seorang gadis cantik bersurai kecoklatan terlihat sedang berjalan menuju pintu suatu ruangan seraya menguncir rambut panjangnya dengan pita hitam.Dibaliknya papan tulisan yang menempel di pintu kaca didepannya.

Baru saja membuka toko buku itu.Gadis itu langsung berjalan mengambil kemoceng dan membersihkan buku-buku yang tertata rapi pada deretan rak buku itu.Banyak pengunjung yang mendatangi toko buku tersebut.Dan gadis bernama Ami itu melayani pelanggannya dengan begitu ramah.

Sore harinya.Hanya tinggal sepasang remaja berseragam sekolah yang masih duduk di tempat membaca.Kedua remaja itu begitu sangat gaduh karena perdebatan mereka.Ami yang tidak menyukai perdebatan pun langsung bertindak dan mendatangi tempat dua remaja tersebut.

“Ada yang bisa kubantu?” tanya Ami ramah.Namun sama sekali tidak digubris oleh kedua remaja tersebut.

“Baiklah! Jika besok aku yang dapat ranking pertama,kau harus mentraktirku belanja sepuasku.Jika kau yang dapat rangking 1,sebaliknya…aku akan mentraktirmu.Bagaimana?!” tantang si gadis seraya menunjuk wajah si pria.Remaja pria itu pun berdiri seraya menarik tasnya.

“Baiklah,aku genggam janjimu”ucap si pria dengan tatapan cool-nya.Kedua manusia itu pun pergi seraya terus berdebat di sepanjang jalannya.

“Hah~ Apa aku tidak terlihat~?” rengek Ami.

Kring~

“Selamat datang” ucap Ami ramah.Namun mendadak matanya membulat ‘O.O’ ketika melihat siapa yang kini berada dihadapannya.Kim Namjoon.Pria yang menjadi idamannya sejak kelas satu senior high school.Pria yang menjadi ketua OSIS dengan suara berat khas miliknya.

“Permisi” ujarNamjoon membuat Ami sesak nafas dan wajahnya memerah.

***

Namjoon sedang membaca bukunya di tempat baca.Berkali-kali Ami melirik Namjoon.Ami berjalan menuju kulkas pendingin di dekat kasir tempatnya duduk kemudian mengambil dua kaleng jus.Lalu Ami berjalan ke tempat Namjoon seraya menggenggam erat dua kaleng jus jeruknya.

Namjoon yang menyadari keberadaan Ami pun menghentikan aktifitas membacanya kemudian memandang Ami yang sudah duduk di kursi sofa tunggal didepannya “Hehe…maaf,tapi aku tidak memesan minuman” tolak Namjoon secara halus.

Ami menggelengkan kepalanya seraya tersenyum “Ini untukmu.Dulu kita pernah satu sekolah,tidak ingat….sunbae?”tanya Ami dan Namjoon tersenyum lalu meletakkan buku yang dipegangnya.

“Tentu aku ingat” jawab Namjoon “Kau Ami sekertaris OSIS kan?” tambahnya.Ami mengangguk senang karena Namjoon masih mengingatnya dengan baik.Dan mereka pun tenggelam dalam pemrbincangan yang begitu menyenangkan.

Sunbae,bagaimana hubunganmu dengan gadis itu?”tanya Ami menggenggam tangannya sendiri erat-erat saking gugupnya.

Nugu?”tanya Namjoon terlihat sedikit terhenyak.

“Yang sunbae maksud diacara interview best writer…..”

“Kau menontonku?Jinjja?”ujar Namjoon terdengar senang.Sedangkan Ami mengangguk pelan lalu memiringkan kepalanya kebingungan dengan reaksi pria di depannya ini.

***

Di ruangan pribadinya Namjoon sedang mengetik karya baru.Meski malam sudah hampir berganti pagi dan dirinya belum tidur sama sekali,ia masih semangat mengetik ceritanya dengan senyuman.

Saat pagi tiba Namjoon terantuk di mejanya.Suara mesin print membuatnya terbangun.Dengan segara Namjoon mengambil setumpuk kertas yang berisi naskah novelnya,lalu mengemasnya hendak membawanya ke kantor untuk menerbitkan buku barunya.

Waktu berputar cepat.Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.Namjoon berlari menuju toko buku Ami hendak menemuinya lagi untuk melepas rindu,tiba-tiba ia melihat toko bunga yang baru saja ia lewati.Namjoon pun mengambil langkah mundur.Dilihatnya bunga gypsophila atau bunga Baby breath yang begitu indah.

Ajhumma,aku ingin bunga yang ini”

Setelah membeli sebuket bunga gypsophila itu,Namjoon kembali berlari menuju toko buku yang dikelola Ami.Setibanya disana,langkahnya terhenti tatkala melihat gadis itu sedang berdebat dengan pria paruh baya.

Pria paruh baya itu kini telah pergi keluar dari toko,meninggalkan Ami yang sedang menunduk dalam.Namjoon berlari memasuki toko tersebut “Selamat da-”

Gwenchana?”tanya Namjoon memegang bahu Ami.

“Oh! Sunbae kau datang lagi!” seru Ami senang.

Ne…,neo gwenchana?“tanya Namjoon sekali lagi.

“Kenapa sunbae menanyakan hal itu? Oh,sunbae melihat yang tadi ya?” ucap Ami menunduk malu seraya menggaruk tengkuknya “Mm…apa sunbae sedang khawatir kepadaku?” timpalnya penasaran.

“Tentu saja aku khawatir,kalau pria itu seorang penculik bagaimana atau jangan-jangan pembunuh?”ujar Namjoon dengan wajah panik membuat Ami terkekeh pelan.

“Itu pamanku,sunbae.Dia mengatakan kepadaku jika dia tidak dapat menggantikanku berjaga karena ada urusan mendadak,padahal harusnya aku mendapatkan libur hari ini.Jadi aku akan menutup tokonya.”

“Be-benarkah?” mendadak Namjoon menjadi salah tingkah.

Ami mengangguk.Tak lama kemudian manik matanya melirik sebuket bunga favoritnya kini tengah dibawa Namjoon “Oh iya,bunga cantik itu untuk siapa,sunbae?”tanya Ami.

“Ah…ini…” Namjoon memandangi sebuket bunga yang dipegangnya “Untukmu” lanjutnya memberikan sebuket bunga gypsophila tersebut kepada Ami.Gadis itu menerimanya dengan senang hati.

“Wah,terimakasih.Baru kali ini aku mendapat bunga dari seseorang” ucap Ami.

Namjoon menghela nafasnya lega.Ia sangat bersyukur Ami menyukainya.Bunga gypsophila memiliki makna ketulusan,kesucian dan cinta sejati.Dan kini Namjoon sedang menyatakan cintanya.Bukan dengan cara memberikan bunga itu,tetapi dengan caranya sendiri karena dia bukan orang yang pandai mengucapkan kata-kata romantis.

Ami menuangkan air kedalam vas kaca punyanya lalu menaruh bunga gypsophila tersebut kedalamnya.Gadis itu terlihat amat menyukainya.Namjoon menaruh sebuah kotak kado berbentuk persegi di depan meja Ami.

“Didalam ada sebuah buku.Bacalah dan rasakan.Jika kau menerima halaman terakhir,datanglah.Aku akan menunggumu disana.Aku pergi dulu,Ami” gadis itu hanya berkedip sesekali,mencoba mencerna kalimat Namjoon.

Lelaki itu sudah meninggalkan toko buku beberapa menit yang lalu.Ami telah menutup toko buku tersebut dan membaca buku dari Namjoon.Gadis itu menangis teharu.Dimana foto-fotonya semasa senior high school terpasang di beberapa halaman pembuka judul buku  “Light of my life” tersebut.

Jarum jam terus berputar.Hari mulai gelap.Gadis bernama Ami itu terus berlari menuju tempat yang tertulis pada secarik kertas di halaman terakhir,yaitu Sugai Han.Tempat yang menjadi tempat pertemuan Ami dengan Namjoon.Dan sekarang gadis itu ingin menjawab lamaran Namjoon untuk menjadikannya kekasih lelaki tersebut.

Oppa!!” teriak Ami setelah melihat Namjoon berdiri di tepi sungai Han.Lelaki itu pun menoleh,melambaikan tangannya lalu berlari kecil menuju Ami.Bagitu pula Ami yang berlari mendekat kearah Namjoon.Setelah itu mereka berpelukan begitu erat.

Gomawo“ucap Namjoon lembut membelai rambut Ami.

Gadis itu mengangguk lalu mendongakkan kepalanya dan menatap Namjoon dalam “Saranghae oppa…” ucapnya lembut.

Namjoon terseyum “Nado saranghae Ami…” lalu dikecupnya kening Ami.Keduanya tertawa bahagia.”Ami,kau sudah menjadi kekasihku kan?”

“Heeeh~ Tentu saja oppa”

“Ami,will you marry me?”

“….” (?)

 

Fin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s