Eye Contact || BTS Jin Fanfiction || Chaptered || Pt.1


EyeContact

Eye Contact | Author:ChaCha | Main Cast:Kim Seok Jin x Im Kyurin(OC) | Genre:Romance,school life | Ratting : G | Disclaimer : This FF purely mine. No plagiarism and Silent Readers please So,keep>>RCL! ^^

 “Hanya dari bertatapan mata dengannya saja aku sudah mulai menyukainya.Perasaan yang tidak dapat kutemukan dari laki-laki lain.Jatuh cinta dengan tetangga itu membuatku gila.Bertemu setiap hari tetapi hanya dapat saling menyapa dan melakukan kontak mata.Akankah cintaku bertepuk sebelah tangan?”

***

Kyurin pov

Perlahan kubuka mataku.Suhu dingin dipagi hari begitu membuatku ingin kembali tidur dan beristirahat lagi,rasanya lelah sekali.Tapi sayang hal itu tidak dapat kulakukan sekarang,aku harus bersiap berangkat ke sekolah.Hari ini sekolah masuk agak siang,jadi aku tidak perlu terburu-buru.

Kubuka pintu menuju balkon kamarku.Sinar matahari langsung menyapaku setelah pintu itu terbuka lebar.Kututup mataku,menikmati hangatnya sinar matahari yang membuat semangatku bangun.

“Uuuukkhh~” lenguhku seraya merentangkan tanganku guna merenggangkan otot-ototku.Tanpa menurunkan rentangan tanganku,aku menoleh kearah samping kananku,tepatnya dimana disana nampak seorang lelaki yang begitu kukenal juga melakukan hal yang sama denganku.Mendadak kami menjadi kikuk.Dengan segera ku turunkan tanganku.

-Lelaki itu teman masa kecilku,tetanggaku,dan…..cinta pertamaku-

“Hey~” sapanya seraya mengankat tangannya.Mendadak wajahku memanas.Dengan kikuk aku mengangkat tanganku membalas sapaannya.

“Ha-hai…”ucapku seraya tersenyum kikuk.Kemudian langsung masuk kedalam kamarku.

Didepan cermin rias,kutatapi wajahku yang sudah memerah bak kepiting rebus.Kutangkup pipiku kemudian kutepuki pelan.Dapat kurasa jantungku berdeup kencang dan itu selalu membuat tubuhku sulit digerakkan,lelaki itu seperti hipnotis yang dapat membuatku diam membeku.

“Ah…kenapa selalu begini.Ahh….Kim Seok Jin….sampai kapan kau akan terus membuatku seperti ini?”rengekku seraya berjongkok membenamkan wajahku.

-Perlu kalihan tahu! Meski kami adalah tetangga,tapi kami jarang sekali berinteraksi-

***

Setelah semua peralatan sekolahku telah terlengkapi,aku berjalan menuruni tangga.

-Sepi…..tak ada seorang pun dirumah ini,kecuali aku sendiri-

Aku jarang sarapan pagi karena aku terlalu malas untuk memasak dan karena hal itu aku jadi memiliki kebiasaan untuk tidak sarapan pagi.Bahkan aku hanya makan sekali dalam sehari karena terlalu sibuk dengan hobiku,yaitu berdiam diri atau berada didepan komputerku untuk melakukan atau mencari sesuatu yang menarik.Ibuku? Jangan tanyakan itu.

Ayah dan ibu selalu sibuk kerja.Mereka selalu pulang malam,bahkan kadang mereka berangkat pagi dan pulang pagi lagi.Ah sudahlah jangan bahas yang satu itu…..

-Semua orang yang baru mengenalku selalu menanyakan mereka-

Aku merapikan tatanan rambutku dan seragamku setelah berlari kencang ke suatu tempat.Dan sampailah aku dihalte ini.Setelah beberapa menit menunggu akhirnya bus yang biasanya kutumpangi datang juga,bus itu berhenti.

“Nona Kyurin,kereta labumu sudah datang..~” ucap paman supir bus itu membuatku tertawa.Setiap hari paman itu selalu menyapaku seperti itu.

“Paman! Aku bukan cinderella”ucapku seraya mengerucutkan bibirku kemudian mendudukkan diriku dibangku paling depan.

“Aigoo…kau ini sarapan apa tadi pagi? Tidak lupa sarapan kan?” tanyanya.

“Tentu tidak.” Dustaku dan parahnya lagi aku menunjukkan senyumanku.Paman itu hanya menggelengkan kepalanya seraya menggumamkan hal seperti…‘Kau terlihat lebih kurus,apa kau sedang diet? dan blablabla~’ aku malas mendengarnya.Belum sempat paman itu menjalankan bus itu,tetanggaku itu berlari masuk kedalam bis dengan nafas terengah-engah.

“Hampir saja aku terlambat masuk.” Ucapnya tersenyum kearahku.Aku pun langsung mengalihkan pandanganku kearah lain.Dari pada memandanginya dengan penampilan yang….anu –‘ i-itu…..sulit kujelaskan,tetapi itu berhasil membuat wajahku kembali memanas dan jantungku kembali berdegup kencang.Kuakui dia selalu pantas memakai apapun,dia tetap tampan.

Selama perjalanan menuju ke sekolah,sesekali aku mencari-cari kesempatan untuk meliriknya.Saat ada kesempatan yaitu saat ia menghadap kearah jendela dengan headset yang menempel ditelinganya.Aku memandanginya,aku tersenyum.Namun beberapa detik kemudian senyumanku memudar,menyadari seragamku berbeda dengan seragamnya.

-Aku sudah berjuang keras agar mendapat nilai baik agar dapat satu sekolah dengannya-

Namun inilah kenyataannya,SMA kami berbeda.

***
“Kyurin-a~ Kyurin-a~”panggilan dari teman sebangkuku itu membuyarkan lamunanku.Seperti biasa,dia menyengir saat aku menoleh.

“Apa sih?” ketusku.Gadis itu hanya menggeleng kemudian kembali menggosip dengan temanku yang lainnya.Aku mendengus kesal,kemudian menaruh kepalaku diatas bangku.Seraya mendengar perbincangan mereka tanpa berminat untuk menanggapi gosip pagi mereka.

“Waaahh!! Yujin! Ini siapa?” tanya salah satu temanku kepada Yujin teman sebangkuku.Aku melirik kearah gadis yang berada disampingku itu tengah tersenyum bangga setelah menunjukkan sesuatu dari iPhonenya.

“Itu kenalanku.Tampan kan! Kebetulan dia teman pacarku.” Ucap Yujin seraya tertawa.

“Kau ingin mengadu domba mereka ya?” sinisku.Yujin menatapku seraya menyengir,ia merebut kembali iPhonenya dari gadis yang duduk dibangku depanku.Kemudian ia memandangi iPhonenya dengan wajah yang berbinar-binar.Berkali-kali ia memekik ketika menggeser-geser foto pada layar iPhonenya.

“Waah…aku benar-benar menyukainya.” Gumamnya.

“Lalu pacarmu itu mau kau kemanakan?”gumamku.Ia menoleh kepadaku.

“Mau lihat fotonya?” tanyanya tak mengindahkan pertanyaanku.Dengan malas,aku pun mengangkat kepalaku dan kembali duduk tegap.Dia mengeser tempat duduknya agar lebih dekat denganku,kemudian menunjukkan foto-foto lelaki itu kepadaku.Aku membulatkan mataku menyadari siapa yang orang yang berada difoto tersebut.

“Bagaimana tampan bukan?” tanya Yujin.

“Lihat! Lihat! Matanya bahkan hampir keluar” sahut gadis didepanku seraya menunjuk mukaku.Aku menepis tangannya kasar.Kenapa mendadak moodku memburuk ya.

-Apa aku cemburu?-

Aku meninggalkan bangkuku,menabaikan pandangan aneh dari mereka.

***
Pelajaran terakhir tengah berlangsung.Guru bahasa inggris itu tengah sibuk menyampaikan materinya kepada kami.Kulirik Yujin yang tengah memegang sesuatu yang ia sembunyikan dibalik bukunya.Ku intip sedikit apa yang sedang ia lakukan dan ternyata ia sedang mengetik sesuatu pada iPhonenya.Ia menoleh kearahku,aku menatapnya datar tanpa ekspresi.

“Mwo?” tanya kami bersamaan.Ia terkikik pelan.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku penasaran.

“Oh…aku sedang chating denan Jin oppa lewat Line.Kebetulan aku baru mendapat ID nya tadi dari Ga in hoobae kita kelas 10F.Dia juga stalkernya Jin oppa,jadi itu mempermudahku untuk mencari informasi.” Bisiknya.Dan aku hanyamangut-mangut.

“Memangnya lelaki bernama ‘Jin’ itu siapa,artiskah? Kenapa kalian semua bisa mengenalnya dengan baik?” tanyaku berpura-pura tak mengenal Jin.Tapi aku juga penasaran,bagaimana lelaki itu bisa sangat terkenal sampai kesekolah ini? Apa karena ia berada di sekolah yang elit?

“Hey…ternyata kau juga bisa tertarik dengan laki-laki juga” sindir Yujin.

Memang aku tidak pernah membicarakan tentang laki-laki,tapi itu bukan berarti aku tidak tertarik dengan laki-laki.Aku normal!! Aku pun langsung mendengus sinis.Kemudian memalingkan pandanganku dan kembali fokus mendengarkan materi yang guruku berikan.

“Dia sekolah di Bangtan Highschool.Dan dia adalah anggota tertua geng Bangtan.Mereka terdiri dari tujuh namja populer disekolah itu,selain itu orang tua mereka adalah orang berpengaruh di sekolah mereka.Karena hal itu dan juga karena mereka bertujuh berteman baik,mereka menamai geng mereka geng Bangtan” bisiknya.Aku kembali menoleh kepadanya.

“Hmm..benarkah?” tanyaku,gadis itu mengangguk.

‘Kenapa aku tidak tahu ya?’ batinku.

***
Jam tujuh,aku baru saja sampai dirumah.Aku langsung berlari kekamarku,melempar tasku kesembarang arah kemudian langsung duduk menyalakan komputerku.Setelah komputer menyala,aku langsung membuka situs sosialku dan langsung mengklik nama akun milik Jin oppa dan menjelajahi hal-hal tentangnya.

-Oppa? Begitulah…sejak kecil aku memanggilnya oppa-

Meski hanya satu dua kali aku memanggilnya dengan sebutan itu.Dan setelah itu aku sekarang memanggilnya Seok Jin saja,karena agak aneh menurutku jika memanggilnya oppa.

“Ini dia!” gumamku setelah menemukan twitter Bangtan,hmm apa seorang bernama ‘V’ yang membuat akun itu?

-Kenapa aku bertanya seperti itu?? Aku menemukan tulisan ‘My Name is V!!’ di biodata akun itu,tapi nama twitter-nya kok Bangtan-

Aku mulai frustasi dengan hal ini.Aku tidak dapat melihat foto atau postingan apapun jika aku belum memfollow akun itu.Jadi kukumpulkan keberanianku untuk mengklik ‘Follow’ pada akun itu.

Pada dasarnya,aku belum memfollow akun manapun jika aku tidak mengenal sang pemilik akun,dan aku hanya memfollow akun milik teman sekelasku saja mungkin.Aku juga punya akun twitter sendiri untuk mensharing atau memposting foto dan rekaman suaraku dalam bentuk video.Dan aku juga memiliki banyak followers.

Jadi,apa kata dunia jika aku memfollow akun ‘Bangtan’ itu? Nah! Siapa itu V? Yang ada nanti aku hanya akan menjadi bahan olok-olokan teman sekelasku.

“Apa aku harus melakukannya? Aaa!! Aku terlalu penasaran dengan foto Kim Seok Jin!!” gerutuku.Tak lama iPhoneku berbunyi tanda ada panggilan masuk.

“ah….pasti pulang pagi lagi.”gerutuku mengetahui,yang menelefon adalah ibu.

“Yeoboseo~”sapaku malas kepada ibuku yang menelefon.

‘Kyurin anakku.Kau sudah makan nak?’ tanyanya sebrang sana.

“Hmmm…mau aku jujur atau bohong.” candaku seraya berjalan kearah balkon kamarku.Untuk mencari udara segar,karena aku terlalu kencang berlari dari halte tadi hingga aku merasa lelah sekarang.

“Belum ibu,aku belum makan.Setelah ini aku akan mandi dulu,baru aku akan keluar untuk makan mie ramen di supermarket diujung gang.Oke!”

‘Yah…anak nakal! Kau tinggal memasak nasi,dan panaskan kimchi yang ku buat!’

“Ani.Ibuku yang kusayangi~,energiku terlalu sedikit untuk hanya sekedar
memasak.Hehehe…ibu! Aku tutup dulu oke.”

‘Huh…baiklah.Yang penting jangan lupakan makan malammu’

“Arraseo!”

‘Eh! Kyurin-a,sebentar aku lupa memberitahumu’

“Apa itu?”

‘Tadi siang saat aku pulang kerumah.Aku mendapat pesanan cake dari keluarga Kim tetangga kita.Nanti tolong antarkan cake nya ya~ Cafe ibu sedang ramai pengunjung’

Ibuku mempunyai cafe yang lumayan DDAEBAAK!! Ia juga punya cabang cafe dimana-dana.Di Daegu,Busan,Daejeon,Gwangju,dan masih banyak lagi.Dan cafe itu terdiri dari cafe cake,coffe shop dan Cafe pertama yang diirikan oleh ibu yaitu donut cafe yang sedang ia urusi saat ini tepatnya di Seoul.

“I-ibu….aku malu” rengekku.

‘Anak ini!! Kau ini sudah besar,lagi pula keluarga Kim baik semua.Cepat sana mandi dan segera antarkan kuenya.Ibu sangat membutuhkanmu!’

***

Author Pov

+BangtanHS,20.00 KST+

Kini anggota bangtan masih setia dengan kegiatan mereka masing-masing didalam ruangan khusus untuk mereka disekolah,dan tentunya mereka juga masih memakai seragam mereka.Jimin dan Jin sedang bermain game,Hoseok dan Jungkook sedang menonton film horror di laptop milik Taehyung,sedangkan sang pemilik laptop sedang sibuk berkutat dengan iPhonenya sama halnya dengan Yoongi dan Namjoon.

“Hyung! Kenapa sih?!” pekik Taehyung karena tiba-tiba Yoongi melempar bantal sofanya kearah Taehyung.

“Apa maksudmu mengganti teks biodata akun menjadi ‘My Name is V’?!”

“Hey…hyung,bercanda hehehe…..” ucap Taehyung seraya menyengir kuda.

“Cepat ganti!!” suruh Namjoon.Taehyung pun langsung menunjukkan wajah kesalnya dan mengetik sesuatu pada iPhonenya.

“Hyung kau tidak pulang?”tanya Jimin kepada Jin setelah permainan game mereka berakhir.

“Bagaimana ya? Aku akan bosan jika berda dirumah sendirian,sedangkan ayah dan ibuku tidak akan pulang selama satu minggu ini.”

“Bagaimana kalau kita menemanimu hyung?” tawar Namjoon.

“Kita pesta dirumahmu hyung”

“Ya..ya…ya! Memangnya kalian tidak dicari orang tua kalian apa?” tanya Jin seraya menatap semua temannya itu.

“Orang tua kami juga sibuk~” jawab Taehyung sambil menggali emas/? dihidungnya.

“Ayolah hyung…kan ini bukan pertama kalinya kita menginap dirumahmu.Aku ingin berkunjung dan meminjam DVD film horror milikmu.” Keluh Jungkook seraya menampakkan wajah melasnya.

“Baiklah, baiklah…” ucap Jin menyerah.Semuanya pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan bersama.Taehyung meraih bahu Jin.

“Hyung….makan enak lagi ya!” seru Taehyung.

***

Didalam mobil Jin,disebelah Jin yang sedang menyetir ada Taehyung yang masih saja berkutat dengan twitter-nya.

“Waa…banyak yang ingin memfollow page kita hyung.Aku harus memilihnya denga teliti,jangan sampai ada haters yang masuk.Bahkan mereka kemarin mengirim foto aneh-aneh ke kita.”

“Masa?”

“Iya,maka dari itu aku ingin meneliti-satu persatu.Siapa tahu nanti ayahku memfollow page ini….ah tidak-tidak! Itu tidak boleh terjadi.Yang ada nanti kita dituduh melakukan hal yang tidak berguna.”

“Bodoh~”

“Hyung!!!” kesal Taehyung.Jin hanya tertawa geli melihat respon Taehyung.Taehyung pun kembali memandangi iPhonenya,beberapa detik kemudian senyum jahil merekah dibibir Taehyung.

“Hyung pernah punya pacar ya~” goda Taehyung.

“Hahaha….mana mungkin.”

“Ini,ada yang mengatakan ‘Tolong balas pesan Lineku’ dari Yujin namanya.”

“Oh,dia itu kekasihnya Kidoh.Gadis itu penggemarku.”

“Kidoh Hyung?” tanya Taehyung sedikit terkejut.Jin mengangguk sebagai respon.

“Ah…seolma~ Aku pikir dia menyukaimu dan kalian saling mencintai.”

“Yah! Kau pikir aku ini penyuka sesama jenis?!”

Tak mengindahkan bentakan Jin.Taehyung kembali berkutat dengan iPhonenya.

“Eh Hyung….kau berteman dengan seorang perempuan di akunmu?”tanya Taehyung seraya terus fokus menatap layar iPhonenya.

“Banyak….” jawab Jin kemudian ia bersenandung.

“Lalu akun yang bernama ‘ImKyurin’ itu siapa? Ini gila!! Aku pernah stalker twitter miliknya.Suaranya sangat bagus loh hyung!! DAN SEKARANG DIA MEMFOLLOW PAGE KITA!!”

“Oh…itu temanku.” Ucap Jin seraya tersenyum diam-diam.

“Aku harus memfollownya juga kalau begitu!” ucap Taehyung antusias.

***

Kyurin pov.

Kini aku sudah berada didepan rumah SeokJin,tepatnya didepan pintunya.Sudah lama sekali semenjak tiga tahun yang lalu aku tidak memasuki rumah ini,dan ini yang pertama kalinya aku kemari hanya untuk mengantar pesanan!!

Glups~

Aku sudah sangat gugup hanya untuk memencet bel saja.Dengan tangan gemetaran aku memencet bel rumah keluarga Kim,tepatnya keluarga Jin.Baru saja aku memencet bel seorang keluar dari balik pintu.

“Kau?”

“Oh?Nuna!” ucap lelaki yang lebih tinggi dariku itu menyapaku.Kim Seungwon,dia lebih muda dariku.Ia adalah saudara SeokJin yang biasanya memang sering datang ke rumah ini untuk belajar.Yah,aku sering melihatnya keluar masuk dari rumah ini.Anak berkacamata itu memakai coat hitam dengan syal yang menutupi setengah wajahnya.Dengan tas hitam dipunggungnya,seraya membawa beberapa buku di tangannya.

“Hehehe….anyeong.” sapaku.Dia tersenyum.

“Aku baru saja datang kemari untuk meminta Jin hyung mengajariku belajar bahasa inggris.Tapi Jin hyung tidak ada dirumah.”ucapnya,mungkin dia sedang memberitahuku.

“Benar tidak ada dirumah?”ulangku bertanya.Anak itu mengangguk,aku menghela nafasku.

“Ah…. memangnya ada apa,tentunya nuna punya tujuankan kenapa nuna datang kemari?” tanyanya.

“Ini….Ibu menyuruhku untuk memberikan cake ini kepada hyung-mu,Kim ajjuma yang memesannya untuk Jin.Ini.” aku pun menyerahkan kotak kue itu kepada Seungwon.

“Oh,iya nuna.Gomawo,aku akan menyampaikan hal ini kepada Jin hyung jika aku bertemu dengannya.”

“Jangan lupa…taruh saja kotak itu diatas meja makan.Jangan kau makan,pesanan ini bukan untuk mu.” Ucapku seraya menepuk-nepuk bahu Seungwon,anak itu terkikik menunjukkan sederet gigi putihnya.

“Siap nuna!!”ucapnya seraya hormat kepadaku.Aku pun tertawa.

“Hahaha..yasudah aku pergi dulu.Dah~”ucapku seraya membalikkan badanku dan berjalan keluar dari rumah tersebut.

“Nuna hati-hati.”pekiknya yang masih dapat kudengar dari kejauhan.

***

Sesampainya di supermarket,entah kenapa aku tidak merasa lapar sedikit pun dan hanya memandangi beberapa tumpukan ramen instan itu dengan tatapan kosongku.Aku menghela nafasku.Tiba-tiba sebuah wajah dengan raut terheran-heran muncul dihadapanku,membuatku tekejut bukan main.

“NU-NUGUYA!!” pekikku terkejut.

“Wah ini benar kau?!” ucap lelaki bersurai keabu-abuan itu dengan tampang tanpa dosanya.

“Ma-maaf mungkin kau salah orang.” Ucapku kemudian berjalan meninggalkan orang aneh itu.Namun dia kembali menahan bahuku.

“Im Kyurin bukan?” mendengar perkataannya aku berbalik.

“Kau mengenalku?”tanyaku penasaran.Lelaki itu langsung meng’o’kan mulutnya dan mengeluakan iPhonenya.

Apa yang dia lakukan? Gerak-geriknya begitu aneh dan membuatku bingung.Tiba-tiba saja ia merengkuh bahuku seraya mengangkat tinggi iPhonenya.

“Satu foto saja! Aku penggemar dari suara indahmu.” Ucapnya.Apa dia pernah melihat postinganku?Apa dia seorang stalker?.Dengan ragu pun aku tersenyum kearah kamera.

“Gamsahabnidaa…..”ucapnya seraya membungkuk kepadaku.Detik kemudian ia tergesa-gesa mengetikkan sesuatu pada iPhonenya,kuintip dia sedang mengupload foto kami.

“Ka-ka-kau kenapa menguploadnya diakun itu?!”

“Wae? Gwenchana….bisa kupastikan nanti fansmu bertambah,oh ya.Hyung-hyungku juga sering mendengarkan rekamanmu.”

“Itu….kau mengenalku dari mana?”tanyaku,lelaki itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Kim Taehyung ibnida” ucapnya,dengan ragu aku menjabat tangannya.Dia menggenggam tanganku dan mengelusnya.

“Waah….tanganmu halus sekali.” Dengan segera aku menarik kembali tanganku.

“Kau tidak mengenalku? Sungguh?” tanyanya tak percaya.

“Nugu?” tanyaku polos.Tapi sepertinya kalau diperhatikan lagi aku seperti pernah melihatnya.Kulihat raut muka kecewanya yang terpampang jelas diwajahnya.Sepertinya aku pernah melihatnya..tapi dimana?!

“Aku pikir kau mengenal kami juga,karena kau baru saja memfollow twitter kami.” Gumamnya.

Tunggu?! Mengenal?! Kami?! Memfollow?!! TWITTER?!

‘Aku hanya memfollow twitter Bangtan saja kan?!’ batinku.Dengan segera aku mengecek akun milikku lewat iPhone.Mataku membulat membuka notifikasi yang muncul.Mereka-memfollow-page-milikku!!!

Iya…..aku ingat! Dia kan….

“Ba-ba-ba-bangtan…..V?” tanyaku seraya menunjuk wajahnya.Terlihat ia tersenyum sumringah kemudian kembali meraih bahuku,dan mengajakku berjalan bersama keluar dari supermarket itu.Merasa risih,aku pun mendorongnya agar menjauh dariku.

“Kajja,ada yang ingin bertemu denganmu.”

“Nu-nugu?”

“Suga Hyung,dia ingin kau menyanyikan lagu ciptaannya~”

“Min Yoongi?”

“Wueeehh….apa kau hanya menghafal nama kami saja?”

“A-ani…aku bahkan baru saja tahu tentang geng kalian.Aku hanya penasaran saja dengan seseorang.”

“Nugu?Nugu? Ahh.yang pasti itu bukan aku,kau bahkan tidak mengenali wajahku yang tampan ini” gerutunya.Aku hanya tertawa geli melihat tingkahnya.

***

Kurebahkan tubuku diatas ranjang empukku.Sedari tadi aku terus tersenyum sendiri mengingat lelucon yag Taehyung buat disepanjang perjalanan pulang kerumah.Aku menolak ajakannya untuk bergabung dengan acara makan malam bersama mereka yang aku tahu nantinya akan membuatku beku setelah dekat-dekat dengan Jin.

“Kyurin! Kyurin!” teriak seseorang dari dalam rumah sana.

“Ayah?” gumamku seraya berlari membuka pintu kamarku dan berlari menuruni tangga.

“Oh…Ayah!!” seruku berhambur memeluknya.Dapat kurasakan ayah membelai rambutku.Aku mendongak menatapnya,kemudian menangkup pipi ayahku.

“Ayah terlihat sangat kelelahan.Apa ayah sudah makan?”tanyaku seraya melepaskan jas yang ia kenakan,kemudian mengambil tas yang ia bawa.

Menjadi sekertaris direktur tentunya adalah pekerjaan yang melelahkan.Ayahku adalah sekertaris direktur Kim(ayah SeokJin),ayahku dan ayah Jin berteman dekat karena kami adalah tetangga baik.

“Belum”jawabnya.Aku tersenyum kemudian menuntunnya untuk duduk di kursi khusus miliknya di ruang makan.

“Aku akan memasak nasi lalu membuat Kimchiguk(sup kimchi) untuk ayah.Tunggu sebentar ok!”

“Ok”

Setelah beberapa menit membuatkan makanan untuk ayah.Aku pun menyajikannya,kulihat ayah terus mengetikkan sesuatu pada laptop miliknya.Aku memeluk layar laptop itu seraya menatap ayahku kesal.

“Ayah,berhentilah untuk terus mengurusi pekerjaan.Ayah juga perlu makan.DAN JUGA! Perlu ayah ketahui,putri yang cantik ini haus akan kasih sanyang dari seorang ayah.” Gerutuku.Ayahku tertawa seraya mengacak rambutku pelan,ia menyingkirkan laptopnya dan aku pun menggeser mangkuk-mangkuk bersi makananku didepannya kemudian duduk dikursi disebelahnya.

“Waah….aku sangat beruntung memiliki putri yang pintar memasak.”

“Gamsahabnida~” ucapku.Ayahku pun melanjutkan acara makannya,aku begitu merindukannya.Aku memandanginya,terus memandanginya sebelum esok pagi ia pergi lagi untuk pekerjaannya.Padahal besok adalah hari minggu,harusnya ayah dan ibu menemaniku.Jika kalian menanyakan hari apa yang paling menyebalkan adalah HARI MINGGU!! Dimana aku hanya berdiam diri dikamarku.Aku tak begitu tertarik untuk keluar rumah,aku tidak punya teman yang dapat memahamiku.

-Aku hanya seperti burung yang tidak dapat keluar dari sangkarnya-

-Seseorang yang tidak begitu tertarik dengan dunia luar-

“Oh iya!” ucap ayah membuyarkan lamunanku.Kini aku melihatnya sedang mengeluarkan beberapa berkas dan juga amplop berwarna coklat itu dari dalam tasnya dan memberikannya kepadaku.

“Apa ini?”tanyaku.

“Tadi Direktur Kim menanyakan kabarmu kepadaku.Dia baru tahu jika kau tidak satu sekolah dengan Jin.Jadi dia menawarkan surat perpindahan sekolah itu kepadamu.Dia sangat berharap kau mau menerimanya,ia ingin kau mengawasi Jin dan juga teman-temannya yang nakal itu-”

“Ayah”panggilku seraya memasang wajah datarku,namun ia tetap mengoceh meneruskan kalimat demi kalimatnya.

“Ini sebenarnya tawaran atau perintah.Haa! Ayaah~ Aku tidak mau menjadi siswi terbodoh disana,lagi pula itu sekolah yang lumayan mahal.Aku yakin disana banyak murid dari golongan orang kaya.”

“Eits…ingat,kita semua itu sama.Kita manusia.Kaya atau miskin itu sama saja.Lagi pula kita juga tidak terlalu miskin,buktinya rumah ini mewah,kita punya mobil,kau mau beli apapun juga ayah turuti.”

“Tapi ayah-”

“Ini kesempatan Kyurin.Ayah tidak ingin mengecewakan sahabat ayah sendiri.Lagipula ini juga menguntungkanmu bukan.Ayah janji,ayah akan menemanimu setiap hari jika kau menerima tawaran ini.”

“Jinjja?!” pekikku senang.Ayah mengangguk,aku pun langsung memeluknya erat.Kemudian berdiri dan berjingkrak-jingkrak saking senangnya.

“Ah… terimakasih! terimakasih! terimakasih!”seruku.

“Besok belilah seragam,sepatu dan tas baru dengan uang yang ada didalam amplop itu.”ucap ayah seraya menunjuk amplop coklat yang kupegang.

“Oh? Ini? Pantas aku mencium bau uang.Apa ini dari tn.Kim?”

“Eiii~ Tentu saja bukan! Itu dari ayah tahu,ayah baru mengambil uang di bank.”

“Oh…mianhae!!” pekiku panik melihat ayahku yang mendadak jadi cemberut dan memeluknya.

***

Pagi-pagi sekali aku sudah berpenampilan rapi hendak melakukan olahraga pagi dihari minggu yang sejuk ini.Aku memakai hoodie hitamku dan celana selutut dengan warna yang sama.Aku juga memakai sneakers hitam putihku.

Suara ketukan sepatuku begitu terdengar nyaring seiring langkahku menuruni tangga,karena suasana pagi masih sangat sepi.Aku merentangkan tanganku guna merenggangkan otot lelahku setelah semalaman tidur dengan posisi yang begitu tidak nyamannya.

-Karena aku terlalu senang dengan apa yang kudapat tadi malam-

Kupikir ayah sudah berangkat kerja,karena mobilnya sudah tidak ada didalam garasi.Aku berjalan keluar rumah,dapat kudengar suara teriakan dari rumah Jin,jadi kuputuskan untuk mengintipnya sedikit dengan cara memanjat pagar rumahku yang membatasi rumah kami.Kini dapat kulihat jelas ketujuh lelaki yang sedang bermain bola basket.Kini mataku hanya tertuju kepada satu orang saja.

“Kim seok jin~” gumamku.Sampai lama-kelamaan aku terhanyut dalam suasana yang berbunga-bunga.Dimataku kini Seok Jin seperti seorang pangeran dengan cahaya bling-bling dan bunga mawar disekitarnya.

Author pov

“Tampannya~” gumam Kyurin seraya terus memandangi Jin.

Tanpa ia sadari salah satu dari mereka berlari kearahnya untuk melakukan shoot ke ring yang bertempat pada tembok yang letaknya tepat dibawah Kyurin.Hingga Namjoon melakukan shoot yang meleset hingga mengenai kepala Kyurin dan membuat gadis itu terjatuh.

Brak!!

“Hyung….sepertinya itu tadi mengenai sesuatu.” Ucap Taehyung.

“Kyurin?” Jin pun langsung berlari keluar dan membuka gerbang rumah Kyurin,mendapati gadis itu kini tengah meringkuk memegangi kepalanya.

Sementara yang lainnya yang baru saja datang hanya menyaksikan itu.Taehyung yang merupakan fans berat Kyurin pun langsung panik sendiri.

“Kyurin nuna,kau tidak papa?! Mana yang sakit?! Apa perlu kita kerumah sakit?! Aigoo!! keningmu berdarah! Dokter mana DOKTER!!”

Tolong abaikan ocehan itu.

***

Kini ketujuh lelaki itu sudah berada didalam rumah Kyurin.Mereka semua berkeliling menjelajahi ruang tamu rumah Kyurin,sedangkan gadis itu sedang diobati oleh Jin.

“Waah….rumah ini penuh dengan nuansa mawar…” oceh Namjoon kagum.

“Disana ada gambar mawar! Lihat! Langit-langitnya juga bermotif mawar.OH! Disana juga!! Aku harus berfoto disini!! Ini keren!!” seru Taehyung seraya melakukan selca dimana-mana.

Sedangkan Yoongi memotret setiap sudut yang menurutnya menarik,ia sangat suka memotret sesuatu.

“Begitu unik” gumam Yoongi memandang puas hasil potretannya,kemudian menguploadnya.

Kita abaikan yang lainnya,kembali fokus dengan Kyurin yang sudah mulai kehabisan nafasnya.Ia sudah beberapa menit membeku seperti itu.Jin sedang mengobati luka lecet pada keningnya,sedikit meniup kening Kyurin membuat gadis itu ingin pingsan saat itu juga.Jin menempelkan plaster pink itu ke kening Kyurin.

“Selesai.Hey,kenapa kau memandangiku seperti itu?” gerutu Jin namun Kyurin tetap saja mematung dengan wajah meronanya.

“Ya…ya!” panggil Jin seraya menjentikkan jarinya didepan wajah Kyurin dan berhasil membuat gadis itu tersadar dan menjadi kikuk.

“A-ah…gomawo….”ucap Kyurin seraya mengalihkan pandangannya.Kemudian buru-buru berdiri dengan gerakan kikuknya.

“Kau ingin makan sesuatu?”tawar Kyurin.Namun sebelum Jin sempat menjawab,telefon rumah Kyurin berbunyi,membuat gadis itu berlari mengangkat telefon.Membuat semuanya terheran-heran dengan sikat yang ditunjukkan Kyurin.

“Hyung…dia kenapa?” tanya Jimin terheran.Jin pun hanya mengendikkan bahunya tanda ia juga tak tahu.

“Yeoboseo…”

“….”

“Oh…iPhoneku mati bu,baterainya habis.Tapi sekarang aku sedang mengisi baterainya dikamar,jadi aku tidak tahu jika ibu menelefon.”

“Mwo? Dirumah sakit? Aish…kan sudah kukatakan jangan memaksakan diri ibu..”

“….”

“Apa ayah sudah tahu?”

“….”

“Oh…baiklah,aku akan ke sana.”

‘Jangan kemari,pergilah ke cafe dan awasi para pekerjaku’

“Ibu,kenapa selalu memikirkan tentang pekerjaan sih?”keluh Kyurin.

“….”

“Baiklah….hmm….kkeutna…”

Setelah mengakhiri panggilan telefon dari ibunya Kyurin kembali memasuki ruang tamu,mendapati ketujuh lelaki itu sedang duduk di sofa seraya bercanda ria.Setelah menyadari jika Kyurin sudah berada disana mereka semua langsung menghentikan aktifitas mereka.

“Ma-maaf,aku harus pergi sekarang.Aku…”

“Kami mendengarnya kok.Baiklah,kita harus kembali~”ucap Taehyung
berjalan keluar mendahului yang lainnya.Jin berhenti didepan Kyurin.

“Kau disuruh menjaga cafe kan?” tebak Jin.

“Eum” gumam Kyurin seraya mengangguk kikuk.Jin tersenyum.

“Boleh aku membantu?”tanya Jin.Kyurin langsung mendongakkan kepalanya.

“A-a-andwaeyo! Aku hanya harus mengawasi saja kok”

“Oh baiklah”

“Hehehe…iya…..” kekeh Kyurin kemudian menghela nafasnya lega.Namun tak ia sangka Jin menepuk tangannya,membuat keenam temannya berhenti dan berbalik memandangi Jin bingung.

“Kalian ingin kutraktir lagi?”tawar Jin.

“BAIIIK!!” seru semuanya.Dan Kyurin hanya tersenyum kikuk.

***

Kyurin pov

Sejak kami sampai dicafe milik ibuku.Beberapa perempuan yang melewati cafe ini langsung mengerubungi ketujuh lelaki itu dan rela memesan sesuatu demi bisa duduk didalam cafe ini.Cafe ini tidak terlalu luas untuk menampung banyaknya gadis-gadis yang tegah histeris itu,hingga mereka yang tidak bisa masuk hanya menyaksikan dari kaca cafe saja.

Mengerikkan,ini seperti di film zombie.Cukup menguntungkan sih,mereka bertujuh datang sebagai pembeli dan juga untuk menarik pembeli untuk datang.

Aku tersenyum memandangi mereka bertuju yang terlihat begitu ceria dan semangat untuk menghibur pelanggan dengan cara menyanyikan sebuah lagu.Jin menoleh kepadaku dan menunjukkan senyumnya.Dan untuk pertama kalinya aku terbiasa dengan kontak mata kami.Ia kembali memalingkan pandangannya untuk kembali ikut bercanda dengan yang lainnya.Tiba-tiba kurasa iPhone ku bergetar.

“Yeobose-”

‘Gilaaaaa!! Aku mencoba menelefonmu semalaman,bahkan aku begadang semalaman hanya untuk mencoba menghubungimu.HANYA UNTUK MENANYAKAN BEBERAPA HAL!!!’ pekik Yujin dari seberang sana membuatku refleks menjauhkan iPhone dari telingaku.

“Yah,kau ingin membuatku tuli?”

‘Kyurin-a!! Apa benar yang berfoto bersama Taehyung-V-Bangtan yang semalaman itu adalah kau?’

“Ya benar itu aku”

‘AAA!!! AKU BISA GILAA!! Lalu-lalu!! Yang tadi pagi,foto sebuah ruang tamu bernuansa mawar itu ,Yoongi-Suga-Bangtan itu dia meng-share nya dengan teks ‘Rumah yang cantik penuh dengan mawar,secantik pemiliknya K.R’ Nah!! K.R itu Kyurin kan? Itu kau kan? Apa itu benar rumahmu?’

“I-iya….itu rumahku.”

‘AISH JINJAAAA!!! Satu lagi!! Kau bilang kau tidak mengenal bangtan?’

“Aku memang baru mengenalya!”

‘Lalu bagaimana bisa kalian bertemu dan bagaimana mereka bisa berada dirumahmu?!! Aku sangat penasaran!! Pokokya kirimkan alamat rumahmu ,aku akan datang dan aku ingin menanyakan semuanya nanti’

“Hmm…boleh.Aku malah senang jika dapat teman dirumah”

‘Mulai sekarang aku sahabatmu oke!! Ah..sudah berapa kali aku menghasutmu untuk menjadi sahabatku,tapi kau selalu menolak….hiks~ A-a-a- lupakan! Nanti hubungi aku lagi ya.Sampai jumpa nanti di rumahmu….’

“Neee~” ucapku kemudian mematikan sambungan telefonnya.

***

Jam makan siang,waktunya para pekerja istirahat dan toko akan ditutup tetapi ketujuh–ah tidak geng Bangtan itu masih saja duduk didalam cafe.Aku berjalan mendekati mereka seraya membawa beberapa kotak berisi kue,dua pelayan membantuku untuk membawa kotak yang lainnya dan memberikannya kepada mereka.

“Apa ini?” tanya Jungkook sumringah.

“Imbalan.Aku sangat berterimakasih kalian membantuku.” Ucapku seraya membungkuk 90 derajat kepada mereka.

“Aigoo…kenapa seformal itu.Kita kan teman”ucap Taehyung seraya merangkul bahuku.Aku melirik Jin dan ia tersenyum kepadaku,aku pun juga menunjukkan senyumanku.

“Teman ya….” gumamku.Didalam lubuk hatiku aku sangat gembira memiliki banyak teman baik seperti mereka.

“Gomawo”

***

Seok Jin mengantarku ke tempat dimana dia biasa membeli seragam baru.Katanya jika beli di tempat lain seragamnya akan beda kualitas.Iya sih beda…bukankah itu artinya lebih mahal!! Dia bersikeras ingin mengantarku sejak aku bercerita jika aku akan dipindahkan ke BangtanHS.Tetapi aku tidak mengatakan tujuan dan sebab aku dipindahkan ke sana,itu rahasia.

Kini aku sedang mencoba seragam baruku,begitu pas dan aku suka seragam ini.Bahkan aku hanya menemukan warna merah,hitam dan putih pada seragam ini benar-benar warna kesukaanku.Aku keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan penampilanku kepada Jin dan meminta pendapatnya.

Jin pov

“Ya..Seok Jin-a” panggilnya.Aku mengalihkan pandanganku dari majalah yang kulihat.Dan astaga…lihatlah betapa cantiknya dia.

“Bagaimana?”

“Ba-bagus.” Pujiku.Dapat kulihat rona diwajahnya kembali muncul.

“Kau ingin membungkus baju itu atau tetap memakainya seperti itu?” candaku karena dia tetap berdiri ditempatnya.

“Oh? A…..aku ganti dulu,hehehe…” kekehnya kemudian kembali masuk kedalam ruang ganti.Dan aku pun pergi ke kasir untuk membayar total belanjaannya tadi.

“Seragam musim semi keluaran terbaru.Totalnya 500 ribu,anda sudah dapat potongan harganya.Terimakasih~”

Aku pun mengambil kembali kartu kreditku.Kulihat Kyurin diam tak berkutik dengan mulut menganga.Aku tertawa kemudian menyentuh dagunya guna mengatupkan mulutnya.

“A-aku punya uang sendiri…” ucapnya lalu hendak mengeluarkan dompetnya.Aku merampas dompet itu dan berjalan mendahuluinya seraya memainkan benda ini dengan melempar dompet itu dan menangkapnya lagi.

“Ya-YAH!! Kembalikan dompetku!!” pekiknya,aku berbalik dan melihatnya sedang berlari mengejarku.

“Hey..kau melupakan seragam barumu.” Ucapku dan gadis itu segera berbalik untuk mengambil seragamnya.Aku kembali berjalan dan memainkan dompet itu lagi.

“Hah….lucu sekali…”

***
Saat didalam mobil,aku terus saja bernyanyi dengan diiringi irama musik rock yang cukup keras agar Kyurin tidak berbicara kepadaku.Gadis itu berkali-kali mencoba untuk mengatakan sesuatu namun kuacuhkan saja dan kembali bernyanyi.Karena aku tahu gadis itu akan terus mengomel karena aku membayar tagihan seragamnya tadi.

Aku mengajaknya ke gedung mall milik perusahaan sahabatku,Kidoh.Tempat dimana biasanya aku membeli barang-barang seperti sepatu,baju dan yang lainnya.Aku mengajaknya kemari karena ia bilang ia juga akan membeli sepatu dan tas baru.

“Oh…ya tuhan!!”gumamnya.Aku yang awalnya sedang memandangi deretan sepatu bagus pun langsung menoleh kearahnya.Kyurin,gadis itu sedang membulatkan matanya melihat tas ransel didepannya.Aku pun berjalan dan mensejajarkan diri dengannya.

“Hey…kenapa kau membawaku kemari,barang-barang disini begitu mahal.Aku mau pulang saja!” ucapnya berjalan melewatiku.Refleks aku pun menarik rambut pirangnya,hingga gadis itu kembali melangkah mundur seraya mengaduh.

“Sudahlah….pilih saja yang kau mau.Dulu kau sering membelikanku es krim waktu kecil,jadi sekarang aku ingin membalasnya dengan ini”

“Itu kan hanya es krim Seok Jin!” gerutunya.

“Tentu,aku ingin membalasnya.Terserah aku mau membalasnya seperti apa,yang harus kau lakukan hanyalah diam,menurut dan pilih apa yang kau suka.”

Kyurin pov

‘Astaga….kenapa mendadak dia menjadi menyebalkan seperti ini’
batinku.Bahkan ia berucap dengan wajah datarnya.Dan entah bagaimana,tapi rasanya karismanya mendadak hilang begitu saja,sejak ia merampas dompetku.Ia kembali menyebalkan seperti dulu.

‪#‎Flashback‬

Saat itu aku dan Jin masih berumur 12 tahun.Kami sedang bermain masak-masakan,bukan mainan tapi masak sungguhan tetapi hanya sekedar bereksperimen.

Apa aku hobi memasak? JawabannyaBUKAN! Sungguh aku tidak suka hobi perempuan itu.Tetapi karena Jin menyukainya jadi aku juga ingin mempelajari tentang bagaimana cara memasak.

“Oppa kau haus?” tanyaku dengan suara lembutku.

“Iya,lumayan…..”ucapnya masih tetap fokus mengaduk sup ramennya.Aku pun melepaskan apron pink milik Jin yang ia pinjamkan padaku, kemudian keluar dari rumah Jin sebentar untuk pulang ke rumahku untuk sekedar mengambil es krim yang kubeli dan kusimpan dilemari pendingin.Setelah itu aku kembali kerumah Jin.

“Ini untukmu…” ucapku menyerahkan es krim rasa coklat itu kepada Jin,dia pun langsung menyambarnya dan memakannya karena aku sudah membuka bungkusnya.Ia duduk diatas meja seraya memandangi panci yang ia gunakan untuk memasak ramennya.

“Apa yang akan kau gunakan untuk bumbu tambahan?” tanyaku.

“Keju?”usulnya.

“Wah!! Aku sangat suka dengan keju!”

“Baiklah!! Akan kubuatkan ramen terenak!!”

“Asiiik!!!” seruku.

‪#‎Flashback_off‬

‘Haah~ itu benar-benar masa-masa yang sangat kurindukan’

-Sekarang?-

Dia menyuruhku membawa paperbag berisi barang belanjaanku sendiri……bukan apa-apa….
TAPI DIA JUGA MENYURUHKU MEMBAWAKAN BARANG BELANJAANNYA!!! Aku menatap sebal punggungnya.DAN LAGI!! Dia terus saja memainkan dompetku.

“Oh!” gumamnya.

‘Oh?! Oh?! APA?!!’ bentakku dalam hati.Dia berbalik kepadaku,aku pun menunjukkan senyuman termanisku.

“Kau belum beli sepatu kan?Kajja!” ucapnya menarikku begitu saja ke toko sepatu dan aku pun hanya mengikutinya saja,toh aku juga akan dibelikan…merki sedikit sungkan sih…tapi aku juga tidak bisa mengelak.

“Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya menunjuk dua pasang sepatu yang memiliki corak yang serupa.

“Itu kan sepatu couple….”ucapku,ahh…mendadak aku jadi kikuk lagi karena sifatnya.Ia tersenyum kemudian berdiri mengangkat kedua padang sepatu itu.

“Aku ingin membeli yang ini karena aku suka warna merahnya.Tapi sepatu ini berpasangan jadi mau tidak mau aku harus membeli keduanya.Kau mau membantuku kan?”

‘Bagaimana ini,aku harus jawab apa?Baiklah..aku akan main hitung lima jari.’

Iya…tidak….iya….tidak….IYA?!

“I-iya??”gumamku.Dia langsung tersenyum lebar dan langsung berlari kearah kasir.

“Yaah…Kim Seok Jin!!”

-Tapi sepertinya aku merasa senang-

.

.

.

To be continued…

Iklan

6 thoughts on “Eye Contact || BTS Jin Fanfiction || Chaptered || Pt.1

  1. Maxwell Goosby berkata:

    I have been surfing online more than 2 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my view, if all web owners and bloggers made good content as you did, the web will be a lot more useful than ever before.|

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s