HONEY or POISON|| BTS JUNGKOOK || ONESHOOT


 

Tittle : Honey or Poison | Author : ChaCha | Cast : Jeon Jungkook & Ahn Jinhye | Genre : School life,romance,hurt/comfort | Ratting : Pg-13 | Leght : Oneshoot

.
.
.

“Anyeonghaseo, Jeon Jungkook ibnida!”

Perkenalan singkat oleh seorang namja tampan didepan kelas itu menjadi awal dari cerita sang namja dengan seorang yeoja cantik yang menjadi pusat pehatian Jungkook. Seorang gadis yang membuatnya merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakannya.

Kenangan-kenangan saat pertama kali Jungkook mengenal gadis bernama Ahn Jinhye itu, tanpa sadar membuat Jungkook tersenyum. Gadis yang menjadi sahabat baiknya. Seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan damai.

Jungkook pov‬

Secangkir kopi hangat tidak dapat mengurangi keresahanku. Sudah hampir 1 jam aku mengunggunnya dengan harapan ‘Dia akan datang kemari’. Tempat terakhir dimana Jinhye dan aku bertemu. Di sebuah kedai kopi di tepi jalan raya. Yah, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu kejadian terakhir itu. Kejadian yang membuatku patah hati dan membuat hubungan kami menjadi canggung.

Waktu terus berjalan, 30 menit telah berlalu. Tapi sosok yang kurindukan itu belum juga tiba. Aku masih duduk ditempatku, meja nomor 5. Meja yang sama dengan yang dulu biasa kami tempati. Kenangan itu terlintas di benakku bagitu saja.

Saat itu, kami masih sama-sama kelas satu SMA. Kami terlambat pulang dari sekolah karena adanya pelajaran tambahan. Kami berjalan bersama dengan riang. Kami berhenti didepan kedai kopi ini untuk memesan kopi seraya beristirahat sejenak.

Waktu itu suasananya sedang sangat mendukung. Aku pun menyatakan perasaanku dan mencoba untuk membuatnya menjadi yeojachinguku. Namun sayangnya dia menolakku. Hal itu membuatku sangat shok. Dia mengatakan jika akan lebih baik jika kami berhubungan seperti itu saja. Umumya sahabat.

Awalnya, karena sikap dan perlakuan yang baiknya kepadaku, kufikir ia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Ternyata aku telah salah. Dia menganggapku hanya sebagai sahabatnya dan sama sekali tidak ingin menjadi kekasihku.

Saat itu ia menyeruput kopinya dengan begitu tenang dan meninggalkanku begitu saja. Berulang kali aku memikirkan cara bagaimana aku membuatnya kembali, tapi aku terlalu bodoh.

Aku benar-benar namja yang bodoh!!!

Aku membiarkannya pergi begitu saja dan hanya memandanginya yang semakin menjauh dari tempatku. Saat itu juga, waktu-waktu kami saat disekolah menjadi canggung dan semakin canggung saja. Ayahku memindahkanku lagi ke sekolah lain setelah semester pertamaku. Membuatku semakin sulit untuk bertemu dengannya.

Aku tersenyum pahit mengingat hal itu. Andai saja aku tahu bagaimana sakitnya kehilangan Jinhye seperti saat ini,aku tidak akan melakukan hal itu.

Hari demi hari berlalu, saat itu aku masih sangat membencinya. Entahlah, rasa itu muncul secara tiba-tiba setelah ia meninggalkanku dengan begitu acuhnya. Aku terlalu bodoh sampai aku tak menyadari dia datang dan pergi begitu saja. Datang dan menyapaku dengan senyuman khasnya yang begitu kurindukan dan kemudian pergi. Dia datang hanya untuk menorehkan luka dihatiku.

Waktu itu aku dipukuli habis-habisan oleh dua preman yang tak sengaja kutabrak sepulang dari kedai kopi itu untuk menunggunya. Untuk pertama kali, menunggunya dan ia tak kunjung datang

Suatu hari aku tak sengaja bertemu dengannya.

“Anyeong!”

Sapaan yang ia tujukan kepadaku dengan begitu riangnya. Apa ia hilang ingatan? Tidak tahukah jika dulu ia pernah membuat hatiku mati rasa. Dan entah setan apa yang merasukiku, aku malah berlalu pergi begitu saja mengacuhkanku sama seperti dia mengacuhkanku sebelumnya.

Dua jam sudah aku menunggunya. Tetapi sosok itu belum juga muncul dihadapanku. Aku takut dia akan mengingkari janjinya untuk kedua kalinya. Aku takut jika dia tidak datang. Aku takut menghadapi kenyataan bahwa aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi. Besok aku akan ikut dengan ayah ke Osaka, dan akan bersekolah disana juga untuk sementara.

Sungguh, Tuhan…aku sangat merindukannya. Aku keluar dari kedai kopi untuk menunggunya diluar pintu kedai. Baimanapun aku akan tetap menunggunya datang. Sampai nanti walau jiwaku harus membeku menjadi es sekalipun aku tidak peduli!

***

Author pov‬

Eomma! Aku mohon kembalikan ponselku”

Eomma akan menyita barang ini sampai ujian sekolahmu selesai”

“Setidaknya izinkan aku melihat pesan itu, eomma aku mohon” ucap
Jinhye kian memelas kepada eommanya yang tetap bersikeras ingin menyita ponsel Jinhye.

“Hanya pesan undangan, lebih baik kau pergi ke kamarmu dan belajar.”

***

Jinhye pov

Menyesal. Aku mengingkari janjiku untuk kedua kalinya. Aku membuat Jungkook menunggu di kedai itu selama berjam-jam dan aku tidak bisa datang. Aku benar-benar menyesai hal itu. Dan kini dia telah pergi lagi untuk tinggal di Osaka. Dan entah kenapa aku menjadi merasa kehilangan. Aku merindukannya.

Dan aku juga menyesal telah membuat senyuman dan keceriaannya kandas begitu saja. Dulu saat kami masih bersahabat baik. Jungkook adalah pribadi yang romantis, dia manis, dia juga sangat perhatian. Jungkook juga seorang yang multitalent. Dulu, aku sering menyita waktuku membaca buku demi melihatnya menunjukkan berbagai bakat yang ia punya, sebagai contoh bakatnya dalam menari dan bernyanyi.

Dulu ia pernah menari untukku saat kami hanya berdua di lapangan basket indoor. Kuakui skillnya sangat bagus dan dia juga yang mengajariku menari. Dia juga pernah menyanyikan beberapa lagu untukku. Suaranya sangat jernih dan enak didengar, bahkan aku merekamnya untuk lagu pengantar tidurku.

Aku hanya tidak ingin persahabatan kami menjadi rusak karena urusan cinta, tapi aku juga tak tahu apa akibatnya jika aku menolak perasaannya. Ah tidak, bukan menolak. Aku hanya ingin fokus dengan sekolahku. Aku hanya ingin kami berstatus sebagai sahabat saja, tidak lebih.

Namun sekarang aku menyadari. Perasaan tulusnya membuatku luluh. Aku mencoba untuk menghubunginya berkali-kali, namun ia sama sekali tak merespon. Bahkan nomornya sudah tidak dapat dihubungi lagi. Sekarang aku tau bagaimana rasanya merindukan seseorang yang disayangi. Apa ini yang dimanakan puppy love? Kurasa……ah molla.

Tetapi aku telah memikirkannya berulang kali. Seharusnya aku tidak menjadi seterpuruk ini. Aku harus bangkit. Aku harus memulai lagi kehidupanku yang cerah. Dan kuputuskan untuk mencoba mengikuti dance competition mingguan yang akan dilaksanakan di daerah Busan. Aku hanya iseng melakukan ini karena saran dari temanku. Tapi pokoknya aku harus bisa! Harus!

Fighting!” gumamku menyemangati diriku sendiri. Tiba-tiba sentuhan pada bahuku mengejutkanku dan membuatku berbalik.

“Gugup ya?” tanya lelaki dihadapanku.

“Ah..sedikit.” jawabku seraya tersenyum kikuk, pasalnya aku belum mengenal lelaki ini.

“Kenalkan, namaku Kim Taehyung! Kim Taehyung!”ucapnya memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangannya. Aku pun membalas uluran tangannya. Yah, tidak ada salahnya berkenalan. Aku tidak punya lawan bicara dibelakang panggung ini.

“Ahn-”

“Ahn Jinhye! Benar bukan!” tebaknya dengan begitu tepat.

“Heeh? bagaimana kau bisa-”

“Hey~ Aku ini sunbae yang baik. Aku mengingat semua nama hoobae-ku” ucapnya bangga. Aku menarik nafasku terkejut. Aku baru mengingatnya sekarang.

“Ah…Mianhae sunbae! Jeongmal mianhae!!” ucapku seraya membungkuk dua kali.

“Yah, jangan seformal itu”

Setelah itu giliran Taehyung sunbae tampil sudah tiba. Ia berpamitan kepadaku dan melambai kepadaku. Aku pun memberi support untuknya. Rasanya perasaaku sudah mulai membaik.

***

Dua bulan setelah berteman dengan Taehyung sunbae. Rasanya perasaan bodohku kepada Jungkook di hatiku perlahan menghilang. Aku juga sudah mulai dapat melupakannya, mungkin dia juga sudah melupakanku.

Tergantikan oleh tawa canda yang diberikan Taehyung sunbae. Dan sekarang rasanya kekosongan itu telah terisi olehnya. Setiap saat aku selalu memikirkan Taehyung sunbae. Kadang aku tersenyum sendiri ketika mengingat lelucon yang dilontarkannya.

Seperti hari ini, aku sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pelajaran matematika dan fisika seperti ini sangat mudah jika dia membaca rumusnya. Dan dengan seenaknya saja Taehyung sunbae menyerahkan semua PR nya ini kepadaku. Tapi tidak masalah, selama aku bisa, dengan senang hati aku akan membantunya karena dia juga pernah membantuku banyak untuk melupakan masalah di masa laluku. Meski ia tak tahu sama sekali jika dia membantuku dalam hal itu, aku tidak memberitahunya. Dan kurasa aku mulai menyukainya.

“Taehyung sunbae!” panggilku ketika menemukannya di ujung koridor, dia pun berhenti.Kemudian berbalik kepadaku, tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku pun menaikkan laju lariku agar lebih cepat sampai dihadapannya.

“Wah, kau sedang lari pagi ya?” sindirnya seraya terkekeh melempar bola basketnya kemudian kembali menangkapnya.

“Ini sunbae, aku sudah mengerjakannya” ucapku seraya memberikan buku-buku tugasnya. Dia pun langsung membuang bola basketnya dan dengan antuisias ia mengambil buku-bukunya dariku.

“Woah! Gomawo!! Kau memang dongsaengku yang paling hebat!!” ucapnya bangga.

Dongsaeng? Taehyung sunbae….apakah aku hanya seorang dongsaeng bagimu? Apakah aku dosa jika aku berharap kau menganggapku lebih dari dongsaeng?

Aku menggelengkan kepalaku, menepis semua khayalan anehku. Aku tersenyum ketika Taehyung sunbae mengacak rambutku.

Gomawo!! Eh iya,  sebagai balasannya bagaimana jika kita nonton film? Aku traktir pop corn dan cola deh!” tawarnya kepadaku.

“Hmm…boleh. Tapi jam berapa?”

“Bagaimana kalau nanti sore pukul enam. Aku tunggu di stasiun kereta bawah tanah.”

“Baiklah…aku akan datang demi nonton film gratis!”

“Hey….harusnya kau datang untuk orang yang mentraktirmu”

“Hehehe…baiklah-baiklah! Yasudah, sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi. Aku pergi ke kelas dulu ya! Dadah Sunbae~” ucap ku seraya berlari meninggalkannya.

“Hati-hati!” serunya. Aku pun mengacungkan kesua jempolku tanpa berbalik dan terus berlari.

***

Hari ini ada dua murid baru disekolahku. Salah satunya seorang gadis bernama Pyo Eunbi, gadis yang menjadi classmate sekaligus deskmate ku. Tak masalah, karena selama ini aku tidak memiliki deskmate semenjak Jungkook pergi ke Osaka.

Anyeong” sapa Eunbi dengan nada lembutnya. Kuakui dia begitu manis. Pantas saja jika namhaksaeng dikelasku menyukainya. Dia gadis yang manis, pintar dan juga ramah. Tapi ia mengatakan jika dia sudah memiliki kekasih.

“Oh ya Jinhye. Apa kau juga pernah memiliki seorang kekasih?” kata-katanya yang terdengar begitu polos namun begitu menohok hatiku. Aku tersenyum pahit serasa menggeleng.

“Aku ingin fokus dengan sekolahku dulu. Karena setelah ini aku ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.”

“Woah,aku salut kepadamu! Aku juga ingin sepertimu. Tapi yaa….bagaimana juga, aku tidak bisa menghapus perasaanku begitu saja kepada kekasihku. Namanya sudah saling mencintai ya mau bagaimana lagi hehehe….”

“Apa kekasihmu bersekolah di sekolahmu yang sebelumnya?” tanyaku. Dia menggeleng.

“Aku pindah kesini karena aku ingin ikut dengannya bersekolah disini. Kami bertemu di Osaka, kebetulan ayah kami bekerja sama di perusaan ayahku di Osaka”

“Apa ayahmu asli orang sana?”

“Bukan, keluarga kami semua asli orang Korea. Hanya saja ayahku membangun perusahaan besar disana. Jadi mau tidak mau aku harus ikut dengannya mondar-mandir kenegara ini dan itu. Jadi berpindah-pindah sekolah sudah biasa bagiku.”

Entah kenapa aku jadi kembali teringat dengan Jungkook. Cerita mereka begitu sama.

Chagiya!” seru seseorang dari ambang pintu.

Deg!

Napasku memburu. Aku hampir kehilangan akalku ketika suara berat itu masuk ke indra pendengaranku. Air mataku menggenang di pelupuk mataku begitu saja. Entah kenapa aku jadi sangat merindukan seseorang pemilik dari suara itu.

Dan sekarang aku melihatnya, aku melihatnya memeluk Eunbi. Tatapannya yang tajam begitu menusuk dan mencabik hatiku ia berikan kepadaku.

“Kau sedang apa di dalam kelas. Ayo kita kekantin, kita makan siang bersama. Makanan di kantin sini enak loh!” ucap Jungkook kepada Eunbi.

Oppa, aku punya teman baru”

Nugu?”

“Jinhye kemari!” panggil Eunbi, aku pun menurutinya dan berjalan mendekat kearah Eunbi.

“Siapa dia?”tanya Jungkook seraya tetap menatapku dengan wajah datarnya dan lagi-lagi hal itu telah membuat luka yang mendalam dihatiku. Begitu terpancar aura kebencian pada tatapan matanya. Aku suda tidak kuat dengan semua ini, jadi kuputuskan untuk meninggalkan tempat itu dan pergi dari mereka berdua.

***

Author pov

Tiba saatnya Taehyung mengajak Jinhye pergi ke bioskop. Mereka monton bersama. Namun Jinhye tetap saja murung. Beberapa kali Taehyung memergoki Jinhye sedang melamun atau bahkan menitikkan air matanya. Dan hal itu membuat Taehyung semakin bingung sekaligus khawatir terhadap Jinhye.

“Jinhye kau tidak papa?” tanya Taehyung saat mereka sudah berada di luar, tepatnya kini mereka sedang berdiri didekat sebuah pohon di taman malam.

Gwenchana.”

“Kau terlihat pucat. Apa kau sakit?”

Ani….gwenchan-” Kata-kata Jinhye terhenti ketika Taehyung menangkup kedua pipinya kemudian menaruh punggung tangannya ke kening Jinhye.

Su-sunbae…

“Sepertinya kau sedikit demam” gumam Taehyung menatap manik mata Jinhye, Jinhye pun juga menatapnya.

Gwenchana?” tanya Taehyung lembut. Nampaklah buliran cairan bening itu dipelupuk mata Jinhye. Gadis itu sudah tidak tahan dengan rasa sesak didadanya. Gadis itu memeluk Taehyung erat dan menangis terisak.

“A-ada apa?” tanya Taehyung seraya membalas pelukan Jinhye kemudian membelai punggung Jinhye lembut, berharap dirinya dapat menyerap kesedihan Jinhye. Namun bukannya menjawab gadis itu malah semakin terisak kencang.

“Baiklah. Menangislah sepuasmu” ucap Taehyung semakin mengeratkan pelukannya kepada Jinhye. Tanpa mereka sadari seseorang yang bersembunyi tak jauh dari mereka sedang mengabadikan momen Taehyung dan Jinhye.

“Sera eonni akan marah jika melihat ini” ucap seseorang itu seraya menggenggam erat ponsel miliknya.

***

Keeseokannya disekolah saat Jinhye berjalan dan hendak menuju kelasnya. Ia berpapasan dengan Jungkook.Langkah gadis itu pun terhenti, memandangi Jungkook lalu tersenyum tipis. Jungkook mengabaikannya dan berlalu begitu saja memasuki kelasnya. Senyum JinHye memudar.

Tiba-tiba saja ada Han Sera didepannya.

“Han Sera sunbae, ada apa?” tanya Jinhye polos. Sera memandangi Jinhye dari atas sampai bawah.

“Ikut aku, aku mau bicara denganmu” ucap Sera kemudian berjalan lebih dulu. Merasa tidak ada yang mengikutinya, Sera berbalik dan mendapati Jinhye masih diam ditempatnya.

“Ayo!” ucap Sera. Jinhye pun ikut berjalan mengikuti Sera.

Sementara Jungkook yang mendengar percakapan mereka memundurkan langkahnya, keluar dari kelasnya untuk melihat kemana Jinhye pergi. Tak berapa lama kemudian Eunbi datang.

“Oh oppa!” seru Eunbi langsung memeluk lengan Jungkook. Lelaki itu terus mendongakkan kepalanya melihat Jinhye, menghiraukan ocehan Eunbi tentang tas barunya.

Oppa, bagaimana menurutmu?” tanya Eunbi memasang aegyeonya didepan Jungkook. Pada akhirnya lelaki itu pun tersadar.

“Ah, iya tasmu bagus.” Jungkook tersenyum dan memandang Eunbi sejenak. Namun kembali melihat ke arah koridor dimana ia terakhir melihat Jinhye.

***

Sera mendorong Jinhye hingga punggung gadis itu membentur tembok. Sera membawa Jinhye ke belakang sekolah, karena tempat itu sepi. Sera mencengkram kuat dagu Jinhye, mendongakkan wajah gadis itu.

“Beraninya kau mendekati namjachinguku” geram Sera kemudian menyentakkan tangannya dari dagu Kyurin.

“A-aku tidak mengerti” jawab Jinhye terbata.

“Hah, kau tidak mengenalku ya?”

“Ka-kau, Sera sunbae

“Aku adalah yeojachingu dari seorang KIM TAEHYUNG!”bentak Sera.Jujur Jinhye sangat terkejut mendengar hal itu. Bahkan Jinhye baru tahu jika Taehyung sunbaenya sudah memiliki kekasih. Itu karena Taehyung juga tak pernah mengatakannya.

“Ma-maafkan aku sunbae, tapi aku benar-benar tidak tahu tentang-”

“Ini apa?” tanya Sera menunjukkan foto Jinhye dan Taehyung sedang berpelukan di taman. Sera menjambak rambut Jinhye dan membanting gadis itu hingga jatuh bertekuk lutut.

“Cium kakiku sepuluh kali dan minta maaf!!” suruh Sera. Jinhye mengangkat wajahnya dan hendak kembali berdiri, namun Sera menendang kepala Jinhye hingga wajah gadis itu kembali menyentuh tanah.

Dari balik tembok Jungkook sudah tak dapat menahan emosinya lagi, Sera benar-benar sudah keterlaluan. Dengan langkah tegas Jungkook berjalan menuju tempat Jinhye dan Sera.

“HAN SERA HENTIKAN!!” bentak Taehyung sontak membuat langkah Jungkook terhenti.

“Ta-ta-taehyung oppa…” gumam Sera terkejut dan takut jika Taehyung akan memarahinya. Taehyung berjongkok memegang bahu Jinhye.

Gwenchana?” tanya Taehyung dan Jinhye mengangguk. Melihat itu luka dihati Jungkook bertambah, lelaki itu mengepalkan tangannya erat-erat. Melihat Taehyung menuntun Jinhye pergi.

“AAARGGHH!!!” amuk Jungkook memukul tembok disampingnya, hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah, bahkan tembok itu jadi memiliki sedikit retakan karenanya.

“SIAL!” umpat Jungkook.

Oppa…

Tiba-tiba seseorang memeluk Jungkook dari belakang. Jungkook mencoba meredam emosinya. Kemudian melepaskan tangannya dan menghadap Eunbi yang sedang memandangnya cemas. Jungkook memegang bahu Eunbi.

“Hahaha….kenapa kau memasang wajah seperti itu” Jungkook tertawa geli melihat ekspresi Eunbi. Sebernarnya hanya untuk menutupi amarahnya dari Eunbi.

***

Kini Taehyung sedang mengobati pipi Jinhye yang lecet. Dengan telaten Taehyung mengoleskan gel untuk mengobati luka pada pipi Jinhye.

“Maafkan aku tidak memberi tahumu” sesal Taehyung, Jinhye tak menjawabnya dan masih mengacuhkan Taehyung.

“Sera memang keras kepala, tapi kelakuannya kali ini yang paling parah”

“Harusnya kau tak melakukan itu” ucap Jinhye, Taehyung mengangkat alisnya bingung. Jinhye menatap Taehyung dalam.

“Harusnya kau mengatakan ini dari awal. Harusnya kau tidak mendekatiku, seharusnya kau acuhkan saja aku. Keberadaanmu membuatku merasakannya dua kali. Kau bodoh!! Kau idiot!!”bentak Jinhye dengan amarah yang meluap mengungkapkan rasa sakitnya. Taehyung diam, tak percaya dengan apa yang dikatakan Jinhye kepadanya.

“Hey, jangan begitu. Kata-kata Sera jangan kau ambil hati” ucap Taehyung berusaha mencairkan suasana. Taehyung langsung bungkam ketika air mata Jinhye membasahi pipinya. Sorot kebencian dan kecewa dari mata Jinhye dapat Taehyung dapatkan.

“Sebaiknya sunbae temui Sera sunbae. Dan mulai sekarang sebaiknya kita harus jaga-jarak” ucap Jinhye dengan suara yang begitu dingin dengan air mata yang terus mengalir deras dipipinya. Jinhye pun berlari pergi keluar dari ruang kesehatan.

Brugh!

Namun tak disangka dirinya menabrak seseorang yang seharusnya tidak ia temui.

‘Karena aku telah menyakitinya dua kali’

Jungkook masih menahan bahu Jinhye dan memasang wajah dinginnya. Taehyung megepalkan tangannya ia tidak dapat menerima permintaan Jinhye. Dan Taehyung pun beranjak dari tempatnya lalu keluar dari ruang kesehatan untuk mengejar Jinhye.

Namun Taehyung mengurungkan niatnya dan menghentikan langkahnya saat melihat Jinhye tengah berhadapan dengan Jungkook. Mata tajam Jungkook melirik Taehyung.

“Penyelamatmu sudah datang” sinis Jungkook kemudian melepaskan tangannya dari bahu Jinhye. Gadis itu pun baru menyadari jika Taehyung sudah berada di belakangnya. Jungkook dan Taehyung saling menatap satu sama lainTaehyung mendekati Jungkook.

“Apa yang kau lakukan padanya?” tanya Taehyung dengan nada dingin.

“Huh? Aku?!” sinis Jungkook, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Taehyung.

“Yang ada kau yang menyakitinya, kau melukainya? Apa yang kau lakukan hingga membuatnya menangis seperti itu?!” bentak Jungkook seraya menunjuk wajah Jinhye. Sontak gadis itu menepis tangan Jungkook dan melerai keduanya.

Geumanhae, jangan lakukan hal yang tidak perlu” tutur Jinhye dengan nada sinisnya. Namun keduanya seakan menulikan pendengaran mereka dan mengacuhkan perkataan Jinhye.

“Sepertinya kau sengaja tidak memberi tahu Jinhye tentang siapa Sera, karena kau ingin memainkan perasaan Jinhye. Iya kan?” sindir Jungkook. Taehyung mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“SIALAN KAU!!!”

Bugh!

Satu tinju mendarat tepat di wajah Jungkook, lelaki itu menyentuh sudut bibirnya yang mengeluarkan darah lalu mendecih.

“Jinhye-ya, lihat! Pahlawanmu sudah berubah menjadi monster”ujar Jungkook disertai tawa sinisnya.

Sedangkan Taehyung masih tak percaya dengan apa yang dilakukannya, seumur hidupnya baru sekali ini dirinya memukul seseorang dan demi seseorang. Namun dengan cepat Taehyung buang jauh-jauh rasa keterkejutannya. Dan kembali menatap Jungkook sinis.

“Sera mencintaimu dan bagaimana dengan kau? Kau juga menyukainya atau…Jinhye?” tanya Jungkook.

Plak!!

“Aku sudah bilang hentikan semua ini!!!” bentak Jinhye. Jungkook meraba pipinya yang terasa panas karena tamparan keras dari Jinhye.

“Kau..”lirih Jungkook.

“Aku pergi, dan jangan coba-coba untuk berdebat lagi. Lupakan semuanya”ucap Jinhye dengan suara bergetarnya karena menangis. Setelah itu gadis itu berlari seraya terus mengusap air matanya.

Taehyung dan Jungkook masih mematung di tempatnya. Jungkook menunduk dan Taehyung mendekati Jungkook dan berdiri tepat disampingnya.

“Katakan saja jika kau masih menyukainya. Cobalah tembak dia pada saat yang tepat dan jangan terlalu tergesa-gesa” ucap Taehyung tanpa memandang Jungkook.

“Kau jangan sok tahu” ucap Jungkook juga tidak memandang Taehyung.

“Karena dia bercerita jadi aku tahu”

“Kau mengarang?”

“Aku menyukainya, tapi dia menyukaimu.”

“Cih…bahkan dia menolakku untuk menjadi kekasihnya” sinis Jungkook dengan tersenyum miris. Taehyung memandang Jungkook.

“Kau tidak tahu bagaimana rasanya jika mengajak seorang gadis berjalan bersama tetapi gadis itu malah menceritakan laki-laki lain dan membandingkanmu dengan yang lain. Sakit bukan? Setidaknya itu yang kurasakan saat dia menceritakan semua hal tentangmu.”ucap Taehyung, Jungkook memandang Taehyung. Tak ada celah kebohongan yang terlukis di wajah Taehyung.

“Dia hafal diluar kepala apapun hal tentangmu, saat aku menjenguknya ketika dia terkena demam tinggi dia menggumamkan namamu, kemarin…aku mengajaknya ke bioskop untuk menonton film bersama. Dia terus saja melamun, dan aku tahu itu karena kau. Karena hari itu adalah hari pertamamu kembali ke sekolah. Dan dia menangis, dia menangis dan bercerita semuanya kepadaku. Ketahuilah jika dia sangat merindukanmu, tetapi dia mengalah karena ia tahu kau sudah memiliki kekasih. Dia ingin minta maaf karena telah mengingkari janjinya. Saat itu dia tak tahu jika ada pesan masuk darimu karena ponselnya disita ibunya, karena ia sedang belajar untuk ujiannya.”

“Dia….” gumam Jungkook tak percaya, Taehyung menepuk bahu Jungkook.

“Temui dia dan minta maaflah” ucap Taehyung kemudian berlalu meninggalkan Jungkook.

“Hahaha…..minta maaf? Aku akan membuat gadis itu minta maaf terlebih
dahulu”

***

Sepulang sekolah Jinhye langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang empuknya. Dia menutupi wajahnya dengan bantal agar isakan tangisnya tidak terdengar ibunya di luar kamarnya.

Gadis itu terlalu bingung. Ia berfikir,semuanya berantakan karena kesalahannya. Hari ini Taehyung memutuskan Sera. Dan sera datang menemui Jinhye untuk mengatakan itu,gadis itu menangis dan berkata jika semua terjadi karena Jinhye. Dan tentu saja hal itu membuat Jinhye merasa sangat bersalah.

Tiba-tiba saja suara ketukan pintu kamarnya membuat Jinhye menghentikan tangis nya dan mengangkat wajahnya.

“Iya ibu, tunggu sebentar…” ucap Jinhye dengan suara seraknya. Gadis itu berlari membasuh wajahnya lalu mngelapnya dengan handuk. Kemudian dibukalah pintu kamarnya. Disana sudah ada Eunbi yang berdiri seraya tersenyum.

“O-oh…kau datang.” Ucap Jinhye tersenyum ketika melihat Eunbi benar-benar datang kerumahnya untuk berkunjung. Eunbi mengangguk kemudian berlari kecil memasuki kamar Jinhye seraya melihat-lihat.

“Aku datang ingin berkunjung dan sedikit curhat kepadamu” Eunbi duduk di kursi didekat meja belajar Jinhye, sementara Jinhye duduk diatas ranjangnya menghadap punggung Eunbi. Eunbi mengambil buku novel di deretan buku pada meja belajar Jinhye.

Jinhye pov

“Curhat apa? Curhatlah~ Perlu kau ketahui aku ini adalah pendengar yang baik hehehe”ucapku

Jinjja?!” serunya antusias. Dia meletakkan bukuku dan kini gadis itu berlari kecil dan berbaring di ranjangku. Gadis ini benar-benar tidak sungkan dengan semua hal yang ia lakukan. Bahkan gadis itu kini tengah meluk bonekaku seraya berbaring.

“Jungkook…” lirihnya dengan pandangan lurus keatas.

Kenapa harus Jungkook?

Kenapa tidak yang lainnya?

Aku benar-benar tidak ingin membahasnya sekarang

“Kau tahu kan aku mencintainya”ucapnya memandangku. Aku tersenyum tipis dan mengangguk. Aku tidak boleh menangis sekarang.

“Tapi sepertinya dia tidak tulus mencintaiku. Pelakuannya kepada teman dan diriku sama. Tak ada perlakuan spesial yang ia tunjukkan kepadaku. Kadang aku berfikir jika aku ini hanyalah media untuk boneka pelampiasannya. Dia pernah mengatakan jika ia tidak memiliki pacar sebelumnya, tapi jika benar dia memakaiku sebagai pelampiasan….untuk apa? Aish…aku bingung. Lelaki itu sangat menyebalkan bukan?” ucapnya panjang lebar.

Pelampiasan? Apa dia marah karena aku menolaknya? Ah…rasanya tidak mungkin hanya karena hal aneh seperti itu…

“Kau harus melakukan banyak interaksi kepadanya” ucapku. Tidak, aku mengucapkan itu untuk diriku sendiri.

“Hmm…benar juga. Tapi setiap aku ingin menanyakan sesuatu, dia selalu pandai mengalihkan perhatian. Dia terlihat seperti oga-ogahan bertemu denganku, tetapi terkadang juga dia bisa sangat manis walau hanya dalam beberapa detik”

“Jika ingin menanyakan sesuatu kepadanya, kau harus terlebih dahulu melakukan sesuatu yang ia suka….seperti mentraktirnya makanan mungkin. Lalu jika dia sudah mulai mendapatkan mod yang baik. Mulailah bertanya. Tapi aku tidak yakin ini akan berhasil”

“Hm…hmm..bisa dicoba! Ah…JINHYE GOMAWO!!!” serunya kemudian memelukku erat. Aku tidak tahu yang kulakukan ini betul atau tidak. Tetapi aku berharap jika yang kulakukan ada benarnya.

***

Disekolah. Saat istirahat, aku membuka lokerku untuk memasukkan semua buku pelajaranku lalu menutup lokerku dan kembali menguncinya.

Brak!

Tiba-tiba saja sebuah tangan menggebrak pintu lokerku. Aku berbalik lalu terkejut dengan tatapan dingin yang menyerangku secara tiba-tiba. Jungkook. Lelaki itu tengah menatapku dalam-dalam.

“Aku ingin bicara” ucapnya dengan nada yang begitu dingin. Dia menarikku, tangannya mencengkram kuar pergelangan tanganku. Aku terus meronta agar dia melepaskanku tetapi percuma saja, cengkramannya malah semakin menguat dan membuat tanganku sakit saja.

Sampai di gudang olah raga dia menariku masuk dan mengunci pintunya. Ia berbalik dan mendekatiku.

“Minta maaf”

“Ha-hah?” tanyaku, karena dia tiba-tiba menyuruhku minta maaf.

“Aku memberimu kesempatan untuk kumaafkan, tidak ada kesempatan lain. Kau harus melakukannya sekarang. Cepat minta maaf”ucapnya dengan nada dingin.

Aku tak tahu harus meminta maaf darimana. Kesalahanku begitu banyak kepadanya begitu banyak, dan sekarang ia memberiku kesempata yang seharusnya aku tidak mendapatkan hal itu.

“Pantaskah aku mendapatkan kesempatan itu darimu?” ucapku dan kurasa air mataku mengalir membasahi pipiku. Namun karena ruangan ini cukup gelap, aku tak begitu memperdulikan bagaimana wajahku sekarang.

Mwoya? Jadi kau melokakku lagi?”

“Bukan begitu. Aku hanya merasa aku tidak pantas mendapat kesempatan lagi. Aku selalu mengingkari janjiku, aku selalu membuatmu sial, aku ini gadis pembawa sial!”pekikku seraya menangis, kini isakan itu sudak tidak dapat kutahan lagi. Aku ingin mengatakan semuanya sekarang. Jungkook

“Oh..benarkah?”

“Semua karena aku kan? Kau melakukan itu semua kepada Eunbi hanya untuk pelampiasankan?”

“Benar. Memang kenapa? WAE?! JINHYE WAE?!”bentaknya begitu keras.

“Kenapa?” tanyaku degan suara serak.

“Karena aku mencintaimu, kau puas?” sinisnya.

“Kenapa?”

“HUH? Kau bertanya kenapa?! Kau ingin tahu bagaimana rasanya?” tanyanya. Aku hanya bungkam dan menahan isakanku yang terus keluar. Dia berhenti menatapku dan mengambil pisau lipat dari dalam sakunya. Aku terkejut bukan main saat ia membuka pisau itu tepat didepan wajahku.

“K-kau mau apa?” tanyaku terbata. Dan tanpa kusangka dia menggoreskan pisau itu ke telapak tangan kanannya. Aku memekik terkejut seraya lalu membungkam mulutku.

“Ini tidak terasa sakit sedikitpun. Tubuhku mati rasa sejak hatiku sakit karenamu. Aku mencoba melupakanmu, semua tentangmu.Tapi aku tidak bisa. Aku seorang pengecut. Aku selalu ingin mendapatkan hatimu, aku membutuhkanmu untuk hidupku. Aku akan mati jika kau tak ada disampingku” ucapnya. Aku menangis terisak, kupegangi tangannya yang terluka. Melihatnya seperti ini begitu menyakitkan untukku. Dia membelai rambutku dengan tangannya yang lain.

“Jika ini kurang, aku dapat melakukan lebih. Aku akan mati untukmu agar kau tahu seberapa dalam aku terjatuh dalam pesonamu. Bagaimana bisa aku terjatuh lagi saat aku sudah berada didasarnya. Aku terlalu mencintaimu sampai aku kehilangan akal sehatku.”lirihnya seraya terus membelai rambutku.

“Lalu bagaimana dengan Eun-”

“Dia mengamuk dan memutuskanku beberapa jam yang lalu”

Aku menatapnya dalam, ia tersenyum. Aku…..aku sudah tidak dapat menahan semuanya. Kupeluk tubuhnya dan menangis sejadi-jadinya.

“Aku merindukanmu….”ucapnya membalas pelukanku.

“Aku juga…”

“Aku mencintaimu. Kau mencintaiku”

“Aku juga…”

Babo. Lalu kenapa kau menolakku saat itu?”

“Mian…” hanya satu kata itu yang dapat ku ucapkan. Aku benar-benar merindukannya saat ini.

***

“Jungkook-ah!!” panggilku seraya melambaikan tanganku kepada seorang lelaki yang sedang berdiri didepan kedai kopi. Dia tersenyum lalu membalas lambaian tanganku, kemudian membentuk simbol cinta diatas kepalanya menggunakan kedua lengannya. Aku tertawa kemudian berlari kecil untuk sampai di didepannya.

“Sudah lama menunggu?” tanyaku, dia menyentil dahiku.

Aaaappoo!” protesku

“hehe….hukuman karena tidak memanggilku oppa

‘Senyunyannya begitu berharga bagiku’

Kami tertawa bersama. Takdir telah mempertemukan kami. Dan inilah takdiku. Kini kami akan terus bersama sampai akhir, melewati semuanya bersama baik suka maupun duka. Kami akan saling bergantung satu sama lain. Karena itulah cinta dalam suatu hubungan. Terkadang manis seperti madu tapi juga bisa menjadi racun yang sangat menyakitkan. Semua itu tergantung kepada seseorang yang memiliki cinta, tentukanlah dengan bijaksana. Jika ingin manisnya cinta, maka perjuangkanlah cintamu jangan mudah putus asa.

Fin.

Iklan

2 respons untuk ‘HONEY or POISON|| BTS JUNGKOOK || ONESHOOT

  1. andiandy19 berkata:

    GUE SUKA INII ><
    Miris hidupnya si Mphi :"" Mphi sama gue aja dah /? *Eh *DiGebukinAuthornya

    Pokoknya ni FF bagus dah :3
    Keep writing and be a good author /? :3
    I love you author canteks :* /? *AmpuniGue

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s