AR{e}MY The Series|| Suga ver.|| Ficlet


Tittle : Just You | Author : ChaCha | Cast : Min Yoongi & Ami (OC) | Genre : Romance & Fluff | Ratting : Pg-13 | Leght : Ficlet

“You can’t leave me without words”

.

.

.

Oppa” suara lembut itu menyapa indra pendengaran Yoongi dipagi hari.Mata sipit itu perlahan terbuka.Di rasakannya tangan gadis itu membelai lembut pipinya.Yoongi tersenyum,memandangi gadis yang sedang berbaring disampingnya.

Gadis itu ikut tersenyum.Senyumannya sangat manis dimata Yoongi.Digenggamnya tangan gadis itu yang terus membelai pipinya dengan sangat lembut.Membuat sensasi nyaman bagi Yoongi.

Namun,tak lama kemudian.Belaian itu berhenti,gadis itu menampakkan raut kesedihan yang begitu mendalam.Yoongi dibuat bingung karenanya.Gadis itu menangis dan perlahan menghilang bagaikan debu yang tertiup angin.

“Ami…” dan saat itu juga ia telah sadar.Apa yang baru saja dilihat dan dirasakannya hanyalah khayalannya.Gadis itu telah pergi meninggalkannya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.Dan meninggalkan luka yang membuat Yoongi menjadi sering berhalusinasi.

Yoongi duduk ditepi ranjangnya.Murung.Lagi-lagi Yoongi merenungkan penderitaannya.Ditinggal kedua orang tuanya dan hidup sendirian.Dan sekarang gadis itu juga berlalu meninggalkannya.Padahal gadis itu selalu mengucapkan janjinya untuk selalu ada didekatnya.

Diraihnya ponselnya.Yoongi mencoba menelefon Ami untuk kesekian kalinya.Sudah ratusan kali Yoongi mencoba menghubungi gadis itu selama 4 hari,dan itu ia lakukan 24jam tanpa henti,mengabaikan perutnya yang kosong tanpa makanan sedikitpun.

Nomor Ami sangat sulit untuk dihubungi.Yoongi sudah muak dengan semua pikirannya.Dibuangnya ponsel miliknya.Ia menghempaskan tubuh lemahnya diatas ranjangnya.Yoongi melirik kearah sampingnya.Lagi-lagi halusinasi itu muncul lagi.Kini gadis itu tengah berbaring disampingnya sembari tersenyum manis.

Yoongi mencoba untuk membelai rambut Ami.Namun percuma.Berjuta kali pun ia mencobanya pastilah akan percuma.Yang kini dilihatnya hanya halusinasi.Yoongi tertawa miris.

“Ya,ini hanya ilusi” gumamnya “Aku sudah muak dengan semua ini.Aku membencinya!” amuk Yoongi.Pria itu bangkit kemudian membanting semua perabotan yang ada dikamar apartemen yang ia sewa tersebut.

Namun tiba-tiba tangannya terhenti.Ketika ia hendak membanting bingkai fotonya dengan Ami.Yoongi diam tak bergeming melihat potret dirinya bersama Ami sedang tersenyum bersama dan terlihat sangat bahagia.Tak terasa,bulir-bulir air mata Yoongi jatuh menetes,membasahi pipinya.

Yoongi merusak bingkai foto tersebut dan mengambil lembaran fotonya.Yoongi menutup matanya lalu merobek fotonya,lalu membuangnya ke tong sampah meski terasa berat baginya.Tapi ini demi melupakan seseorang yang telah melukainya.

“Aku tidak akan menjadi seorang yang payah”gumamnya.

Dan Yoongi memutuskan untuk keluar dari apartemennya untuk mencari suasana yang baru.Yoongi melajukan motor sportnya dan berhenti didepan sebuah rumah makan.Ia memesan semangkuk ramen dan menunggunya.

Dan benar udara segar membuat stress nya berkurang.Perasaannya juga sedikit lebih membaik meski masih saja memikirkan Ami.Ia akui dia memang sangat payah untuk melupakan gadis itu.Tak lama pesanannya datang.Yoongi pun memakan ramennya dengan lahap.Bahkan ia terus meminta ramen lagi tanpa memperdulikan berapa mengkuk yang sudah bertumpuk disampingnya.

“Ah~” Yoongi senang sudah memuaskan perutnya.Sementara pelayang di sampingnya menatapnya aneh bercampur kagum lalu hendak membawa mangkuk-mangkuk bekas ramen Yoongi.

“Eh pelayan” panggil Yoongi.

Pelayan itu berbalik dan berujar “Apa?! Tuan mau tambah lagi?” kagetnya.

“Hehe,tidak.Aku pesan segelas jus!”

***

Hari demi hari Yoongi lewati dengan suasana hati yang baru.Ia sudah bangun dari keterpurukannya dan terlihat lebih bersemangat.Namun pada suatu hari jantungnya kembali terasa sesak tatkala melihat Ami duduk bernyanyi seraya memainkan alat musik pianonya di sebuah cafe tempatnya bekerja.

Tetapi Yoongi tidak terlalu terburu menuruti egonya untuk menemui Ami disaat gadis itu baru saja diterima untuk bekerja di cafe itu sebagai penyanyi cafe.Yoongi lebih memilih untuk memandang Ami dari kejauhan dan lebih serius dengan pekerjaannya sebagai bartender.

Namun pertahanan Yoongi runtuh ketika melihat Ami tiba-tiba pingsan saat gadis itu tengah bernyanyi.Yoongi menghentikan pekerjaannya dan membawa Ami ke rumah sakit.

Yoongi menghela nafas lega mendengar gadis itu hanya kelelahan.Tetapi dirinya masih belum siap mental untuk mendapati reaksi Ami nanti ketika melihatnya.Dokter berkata,Ami sudah siuman.Tetapi Yoongi masih saja mondar-mandir didepan pintu ruang pasien.

Keputusan terakhir,Yoongi membuka pintu ruangan tersebut dengan sedikit ragu.Gadis tu terhenyak melihat Yoongi,dengan gerakan terburu-buru Ami duduk diatas ranjang pasiennya.

Marah,kecewa dan sakit Yoongi rasakan ketika melihat Ami kembali.Hingga kini pria itu hanya dapat menampakkan wajah dinginnya.

O-oppa...”

“Dari mana saja kau?” tanya Yoongi.

“Aku mencari pekerjaan,ibu menghubungiku jika kakek sakit.Karena keadaan darurat,aku pergi larut malam.Dan karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu….jadi..aku pergi begitu saja…maafkan aku,aku menyesal”

“Jadi apa maksudmu tidak menjawab telfonku,bahkan tidak kembali meski kau sudah berada di Seoul?”

“Kakek sedang dirawat dirumah sakit Seoul sekarang.Tapi uang yang kusimpan tidak cukup untuk membiayainya.Soal tidak menghubungimu,aku minta maaf sekali lagi.Aku bekerja sehari penuh di empat tempat,aku tidak akan sempat memegang ponselku…aku harus bekerja demi-”

Belum sempat Ami menyelesaikan kalimatnya,tiba-tiba Yoongi memeluknya dan menangis di bahunya.

“Tolong jangan meninggalkanku seperti ini…”gumam Yoongi disela sesegukannya “Aku takut kau tidak akan kembali lagi”

Ami terdiam sejenak,lalu membelai punggung Yoongi.Gadis itu tahu banyak tentang Yoongi.Meski lelaki itu terlihat kuat,tetapi sebenarnya Yoongi rapuh dan sangat membutuhkannya.Ami tersenyum.

“Aku tidak akan pergi…juga,aku minta maaf karena pergi tanpa pamit.Aku janji akan menemanimu lagi” Ami melepas pelukan Yoongi,kemudian menyeka air mata Yoongi dan membelai lembut pipinya,hal yang sering ia lakukan.Sebagai sahabat juga sebagai pengganti sosok ibu bagi Yoongi.

Yoongi menutup matanya,merasakan sapuan telapak tangan Ami dipipinya.Yoongi membuka matanya “Gomawo….,Ami”

Ami mengangguk seraya tersenyum “Kalau begitu kau harus ikut aku ke rumah sakit besok.Kita besuk kekekku”

“Baik,tapi kita pulang dulu.Kau belum mandi,ish….bau sekali~”

“Ya,siapa yang menyuruhmu memeluk orang yang belum mandi huh? hahaha! Kau bergurau,aku sudah mandi.Kau yang bau,sudah berapa hari kau tidak mandi hah? Tuan min?”

“Ji-jinja?”

Sesampainya mereka di apartemen Yoongi.Ami dikejutkan oleh ruang kamar Yoongi yang sangat berantakan,sementara Yoongi sedang mandi.Ami pun membersihkan kamar Yoongi seraya menggerutu.

Dan saat Ami ingin membuang isi tempat sampah,Ami terhenyak menemukan robekan fotonya dan foto Yoongi.Didalam lubuk hatinya ia menyalahkan dirinya sendiri.Ami menyimpulkan jika Yoongi melakukan ini karenanya.Ami merasa bersalah telah membuat Yoongi tersakiti.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Yoongi memasuki ruang kamarnya.

Sontak Ami langsung berbalik menyembunyikan robekan foto tersebut dibelakang punggungnya.”Eh…tidak ada hehehe” jawab Ami.

“Kau menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungmu.Apa itu?!” tuntut Yoongi mendekati Ami.Ami langsung berbalik memunggungi Yoongi dan mencoba memasukkan robekan foto itu kedalam mulutnya.

“YAK! YAK!” pekik Yoongi menjauhkan kepala Ami dari tangannya yang mencoba memasukkan robekan foto itu kedalam mulutnya sendiri.Yoongi pun berhasil mengambil robekan foto itu.Mereka terdiam sejenak.

“Maafkan aku…” sesal Ami menunduk dalam.Entah bagaimana itu,Yoongi merasa iba melihat Ami terus-terusan meminta maaf.Yoongi tersenyum lalu menepuk kepala Ami dua kali,otomatis gadis itu memandang Yoongi bingung.

“Tidak papa.Ini karena aku terlalu emosional”

“Eumm…..”

“Mati satu tumbuh seribu.Kita bisa mencetak lebih banyak foto lagi…”

“Ha-hah?”

***

Yoongi mengajak Ami ke taman bermain LotteWorld.Mereka bersenang-senang bersama dan sesuai janji Yoongi,mereka mencetak foto bersama dengan kamera milik Ami.

Jika mereka sepasang kekasih,mungkin ini dapat disebut kencan.Tetapi nyatanya mereka bukanlah sepasang kekasih,melainkan sahabat yang selalu bersama.Meski diri mereka masing-masing mengatakan jika mereka mencintai satu sama lain.

Setelah itu mereka pergi ke NamsanTower.Disana mereka juga mengambil beberapa foto lucu.Dengan jahilnya Yoongi memotret Ami ketika bersin atau ketika Ami menguap.Dan tentunya itu membuat Ami jengkel dan menghapus fotonya yang menurutnya konyol itu.

Yoongi menghela nafas tersenggalnya setelah terlalu lama tertawa.Seangkan Ami yang berdiri disampingnya sedang melipat tangannya kesal.Pandangan Yoongi menuju ke arah sepasang remaja berseragam yang sepertinya sedang mengamati mereka.

“Lihat,kita dulu juga memakai seragam seperti mereka dan bolos bersama” ujar Yoongi,Ami menautkan alisnya bingung lalu melihat Yoongi yang sedang menatap lurus ke depan.Ami pun mengikuti arah pandang Yoongi.

“Oh..” Ami hanya ber ‘oh’ ria,lalu menggandeng tangan Yoongi untuk berdiri bersamanya “Kajja kita berfoto bersama mereka”

“Dengan mereka?” tanya Yoongi tidak yakin dengan ucapan Ami.

“Dari sini saja.Berhubung mereka masih disana~Chaa~” Ami meninggkan kameranya.Yoongi pun mendekat ke sisi Ami dan tarsenyum jahil.

Hana…dul…set!

Chu!

Ami membulatkan matanya tatkala Yoongi mencium pipinya.Ami menoleh kearah Yoongi lalu memukul bahunya.

“Yaa..ini ditempat umum!” bisik Ami seraya menutupi wajahnya dengan satu tangannya.Yoongi mengendikkan bahunya dengan tersenyum puas.Lalu Ami melihat hasil potretannya “Tuh….kan,lihat! Jadi terpotret” gerutu Ami.

“Hahaha,bukankah itu tidak masalah?”

“Hmmmmmm…..” karena kesal Ami hanya menggeram seraya menatap Yoongi dengan deathglarenya.Yoongi merengkuh bahu Ami.

“Hah~ udaranya dingin sekali ya…” gumam Yoongi seraya memandang langit yang gelap.Ami melirik Yoongi,lalu ikut memandang langit.

Ami itu terenyum “Dari dulu kau pandai mengalihkan pembicaraan ya.Kau begitu angkuh,keras kepala,egois tapi aku masih saja betah dekat-dekat denganmu” gumamnya membuat Yoongi terkekeh kemudian memandangnya.

“Heey,kenapa tertawa? Itu kenyataan.Kau bahkan menjatuhkan es krim coklatku tapi masih minta kubelikan es krim.Kau harusnya lebih muda dariku dan aku harusnya menjadi nunamu,kau cengeng dulu” ejek Ami.

“Terserah~ Taerserah apa katamu,intinya kau menyukaiku kan?”

“Ha?! Haha…apa-apaan kau ini?”ujar Ami mendadak canggung.

“Kata-katamu itu seperti sedang ingin menyatakan perasaanmu kepadaku.Kau mengatakan jika sifatku angkuh,keras kepala dan egois tapi kau mengatakan…’Tapi aku masih saja betah dekat-dekat denganmu’ benarkan!”

“Aish mwoya!!” gerutu Ami membalikkan badannya kemudian menggerutu sendiri tanpa suara mengabaikan Yoongi yang sedang tertawa.

Detik kemudian Yoongi menghantikan tawanya dan raut wajahnya berubah serius “Alangkah bahagianya aku jika kau juga memiliki perasaan yang sama denganku Ami” ucapnya.

Ami terhenyak mendengar perkataan Yoongi.Jantungnya berdetak tidak karuan.Namun pikirannya masih menimbang-nimbang diantara percaya atau menganggap ucapan Yoongi hanyalah sebuah lelucon.Ami membalikkan badannya,melihat raut wajah Yoongi yang begitu serius.

“Apa?”

“Aku yakin kau mendengar apa yang baru saja kukatakan” ucap Yoongi masih dengan raut muka yang sama.Yoongi menghembuskan nafasnya sejenak kemudian kembali menatap Ami “Ami,please be mine~

“…” (?)

 

Fin.

Iklan

3 respons untuk ‘AR{e}MY The Series|| Suga ver.|| Ficlet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s