Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.9


Romantica9

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Genre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

Kini Hyemi dan Taehyung ditugaskan untuk mengepel ruang dance utama.Seperti biasa,Taehyung selalu saja mengoceh ini-itu dan membuat Hyemi semakin bosan untuk mengerjakan hukuman mereka.

“Kau…tahu?” tiba-tiba raut wajah Taehyung menjad begitu serius.Hyemi pun menghentikan aktifitas mengepelnya,kemudian memandang Taehyung.

“Apa?”

“Ibumu bukanlah seseorang yang pernah kau lihat sebelumnya.Bukan orang yang tiba-tiba menghilang saat kau sedang kesulitan.Dia bukan ibumu…”

“APA YANG KAU BICARAKAN?” Hyemi melempar tongkat pelnya,menghasilkan suara yang begitu nyaring diruangan kosong yang begitu luas itu.Taehyung menghela nafasnya,kemudian berjalan dan memegang bahu Hyemi.

“Ibumu yang sebenarnya adalah bibi pendonor darah yang sebenarnya adalah Nyonya Park Jisum,ibu kandungmu-”

Plaaak!!

Hyemi menampar pipi kanan Taehyung.Lelaki itu memegangi pipinya yang terasa panas,terlihat dari pantulan cermin Taehyung melihat sudut bibirnya berdarah.Kemudian dilihatnya Hyemi yang terlihat sedang emosi,menatap Taehyung tajam dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.Taehyung belum faham jika gadis itu sangat sensitif jika seseorang berbicara hal tentang keluarga apa lagi orang tuanya,sehingga bisa semarah itu kepada Taehyung.

“Kau jangan main-main tentang orang tuaku!!”bentak Hyemi.

Tanpa mereka sadari seseorang wanita paruh baya yang terlihat muda seperti anak senior yang menyamar dengan memakai seragam sekolah itu mengintip kegiatan mereka didalam ruang dance itu.

Ny.Park.Yah…ini adalah alasan kenapa guru killer itu menghampiri mereka.Ny.Park lah yang mengutus guru itu untuk memberi hukuman kepada Hyemi dan Taehyung agar mereka memiliki waktu bersama lebih lama.Karena Ny.Park tahu si Mina itu memindah Hyemi ke kelas lain.Namun hal tak terduga ini terjadi,dan malah membuat Hyemi menjadi marah.

Ny.Park merasa sedih.Kemudian saat ia ingin melihat ke dalam ruangan itu lagi.Dilihatnya Hyemi berjalan dengan hentakan keras kearah pintu.Ny.Park pun langsung bersembunyi dibalik tembok dan Hyemi pun berlari melewatinya begitu saja seraya menangis terisak.Ny.Park berjalan memasuki ruangan,melihat Taehyung tengah duduk seraya menunduk.

“Nak Taehyung….” panggil Ny.Park.Taehyung langsung mendongak,dan terkejut dengan penampilan Ny.Park.

“Oh….eomonim!” ucap Taehyung terkejut,kemudian langsung berdiri menghadap Ny.Park.Detik kemudian Taehyung menggaruk kepalanya.

“Maaf eomonim.Aku menghancurkan rencana anda.” Sesal Taehyung.Ny.Park menggeleng dan tersenyum.

“Tidak papa.Kau sudah berusaha.Harusnya aku berterimakasih untuk bantuanmu.”

“Tapi..-”

“Nanti malam aku akan pulang.Aku akan jelaskan semuanya kepada Hyemi.Kau tenang saja.”

“Baiklah eomonim” jawab Taehyung lesu karena ia masih merasa bersalah.
.

.

.

Waktu istirahat.Jimin dan Riyoung duduk berdampingan disalahsatu meja makan di kantin.Mereka terlihat saling berdiam diri satu sama lain.Riyoung masih melamun seraya memakan rotinya dengan lesu,sedangkan Jimin….selera makannya hilang jika melihat Riyoung terus-terusan tidak bersemangat seperti itu.Bahkan Jimin sudah menjelaskan semuanya secara rinci kepada Riyoung,bagaimana kejadian tadi pagi bisa terjadi.

“uhuuk!!” Riyoung tersedak membuat Jimin terkejut dan sontak membukakan penutup botol air mineralnya kemudian memberikan botol air mineralnya kepada Riyoung.Namun,bukannya menerima minuman dari Jimin,gadis itu mengacuhkannya dan langsung berjalan kearah vending machine kemudian mengambil sekotak susu vanila.Selanjutnya gadis itu berjalan keluar dari kantin.

Jimin menghela nafasnya.Tiba-tiba iPhonenya bergetar.Beberapa detik ia memandangi layar iphonenya,kemudian ia beranjak dari tempat duduknya.
.

.

.
Jimin menghampiri Taehyung yang berdiri menghadap pembatas atap,Jimin pun ikut menumpukan lengannya pada pembatas atap itu,kemudian melirik Taehyung yang terlihat sama berantakannya dengannya.

“Kenapa?” tanya Jimin.

“Hanya ingin kau menemaniku saja.Rasanya waktu istirahatku sangat membosankan.”

“Dimana Hyemi?”

“Entahlah dia meninggalkanku karena dia marah padaku.”

“Wae?”

“Rahasia.”

“Psh! Main rahasia segala…ckckck”

“Kau sendiri,kemana Riyoung?”

“Hhhh……” Jimin menghela nafasnya. “ Dia juga sedang marah denganku.Ini gara-gara gadis murahan itu.”

“Nugu? Mina nuna?”

“Ai!! Aish!! Jangan sebut namanya.Kau menyakiti telingaku.”pekik Jimin seraya menutup kedua telinganya.

“Mian.Aku juga baru tahu kalau dia itu mantanmu,hya! Kenapa tidak bercerita kepadaku huh?”

“Hahaha…..!! Mau battle basket?!”

“Siapa takut!” seru Taehyung kemudian merangkul Jimin dan mereka pun berjalan bersama menuruni tangga atap.
.

.

.
Rinrin,Hyemi dan Riyoung sedang duduk pada tangga tempat duduk penonton dekat lapangan sekolah.Mereka sedang melamun,sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.Beberapa menit kemudian Eunhee datang dengan membawa empat kaleng minuman jus berbeda rasa.Kemudian berdiri didepan ketiga makhluk yang terlihat murung itu.

“Rinrin rasa apel.” ujar Eunhee seraya memberikan sekaleng jus apel untun Rinrin.Gadis pun langsung menerima kaleng jus yang diberikan oleh Eunhee.Dan langsung berdiri mensejajari Eunhee.

“Ada yang salah dengan mereka.” Bisik Rinrin seraja menunjuk Hyemi dan Riyoung bergantian,Eunhee tersenyum.

“Aku tahu.Riyoung ini untukmu kau suka rasa Jeruk kan?” ujar Eunhee cukup keras membuat Riyoung dan Hyemi tersadar dari lamunannya.Rinrin menghela nafas lega.

“Eum….terimakasih.”ucap Riyoung menerima kaleng jus Jeruk itu seraya tersenyum tipis.

“Cheonma~. Nah……Hyemi!”panggil Eunhee.

“Hm….” jawab Hyemi.Eunhee menyodorkan kaleng jus Lemonnya.

“Untukmu,ini kesukaanmu.Jus lemon~”

“Gomawo eonni.” Jawab Hyemi lirih.

Rinrin dan Eunhee pun ikut duduk dengan mereka.Kini keempat gadis itu meminum jus mereka bersamaan.Entah bagaimana,tapi mereka berempat selalu melakukan sesuatu dengan kompak,meski kepribadian mereka sangat berbeda.

“Aahh~ Jus apel memang yang terbaik….” ucap Eunhee dengan wajah berbinarnya.Kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku blazer seragamnya.

Sebugkus roti mahal yang ia simpan.Sebelum oppanya Hoseok memakan roti itu dengan ganas.

Bayangkan saja satu kardus dimakan oppanya itu dalam waktu sehari dan Eunhee mati-matian juga menahan dirinya agar tidak memakan roti itu,karena dia juga hampir menghabiskan keseluruhan bagiannya sampai tinggal tersisa satu saja.

-Tips yang terlupakan oleh Eunhee adalah…..harusnya ia menyisakan juga untuk Jungkook-

Dan mungkin ia akan menyadarinya setelah salah satu dari ketiga gadis itu mengingatkannya atau Jungkook tiba-tiba datang dan menanyakan bagiannya.*lucu sekali jika dibayangkan

“Aku punya roti ini lagi!” seru Eunhee mengangkat tinggi sebungkus roti itu.

Seketika Rinrin,Riyoung dan Hyemi langsung membulatkan matanya dan langsung berbaris didepan Eunhee.Mereka bertiga masih ingat betul bagaimana dan kapan terakhir mereka mencicipi rasa dari roti itu.Kue yang berukuran sedang dan bentuknya seperti empat persegi yang menyatu dan jangan lupakan aroma hangat dari selai coklat yang begitu menggoda.

Mereka berempat memegang sudut bagian roti mereka masing-masing,kemudian menariknya sehingga keempat persegi itu terpisah.Wajah mereka semua tampak berbinar-binar dengan hanya memandangi sepotong roti.Sementara Riyoung langsung mengeluarkan iPhone nya secepat kilat.

“Hyemi!! Jangan dimakan dulu!!!” pekik Riyoung menghentikan aksi Hyemi,membuat wajah berbinar Hyemi menjadi kembali padam.

“Ritual aneh lagi…..” gumam Hyemi yang sudah faham betul apa yang akan Riyoung lakukan.

“Say Kimchi~” ucap Riyoung seraya mengangkat iPhonenya tinggi-tinggi,ketiga gadis itu pun bersiap dengan gaya masing-masing seraya menunjukkan potongan roti mereka dibelakang dan disamping Riyoung.Seraya memandang kearah kamera dengan memasang ekspresi imut mereka.

Riyoung dengan aegyeonya,Eunhee dengan senyuman manisnya,Rinrin dengan eyesmilenya dan Hyemi dengan wajah datarnya seraya membentuk V line dengan tangan kirinya,sedangkan tangan kanannya memegang sepotong rotinya.

“Hana….dul….set!”

“Kimchi~” seru mereka berempat.Dan satu foto pun berhasil ditake.Dengan gerakan cepat mereka berempat langsung memasukkan roti itu cepat-cepat kedalam mulut mereka saking tidak sabarnya.Mereka pun mengunyah dengan suasana hati senang.

“Hmmm~”gumam Rinrin seraya mengunyah rotinya perlahan.

“Ini kue terenak!!”seru Hyemi mengacungkan kedua jempolnya dengan mata berbinar.

“Eunhee,kapan-kapan suruh eommamu mengirimkan roti ini lebih banyak!!”seru Riyoung seenaknya.

“Haish….kau bisa minta kepada ibumu.”

“Hyaa…..jebaaalll~”rayu Riyoung

“Andwe!”

“Hahaha……kalian berdua hentikan”

Dan beginilah keseruan mereka saat bersama.Selalu meperdebatkan sesuatu yang sepele.Namun selalu berakhir dengan tawa renyah mereka.Sungguh menyenangkan.
.

.

.

Eunhee berjalan menyusuri koridor seraya membawa kotak bekalnya.Ia berjalan menuju ruang club radio.Dimana dia akan menemukan Jungkook didalam sana.Eunhee membuka pintunya perlahan seraya memanggil nama Jungkook.Hal itu membuat Jungkook yang sedang berdiri memegangi kertas-kertasnya langsung menyembunyikan kertas-kertasnya ke belakang punggungnya.

“Ah….Eunhee,masuklah” ucap Jungkook seraya menyengir kuda.Eunhee pun masuk kedalam ruang club radio itu dan menutup pintunya,kemudian berjalan mendekat kearah Jungkook seraya menyembunyikan kotak bekalnya dipunggungnya.

“Ada apa?”

“Emm….anu….itu….aku membuatkan sekotak nasi bento untukmu” ucap Eunhee seraya menyodorkan kotak bekalnya kepada Jungkook.Jungkook pun langsung menerima kotak bekal Eunhee dengan tangan kanannya,sementara tangan kirinya terus berusaha menyembunyikan kertas-kertas sketsa wajah Eunhee.

“Gomawo.Eh!! Mau makan bersama?”

“Apa boleh? Aku hanya membawa sepasang sumpit saja.” Jawab Eunhee.

“Sudahlah~” Jungkook menuntun Eunhee untuk duduk bersama disofa disudut ruangan,dan mulai membuka kotak bekal Eunhee.

“Hoaa….~” seru Jungkook kemudian mengendusi aroma yang keluar dari bento buatan Eunhee “Selamat makan~” Kemudian mulai memakan bento Eunhee.

“Otte? Tidak enak?” tanya Eunhee,karena Jungkook langsung mematung setelah menelan sesuap bento buatan Eunhee.

“Eunhee…….masakanmu benar-benar mirip dengan masakan ibuku.Bento ini sangat enak!!” seru Jungkook.

“Jinjja?” Eunhee bertanya seraya tersenyum lebar.Jungkook mengangguk antusias seraya menyumpit kemudian menyuapkan bento kepada Eunhee.

“Aaa….” tutur Jungkook.

“Aaa…..” Eunhee membuka mulutnya lebar dan memakan suapan dari Jungkook yang lumayan banyak sehingga pipi Eunhee menggembung seperti hamster,sontak Jungkook tertawa keras seraya memegangi perutnya.Eunhee pun jadi malu dan tersenyum tipis.

“Hya….kenapa kau tertawa?”ujar Eunhee setelah menelan nasinya.

“Kau??? Aigooo….” Jungkook mencubit kedua pipi Eunhee. “Sudah kukatakan panggil aku oppa.Dengan begitu aku akan lebih senang.”

“Oh…baiklah…..” Eunhee terdiam sejenak membuat Jungkook mengerutkan keningnya,Eunhee mengabil lafas lalu membuangnya.Kemudian melirik Jungkook dan tersenyum penuh arti.

“Oppaaa~”

“Hyaaa! Itu terlalu manja!” ucap Jungkook seraya menahan tawanya.

“Oppa?!”

“Hahaha…..kau memanggilku seperti gonggongan JanGuk”

“Haish….yasudahlah.Oppa! Jung Eunhee ibnidaAaaAaAAaaaa~”ucap Eunhee dengan nada lucu seraya beraegyeo didepan Jungkook.

“Hahaha…..kau lucu sekali.Ah baiklah-baikah Jeon Jungkook ibnida~” ucap Jungkook kemudian kembali memakan bentonya,kemudian menyuapi Eunhee,kemudian menyuapkan untuk dirinya sendiri dan terus bergantian seperti itu sampai bento tersebut habis.

Eunhee mengintip kertas dibelakang Jungkook.Kemudian mengambil selembar dan terkejut melihatnya.

“Heol~ Oppa menggambarku dengan baik”

“Eh…? Yaaaa!! Kembalikan padaku” Jungkook mencoba merebut kertasnya dari Eunhee,namun dengan segera Eunhee berlari menjauh dari Jungkook.

“Andwe!! Ini sketsa wajahku,oppa menggambarku tanpa seizinku.”

“Kembalikan! Hey kau juga pernah memotretku diam-diam.” Jungkook mengejar Eunhee,dan lagi-lagi Eunhee berhasil lolos dan menjulurkan lidahnya kepada Jungkook.

Jungkook terus mengejar Eunhee.Hingga akhirnya Eunhee kehilangan keseimbangannya saat ingin kembali menghindar,hingga ia ambruk dan jatuh menimpa Jungkook.

Chu~

Dan saat itu juga,secara tidak sengaja bibir mereka bertemu.Eunhee masih menutup matanya karena terkejut saat terjatuh,sedangkan Jungkook membulatkan matanya menyadari bibir mereka bersentuhan.Eunhee membuka matanya perlahan.Pandangan mereka bertemu,sejenak mereka membeku.

“AAAA!!!” Eunhee langsung bangkit kemudian langsung berdiri menjauh dari Jungkook.

“Mi-mian….” lirih Eunhee seraya menggigiti jarinya.Kebiasaan ketika ia sedang dalam situasi gugup.Jungkook bangkit dari posisinya kemudian duduk diatas lantai.

“Hahaha….tidak papa,kita kan sudah berpacaran.”ucap Jungkook seraya tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya.

“Itu……first kiss ku” gumam Eunhee yang masih dapat didengar oleh Jungkook.Jungkook pun berdiri mensejajarkan dirinya dengan Eunhee.

“Itu juga yang pertama bagiku hehehe…..”

“Eh?” seketika wajah Eunhee menjadi lebih merah dari sebelumnya.
.

.

.
Tak terasa sudah 2 minggu terlewati.Sebelum musim panas tiba dan sekolah akan mengadakan liburan musim panas,hari inilah dance festival digelar di ‘Korea National University of Arts’sekolah mereka.Dance festival ini akan didatangi oleh aktor sekaligus penyanyi ‘Seo In Guk’ sebagai bintang tamu dan juri.

Karena sekolah ini adalah pusat dari sekolah lainnya yang ada di Korea Selatan,tentunya sekolah lainnya akan berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk menampilkan murid berbakat dari sekolah mereka masing-masing untuk mengikuti dance festival tersebut.Dan kini sudah ada puluhan murid dari lima sekolah yang diterima untuk menampilkan bakat dance masing-masing tim.

“Huahh….kostum mereka sangat beragam.” Gumam Eunhee mengomentari seluruh murid dari sekolah lainnya yang memakai beragam kostum menarik.Disampingnya Rinrin hanya diam.Mata gadis itu menjelajahi setiap sudut koridor,dimana ada banyak murid yang menatap kagum sekolah mereka.

“Anyeonghaseo….” sapa Eunhee dan Rinrin ketika memasuki ruang dance utama.Dimana disana ada

Jimin,Taehyung,Namjoon,Hyemi,Riyoung,Sui,dan Hyeongjae.Seketika semua mata mengarah kepada Eunhee dan Rinrin,kemudian membalas sapaan mereka.

“Aigoo…..rasanya kakiku masih kaku dan gemetaran,jantungku berdetak kencang membuatku sesak…..” gumam Riyoung gemetaran seraya memeluk lututnya.Jimin pun berjongkok memberi ketenangan kepada

Riyoung yang masih gugup setelah penampilan mereka selesai beberapa menit lalu.Kini mereka mengenakan seragam seperti biasa,karena mereka mengambil konsep sekolah.Mereka akan menari sambil mendrama….ah tidak! Tepatnya menceritakan bagaimana awalnya mereka bertemu dan konsep mereka mendapatkan skor yang baik dan respon yang sangat menakjubkan.Mungkin setelah ini mereka akan banyak digemari oleh para hoobae dan murid dari sekolah lainnya.

Disudut lain Taehyung melindungi Hyemi kerena Hyeongjae tetap bersikeras ingin mencubiti pipi Hyemi.Gemas karena gadis itu terlihat imut setelah Hyeongjae memakaikannya eyeliner miliknya kepada Hyemi.Taehyung menempelkan telapak tangan kirinya kewajah Hyeongjae.

“Menjauh dari yeojaku!” bentak Taehyung.

“Aish….bagaimana kau bisa memiliki namjachingu seburuk dia?” ucap Hyeongjae kepada Hyemi,kemudian beralih kesudut ruangan untuk berlatih dancenya.

“Lihatkan,gara-gara kau memakai kostum seperti itu kau jadi pusat perhatian tadi.” Ucap Taehyung menegur Hyemi yang memakai baju yang mengekspos perut rampingnya dengan mengenakan hot pantsnya yang mengekspos pahanya.

“Kau hanya bilang kita memakai baju warna hitam.” Jawab Hyemi enteng.

‘Kita’?

Yah….karena Taehyung sudah berkali-kali membujuk agar ia dipartnerkan denga Hyemi.Hingga membuat pelatih Choi kelelahan memberi penjelasan kepada Taehyung dan karena usaha saat Taehyung melatih dancenya agar menjadi partner gadis itu,pada akhirnya pelatih Choi mengijinkkan mereka mengganti partner mereka.Asalkan mereka tidak akan membuat masalah untuk pertunjukan mereka.

“Ya!! Itu karena aku fikir kau tidak akan memakai pakaian yang feminim dan sependek ini lagi.”

“Aku tidak memakai baju yang feminim.Aku juga masih memakai sneakers bukan high heels~” ucap Hyemi seraya mengibaskan rambutnya.

“Yaa……aku ini namjachingumu,tentunya aku tidak mau namja lain melihat mu dengan pandangan seolah ingin memangsamu seperti itu.”

“Aku hanya mendalami role ku.Aku kan Hyuna~”

Namjachingu? Mereka menjadi sepasang kekasih?

Jawabannya Ya!

Berhari-hari bersama Hyemi.Ia makin yakin dari arti pandangan Hyemi untuknya.Dulu yang membuat Taehyung takut dengan perasaannya kepada Hyemi adalah gengsi yang dimiliki gadis itu dan perasaannya.

Awalnya ia pikir Hyemi masih menganggapnya sahabat biasa.Namun lama kelamaan Taehyung meyakinkan dirinya jika Hyemi juga memiliki perasaan yang sama kepadanya.Setelah itu Taehyung menyatakan perasaannya kepada Hyemi,dan gadis itu hanya menjawab ‘Ya,baiklah’ namun dengan wajah merah meronanya.

“Eh…hyunseung harus terlihat seperti nappeun namja.Aha! aku punya ide! Ini akan sangat keren!!” seru Hyemi antusias seraya mencari sesuatu didalam tasnya.

“Lipstik merah itu untuk apa?” tanya Taehyung kepada Hyemi yang memakai lipstik merah itu dibibirnya.

“Aku ingin membuat kiss mark,sini-sini!” Hyemi merengkuh tubuh Taehyung dan mencium pipi kanan Taehyung,hingga bekas lipstik merah itu menempel pada pipi Taehyung.

“Hya!!! Apa yang kau lakukan!”pekik Taehyung,membuat seluruh orang yang melihat mereka tertawa renyah.

“Nah…ini baru yang namanya Bad Boy~” ucap Hyemi seraya mengelap lipstik dibibirnya menggunakan tisu.Setelah merela menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih,terkadang Taehyung merasa ngeri saat gadis itu sedang menggila hanya karena melihat Taehyung,kemudian tiba-tiba mencium taehyung dengan seenak jidatnya.

“Oh…ayolah…dia sangat berbeda sekarang~” gumam Taehyung
Disudut lain Jungkook menghampiri Eunhee.Eunhee pun tersenyum.

“Chagiya…..perkenalkan,dia Ahn Sui nuna.”

“Anyeonghaseo sunbae….Jung Eunhee ibnida…” ucap Eunhee kemudian membungkuk 90 derajat.Sui pun tertawa melihat begitu formalnya Eunhee didepannya.

“Jangan seformal itu,aku jadi tidak enak hehe….”ucap Sui salah tingkah.

“Dia jauh lebih tua dari kita loh.” Bisik Jungkook kepada Eunhee,dan karena Sui mendengarnya seketika wajah Sui menjadi sangat menyeramkan,memandang Jungkook seolah ingin menelan Jungkook hidup-hidup.

“Kau tahu Eunhee,Jungkook adalah orang paling jahil yang pernah kutemui.Coba aku tebak,pasti kau tertipu dengan sifat sok kerennya.”

“Yah…nuna! Aku ini memang keren.” Ucap Jungkook membela dirinya.

“Aku tidak sedang berbicara denganmu bocah.Iyakan Eunhee…?”

“Euhm…..pernah,sebelum aku mengenalnya ia tampak sangat berkarisma.Tapi sejak kami resmi berpacaran,sifat jahilnya selalu muncul setiap saat.Tapi itu cukup menghiburku.Aku sangat mencintai……”

“Woh…..kata-kata itu lagi.Kata-kata itu selalu meledak disaat yang tepat.” Ucap Jungkook dengan wajah menggodanya,membuat Eunhee langsung memalingkan wajahnya karena malu.

“Aa-aku pergi kebangku penonton dulu…. Rinrin-ah kajja.” Ajak Eunhee berjalan keluar dari ruang dance itu diikuti Jungkook yang terus-terusan menggodanya.

“Chankaman…!” seru Rinrin.Kemudian kembali ke topik pembicaraannya dengan Namjoon.

“Lalu aku harus bagaimana? Jika nanti saat acara makan malam appamu menanyakan tentang status keluargaku? Apa kau yakin appamu akan percaya jika kita bohong?”

“Aku tidak perduli mereka percaya atau tidak.Aku tetap tidak akan mau dijodohkan dengan Mina sialan itu.Aku akan menjemputmu nanti sore,kita bersiap-siap.” Namjoon mengelus puncak kepala Rinrin,kemudian mengecup kening gadis itu dengan lembut.

“Oppa..aku takut…” lirih Rinrin dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.Namjoon menangkup kedua pipi Rinrin dan mengelusnya lembut.

“Jangan takut.Aku akan selalu ada bersamamu.”

“Tapi..-”

“Shhh….” Namjoon menempelkan telunjuknya pada bibir Rinrin.

“Lupakan hal ini sejenak.Kita lanjutkan nanti sore.Sekarang pergilah bersama Eunhee….dan tunggu aku tampil.”Namjoon membalikkan tubuh Rinrin kemudian menuntunnya kearah pintu keluar,dimana disana ada Jungkook yang sedang menghalangi pintu.Namjoon pun menyeret Jungkook kebelakang agar lelaki itu tak menghalangi pintu lagi,dan itu pun menghentikan kegiatan Jungkook menggoda Eunhee yang wajahnya sudah memerah.

“Yak Hyung!!!” pekik Jungkook tidak terima dengan perlakuan Namjoon kepadanya.

“Eunhee….aku titip Rinrin ya.”

“Okay!” jawab Eunhee.Namjoon pun kembali menutup pintu ruang dance utama tersebut.Eunhee langsung memandang Rinrin yang sedang menunduk.

“Hya….kau kenapa?”

“….”

“Hey….ayolah ceritakan kepadaku,apa yang kalian bicarakan?”ucap Eunhee seraya mengguncangkan bahu Rinrin.Rinrin pun mengusap air matanya kemudian mendongakkan kepalanya.

“Anio.Kajja kita cari bangku VIP yang sudah kita pesan.Kita harus menonton Namjoon oppa setelah ini.”

“Menyembunyikan sesuatu dari sahabat itu dosa besar…..” gumam Eunhee mematung ditempat seraya memasang tampang horronya.

“E-e-e-eh-hehe…..” kekeh Rinrin yang ngeri dengan wajah Eunhee.
.

.

.

Jong In side

‘Kau menyukai Mina kan?’ kata-kata Namjoon yang sempat mengejutkannya beberapa menit yang lalu tetap berputar diotaknya seperti film rusak yang terus terulang-ulang.

‘Bagaimana kau tahu?’tanya Jong In

‘Kau kan sahabatnya sejak kecil.Sampai kapan kau akan memendam perasaanmu itu dengan mengalah dan melampiaskan kekesalanmu kepada gadis lain?’

‘Yah yahh~…jadi….apa maksudmu menanyakan hal itu kepadaku?’

‘Aku dan Mina akan dijodohkan’

‘Mwo?!! Jadi kau mempermainkanku dan mengambilnya kembali sesuka hatimu seperti boneka yang terlah kau lupakan dan kembali kau pungut lagi? TEMAN MACAM APA KAU??!’

‘Kau tidak mau hal itu terjadi kan?’

‘Huh? Maksudmu?’

‘Ajak Mina dan lakukan apa saja agar ia tidak bisa datang ke acara makan malam keluargaku nanti.Usahakan dia tidak datang dan menghancurkan rencanaku’

Dan sesuai dengan perkataan Namjoon pun Jong In berlarian mencari Mina,setelah acara Dance Festival usai.Dilihatnya gadis itu tengah berjalan sendirian kearah mobil yang terpakir didepan pintu gerbang sekolah,dimana disana sudah ada supir pribadi Mina yang selalu mengantar jemput Mina di sekolah.

“Mina!!” panggil Jong in seraya mengejar Mina.

“Eh?” Mina menghentikan langkahnya dan berbalik. “Ada apa?” tanyanya kemudian.

“Nanti malam mau datang kerumahku?” tawar Jong in.Sebenarnya ini adalah salah satu taktik Namjoon yang memanfaatkan Jong In,sebagai penghalang agar Mina tidak datang ke acara makan malam keluarga Namjoon yang juga akan dimanfaatkan sebagai acara perjodohan Namjoon dengan Mina.

“Aku tidak bisa!”

“Wae? Taehyung juga ada dirumah loh nanti malam.”ujar Jong in yang seratus persen dari kalimatnya adalah kebohongan.

“Ta-taehyung?! Dia sudah pulang dari rumah Hyemi?”

“Yah.Hyemi sudah kembali kerumah Eommanya,jadi Taehyung juga kembali pulang.Bagaimana? Kau mau datang kan?” dusta Jong In

“Err……apa Hyemi juga akan datang?” tanya Mina.

“Tentu tidak.Untuk apa gadis itu datang,kalau kehadirannya akan mengganggumu dengan Taehyung? Bukankah itu yang kau mau?”

Mina terdiam lama sekali.Sampai kemudian gadis itu mendongak menatap Jong In kemudian mengangguk.

“Nona,anda harus secepatnya bersiap untuk acara makan malam nanti” ucap sang supir yang tengah berdiri disamping mobil tersebut.

“Kau mau kan?” ulang Jong In.

“Eum!! Aku mau!!” ucap Mina antusias,kemudian dengan cepat Jong In menggenggam tangan Mina dan membawa Mina lari,dan masuk kedalam mobil Jong In,menghiraukan panggilan sang supir.Dengan cepat Jong in menyalakan mobilnya dan berhasil kabur dari kejaran supir pribadi Mina.

“Hoh…selamat~”gumam Mina.

“Hahaha….aku rindu saat-saat kita dulu.” Ucap Jong in seraya fokus menyetir mobilnya.

“Ne?”

“Mina tidak tahukah kau jika aku mencintaimu?” tanya Jong in to the point.Membuat wajah Mina memerah seketika,melihat reaksi itu Jong in diam-diam tersenyum miring.

“Micheosseo?!” bentak Mina.

“Aku tahu kau juga mengamatiku.”

“Tidak,aku tidak mengamati namja playboy sepertimu.”

“Hahaha……” tawa Jong in meledak saat Mina mengatainya ‘playboy’ padahal Mina sendiri adalah seorang ‘playgirl’.Seketika Mina menutup mulutnya,setelah menyadari dirinya termakan oleh omongannya sendiri.

“Itu…..tentang,kau meyukaiku…..apa itu sungguhan?”

“Tentu,kau pikir aku bohong?”

“Ani…..”

“Aku akan pergi ke NewYork lusa.Jika kau mau menjadi yeojachinguku.Aku ingin mengajakmu ikut pergi berlibur kesana.”

“Ne-NEW YORK!! Itu kan…..tempat,kita pertama kali dipertemukan…”ucap Mina seraya memasang muka cengonya.

“Kau masih ingat? Heol daebakk…..”

“Jong in….”

“Apa?”

“Aku mau menjadi yeojachingumu.”

“Jinjja?”

“Bodoh.Aku hanya mengetesmu,tentu aku lebih menyukai Taehyung~”

“Aku tidak perduli.Aku sudah mengunci kata-katamu bahwa kau mau menjadi kekasihku!”

“How dare you?? Are you kidding me?!!”

“Yes!! Finaly I got you!! Kita bersenang-senang semalaman!!”

“A-apa??!!”

“Rumahku sepi,Taehyung masih dirumah Hyemi,appa dan eomma ada bisnis di Tokyo,dua hari lagi mereka akan pulang.Jadi kita bisa bermesraan semalaman.”

“KAU MEMBOHONGIKU!!! BYUNTAE!!!!!”
.
.
.

Sore hari Namjoon mengajak Rinrin ke sebuah butik.Disana Namjoon menyuruh para pelayan untuk mendandani Rinrin secantik mungkin.Namjoon juga menyuruh Rinrin untuk mencoba gaun ini itu,sampai ia menemukan gaun yang benar-benar cocok untuk Rinrin.Gaun peach selutut yang terlihat sangat pas dengan tubuh Rinrin.

“Heol…..” dan bahkan membuat Namjoon lupa mengatupkan mulutnya,jika saja Rinrin tidak menyadarkan Namjoon.

“Oppa!”

“Ah….i-iya?”

.
.
.
Setelah sampai didepan pintu rumah Namjoon para bodyguard langsung menunduk,begitupun maid yang berbaris ditepi dinding dekat pintu ruang masuk.Dengan langkah yang tegas Namjoon menuntun Rinrin masuk kerumahnya.Dan membawa Rinrin kehadapan kedua orang tuanya,yang sedang berbincang dengan ibu Mina.

“Na-namjoon?!” kaget ibu Namjoon,melihat anaknya membawa seorang gadis yang bersembunyi dibalik punggungnya.

“Siapa gadis itu?” tanya Ny.Kwon (Ibu Mina).

“Duduklah…” suruh Namjoon menarik salah satu kursi dan menyuruh Rinrin untuk duduk,kemudian Namjoon duduk disamping Rinrin.Rinrin semakin tertekan ketika semua pandangan tertuju kepadanya seorang.

“Namjoon…” lirih Ny.Kim (ibu Namjoon)

“Namjoon! Bisakah kau bersikap lebih sopan didepan tamu?” bentak Tn.Kim.

“Maafkan aku.” Jawab Namjoon santai.

“Lalu kau! Siapa kau,beraninya kau datang kemari?”

“Aku yang mengajaknya ayah!!”

Braaakk!!

Tiba-tiba Ny.Kwon menggebrak meja makan tersebut. Kemudian mengambil tasnya dan pergi dari ruang makan tersebut.

“Hana-ya!! Hana-ya!!” panggil Ny.Kim mengikuti langkah Ny.Kwon yang berjalan keluar dari rumah.

Kembali diruang makan,Tn.Kim menampar Namjoon yang telah berbicara lancang kepadanya.Rinrin menutup mulutnya,terkejut bukan main saat melihat adegan tersebut.Nyalinya menciut,dirinya hanya bisa berdiam diri.Jika ia ingin membantu,toh siapa dia? Hanya gadis biasa yang derajatnya jauh dibawah Namjoon,dan kini ia merasa sangat bersalah sekarang.Merasa bersalah karena menerima cinta dari Namjoon,dan membuat Namjoon menjadi durhaka terhadap orang tuanya.

“Katakan sekali lagi jika berani,dan aku akan mencoreng namamu dari keluarga ini!!”

“AKU AKAN TETAP MEMILIH RINRIN!!! Dan ayah tidak akan bisa merubahnya!!”

“NAMJOON!! KAU BUKAN ANAKKU LAGI!!”

“Baik!! Aku juga sudah bosan hidup dengan peraturan yang selalu kau berikan!! Dan juga,kau salah jika kau membuat rencana pernikahan ini demi kebahagiaanku.Selama bertahun-tahun menuruti perkataanmu itu,sekarang aku sadar betapa egoisnya dirimu! Kau melakukan semua ini hanya demi kepuasanmu!! Hartamu!! Jika kau mendengar ada perusahaan lain yang lebih sukses darimu kau selalu melakukan apapun demi merebut yang mereka dapatkan!! Bahkan kau membunuhnya!!”

“B-bagaimana kau-”gugup Tn.Kim.Melihat reaksi itu,Namjoon tersenyum miring.

“Kenapa? Terkejut? Masih untung aku tidak melaporkanmu kepada pihak kepolisian selama ini.Tapi sekarang,karena aku bukan siapa-siapa lagi di dalam keluarga ini.Mungkin saja aku akan berubah pikiran dan melaporkanmu” ujar Namjoon sinis.Kemudian menarik Rinrin keluar dari rumah tersebut.

Tn.Kim yang emosinya sudah melampaui batas langsung menggebrak meja kemudian,memanggil pengawalnya untuk mencegah Namjoon pergi.
.
.
.

“Bersulang!!” seru beberapa anak remaja yang sedang berkumpul disebuah restoran,tepatnya diruang VIP.Mereka bersulang untuk merayakan kemenangan sekolah mereka di Dance Festival sebagai juara pertama.Perlahan mereka meneguk jus mereka masing-masing.

“Ya……mereka benar-benar tidak datang?”tanya Riyoung menanyakan tentang ketidak hadiran Rinrin dan Namjoon kepada Eunhee yang sedang memotong daging diatas pemanggang.

“Anio.Namjoon bilang mereka ada acara saja”ucap Eunhee seraya terus fokus memotong daging.

“Acara apa?” tanya Jungkook ikut berbincang,Eunhee melirik Jungkook sekilas kemudian kembali terfokus dengan kegiatannya.

“Katanya sih rahasia.Pssh….kata ‘rahasia’ selalu membuatku penasaran” ucap Eunhee seraya mempoutkan bibirnya,membuat Jungkook memekik gemas.

“Kalau begitu…..mau ku beritahu rahasiaku?” bisik Jungkook.Eunhee langsung menoleh,kemudian menganguk antusias.Jungkook pun langsung menyembunyikan senyum jahilnya,kemudian bersiap untuk membisikkan sesuatu dengan mendekatkan mulutnya ketelinga Eunhee.

“Saranghae~” bisik Jungkook sukses membuat wajah Eunhee memerah.Hyemi yang melihat itu langsung tertawa keras,disambut tatapan tajam dari Eunhee dan Jungkook.Dan gadis itu pun langsung diam.

“Aigoo….berisik sekali kau ini,chagia…” ucap Taehyung meragkul bahu Hyemi kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Hyemi.

“Hajimaa…! Kau membuatku tidak nyaman.Kau harus menerima hukuman eoh!”ujar Hyemi menangkup pipi Taehyung,tesenyum sejenak kemudian mengecup bibir Taehyung sekilas.Semua yang melihat itu mengangakan mulutnya,kecuali Eunhee karena matanya langsung ditutup oleh kedua tangan Jungkook.

“Hihihi….” kekeh Hyemi menepuk pipi Taehyung dua kali kemudian kembali duduk manis menghadap teman-temannya yang masih cengo.

“Yah! Kalau mau bermesraan cari kamar sana.Tidak sopan!” ucap Jungkook dengan nada tingginya.

“Yah! Bocah kau diam-”

“Aku lebih tua darimu bocah!!” pekik Jungkook tidak terima dipanggil dengan sebutan ‘bocah’ dihadapan Eunhee.Seketika Hyemi menarik coat Taehyung dan menyembunyikan wajahnya.

“Sudahlah.Bolehkah sekarang giliranku yang berteriak?” tanya Taehyung dengan wajah blank-nya.

“Silahkan.” Ucap semuanya.

“JIMIN HYUNG!!” pekik Taehyung membuat Jimin yang sedang meminum jusnya langsung tersedak.

“APA YANG KAU AJARKAN KEPADA YEOJACHINGUKU HAH?!”

“A-aku? Kenapa aku?”tanya Jimin yang tidak merasa dirinya bersalah.

“Sudah jelas tingkah laku Hyemi mirip dirimu oppa…” ucap Riyoung dengan santainya karena tidak ingin ikut dimakan Taehyung.Jimin memandang Riyoung penuh berharap,namun Riyoung malah terus memakan ssaem-nya.

“Aku tidak mengajarinya!”

“Dia tidak mengajariku.Aku hanya mencontoh saja,habis mereka berdua selalu melakukan itu didepanku~” ucap Hyemi dengan nada santainya seraya masih memegangi coat taehyung dengan hanya memperlihatkan kepala sampai bawah matanya saja.Riyoung dan Jimin langsung melotot kearah Hyemi,membuat gadis itu kembali bersembunyi.Taehyung memijit keningnya.

“Ayo kita main game!!” Seru Hyeongjae seraya mengepalkan tangannya dan mengangkat tangannya keatas.

“Game?” tanya semuanya.

“Yah,game lama.” Sambung Ahn Sui seraya mengeluarkan beberapa botol soju dari dalam tasnya.

“Yaa!! Bagaimana kami akan menyetir jika kami mabuk?!” bentak Taehyung disambut sorakan dari Jungkook dan Jimin.

“Kalian kan bisa meyuruh pasangan kalian untuk menyetir~” jawab Hyeongjae santai.

“Aku tidak bisa menyetir loh!” ucap Hyemi dengan nada bangga.

“Oh….kalau kamu sih,aku juga mau mengantarmu.” Ujar Hyeongjae genit.Hyemi langsung memukul wajah Hyeongjae hingga lelaki itu terpental kebelakang.

“Hidungku……berdarah!!! Park Hyemi!!”

“Neee ajusshi~”jawab Hyemi santai.

“Jangan protes jika dia terlalu kasar hahaha…”ucap Eunhee mengundang tawa dari semuanya.

Tiba-tiba saja pintu ruang VIP itu terbuka,menampakkan dua sosok manusia yang terlihat seperti pencuri yang habis dikejar polisi.

“Maafkan aku kesini,tempat ini adalah yang paling dekat.” Ucap Namjoon disela nafasnya yang tak beraturan,sama halnya dengan Rinrin.Semuanya pun langsung menghampiri kedua temannya itu.

“Kalian kenapa?” tanya Hyeongjae.

“Kami sedang dikejar bodyguard suruhan ayah Namjoon oppa.” Lirih Rinrin,Riyoung memakaikan coatnya kepada Rinrin.

“Apa mereka sedang kemari?” tanya Jimin.Namjoon mengangguk mengiyakan.

“Ini gawat!” ucap Jungkook.

Beberapa menit kemudian terdengar suara gebrakan dan teriakan beberapa orang diluar sana,dan suara itu mendekat keruangan mereka.

“Namjoon hyung dan Rinrin bersembunyilah di sudut sofa itu.Yang lainnya sembunyi ditempat yang aman!!” tutur Taehyung,karena keadaan begitu mendesak semuanya pun menuruti kata Taehyung dan bersembunyi ditempat yang seaman mungkin.

“Kau mau kemana?” tanya Taehyung seraya menarik Hyemi.

“Katamu sembunyi” ucap Hyemi.

“Aku tidak mau solo drama chagiya~” ucap Taehyung kemudian mengacak-acak rambut Hyemi hingga rambut gadis itu sangat berantakan.Kemudian mendorong Hyemi berbaring di sofa kemudian menindihnya.

“Yah!!”

“Ini harus terlihat lebih nyata.”

“Mwo eump-” kata Hyemi terpotong karena Taehyung membungkam bibirnya dengan menciumnya.Awalnya Taehyung hanya menempelkan bibirnya.Namun ketika ia mendengar suara gebrakan pintu,Taehyung memulai aksinya dengan mencium Hyemi dengan ganasnya.

“Apa kita harus membiarkan yang satu ini bos? Ini ruangan terakhir tapi tuan Namjoon tidak ada disini.” Ucap seseorang diambang pintu sana yang masih dapat didengar oleh Taehyung,Hyemi dan yang lainnya.

“Kalian!!” bentak salah satu orang yaitu Tn.Kim.Membuat Taehyung menghentikan aksinya kemudian menoleh kebelakang,kemudian berpura-pura terkejut,begitu juga dengan Hyemi.

“Ada apa?” tanya Taehyung dengan nada datanya seraya mendekati pria paruh baya,yang ia duga itu adalah ayah dari Namjoon.Taehyung memang tidak pernah mengetahui bagaimana tentang keluarga Namjoon karena mereka tidak kenal begitu dekat ditambah keluarga Namjoon yang terkesan misterius.

“Apa kau tidak melihat seorang lelaki dengan seorang gadis masuk ke sini?”

“Tidak.”

“Kau yakin?” pria paruh baya itu menatap Taehyung mencari kepastian.

“Huh…ini ruang VIP,penjaga akan langsung datang jika ada penyusup.” Ucap Taehyung santai.

“Baiklah.Maafkan kami,dan silahkan lanjutkan kegiatan kalian.” Ucap pria paruh baya itu kemudian mundur beberapa langkah,sebelum itu mata pria itu melirik Hyemi,seketika mata itu membulat sempurna.

‘Anak itu kan..putri dari…..’ batin Pria itu.Menyadari tatapan pria itu Taehyung langsung berdiri menghalangi pria itu agar berhenti memandangi Hyemi.

“Silahkan keluar.” Suruh Taehyung sopan seraya menuntun pria itu keluar.Kemudian pintu kembali tertutup.Taehyung bersandar pada pintu yang baru saja ditutupnya itu kemudian menghela nafasnya lega.

“Selamat….” gumam Riyoung yang hampir pingsan saking tegangnya.

“Cieee….” seru Sui menyoraki Hyemi dan Taehyung.

“Tadi itu hanya sekedar drama atau sungguhan ya?” goda Jimin menoel pinggang Taehyung.

“Tidakkah kau merasa tegang dibawah sana Tae?” tanya Riyoung seraya terkekeh.

“Pasangan itu….” gumam Eunhee seraya menepuk dahinya melihat tingkah aneh Jimin dan Riyoung.

“Sekarang ayo main game!!” Seru Hyeongjae.

-Beberapa menit kemudian-

“Gunting!! Batu!! kertas!!” seru mereka.Sementara Namjoon sedang menenangkan Rinrin yang menagis keras meluapkan rasa tertekan dan emosinya yang sempat tertahan dan juga karena efek terlalu banyak meminum soju karena gadis itu kalah banyak dalam permainan gunting batu kertas yang Hyeongjae usulkan.

“Aku lagi? Andwe…..”rengek Taehyung yang juga sudah mabuk karena selalu kalah setelah Rinrin,karena payah dalan hal suit.

Namjoon,Hyeongjae,Sui,Jungkook,Hyemi dan Eunhee yang masih aman dan sadar meski tidak sepenuhnya.Sedangkan Sui dan Riyoung sudah setengah mabuk.Hyemi menatap tajam kearah Taehyung yang hendak meminum segelas kecil soju itu.Hyemi merebut gelas itu dan meminumnya.

“Yah! Kau tidak boleh curang…” ujar Hyoungjae membentak Hyemi,namun diacuhkan oleh gadis itu.

“Yah!! Kau tidak boleh minum soju arra! Eom….mamu akan marah!! Aku….juga akan marah…” ucap Taehyung dengan nada anehnya efek mabuk.

.

.

.

Pada akhirnya Namjoon lah yang menyetir mobil untuk ketiga makhluk yang sedang mabuk berat itu.Taehyung dan Rinrin sudah tertidur,sedangkan Hyemi sedari tadi terus mengoceh memberi arahan alamat rumahnya kepada Namjoon meski dengan keadaan mabuknya.Setelah memasukkan mobil Taehyung kedalam garasi rumah keluarga Hyemi.Namjoon menggendong Rinrin keluar terlebih dahulu.

Didepan rumah Ny.Park sudah menyambut Namjoon dengan wajah cemasnya,kemudian membantu Namjoon memapah Rinrin masuk kedalam rumah.Setelah itu Namjoon kembali hendak menghampiri kedua makhluk yang masih berada didalam mobil.Namun sebelum Namjoon sampai di garasi,kedua makhluk itu sudah keluar seraya saling merangkul dan berjalan dengan sedikit terhuyung.

“Hari ini hari terberat yang pernah kulalui.Mungkin saja besok akan lebih berat.”gumam Namjoon melamun.Beberapa detik kemudian lamunannya buyar ketika menyadari Hyemi menuntun Taehyung kearah yang salah.

“Yaaak!! Yak!! Kalian jangan kesana!!” teriak Namjoon.

Byuuurrrr!!

Namun terlambat,karena kedua manusia itu sudah lebih dulu jatuh kedalam kolam air hangat itu.Namjoon menepuk dahinya kasar.

“Ya tuhan….kenapa kau mengabulkan deritaku?” gumamnya kemudian
.
.
.
Pagi harinya…

Perlahan Rinrin membuka matanya.Gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh sudur ruangan.

‘Ini kamar,begitu bersih.Tapi tidak mungkin ini kamar Namjoon oppa,dia kan sudah diusir dari rumahnya’ batin Rinrin.Gadis itu pun mencuba untuk duduk seraya memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing.Gadis itu menyandarkan kepalanya pada headboard.

“Bahkan ia dirusir dari keluarganya juga gara-gara aku” gumam RinRin.Ia meraba bajuya,kemudian mengamati piyama tidur yang membalut tubunya.Kamudian beranjak kearah kaca oval yang terletak disamping almari.

“Ini kah piyama Hyemi?” gumamnya mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka,membuat Rinrin tersentak kemudial merbalik.Dilihatnya Ny.Park tersenyum kepadanya dari ambang pintu.

“Ini kamar Hyemi.Mandilah….setelah mandi kau bisa pilih baju didalam sana,itu baju Hyemi.Kau boleh meminjamnya.”ucap Ny.Park dengan nada lembutnya.

“Baik.Pe-permisi…”

“Ne?”

“Ada yang ingin aku tanyakan…..eonni siapanya Hyemi?” tanya Rinrin gugup.Namun tanpa Rinrin sadari wajah Ny.Park langsung memerah karena ini untuk kedua kalinya ia dipanggil ‘Eonni’ oleh RinRin dan dipanggil ‘Nuna’ oleh Namjoon.

“Aku eommanya….”

“Mwo? Be-benarkah? Tapi…”

“Wajahku terlihat muda ya? Hehehe…..cepatlah mandi semuanya sudah menunggumu dibawah.” Ucap Ny.Park kemudian menutup pintu kamar tersebut.

“Ibunya?” gumam Rinrin seraya memincingkan kepalanya.

“Sebenarnya ibunya ada berapa sih?” gumamnya kemudian.Setelah itu gadis itu mengendikkan bahunya kemudian memasuki kamar mandi.
.
.
.
Kini Mina dan Jong In sedang berhadapan dengan ibu Mina.

“Mina kau dari mana saja nak?” panik Ny.Kwon memegang bahu Mina.Sedangkan Mine menatap ibunya penuh berharap.

“Eomma,aku ingin pernikahanku dengan Namjoon dibatalkan.”

“Ommo!! Kenapa mendadak? Kau ingin membuat ibumu ini mati lebih cepat karena serangan jantung? Tidak bisa!!” bentap Ny.Kwon.Jong In berlutut didepan Ny.Kwon.

“Aku mohon nyonya.Aku mencintainya,aku berjanji akan menikahinya.” Ucap Jong In memohon.Melihat itu Mina pun ikut berlutut dan memeluk kaki ibunya.

“Aku mohon eomma.”

“Ta-tapi kita tidak bisa,aku sudah terlanjur berjanji-”

“AKU HAMIL EOMMA!!”

“Mwo? Mworagu? Aigoo…aigooo jantungku…” lirih Ny.Kwon seraya
memegangi dadanya yang terasa sakit.

“Eomma?!”

“Aku rasa aku tidak dapat menyelesaikannya,kau bicarakanlah dengan keluarga Namjoon.Aku sudah tidak kuat bertahan lagi….”

“Eomma!! Oppa panggil ambulance palli!!”

“Ini sudah ku usahakan!”
.
.
.
“Hari ini masak apa ya?” gumam Hyemi yang sedang berdiri didepan meja makan dengan apron yang sudah ia pakai dan siap memasak.Kemudian ia berjalan menuju lemari pendingin.Gadis itu mendesah berat karena tidak ada sayur atau sesuatu yang bisa dimasak disalam sana.

Rinrin merasa haus.Kemudan menemukan Hyemi sedang berjongkok didepan lemari pendingin pun langsung menghampirinya.

“Yak,kau melamun?”

“Eh? Rinrin… kau sudah bangun?” tanya Hyemi kemudian menutup pintu lemari pendingin didepannya dan berdiri menghadap Rinrin.

“Yah kalau belum bangun aku tidak akan berbicara kepadamu seperti ini.Oh kau mau memasak?”

“Eum…tapi sepertinya aku harus berbelanja dulu.”ucap Hyemi seraya melepas apronnya,kemudian meletakkannya ke tempat asalnya.

“Dimana eommamu?”

“Baru saja keluar,katanya ada urusan mendesak.”

“Oh….lalu Namjoon oppa dan Taehyung?”

“Sedang dihalaman belakang,katanya ingin memetik buah ceri.Aku pergi dulu ya…”

“Yak! Aku boleh ikut?”

“Andwe…..kau itu buronan,kalau mereka menemukanmu bagaimana?”

“Ah….tapi aku bosan…”

“Hhh…..yasudah…kaja!”

Hyemi dan Rinrin pun pergi keluar rumah dan berjalan menuju
halte.Mereka berjalan seraya berbincang ria.

“Nanti kau ingin belanja apa?” tanya Rinrin.Hyemi berfikir sejenak.

“Bagaimana kalau kita membuat sup kimchi?”ucap Hyemi.

“Bagaimana dengan bulgogi?”usul Rinrin.

“Japchae?! (capcay)”

“Sannakji?! (gurita hidup)”

“Miyeok Guk?! (sup rumput laut)”

“Arrggh….kita belanja banyaaak!!” seru Hyemi antusias.

Namun tak lama kemudian senyuman mereka berdua perlahan memudar,melihat segerombolan orang berjas hitam berjalan kearah mereka.Hyemi dan Rinrin pun langsung memuncurkan langkah mereka.

“Lari!”

.

.

.

To be continued…

Iklan

4 respons untuk ‘Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s