EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.4


eye-contact

[ Poster by  BumbleBee ]

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

 “Hanya dari bertatapan mata dengannya saja aku sudah mulai menyukainya.Perasaan yang tidak dapat kutemukan dari laki-laki lain.Jatuh cinta dengan tetangga itu membuatku gila.Bertemu setiap hari tetapi hanya dapat saling menyapa dan melakukan kontak mata.Akankah cintaku bertepuk sebelah tangan?”

***

Kini Jin sedang sendirian diruang bangtan.Yang dilakukannya adalah berbaring di sofa seraya bermain game di iPhonenya.Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang bangtan,membuat Jin langsung bangun/duduk dan memandang kearah pintu.

“Siapa?” pekik Jin.Pintu pun terbuka perlahan.Menampakkan seorang yeohaksaeng yang tak lain adalah Sojin.Jin mendesis sinis seraya memalingkan mukanya sekilas kemudian kembali memandangi gerak-gerik Sojin yang meremas ujung roknya.

“Siapa yang menyuruhmu masuk?” tanya Jin.

“Ah..i-itu-ma-maaf-seokjin oppa…”

“Untuk apa kau kesini? Mau kulaporkan lagi?”

“An-ani.Aku ingin mengatakan jika aku sudah meminta maaf kepada Kyurin,dan dia memaafkanku.”

“Benarkah?”tanya Jin dengan pandangan menuntut,seperti menginterogasi saja.

“Dia memaafkanku dan kedua temanku.Dan sekarang kami dan Kyurin berteman.”ucap Sojin seraya tersenyum gugup.Jin terlihat berfikir sejenak.Kemudian kembali melihat Sojin.

“Baiklah,jika kau menyakiti Kyurin lagi.Bisa kupastikan kau keluar dari sekolah ini.”ucap Jin tegas.Seketika wajah Sojin lebis sedikit tenang,gadis itu tersenyum riang.

Gamsahabnida Seokjin oppa! Gamsahabnida!” serunya seraya membungkuk kepada Jin berkali-kali.Namun Jin mengacuhkannya dan kembali memikirkan Kyurin.

***

Sepulag sekolah…

“Kyurin tunggu!” panggil Jin seraya berlari mengejar Kyurin yang semakin mempercepat laju jalannya.Gadis itu terlalu malu karena kejadian saat jam istirahat tadi.

Saat itu Kyurin baru saja selesai memakan makan siangnya.Kemudian pergi ke belakang sekolah untuk menenangkan diri.Dan Jin datang mendekati Kyurin yang sedang duduk di tangga.

Jin duduk dibelakang Kyurin atau lebih tepatnya di tangga kedua.Saat itu Jin membungkuk,mencoba mendengarkan apa yang Kyurin dengarkan lewat headsetnya.Namun tak disangka Kyurin menoleh dan membuat bibir mereka bersentuhan secara tidak sengaja.

Dan kini Kyurin sudah bergerak cepat membuka pintu gerbang rumahnya dan hendak menutup kembali gerbangnya.

“Argh!” erang Jin ketika jemarinya terjepit diantara dinding dan pintu gerbang yang bahkan terlihat bercak darah disana.Kyurin pun terkejut bukan main saat melihat bercak darah pada jemari Jin.Lelaki itu membuka paksa pintu gerbang yang ditahan oleh Kyurin.

“Kenapa kau menghindariku?” tanya Jin

“A-aku…ti-tidak,aku tidak menghindarimu.” Jin memandangi manik mata Kyurin yang mulai berkaca-kaca.Jin menghela nafasnya.Kyurin menangis ia meraih telapak tangan kanan Jin yang terluka.

“Aku minta maaf”lirih Kyurin.

“Tidak cukup minta maaf.Kita masuk ke rumahmu dan obati aku!” ucap Jin menarik Kyurin mssuk dalam rumah Kyurin.

“Tu-tunggu disini.Aku akan bawakan obat untuk membersihkan lukamu.”ucap Kyurin canggung mempersilahkan Jin duduk diruang tamu dan kembali datang membawa kotak obat dan handuk basah.Kyurin duduk melirik Jin yang tersenyum memandanginya yang tanpa Jin sadari itu menambah rasa canggung pada diri Kyurin.Kyurin mengulurkan tangannya.

“Be-berikan tanganmu.” Jin menaikkan alisnya seraya tersenyum aneh.Kemudian meletakkan telapak tangannya yang terluka diatas telapak tangan Kyurin.Dengan lembut gadis itu mulai membalut tangan Jin menggunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat.

“Ck” Jin berdecak seraya memangku wajahnya dengan tangan kirinya dan terus mengamati Kyurin.Wajah gadis itu kian memerah,Kyurin berusaha mati-matian untuk menahan rasa malunya dan kembali melanjutkan kegiatannya mengobati luka pada jemari Jin menggunakan alkohol.

“Shh…..Ckckck” Jin menggeleng.

YAK WAE!!!” pada akhirnya Kyurin memekik kesal saking tidak kuat menahan rasa malu dan kesalnya.Jin terlonjak kaget dan memelototkan matanya,seolah sedang menuntut Kyurin dan gadis itu kembali menunduk.

Mi-mian…”sesal Kyurin,kemudian membalutkan plaster pada keempat jemari Jin yang terluka kecuali ibu jarinya yang masih normal alias baik-baik saja.Kemudian Kyurin membalut telapak tangan Jin yang terluka menggunakan perban,dan Selesai!

Jin mengamati telapak tangannya yang terlihat begitu buruk dengan perban yang melilit dengan begitu tidak rapinya.Jin memandang Kyurin seraya menunjuk telapak tangannya.

“Kenapa jelek sekali? Apa ini yang kuajarkan saat mengobati telapak tanganmu yang terluka karena pecahan kaca dulu?” tanya Jin merasa kecewa.Kyurin menggaruk kepalanya.

“Jelek ya hehehe….aku memang payah.Tapi aku bisa mengobati di area wajah.” Kyurin mengacungkan jempolnya.Jin memutar bola matanya kesal,kemudian menyentil dahi Kyurin.

Ap-po!!” Kyurin mengelus dahinya.

“Jadi kau berharap aku terluka di area wajahku?” sinis Jin.

“Aish…bukan begitu!”

Beberapa menit kemudian suasana mendadak hening.

“Rumahmu sepi ya” komentar Jin.

“Ayah dan ibu sedang bekerja.” Jawab Kyurin canggung.

“Butuh teman?”tawar Jin antusias.

MWO?” pekik Kyurin. “Ani!! Aku tidak butuh teman kok,aku bisa urus diriku sendi-” Kyurin megerjapkan matanya ketika Jin sudah berada di lantai dua dan memasuki kamarnya.

“Aku pinjam komputermu,aku ingin bermain game!” seru Jin dari dalam sana.

“KIM SEOK JIIIIIINN!!!!”

***

Malam pun tiba,dan Jin belum kelar dengan game nya.Setiap kali Kyurin menyuruhnya pulang,jawabannya hanya…

‘Rumahku sepi,fasilitas game ku dipinjam Taehyung jadi aku pinjam punyamu’

kalau tidak begitu ‘Aku belum memenangkannya,ah sudah diamlah kau merusak konsentrasiku’

atau… ‘Tuh kan kalah,ini gara-gara kau! Kau harus bertanggung jawab.Aku akan mulai dari awal’

Dan suara permaian game itu benar-benar merusak konsentrasi belajar Kyurin.Mengerjakan tugas matematikanya saja sudah ogah-ogahan dan butuh konsentrasi dan niat maksimal karena otak Kyurin yang pas-pasan.Ditambah dengan suara berisik yang Jin timbulkan,itu membuat semangat belajar Kyurin menjadi runtuh.

Kyurin mengemasi buku dihadapannya yang berserakan diatas ranjang.Kyurin pun turun dari ranjangnya dan menaruh kembali buku-buku itu di rak buku.Jin mematikan komputer Kyurin.Melihat Jin mengerjapkan sebelah matanya,Kyurin tahu jika Jin sedang lapar. Kyurin pun langsung menjentikkan jarinya.

Mwoya?” tanya Jin bingung dengan wajah datarnya.

“Apa kau lapar? Kau mau pulang?”tanya Kyurin antusias.Jin yang menyadari keanehan Kyurin pun langsung membalasnya.

Ani,Dirumah tidak ada orang dan aku sedang malas memasak sendirian.Masakkan untukku!” ucap Jin menepuk bahu Kyurin dan tersenyum puas.Sedangkan Kyurin langsung memasang cengonya ketika mendengar hal itu.

***

Kyurin manatap kesal Jin yang sedang duduk santai di ruang makan.Dengan malas Kyurin membuka laci tempat dimana ia biasa menemukan ramyeon instan.Kosong,tidak ada satupun ramyeon didalam sana.Kyurin pun membuka enam laci lainnya dan yang ditemukannya hanya bumbu-bumbu dan alat memasak.Kyurin berbalik kearah Jin dan tersenyum kikuk.

“Hehe…sepertinya tidak ada makanan.”

“Mwo?! Lalu kau biasanya makan apa?” Jin beranjak dari tempatnya kemudian memerkisa laci-laci yang telah dibuka oleh Kyurin.

“Aku……emm… biasanya aku pergi ke supermarket diujung gang untuk makan ramyeon sekaligus mencari udara segar.Kau mau ikut?” tanya Kyurin antusias seraya mengikuti langkah Jin dari belakang.Namun mendadak Jin membalikkan badannya dan membuat kepala Kyurin membentur dagu Jin.

Ramyeon?! Jadi setiap hari kau makan ramyeon?! Ckckck….apa kau sudah tidak sayang dengan tubuhmu.Terlalu banyak makan ramyeon bisa merusak sistem pencernaanmu!” tegas Jin membuat Kyurin mengerucutkan bibirnya.Jin pun beralih menuju lemari pendingin.Kyurin mengikuti Jin dari belakang.

Kyurin pov

Lelaki itu mengambil beberapa lauk sisa masakanku tadi pagi yang kutaruh dikulkas.Beberapa menit ia memanaskan beberapa makanan ku tadi,dan nasi juga sudah selesai dimasaknya.Disini aku hanya bantu-bantu menata masakan-masakan itu diatas meja makan.Kini ia baru saja selesai membuat omelet kemudian menyuruhku memotongnya tipis,aku pun menurutinya.

“Woah….” aku mengangakan mulutku melihat beberapa lauk pauk yang disediakannya.Meski lauk pauknya beragam tapi takarannya sangat sedikit.Ia menaruh mangkuk besar di depanku kemudian ia duduk disampingku.

“Nasi campurkah?”

“Hmm…”

Kulihat ia memasukkan semua lauk itu dan memasukkan beberapa bumbu pelengkap terasuk bubuk cabai.Ia mengambil sendok kayu disampingnya kemudian memberikannya kepadaku.

“Aduk!” suruhnya.

“Aish….dasar laki-laki beruntung!” gerutuku terkekeh seraya mengduk adonan nasi campur ini,ia pun juga ikut tertawa membuat matanya semakin menyipit saja.

“Suapi aku!” suruhnya setelah aku selesai mencampur bimbab itu.Dengan senang hati aku pun menyuapinya.Dan lelaki itu langsung mengangkat sebelah tangannya dan bergoyang seperti anak kecil.

“Hah…tingkah macam apa itu.Enak tidak?”tanyaku.

“Tentu saja enak” dia merebut sendok kayu itu den menyuapkan nasi sangat banyak kedalam mulutku.Tunggu…aku perlu waktu untuk dapat mencerna situasi ini.Bukannya ini tadi sendok bekas Seok Jin?! Itu artinya…..

“Enak tidak?” tanyanya yang tersengar samar-samar.Seketika wajahku memanas dan mungkin saja terlihat merah.Dia memegang daguku dan mengatupkan mulutku.Hal itu membuatku tersadar dari lamunanku.

“Kunyah!! Jika mulutmu terbuka seperti ini nanti nasimu jatuh semua.Aish…menjijikkan” kesalnya.Aku pun mengunyah nasi yang memenuhi mulutku dan dengan susah payah aku menelannya.Dia benar-benar keterlaluan menyuapkan nasi sebanyak itu.Tapi yang lebih keterlaluan dia menyuapiku dengan sendok yang sama.

“Aku tahu aku berada diantara cantik dan tampan,jadi jangan terlalu iri sampai memandangiku seperti itu” ucapnya kemudian menyuapkan seseondok nasi kedalam mulutnya.

“Yah….kenapa tadi kau menyuapi ku dengan sendok it-” dia menyumpalkan sesuap nasi kedalam mulutku.LAGI!!

Wae? Masih untung aku membuatkan nasi,dari pada kau makan ramyeon”

“Aish…Jinjja..” gerutuku kemudian beranjak mengambil satu sendok kayu untukku dan kembali duduk ditempat dudukku.Kulihat Seok jin menatapku sengit.

“Yah,Waee-eump!” dia menyumpalkan sesendok nasi kepadaku.Aku mengunyahnya dengan kesal.Ia tertawa renyah melihat pipiku yang menggembung menyerupai hamster.

“Uwuq qou yu!!(Awas kau ya!!)” gerutuku dengan suara anehku karena banyaknya nasi didalam mulutku.Aku hendak membalasnya,dan aku menyumpalkan sekepal nasi kedalam mulutnya.

“Yu! Burununyu kou mumbuluq qu! (Ya! Beraninya kau membalasku)” gerutunya begitu lucu kudengar.Ia menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutku aku pun juga melakukan itu kepadanya.

“Aaaa!! Eum~” seru kami bersama seraya saling menyuapi.

Beberapa menit kemudian setelah kami selesai makan malam….
Kami terkapar lemas di atas sofa karena kekenyangan.

“Aigo~ Perutku seperti ingin meledak” gerutunya.

“OoOoh~ aku juga” rengekku.

“Ya!” dia menegakkan badannya untuk duduk,aku pun ikut menegakkan badanku dan menatapnya heran.Menunggu kalimat selanjutnya.

“Kau masih ingat apa yang pernah kita lakukan semasa kecil dulu?”

“Hmm…beberapa” tiba-tiba jantungku berdebar.Aku jadi teringat diary masa kecilku yang aku baca seminggu yang lalu.Halaman pertama yang menunjukkan jika First Love-ku adalah Seok Jin.Aneh ya,padahal aku masih lima tahun tapi sudah merasakan cinta.Cinta monyet,yah hanya itu.Terlihat jelas karena ku menulisnya dengan kalimat dan kata-kata yang terbilang sangat polos khas anak lima tahunan.

“Kau ingat yang ini? Dulu keluarga kita seriiiiing sekali berwisata bersama.”

“Ehm….dan sekarang hanya kita yang tersisa dirumah masing-masing” jawabku lesu.

“Kalu kau,apa yang kau ingat? Bagaimana kalau begini.Jika kau mengatakan apa yang tidak bisa kuingat,aku akan memberimu apa yang kau mau”

“Waa!! Jinjja? Ehmm….tapi kau sudah memberiku banyak barang.Kan aku jadi sungkan hehehe…”

“Ya sudah.Apa kau ingin berfoto dengan Taehyung huh? Ah iya! Ada hubungan apa kau dengannya.Aku pernah melihat postingan foto anak itu bersamamu”

“Yaaa! Itu tidak sengaja.Taehyung saja yang tiba-tiba datang dan meminta foto bersamaku.Dia bilang sih FANku~” ucapku seraya mengibaskan rambutku.Dia mendecih.Aku langsung memelototinya.

“Yah Waeee?” tanyaku kesal

“Oke-oke…sekarang katakan.Apa yang kau ingat tentang masa kecil kita dulu.Ingat! harus kejadian yang aku lupa.”

“Hmm…..Kita pernah makan bersama,minum coklat panas bersama saat musim dingin,kau memakan habis kue ulangtahunku dan aku menangis-”

“Ya! Ya! Ya! Kau terlihat tidak serius”

“Aku serius”

“Kalau begitu yang benar! Aku masih mengingat itu semua”

“Hmm….apa ya? Kiitaaa….kita pernah mandi bersama?”

Hening….

Samar-samar aku melihat wajahnya bersemu merah.Beberapa detik kemudian aku baru menyadari apa arti dari kalimat yang baru saja terlontar dengan tidak begitu elitnya dari bibirku.

“Ya sih,tapi bisakah kau tidak mengucapkannya se-frontal itu?”

“A-apa? Aku tidak mengucapkan apa-apa kok.” Jawabku kikuk.Aku merasakan wajahku memanas,aku mengibaskan tanganku mengipasi wajahku.Aku meliriknya yang masih dengan wajah memerahnya.

“YA! Apa yang kau lakukan?! Cepat pulang sana!!” usirku kemudian menariknya paksa untuk keluar dari rumah.Saking malunya.Dia terus memberontak tapi masih dengan wajah memerahnya.Aneh!! Dia memang aneh! Apa dia memikirkan hal yang aneh-aneh karenaku.

ANDWE!!!” pekikku menutup pintu rumahku setelah mengusirnya keluar.Kudengar ia terus berteriak memanggil namaku seraya menggedor-gedor pintu rumahku.Aku menutup telingaku dan mengacak rambutku.

“Yah…kyurin-ah tas dan sepatuku ketinggalan didalam!”

“TIDAAAKK!!”

***

Saat berangkat sekolah.Seperti biasa kami menunggu bus di halte,tapi bedanya.Kali ini ia menjaga jarak dariku seraya memakan sandwichnya dan menatapku sebal.Dia mendekat perlahan lalu mengulurkan tangannya memberikan sebuah pisang kepadaku.

“Untukmu! Kau harus makan buah juga” ucapnya dengan nada ketus yang terdengar aneh.

Go-gomawo” ucapku canggung.Hah…kenapa suasananya kembali canggung seperti ini.

30 menit kemudian bus yang kami tunggu belum juga datang.Hanya ada beberapa bus saja yang datang tapi sudah penuh sesak.Demi ketidak terlambatan kami,aku dan Seok Jin memasuki bus itu.Dan posisi kami sekarang berdiri,berdesak-desakan diantara orang-orang yang hendak pergi bekerja dan parahnya.Wajahku berhadapan tepat dengan tubuh Seokjin yang menghadapku.

“Yah,apa yang kau lihat.Dasar byuntae” gumamnya sangat pelan,namun masih bisa kudengar.Aku menatapnya geram.Tiba-tiba saja bus berhenti mendadak.Terdengar pekikan yang serentak dari para penumpang juga aku.Tubuhku terdorong dan sontak aku memeluk Jin.

‘Astaga,kenapa harus seperti ini?!’ teriakku frustasi dalam hati.

***

Author pov

Sojin sedang berdiri menghadap seorang lelaki bertubuh tinggi tegap.Lelaki itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.Dengan penampilan dan tatanan seragam yang begitu buruk bagi seorang pelajar.Lelaki itu memandang remeh Sojin.

“Jadi aku dibayar berapa?” tanya lelaki itu kepada Sojin.

“Aish.” Desis Sojin mengeluarkan sebuah cek dengan jumlah uang yang begitu besar.Lelaki itu langsung saja merebut selembar cek itu dari tangan Sojin.

“WOW!” gumam lelaki itu lalu memandang Sojin.

“Ingat! Lakukan apa yang kukatakan tadi.”

Yes! Baby~” ucap lelaki itu dengan nada genit lalu mencolek dagu Sojin,dengan cepat Sojin menepis jemari lelaki itu dan pergi meninggalkan tempat tersebut.

***

Didalam kelas.Kyurin sedang serius memperhatikan pelajaran dan mencatat materi penting di buku tulisnya.Tanpa gadis itu sadari,seseorang tengah memandanginya.Lelaki itu terus tersenyum,perasaannya begitu damai ketika melihat Kyurin.

Im Jaebum,lelaki yang duduk dibangku sebelah bangku Kyurin.Lelaki itu menepuk pipinya sendiri ketika menyadari dirinya tengah tersenyum sendiri seperti orang gila.Kyurin menoleh kesamping.

“Tidak-tidak! Aku tidak boleh seperti ini” gumam Jaebum begitu pelan.Kyurin mengedipkan matanya kebingungan,namun di detik kemudian gadis itu kembali fokus dengan materi yang diterangkan.Sedangkan Jin yang berada di bangku paling depan terus mengawasi Kyurin kemudian menatap benci Jaebum yang ia tahu tengah memandangi Kyurin.

***

Bel istirahat telah berbunyi.Saat guru sudah keluar dari kelas,semua murid langsung berhambur keluar untuk menyerbu kantin.Berbeda dengan Jaebum yang langsung menghampiri Kyurin membuat gadis itu terbingung.Jin menata bukunya sambil terus mengawasi gerak-gerik Jaebum.

“Ada apa?” tanya Kyurin.

“Kau mau kekantin?” tanya Jaebum basa-basi.Kyurin mengangguk seraya memasukkan buku-bukunya kedalam tas.Kemudian meletakkan tasnya di atas bangkunya.

“Mau pergi bersama?” tawar Jaebum.

Tap! Tap! Tap!

Sreet!

“Appoo!YAK!” pekik Kyurin kesakitan saat Jin menarik lengannya,dan membawa gadis itu pergi keluar dari kelas.

“Cih….aku baru saja ingin mulai.Tapi dia sudah terpancing seperti itu.Ini menarik” gumam Jaebum lalu tersenyum miring.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Satu respons untuk “EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s