EYE CONTACT || BTS JIN FANFICTION || CHAPTERED || PT.3


Eye Contact

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

 “Hanya dari bertatapan mata dengannya saja aku sudah mulai menyukainya.Perasaan yang tidak dapat kutemukan dari laki-laki lain.Jatuh cinta dengan tetangga itu membuatku gila.Bertemu setiap hari tetapi hanya dapat saling menyapa dan melakukan kontak mata.Akankah cintaku bertepuk sebelah tangan?”

***

“Sepertinya pinggangku sakit” keluh Jin,semuanya pun tertawa.Namun Jin tak menghiraukannya dan terus menggumamkan hal-hal aneh.

Hyung harus jaga kesehatan” ucap Namjoon seraya memberikan botol madu hangat kepada Jin.Jin menerimanya seraya memegangi kepalanya.

“Iya,tadi saat bermain basket dengan kalian mendadak aku merasa sesak dan rasanya seperti ada yang menjambak rambutku.Sshh…itu sangat sakit.”

-Ada apa dengan ku?-

Pt.3                        

Tak lama kemudian iPhone Jin berbunyi.Awal-awal Jin mengangkat iPhonenya dengan malas,namun langsung duduk dengan tegap ketika mengetahui itu adalah telefon dari ayah Kyurin.

Ne,yeoboseo…

‘…..’

“Apa? Kyurin belum pulang?” ucap Jin terkejut seraya memandang teman-temannya yang juga mendadak diam mendengarkan perkataan Jin.

“Saya juga tidak melihat Kyurin semenjak jam istirahat tadi.”

‘…..’

“Baik-baik.Saya akan bantu cari” ucap Jin kemudian mengakhiri panggilannya.

Hyung ada apa?” tanya Suga.

“Kyurin belum pulang,aku akan mencarinya-”

Hyung butuh pinjaman mobil?” tawar Taehyung seraya berpose memamerkan kunci mobilnya.

Ani.Jungkook-a aku pinjam motormu” ucap Jin,Jungkook pun langsung melemparkan kunci motor sportnya kepada Jin.

“Jangan ngebut ya hyung,itu motor baruku~” ucap Jungkook mengingatkan dan Jin pun mengangguk dan langsung berlari meninggalkan tempat itu.

Hyung,nanti antarkan aku pulang ya” ucap Jungkook kepada Taehyung yang sedang menunduk *dengan awan hitam serta hujan deras diatas kepalanya

Jungkook menyenggol lengan Taehyung,seketika Taehyung langsung bertekuk lutut disamping Jungkook.
“Huaaa~ baru kali ini dia melolak tawaranku!” rengek Taehyung.

“Eh…?” gumam Jungkook tidak mengerti.

“Kasihan~ Makannya jangan sombong!” sinis Suga.

***

Jin pov

Aku menunggu pintu lift yang kumasuki ini berhenti di lantai satu seraya terus memikirkan dimana keberadaan Kyurin.Aku mencoba menghubunginya,tapi tidak berhasil.Aku mencoba mengiriminya pesan lewat pesan,tetapi tidak ada respon darinya.

-Tidak ada satu pesan pun yang terbaca-

‘Kyurin belum pulang kerumah,jika tidak ada disekolah,mungkin dia masih berada di halte.Baiklah,aku akan pergi ke halte dulu’
Pintu lift terbuka.Aku sempat terkejut karena seorang gadis bediri dengan kepala menunduk.Gadis itu mendongak kemudian memandangku dengan pandangan gelisahnya.Dia memberikan sesuatu kepadaku.Sepatu ini kan….

“Dari mana kau dapatkan ini?”

“….” gadis itu hanya terdiam memandangiku saja.Ada apa dengannya?batinku.

“Hey,cepat jawab aku! Dimana gadis yang pemilik sepatu ini?!” karena kehabisan kesabaran aku membentaknya,tidak ada cara lain.Aku begitu khawatir dengan Kyurin kali ini.

Perlahan gadis itu megeluarkan sesuatu seperti buku note kecil kemudian menulis sesuatu dengan penanya.Gadis itu memperlihatkan tulisan tangannya kepadaku.Apa dia benar-benar bisu?

‘Sojin dan si kembar melakukan sesuatu kepada gadis itu.Aku hanya mendengar jeritan gadis itu dari dalam toilet karena si kembar melarangku masuk’ tulisnya

“Apa? Jadi ini ulah Sojin dan teman-temannya?!”

Gadis itu kembali menuliskan sesuatu pada note miliknya.

‘Benar,mereka juga yang membuang sepatu ini di tempat pembuangan sampah dibelakang sekolah.Aku melihatnya jadi aku mengambil sepatu ini’

“Lalu dimana Kyurin sekarang?”

‘Aku tidak tahu.Saat aku ingin menolongnya,toilet sudah tidak dikunci.Mungkin seseorang telah menolongnya’

“Benarkah?”tanyaku.Gadis itu mengangguk.

“Baiklah terimakasih…emm..” siapa namanya?Bahkan aku sepertinya tidak mengenal gadis ini.Gadis itu menunjukkan nametag nya.

“Ah! Terimakasih Mong Jieun.Aku pergi mencari Kyurin,terimakasih sepatunya.Lain kali aku akan mentraktirmu!” ucapku seraya berlari meninggalkannya.Gadis itu tersenyum seraya mengacungkan kedua jempolnya.

***

Author pov

Kyurin sedang berjalan gontai menyusuri jalan menuju rumahnya.Penampilannya begitu berantakan.Berjalan tanpa alas kaki,seragam yang masih sedikit basah,dengan wajah pucat dan rambut yang masih basah yang menambah penampilan
menyedihkannya.

Sebenarnya bisa saja tadi Kyurin mengganti seragamnya dengan dengan seragam cadangan yang ia bawa.Namun Sojin dan kedua temannya juga terlanjur membasahi seragam cadangannya yang berada didalam loker.

Perlahan Kyurin memasuki rumahnya dengan tatapan kosong.Ibu dan ayah Kyurin yang berada didalam rumah langsung menghampiri Kyurin.

“Kau dari mana saja nak?” tanya sang ibu.

“Aku…baru pulang sekolah” dusta Kyurin.

“Sekolah itu memiliki jam yang lebih singkat dari sekolah mu yang dulu,seharusnya kau pulang sekitar jam empat.Kenapa baru pulang
sekarang?”

“A-aku main ke rumah temanku hehehe…” lagi-lagi Kyurin berbohong seraya tertawa.

“Jawab yang jujur!!” bentak sang ayah membuat Kyurin menunduk dalam.

Yeobo…jangan seperti itu!” ucap ibu Kyurin kepada sang suami kemudian kembali memandangi Kyurin dan memegangi bahu Kyurin.

Ommo,kenapa wajahmu pucat? Bajumu juga basah,kau bisa masuk angin kalau begini! Cepat mandi dan ganti bajumu.Ibu akan menyiapkan makan malam untukmu”ucap sang ibu dengan nada lembut.Kyurin pun tersenyum kemudian mengangguk.

Gomawo!! Aku akan mandi secepatnya!!” seru Kyurin tersenyum senang.

***
Seusai mandi.Kyurin berjalan menuju ke salah satu sudut ruangannya untuk mengecek apakah baterai iPhonenya sudah terisi penuh?

“Eh? Banyak sekali” gumam Kyurin saat melihat banyaknya panggilan dari Jin.Beberapa detik kemudian Kyurin mengendikkan bahunya,kemudian membawa iPhonenya dan turun ke lantai bawah untuk makan malam.

“Waaah….sepertinya enak!” Kyurin berdecak kagum melihat beberapa makanan yang tersaji di atas meja makan.Sementara ibu dan ayahnya sedang memandanginya heran namun kembali melanjutkan acara makan mereka.Kyurin pun juga ikut makan.

“Bagaimana hari pertamamu di sekolah?” tanya sang ayah,membuat Kyurin menghantikan kunyahannya.

“Sangat menyenangkan.” Jawab Kyurin seraya tersenyum miris.

Yeobo! Tidak baik berbicara saat makan.”

Mendengar tentang sekolah baru,hal itu mengingatkan Kyurin tentang perlakuan Sojin dan teman-temannya beberapa jam yang lalu.

‪Flashback‬

“Hajima!!!” pekik Kyurin saat Sojin hendak menyiram seragam cadangannya.Namun Sojin tak mengindahkan perkataan Kyurin dan membasahi seragam,tas beserta buku-buku yang dibawa Kyurin.Sementara Kyurin tak dapat berbuat apa-apa karena kedua lengannya digenggam erat oleh si kembar.

“Hahaha….ini barang-barangmu.Aku sudah baik mengambilkannya dari kelasmu dan membawanya kemari.” Sinis Sojin menendang tas Kyurin.

Dan mereka semua meninggalkan Kyurin dan mengunci Kyurin didalam toilet.Mendengar suara pintu terkunci Kyurin langsung berlari dan memcoba membuka pintu tersebut namun tak berhasil.

“Yaaah!! Buka pintunya!!!”Kyurin terus berteriak minta tolong namun tak ada satu pun yang mendengarnya.

Sampai tiga jam Kyurin berada didalam sana.Barulah seorang tukang bersih-bersih membuka pintu toilet itu dan menyelamatkan Kyurin.

Kyurin tak tahu apa yang akan terjadi kepadanya bila tak ada yang menolongnya saat itu.Ia sangat berterima kasih kepada tukang itu karena telah menolongnya.Namun sayangnya Kyurin kehilangan sepatunya,dan saat itu juga ia mulai menangis.

“Apa yang harus kukatakan kepada Seok Jin?” lirihnya

Flashback off‬

Kyurin menggenggam erat sendok supnya.Namun sebuah pesan masuk pada iPhonenya membuatnya tersadar dari lamunannya.SeokJin.

“Ibu,ayah…aku keluar dulu ya…”

“Makananmu belum habis nak”

“Aku sudah kenyang”

***

Setelah membuka pesan dari Jin,Kyurin langsung berlari keluar dari rumahnya.Saat membuka pintu gerbang rumahnya ia terkejut melihat Jin tengah bersandar pada motor sport hitam dibelakangnya.

“Untuk apa kau datang kemari?”

Jin berjalan mendekat kearah Kyurin dan menangkup pipi Kyurin kemudian memutar tubuh Kyurin memeriksa kondisi gadis itu.

“Kau tidak apa-apa? Apa yang sojin lakukan kepadamu?”

“A-apa sih?” elak Kyurin mendorong Jin.Lelaki itu menghela nafasnya.

“Jujurlah…katakan kepadaku….” tutur Jin memegang bahu Kyurin.Gadis itu menatap mata Jin sekilas sampai beberapa saat kemudian Kyurin menunduk.Jin kembali menghela nafasnya,ia tahu gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu.

“Apa yang kau lakukan sampai mereka mengganggumu?”

“Mereka tidak menggangguku-”

“Mereka mengganggumu!” bentak Jin memotong perkataan Kyurin dan membuat gadis itu menatap Jin shock,karena ini pertama kalinya Jin membentaknya.

“Lalu dimana sepatu dariku?”

“I-itu…ada di-didalam rumah-” lagi-lagi kata-kata Kyurin terpotong karena Jin menunjukkan sepasang sepatu miliknya.

“Didalam rumah katamu? Sojin melukaimu bahkan membuang ini ke tempat pembuangan sampah dan kau masih saja membelanya?”

“…..” Kyurin sudah kehabisan kata-katanya sekarang.Yang dapat ia lakukan hanya menunduk menyembunyikan air matanya yang sudah mengalir di pipinya.Jin membungkukkan badannya agar dapat memandang wajah Kyurin.

“Jangan menangis aku akan melindungimu”ucap Jin tulus.Lima kata itu berhasil menarik Kyurin ke bayangan masa lalunya.

Flashback

Saat itu Kyurin masih berumur sekitar 7 tahunan,Kyurin,Jin dan Seungwon sedang bermain bersama.Mereka bermain petak umpet didalam rumah Jin dan Kyurin sedang bersembunyi dibawah meja ruang keluarga.

Claar!!

Tak sengaja Kyurin menyenggol guci kesayangan ayah Jin.Seungwon dan Jin pun datang menghampiri Kyurin yang sedang mengumpulkan pecahan dan serpihan guci itu dengan tangan berlumuran darah seraya menangis terisak.

“Yaa! Bagaimana kau bisa melakukan ini?” ujar Jin

“Ini salah nuna loh ya! Aku tidak ikut-ikut!” ucap si nakal Seungwon kemudian pergi meninggalkan mereka.

Jin berjongkok disebelah Kyurin kemudian memegang kedua pergelangan tangan Kyurin,Jin memandangi darah dan beberapa sepihan kaca yang menancap pada tangan Kyurin.

“Jangan menangis aku akan melindungimu”ucap Jin lembut seraya memandangi Kyurin yang terus saja menangis.

“Aku…hiks…menjatuhkan guci ayahmu….” ucap Kyurin disela tangis isaknya.

“Tidak papa.Aku tidak akan mengadukanmu.Kajja aku antar pulang” ucap Jin kemudian menuntun Kyurin pulang ke rumahnya.

“Ommo! Kyurin ada apa dengan tanganmu nak”panik ibu Kyurin saat Kyurin dan Jin masuk ke rumah Kyurin.Mereka berdua pun hanya diam saja.Namun setelah Jin pulang Kyurin baru mulai bercerita dengan jujur dari awal sampai akhir cerita.

“Mulai sekarang jangan berteman dengan Jin lagi.Seokjin tidak pantas untukmu”

“Kenapa ayah?”

“Jangan terlalu berharap.Tapi kelak itu akan menjadi keputusanmu sendiri”

Flashback off

Kyurin kembali menatap Jin yang kini masih tetap menatapnya.Kyurin menurunkan kedua tangan Jin yang menyentuh bahunya.Kyurin tersenyum.

“Hey,kami hanya bermain.”

“Kau bohong lagi ya?”

“Tidak kok! Kami hanya bermain truth or dare dan aku kalah.Tapi waktu itu aku mendadak sakit perut.Apakah aku harus menceritakan proses mulesnya?”

“YA! YA! YA! Jangan ceritakan yang itu!!”

“Hahaha…..kau sih.Sok serius,lagi pula aku tidak papa kok.Mereka baik kepadaku,mereka menungguku agar tidak ada yang masuk dan mendengar jeritan mules ku didalam toilet”

“Menjijikkan!” sinis Jin.

“Ini sepatumu!”ucap Jin memberikan sepatu itu kepada Kyurin.

“Mu-mungkin aku tidak akan memakai sepatu ini di sekolah.”ucap Kyurin.

Wae?!

“Sepatu ini bagus.Aku tidak tega mengotorinya.”ucap Kyurin polos.

Aigooo~”Jin mengacak rambut Kyurin dengan gemas.

“Baiklah kau pulang sana.Eh iya,motor siapa ini?”

“Motor baruku!” dusta Jin dengan bangganya.

“Hmm…lumayan~” ucap Kyurin dengan raut bosannya.

“Yasudah aku masuk dulu ya.” Pamit Kyurin dan Jin mengangguk seraya tersenyum.Kyurin pun menutup gerbang rumahnya.Mendadak Jin menjadi terlihat murung dan seperti memikirkan sesuatu.Namun pada akhirnya Jin menepis pikiran-pikiran anehnya dan menyalakan mesin motor Jungkook dan membawa motor itu masuk ke rumahnya.

***

Sudah jam 11 malam tapi Jin belum dapat memejamkan matanya sejenak untuk tidur.Lelaki itu terus saja mengubah posisi tidurnya yang benar-benar tidak nyaman untuknya.Kenapa? Setiap ia memejamkan matanya ia selalu saja diganggu dengan rasa penasarannya dengan kondisi Kyurin.

“ARGGH!!! Aku ini kenapa!!” Jin menggeram seraya bangun/duduk seraya meremas selimutnya.

“Kenapa aku merasa dia membohongiku”

“Aish!! Kenapa aku selalu memikirkannya?!! SEOKJIN TIDUR!! INI SUDAH MALAM!! APA KAU TIDAK MERASA LELAH?!” kesalnya kepada dirinya sendiri

Sementara ditempat Kyurin,tepatnya dikamar Kyurin.Sama halnya dengan Jin,gadis itu terus saja merubah posisi tidurnya tanpa dapat merasakan mengantuk sedikitpun.Ia terus saja memikirkan sikap Seok Jin kepadanya.

“Harusnya kau tidak bersikap terlalu baik kepadaku”

PEREMPUAN PENGGODA SEPERTIMU TIDAK PANTAS DENGAN LAKI-LAKI SESEMPURNA KIM SEOK JIN!!

Tiba-tiba kalimat makian dari Sojin terlintas dibenaknya.

“Karena aku tidak pantas untukmu”

***

Keesokan harinya saat disekolah,saat Kyurin berjalan menyusuri koridor semua murid yang berada disana menatapnya sinis seraya berbisik-bisik.

‘Ayahnya hanya seorang sekertaris’

‘Benarkah?!’

‘Iya,ibunya juga hanya pemilik cafe’

‘Wah,sebesar apa nyalinya menggoda Jin’

‘Dengar-dengar,bukan hanya Jin yang digodanya,tetapi semua anggota bangtan digodanya’

Kurang lebih seperti itulah,hal-hal yang di dengar Kyurin.Tiba-tiba saja seseorang melemparnya dengan sekotak susu yang sudah dibuka hingga susu itu membasahi baju Kyurin.Pandangan Kyurin menjadi kosong dan gadis itu menghentikan langkahnya.Suasana pun jadi hening.

Heol~ apa yang akan ia lakukan selanjutnya?” sinis Sojin melipat tanganya menghadap Kyurin.Kyurin menunduk.Sojin memegang dagu Kyurin dan mendongakkan wajah kyurin.

“Dasar murahan.Sudah menggoda SeokJin sekarang kau berani mengadu kepadanya juga ya!”

Mong Jieun yang melihat itu hanya dapat mengintip dari balik tembok,gadis itu sangat ketakutan.Sojin mendorong Kyurin hingga gadis itu mundur beberapa langkah.Sojin menepuk tangannya seperti mengisyaratkan sesuatu kepada si kembar.Dan benar saja,mereka melempar Kyurin dengan kotak-kotak susu itu.

“Kau sudah sarapan? Apa kau mau telur mentah?” sinis Sojin kemudian melempar telur mentah itu kearah Kyurin.

Tak!!

Terdengar helaan nafas terkejut dari penjuru koridor.Bagaimana tidak? Telur mentah yang dilempar Sojin bukan mengenai Kyurin seperti yang ia bayangkan,bahkan Sojin langsung mengangakan mulutnya terkejut.Kyurin yang merasakan seseorang memeluknya pun membuka matanya dan melihat siapa yang kini sedang memeluknya.

Gwenchana?” tanya Jin memandang Kyurin.

“Se-seok jin?” gumam Kyurin.

“Se-se-seok jin,ma-maafkan aku!! Aku tidak sengaja!” panik Sojin.

Kyurin mengangguk menandakan bahwa ia baik-baik saja.Jin pun melepaskan pelukannya dan memandang Sojin sinis.Sedangkan Sojin memberikan sapu tangannya kepada Jin.Semua murid yang menyaksikan itu langsung kembali ke kegiatan masing-masing karena kehadiran Seok Jin yang notabene adalah sunbae yang paling ditakuti jika lelaki itu sedang terbawa emosi.

“I-ini untuk membesihkan-”belum selesai meneruskan kalimatnya Jin sudah menepis tangan Sojin.

“Untuk apa kau melakukan ini kepada murid baru? Kau ingin sekolah kita tercemar hah?!”

“Bu-bukan itu maksudku oppa”jawab Sojin terbata.

“Jadi kau sengaja melakukan ini?!” sinis Jin,kemudian mencengkram pergelangan lengan Sojin dan menarik gadis itu.

“Ikut aku ke ruang konseling,KALIAN BERDUA JUGA IKUT AKU!!” bentak Jin kepada si kembar bermarga Baek itu.Karena dipelototi oleh Sojin yang ditarik Jin si kembar pun berlari mengikuti Sojin.Sedangkan Kyurin masih mematung ditempatnya.

Jungkook yang kebetulan melewati koridor itu berhenti sejenak ketika melihat Kyurin.Dengan raut wajah yang sedikit kebingungan Jungkook pun langsung menghampiri Kyurin.

Anyeong nuna!” seru Jungkook.

“Eh?” gumam Jungkook kemudian karena melihat Kyurin menangis.Tak lama kemudian Taehyung dan Jimin berlari kencang *seperti tukang copet yang dikejar polisi melewati mereka.Dua makhluk itu juga terlambat,sama halnya dengan Jungkook.

Namun kedua manusia itu kembali mundur setelah melihat Jungkook dan Kyurin.

“Ada apa ini?” tanya Jimin.

“Ya! Kyurin-a kau kenapa?!” panik Taehyung kemudian Taehyung memandang Jungkook horror.

“YAH MAGNAE APA YANG KAU LAKUKAN KEPADANYA?!!”

“HEY HYUNG BUKAN AKU YANG MEMBUATNYA SEPERTI ITU! Hyung jangan asal ngomong deh!” kesal Jungkook.

“Eh benarkah?”

“Hmm….nuna kajja!” ajak Jungkook menuntun Kyurin berjalan.

***

Kyurin sudah mengganti bajunya di ruang bangtan.Kini Taehyung yang membolos pelajaran pertama sampai pelajaran ke empat sedang duduk bersantai diatas sofa empuknya seraya membaca komiknya,sedangkan Jin sedang duduk menginterogasi Kyurin yang duduk didepannya.

“Kau berbohong jika kalian hanya bermain permainan ‘truth or dare’ itu.Apa maksudmu berbohong kepadaku?”

“Aku hanya tidak ingin membesar-besarkan masalah i-”

“Kau tidak percaya padaku?!” bentak Jin membuat Kyurin terkejut,bahkan Taehyung juga.Taehyung terus memandangi komiknya namun tetap fokus mendengarkan pembicaraan mereka.

Kyurin hanya diam saja.Jin menghela nafasnya.Beberapa detik kemudian Kyurin mengangkat wajahnya memandang Jin yang juga memandaginya.

“Aku percaya kepadamu karena kau baik kepadaku.Jadi aku ingin melakukan yang terbaik agar kau tidak ikut terkena masalah yang kubuat.Aku tidak ingin membuatmu melakukan sesuatu hanya untuk menolongku,aku ingin membuktikan bahwa aku dapat menyelesaikan masalahku sendiri.APA AKU SALAH?”

“Tentu!”

“Huh..mworagu?!”

“Tentu kau salah! Aku punya hak untuk melakukan sesuatu karena aku juga termasuk di dalam masalah ini.Mereka melakukan hal itu karena aku.Jadi sudah seharusnya aku menyelesaikan masalah ini.”
Kyurin benar-benar kehabisan kata-kata sekarang,yang ia lakukan hanya dapat menunduk kemudian memandang kearah lain.Jin terus memandangi Kyurin yang sepertinya mata gadis itu mulai berkaca-kaca.

“Tae,bukumu terbalik.” Ujar Kyurin mengalihkan pembicaraan.Taehyung yang sedang melamun langsung tersadar dan salah tingkah karena komik yang ia pegang terbalik.Kyurin kembali melirik Jin.

“Aku pergi.” Ucap Kyurin kemudian beranjak mengambil tasnya dan pergi keluar dari ruang pribadi milik anggota bangtan.Setelah pintu kembali tertutup.Jin menghela nafasnya dan membaringkan tubuhnya diatas sofa dengan memejamkan matanya.Beberapa detik kemudian bel istirahat terdengar.

Hyung,mau makan siang bersama?” tawar Taehyung hati-hati takut jika Jin akan memarahinya.

“Tidak,kau duluan saja”jawab Jin singkat.
“Eum…baiklah.Nanti hyung menyusul ya.”ucap Taehyung lagi namun tak ada jawaban dari Jin.Taehyung pun keluar dari ruangan itu tanpa suara.

***

Kini anggota bangtan minus Jin,sedang mengawasi Kyurin yang sedang makan sendirian di kantin.Mereka jadi tambah was-was ketika Sojin dan kedua temannya datang kemudian berlutut didepan samping Kyurin.

“Hey,sojin itu sudah gila ya.Apa dia sedang bersandiwara?” gumam Suga.

“Kelihatanya~” sahut Taehyung.

“Itu Jin hyung! Itu Jin hyung!” bisik Jungkook seraya menunjuk Jin yang memasuki kantin kemudian mengambil jatah makan siangnya.Jin duduk diantara mereka berenam.Mendadak suasana menjadi canggung.

“Ayo makan”ucap Jin dingin.Suasana hening.

“Ya-ya! Apa yang kalian lakukan cepat makan” suruh Namjoon.Dan semuanya pun kembali makan terkecuali Jin yang sedang menatap Kyurin tajam.Gadis itu langsung memalingkan mukanya.

“Jangan seperti ini.Aku sudah memaafkan kalian kok.” Ucap Kyurin lembut seraya ikut berlutut.Sojin sedikit melirik kearah meja bangtan sekilas,sampai kemudian ia kembali memelaskan wajahnya.

“Ah…kyurin gomawo.Kau memang gadis yang baik.Aku benar-benar minta maaf” ucap Sojin memeluk Kyurin,membuat gadis itu sempat terkejut.Namun perlahan Kyurin membalas pelukan Sojin.

Ne,gwenchana.”ucap kyurin tulus.Sojin melirik kedua temannya.

“Kyurin,kami juga minta maaf” ucap si kembar.

“Iya” jawab Kyurin sambil melepas pelukan Sojin.Kemudian mereka berempat berdiri.

“Boleh kami ikut makan di meja ini?” tanya Sojin.

“Boleh.Ini kan tempat umum.”jawab Kyurin seraya sedikit tertawa.

“Baiklah,tunggu disini ya! Kami akan mengambil makan siang kami dulu.” Ucap Sojin menggandeng si kembar pergi.

Hyung! Hyung! Sadar Hyung!! Astaga!!” panggil Taehyung kepada Jin yang terus memandang kearah Kyurin.

Hyung!! Apa hyung kemasukan setan?!” panggil Jimin seraya menepuk kedua tangannya didepan wajah Jin.

Hyung!! Hyung menelan sendok lagi ya?! Cepat muntahkan!!” panggil Jungkook mengguncangkan bahu Jin.Sedangkan Namjoon,Yoongi dan Hoseok hanya diam melihat keempat temannya yang bertingkah aneh.

“Eh? Apa?” gumam Jin setelah sadar dari lamunannya.Mereka berenam pun langsung menghela nafas lega.

“Untunglah Hyung tidak papa~” guman Taehyung,Jungkook dan Jimin.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s