Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.8


romantica8

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

_Preview Pt.7_

“Kenapa Hyemi ingin menukar tempat?” tanya Taehyung.

“Emm….katanya sih dia mau dekat-dekat dengan Jong in oppa.”

“Hyung?”

“Eum! Tadi saja saat dia sudah sampai dikelasku dia langsung berteriak dan memeluk Jong in oppa.Heh…aku beritahu sebuah rahasia.Katanya tadi malam Hyemi tidur dengan Jong in oppa.”ucap Mina.Riyoung yang mendengar itu langsung menahan tawanya.

‘Hahaha….lucu juga.Bagaimana Hyemi bisa bersama Jong In disaat dia sedang bersama Taehyung.Hahaha…..mana mungkin Taehyung percaya’ batin Riyoung.

___Part 8___

.“Pfftt!!!” Taehyung menahan tawanya.

“Wa-wae? harusnya kau tidak tertawa.Apa ada yang lucu?”

“Tidak…hanya saja aku kagum dengan karangan nuna.”jawab Taehyung.

“Hey! Aku tidak sedang mengarang!” ucap Mina kesal namun disisi lain ia gugup ‘bagaimana Taehyung bisa tahu aku mengarang?’ batin Mina.

“Saem! Aku izin ke toilet.”

“Ya.Jangan lama-lama dan cepat kembali sebelum pelajaran berakhir aku ingin mengumumkan tentang ulangan kalian.”

“Baik saem.” Taehyung pun beranjak dan pergi keluar kelas.

“Saem!” Mina mengangkat tangannya.

“Ada apa Mina-ssi?”

“Aku juga ingin ke toilet”

“Satu per satu Mina.Setelah Taehyung.” Tutur sang guru membuat Mina menggerutu kesal.

Kini Riyoung merapihkan tatanan rambutnya.Ia hendak memulai dramanya.Riyoung memandang Mina.Gadis itu tersenyum manis kepada Riyoung.

“Kita bertemu lagi” ucap Riyoung berpura-pura senang.Mina pun senang karena gadis itu berfikir Riyoung benar-benar akan mempercayainya.Mina pun ikut memasang raut wajah gembiranya.

“Huah…Ternyata kau berada di kelas ini ya.Loh dimana namjachingumu? Dia tidak ada di kelas ini?” tanya Mina.

‘Namjachinguku? Maksudmu mantanmu hah?!! Sialan,aku tidak akan membiarkan Jimin oppa kembali kepada gadis kecentilan sepertimu Kwon Mina!!!’ batin Riyoung

“Iya.Jimin oppa tidak ada dikelas ini.”

“Dia itu orangnya seperti apa? Dia terlihat sangat tampan.”

“Tentu!! Dia sangat tampan,karena dia pangeranku~”

‘Cih….pangeran? Wah….sepertinya akan menarik jika sedikt mengganggu hubungan mereka.Ah iya…aku melupakan Namjoon.Baiklah…sepulang sekolah aku akan mencarinya’
.

.

.
Di ekstrakurikuler Drama Jimin berkali-kali melirik Riyoung yang asik berkicau dengan Mina.Dari arah lain Hyemi yang terlambat masuk kelas drama langsung duduk disamping Jimin dengan wajah kesalnya.

“Mantanmu tuh!” ucap Hyemi kesal.Jimin pun langsung menoleh.

“Hey…jangan membahas masalah itu.Aku juga kesal kepadamu gara-gara kau membocorkan rahasiaku.Untung saja Riyoung tidak marah.”

“Aku masih baik membocorkan rahasiamu.”

Tiba-tiba Taehyung datang dan duduk disamping Mina dan ikut berbincang dengan Riyoung dan Mina.Hyemi kembali menghentakkan kakinya kesal.Melihat itu mood Jimin semakin memburuk.Sedangkan Eunhee yang melihat dua makhluk yang sedang dilanda cemburu itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

Jungkook yang baru datang langsung duduk disebelah Eunhee.Gadis itu hanya tersenyum tipis saat Jungkook memandangnya.Jungkook hanya menundukkan kepalanya kikuk.

“Baiklah!! Apa semuanya sudah hadir?”

“Iya Saem!!” jawab semua murid kelas drama secara serempak.

“Baik,karena sekarang kita mendapat teman baru di kelas drama.Apa yang harus kita lakukan?”ucap sang guru antusias.

“Uji coba!! Uji coba!! Uji coba!! Uji coba!!” seru para murid.

“Oke yass!! Kwon Mina silahkan maju dan tunjukkan bakatmu.”ucap sang guru.Mina pun berdiri kemudian melirik Hyemi yang menatapnya tajam.Mina tersenyum mengejek kepada Hyemi membuat gadis itu mendecih.Kemudian berjalan kedepan dan berdiri disamping guru drama.

“Hmm…saem boleh aku memilih partner?”tanya Mina.Guru drama pun mengangguk.Mina pun kembali memandang teman club dramanya,sampai dia menemukan seorang namja yang terlihat cute dan berkarisma didepan Hyemi.

“Dia!” ucap Mina senang dengan wajah yang berbinar-binar.

“Nugu?”

“Dia! Namja berambut hitam yang berada di belakang Park Hyemi!”semua pandangan pun tertuju pada Jungkook.

“Aku?!” tanya Jungkook seraya menunjuk dirinya sendiri.Kemudian ia melihat Eunhee yang berada disampingnya sedang memalingkan mukanya.

“Hati-hati dia ganas” ucap Hyemi memperingatkan.

“Hey….dia bukan binatang buas kan”ucap Jungkook terkekeh.

“Jungkook,maju kedepan”

“Ne saem!” Jungkook pun beranjak dan berdiri disamping Mina.Gadis itu tersenyum kepada Jungkook,namun Jungkook mengabaikannya dan lebih memilih untuk sesekali melirik kearah Eunhee.Hal itu membuat Mina jengkel,dia pun melihat kearah pandang Jungkook.Ia melihat Eunhee juga tegah memandangi Jungkook.

‘Semakin menarik’ batin Mina.

.

.

.
Seusai kelas drama berakhir.Mina melihat Jungkook segera berlari mengejar Eunhee.Karena itu Mina langsung terburu mengemasi barangnya kemudian hendak mengejar Jungkook.Namun Hyemi menahan tangannya.Dilihatnya Riyoung dan Hyemi sedang memandanginya dengan tatapan penuh arti.

“Kau belum punya teman kan disini? Bagaimana kalau kau bergabung dengan geng kami?” tawar Riyoung seraya tersenyum manis.Meski dalam hatinya ia terus muntah-muntah menawari gadis menyebalkan seperti Mina.

Jika saja Hyemi yang mengatakan itu mungkin saja Mina akan menolaknya mentah-mentah karena tidak sudi satu geng dengan rivalnya.Namun karena Riyoung yang menawarinya Mina tersenyum dan mengangguk,kemudian ia menepis tangan Hyemi yang menggenggam tangannya.

Benar….Mina baik kepada Riyoung karena ia memiliki tujuan tersendiri.Tetapi pada kenyataannya Riyoung telah mengetahui rahasia Mina lewat mulut bocor Hyemi.Dan seperti yang terlihat,kini Hyemi dan Riyoung sedang berkolaborsi mendrama sebagus mungkin.

“Aduh…sepertinya aku harus mencuci tanganku dengan antiseptik nanti.”gumam Hyemi.

“Jinjja??!! Waa!! Terimakasih sudah mau bergabung!!” seru Riyoung kemudian memeluk Mina.

“Hehehe…aku senang bisa bergabung dengan kalian.”ucap Mina.

“Hey…kami lebih senang.”ucap Riyoung.

“Iya.Kan kami sudah punya anggota yang pintar seperti Eunhee,anggota dengan fans namja yang banyak seperti Rinrin,anggota yang memiliki style dan aegyeo seperti Riyoung,dan anggota termuda yaitu diriku.Jadi!! Geng kami juga membutuhkan pesuruh yang murahan sepertimu.”ucap Hyemi dengan santainya.

“MWORAGU??!!”pekik Mina yang amarahnya tersulut.Riyoung pun menahan tubuh Mina yang berjalan mendekat kearah Hyemi yang bersandar pada jendela di koridor.

“Ah…hehehe,biarkan saja.Bocah itu selalu begitu kok.Sabar yaa”tutur Riyoung.

“Hehem….iya.Aku sudah mengenal dia kok.” Ujar Mina menatap Hyemi dengan tatapan tajamnya.

“Loh….bagaimana bisa? Kalian kan masih bertemu hari ini?” tanya Riyoung basa-basi karena sebenarnya ia sudah tahu jika Hyemi dan Mina adalah sahabat dekat dulunya.

“Kami berteman baik!! Iya kan Hyemi!!” seru Mina merangkul Hyemi,kemudian menatap Hyemi tajam.

“Yah….terserah saja apa katamu.”ucap Hyemi ogah-ogahan dan menurunkan tangan Mina dari bahunya yang terasa berdenyut sakit saat secara tidak sengaja Mina menyentuh lukanya.

“Hey! Bagaimana kalau kita rayakan dirumahku nanti malam? Ajak Rinrin dan Eunhee juga ya!” ucap Mina.

“Hah?! Dirumahmu? yang benar sa-” tanya Hyemi terpotong.

“BAIKLAAAH!! KITA AKAN MENGADAKAN PESTA BERSAMAA!!”seru Riyoung.

“Kalau aku tidak mau?” ucap Hyemi.

“Wae?” tanya Mina seraya menatap Hyemi dengan tatapan menuntut.Riyoung pun menyenggol pinggang Hyemi dan tersenyum.Mengisyaratkan Hyemi untuk menuruti apa kata Mina.

“Kita kan jarang berkumpul.Nah! Karena aku ketua geng ini! Aku yang memutuskan tema pesta nanti!!”

“Waah? Tema? Ini menariik!” seru Mina

“Kenanakan” komentar Hyemi.
.

.

.
Jungkook berlari mengejar Eunhee,sampai didekat halte Jungkook meraih tangan Eunhee dan menggenggamnya erat.Eunhee berbalik dan memasang wajah biasannya.Jungkook mengatur nafasnya sejenak kemudian kembali menatap Eunhee.

“Kenapa kau berlari?” pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Eunhee ketika Jungkook berlari menghampirinya didepan pintu gerbang sekolah kemarin.

“Aku minta maaf soal kejadian kemarin.”ucap Jungkook ragu.

“Oh…..mm…” Eunhee menundukkan kepalanya.

“Kau….mau memaafkanku?”

“Te-tentu saja aku memaafkanmu.Harusnya….aku yang meminta maaf kepadamu.Maaf aku meninggalkanmu kemarin.Aku hanya terkejut saja saat kau….”

Eunhee dalam keadaan sangat gugup sekarang.Namun belum selesai Eunhee melanjutkan kata-katanya Jungkook sudah memeluknya erat.Eunhee tak tahu harus apa sekarang.Jantungnya kembali berdetak kencang.Perlahan Eunhee mengangkat tangannya hendak membalas pelukan Jungkook.

“Terimakasih!!” seru Jungkook kemudian memegang bahu Eunhee,memberi jarak diantara mereka sebebelum Eunhee sempat membalas pelukan Jungkook.Lelaki itu tersenyum hangat.Eunhee tersenyum gugup seraya menggaruk kepalanya.
.
.
.
Malam harinya.Konsentrasi Jungkook untuk belajar benar-benar terpecahkan.Setiap kali ia menghela nafas,ia selalu teringat Eunhee.Dan bahkan ia juga telah berkali-kali senyum-senyum sendirian.Jungkook mengambil iPhonenya.Kemudian mengetik pesan Line untuk Eunhee.Berkali-kali ia menulis pesan kemudian menghapusnya lagi,dan terus berulang.

“Arrgh….apa yang harus ku tulis?” gumam Jungkook.

“Eunhee….apa kau sudah makan? Aish…terlalu biasa.”

“Eunhee………..eemmmm AAAAAAAAAAAAAAAA!!! APA YANG HARUS KUKATAKAAAN!!” pekik Jungkook frustasi dan mengacak rambutnya.

Tok! Tok! Tok!

“ADA APA?!” pekik Jungkook yang masih memegangi kepalanya.

“Tuan muda,makan malam sudah siap.”

“Yaa!! Sebentar.”

“Tuan muda harus makan.”

“AISH!! IYA CEREWET!!”

‘Aish…pasti itu pelayan baru.Bawel sekali!!’ batin Jungkook kemudian berjalan membuka pintu.Dan betapa terkejutnya ia melihat Riyoung dan Jimin berada didepan pintu kamar Jungkook,seraya memandang Jungkook dengan tatapan membunuh milik mereka.Dan hal itu membuat Jungkook sampai terpental kebelakang saking terkejutnya.

“Hey sini kubantu.Malah nge-drama.” Ujar Jimin menarik kedua lengan Jungkook.

“Hyaa~ aku hampir saja jantungan melihat tatapan kalian.Aish…jinjja,pantas saja.Kupikir hyung itu pelayan baru yang cerewet.”

“Aigoo…Jungkook anak mama….~” goda Riyoung disambut kekehan Jimin.

“Kajja!” Ajak Jimin.

“Kemana?”

“Dating.Eunhee belum punya pasangan dating loh~”jawab Jimin kemudian menoel pinggang Jungkook seraya memandang Jungkook dengan tatapan genitnya.

“Maksudnya?”tanya Jungkook tidak mengerti seraya menepis jari-jari jahil Jimin yang terus-terusan menoel pinggangnya.

“Ya datting.Hari ini Mina menjadi anggota geng kami.Jadi harus ada pesta.”

“Oh? Eh?! Tapi apa hubungannya dengan datting?”

“Jadi gini yaa Jungkookie yang maniss~ Yeojachinguku ini kan ketua di gengnya.Jadiii~ dia yang menentukan tema untuk pesta hari ini yaitu datting.Nanti ada game-game loooh…~” ucap Jimin kembali menoal pinggang Jungkook.

“Heh? Tapi kenapa aku harus ikut?”

“Karena kau pantas dengan Eunhee.”

“Benarkah? Apa ini yang dibilang sebuah support?” tanya Jungkook dengan cengirannya.

“Palli! Palli!! Hyung akan memilihkan baju untukmu~” ucap Jimin
.

.

.
Kini semuanya telah berkumpul di taman belakang rumah Mina.Dengan sifat egois namun dengan nada yang manis dibuat-buat Mina mengubah peraturan.Ia membuat awal permainan pesta mereka dengan menentukan pasangan mereka.Itu membuat mereka semua mendesah berat,tidak terima.

“Hiks…..kenapa kalian menolakku.” Ucap Mina seraya menunduk.

“A-ah….ini hanya permainan.Tidak ada salahnya kita mencoba.” Ucap Taehyung membuat Mina kembali bersemangat dan langsung memeluk Taehyung.

“Aaahh!! Taehyung gomawo!!”seru Mina.

“Cih….” Namjoon mendecih seraya memalingkan mukanya.Rinrin menautkan jelari tangannya dengan jemari tangan Namjoon.

“Anyeonghaseo~” seru Jong in yang barusaja datang menyapa mereka.Mina langsung menyambut Jong In dan mempersilahkan Jong in untuk bergabung.Jong In memergoki Rinrin sedang memandanginya,Jong In tersenyum kemudian langsung bergabung dengan Taehyung.Rinrin semakin mengeratkan genggamannya dengan Namjoon kemudian bersandar pada bahu Namjoon.

“Kenapa?” tanya Namjoon.

“Hanya sedikit lelah.”ucap Rinrin.

Pasangan sudah ditentukan dengan game telepati.Rinrin dengan Jong In,Jimin dengan Riyoung,Eunhee dengan Jungkook,Hyemi dengan Taehyung dan Mina dengan Namjoon.Tentu saja hal itu membuat Hyemi sangat senang dan Mina menjadi bertambah kesal.Disisi lain Rinrin sangat khawatir kepada Namjoon,dan Namjoon juga merasa sangat jiji dengan Mina.

“Baiklah! Permainan dimulai,siapa yang ingin membantuku memilih misinya?” ujar Riyoung.Jungkook dan Eunhee saling menukar pandangan kemudian mereka tersenyum.Jungkook mengangkat tangannya.

“Aku yang ambil kertas misinya duluan!” seru Jungkook antusias.

“Baiklah.Ini ambil yang kau suka.” Ucap Riyoung memberikan toples berisi gulungan kertas yang bertuliskan beberapa misi yang telah ditulis kelima gadis itu dan harus mereka lakukan bersama pasangan mereka.Suasana pun menjadi sedikit tegang saat Jungkook mulai membuka kertas misinya dan menunjukkan raut wajah yang sulit diartikan.Jungkook pun membalikkan kertas misinya.

“Pepero game!!!”seru semuanya kecuali Jungkook dan Eunhee.Jungkook melihat Eunhee dan kembali teringat kejadian kemarin malam.Sedangkan Eunhee hanya menggaruk kepalanya,kemudian melirik Jungkook.

“Apa?” tanya Eunhee,mulai mengerti arti tatapan Jungkook Eunhee tersenyum. “Yaa~ Riyoung eonni…kau belum menjelaskan permainan ini secara rinci.” Ucap Eunhee kepada Riyoung.

“Benarkah? Ah! Iya.Biar kujelaskan sekali lagi.Karena Jungkook yang mengambil kertas misinya,jadi Jungkook juga yang harus menunjuk siapa….yang akan melaksanakan misi tersebut.Sudah jelas?”

“Belum!” Hyemi mengangkat tangannya. “Jika kami tidak mau atau gagal memainkan misinya bagaimana?” tanya Hyemi.Riyoung berfikir sejenak.Mina tersenyum jahat.

“Bagaimana jika menerima tantangan dari pemegang kertas misi?”

“Setuju!”seru Jong In

“Wah…ini akan seru!!” Ucap Taehyung kemudian merangkul bahu Hyemi.

“Baiklah..Jungkook siapa yang akan kau tunjuk untuk melaksanakan misimu.”tanya Jimin menoel pinggang Jungkook,entah sudah kebiasaan menggoda Jungkook dengan cara itu atau apa.Tapi sungguh,Jimin sangat gemas saat melihat Jungkook.

“Hmm….Siapa ya….” gumam Jungkook.

“aku saja..aku saja….” bisik Jimin.

“Jangan kami…” bisik Rinrin.

“Jika kau memilihku kubunuh kau” ancam Namjoon.Yasudah lah kini mata Jungkook memandang Taehyung yang menyengir kuda,dengan Hyemi yang memberi kode untuk jangan menunjuk mereka.Eunhee langsung berbisik kepada Jungkook,kemudian Jungkook mengangguk.

“Riyoung dan Jimin hyung.”

“YAAYY!!” seru Jimin dan Riyoung kemudian berhighfive ria.Kemudian Jimin mengambil pepero strawberi kemudian memberikannya kepada Riyoung.Riyoung pun menerimanya dan menggigit ujungnya.

“Mulai!” seru semuanya.Jimin pun langsung memakan pepero yang digigit Riyoung dengan cepat,membuat wajah Riyoung kian merona.Bibir mereka bersentuhan ketika pepero mereka hanya tingal beberapa senti saja,tidak sadar Jimin memakan semua pepero yang digigit oleh Riyoung hingga melumat bibir Riyoung.

“AAA!!” seru mereka semua merasa gemas dengan Riyoung dan Jimin.

“Hahaha…niat sekali mereka.”kekeh Hyemi.
.

.

.
Next game,Hyemi mengambil kertas misi dan isinya adalah…

“Menyatakan perasaan.Ha! Ha!! Aku menunjuk Jungkook!!” seru Hyemi bersemangat.Jungkook melotot kearah Hyemi.Kemudian melihat Eunhee yang terlihat sangat gugup sejak dari awal permainan dimulai.Jimin mengambil sebatang bunga mawar kemudian menyerahkannya kepada Jungkook.

“Nyatakan! Nyatakan! Nyatakan! Nyatakan! Nyatakan!” seru semuanya menuntut Jungkook untuk menyatakan perasaannya kepada Eunhee,kecuali Mina yang menatap mereka serius.Dengan sedikit ragu Jungkook berjongkok ala kesatria didepan Eunhee seraya menodongkan bunga mawar yang ia pengang.

“Eunhee…..Kau….sangat manis”

“Te-terimakasih”jawab Eunhee dengan wajah merah merona.

“Woooo!! Hahaha…mereka canggung lagi” tawa Taehyung meledak,gemas melihat Jungkook yang sangat kaku didepan Eunhee.Dengan segera Hyemi membungkam mulut Taehyung dengan tangannya.Mina yang tidak terima Hyemi dekat-dekat dengan Taehyung pun langsung menengahi mereka.Membuat Hyemi mendesis kesal.

“Aku sudah lama menyukaimu.Maukah kau menjadi yeojachiguku?”

“Waahh…. Terima! Terima! Terima! Terima! Terima! Terima!”

“A-a-aku butuh waktu…”jawab Eunhee.Seketika semuanya mendesah kecewa.Jungkook yang tersenyum pun langsung berdiri menghadap Eunhee,kemudian Eunhee mengambil bunga mawar yang dipegang Jungkook.
.

.

.
Next game,Jimin mengambl kertas misi dan mendapatkan ‘CandyKiss’

“Yaa…ige mwoya!! Siapa yang menulis misi seperti itu!!” pekik Eunhee.Sedangkan Riyoung hanya menyengir kemudian mengangkat tangannya.

“Aku hehehe…”

“Wae? Kenapa kau menulis hal aneh seperti ituu…” rengek Rinrin.

“Waeee? Karena aku pikir akan mendapatkan itu dengan Jimin oppa.Aish…tapi Jimin oppa mengambil kertas misi itu.”

“Maaf.” Ucap Jimin seraya terkekeh.

“Kalian menunjuk siapa?” Tanya Namjoon.

“Hmm….Hyemi dan Taehyung!” seru Jimin dan Riyoung bersamaan.

“MWO?!” pekik Taehyung,Hyemi dan Mina bersamaan.

“Ini tidak adil!! Game selesai!!” seru Mina tidak terima.

“Mwoya…itu lebih tidak adil.” Ucap Namjoon menarik rambut Mina hingga
gadis itu kembali kesisinya dan tidak jadi menengahi Hyemi dan Taehyung.Mina menatap Namjoon dengan tatapan bencinya.Namjoon pun menatap Mina dengan tatapan datarnya,membuat Mina semakin jengkel hingga menghentakkan kakinya.

“Bagaimana caranya?” tanya Taehyung.Sementara Hyemi mengobrak-abrik berbagai bentuk permen didalam toples,kemudian mengambil satu dan memasukkannya kedalam mulutnya.Riyoung yang mendengar pertanyaan Taehyung langung mengunjuk Hyemi.

“Wae?” tanya Hyemi yang merasa dirinya ditunjuk.

“Kau cukup mengambil permen yang ada didalam mulutnya.”

“MWO?! Ini gila!!” pekik Hyemi.

“Cepatlah~ Hyung merestuimu haha,atau kau ingin hyung mengantikan posisimu hah?” ucap Jong In

“Andwe! Dia milikku!” ucap Taehyung spontan membuat Hyemi membulatkan matanya kemudian mencubit lengan Taehyung.

“Woooo……chukahae~” seru mereka semua,membuat Mina semakin muak.Yah…sebagian dari rencana sandiwara Riyoung sudah terselesaikan untuk membuat Mina kesal.Riyoung melipat tangannya didepat dada dsn tersenyum puas.

“Poppo! Poppo! Poppo! Poppo! Poppo!”

Hyemi hanya diam mematung seraya menutup matanya,sedangkan Taehyung mulai mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Hyemi.Tanpa basa-basi Hyemi membuka mulutnya agar Taehyung bisa cepat-cepat menyelesaikan misinya.Tapi sayangnya,Taehyung kembali hilang kendali.Ia melumat bibir Hyemi dengan kasar dan menahan tengkuk Hyemi.Hal itu membuat Hyemi kehabisan pasokan oksigennya dan meremas hoodie yang dipakai Taehyung.

“Anak itu benar-benar….”gumam Jong in.Yang lainnya juga lupa mengatupkan mulut mereka saat melihat kedua insan yang sedang berciuman itu.Jungkook,sudah sejak awal ia menutup mata Eunhee menggunakan kedua tangannya.Sedangkan Jimin dan Riyoung berpelukan dengan sedikit memekik gemas.Hanya Rinrin yang masih diam mengawasi Namjoon dan Mina yang sedang membulatkan matanya melihat Hyemi dan Taehyung.

“Ternyata Taehyung liar juga ya….aahh gemas sekali!!” pekik Riyoung pelan membuat Taehyung sadar dan langsung melepaskan ciumannya.Hyemi langsung memasang tatapan tajamnya kepada Taehyung.Taehyung melihat wajah merah Hyemi langsung menyengir.

“Wah…wajahmu memerah..” ucap Taehyung bangga.

“Wajahku memerah karena aku kehabisan nafas!!”ketus Hyemi.

“Hey i got it!” ucap Taehyung mengacuhkan alasan Hyemi dan beralih berbicara dengan yang lainnya seraya menjulurkan lidahnya menunjukkan permen yang tadinya berada di mulut Hyemi.

“Singa gila!!”

“CUKUP!! CUKUP!! KALIAN SEMUA KELUAR DARI RUMAHKU!!” ucap Mina seraya membanting dan mengobrak-abrik semua barang dan makanan yang berada diatas meja.Hal itu membuat semuanya bungkam.Mina menatap Hyemi dengan tatapan penuh benci.Kemudian ia berjalan kearah Taehyung kemudian menangkup wajah Taehyung kemudian menciumi Taehyung.Hyemi langsung memalingkan wajahnya.

“Yaa!!” Pekik Riyoung dan Eunhee.Taehyung mendorong Mina.

“Apa yang nuna lakukan?!” tanya Taehyung.

“Aku….” lirih Mina seraya menangis terisak.Membuat Taehyung panik dan memegang kedua bahu Mina,menatap mina dalam.

“Nuna kenapa? Yah! Uljima….”Mina memeluk Taehyung erat.Dengan ragu Taehyung membalas pelukan Mina dan membelai punggung Mina.

“Uljima….”ucap Taehyung mencoba menenangkan Mina.Hyemi melirik Taehyung sejenak kemudian menatap Riyoung.

“Pesta sudah selesai kan? A-aku pulang duluan.”ucap Hyemi kemudian berjalan keluar dari ruman Mina.

“Hye tunggu aku!”ucap Taehyung namun Mina semakin mengeratkan pelukannya dan kembali menangis.Disisi lain Mina tersenyum puas.Namjoon yang melihat senyuman licik mina itu langsung mendesis.

“Berhenti berpura-pura menangis” ucap Namjoon ogah-ogahan.Kemudian menggandeng tangan Rinrin dan mengajak Rinrin untuk pulang.

“Taehyung,secara tidak langsung kau menyakiti hati seseorang.” Ucap Eunhee dengan wajah datarnya kemudian ikut berlalu untuk pulang diikuti Jungkook dibelakangnya.Kemudian Riyoung mendorong Jimin untuk tidak membuat mesalah.Karena biasanya jika Jimin tahu sahabatnya itu memilih sesuatu yang tidak tepat,Jimin akan mengomel dan melontarkan kata-kata yang menurutnya benar.

“Hyung…”

“Aku pergi dulu.Aku akan mengantarkannya pulang,tenang saja.”
Taehyung pun hanya bisa menatap hyungnya itu dengan tatapan berharap.Jong in pun juga berjalan keluar dari rumah Mina.Kini yang bisa dilakukan Taehyung hanyalah menenangkan Mina agar tangis mina mereda.Mina menjauhkan tubuhnya dari Taehyung.

“Hyemi butuh dirimu…” ucap Mina dengan nada lirih dibuatnya.

“Tapi nuna bagaima-” ucap

“Aku tidak papa,cepat kejarlah dia…” ucap Mina.Sebenarnya Mina hanya berpura-pura baik berharap Taehyung akan lebih memilih dirinya.Namun dugaannya salah,Taehyung mengangguk dan hendak meninggalkannya.Tak habis akal Mina berpura pura pingsan.Membuat Taehyung kembali membalikkan badannya.

“Nuna?!!”

.

.

.

Malam ini Eunhee benar-benar dibuat insomnia oleh Jungkook.Seolah pernyataan Jungkook tadi seperti kandungan cafein dalam kopi yang membuatnya sulit untuk tidur.Eunhee benar-benar tidak bisa menahan senyumannya,ia terus tersenyum seraya membolak-balikkan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur sejenak.Namun tetap tidak bisa.

“Seperti ada kupu-kupu diperutku…” gumamnya.Ia pun beranjak ke sudut ruangan mematikan lampu kamarnya kemudian kembali berbaring diatas ranjangnya.Perlahan Eunhee menutup matanya mencoba tidur,namun iPhone nya bergetar.Ia pun langsung menyambar iPhonenya dan melihat pada layar iPhone yang menunjukkan bahwa Jungkook sedang mencoba untuk menghubunginya.

Mungkin mereka memang jodoh.Sepertinya Jungkook juga tidak bisa tidur meski waktu sudah larut malam.Eunhee menahan pekikan kecilnya,senang.Kemudian mengangkat telefon dari Jungkook.

“Yeoboseo…”

‘Apa kau sudah tidur?’ tanya Jungkook dari seberang sana.

“Emm….kau mau aku jujur atau tidak?” jawab Eunhee disertai kekehannya.Terdengar diseberang sana Jungkook tertawa.

‘Tentu aku ingin sebuah kejujuran’

“Hmm..belum,aku tidak bisa tidur.”ucap Eunhee seraya memainkan selimutnya.

‘Wae? Memikirkanku?’ tanya Jungkook,membuat Eunhee berdehem.

‘Jinjja?!’ tanya Jungkook dengan nada yang terdengar senang.

“Iya.Hmm…haruskah aku menjawabnya sekarang? Aku rasa yang membuatku sulit tidur adalah pertanyaanmu tadi.”

‘Hyaa….aku pun juga begitu….’ ucap Jungkook denga nada lirih yang terdengar lucu ditelinga Eunhee,membuat gadis itu tertawa.

‘Kau ingin aku mengulanginya?’

“Em…”jawab Eunhee.Jungkook pun bersiap mengucapkan kalimatnya dengan awal deheman yang terdengar ragu.

‘Eunhee,aku menyukaimu sejak aku melihatmu.Pertama aku melihatmu saat kita masih kelas sepuluh,saat itu kita bertemu di kantin.Disaat kita memiliki keinginan yang sama dan mengambil satu sandwich yang tersisa secara bersamaan.Kau ingat?’

“Emm….tentu aku ingat” jawab Eunhee hampir menangis terharu,karena Jungkook masih mengingat momen yang paling dikenangnya itu.Benar.Eunhee adalah gadis yang mudah tersentuh mendengar hal-hal yang membuatnya bahagia.

‘Saat itu aku melihatmu sangat terlihat lesu,jadi setelah itu aku memberikan sandwich itu kepadamu.Dan sungguh,aku begitu terpesona saat melihat wajahmu begitu ceria hanya karena sandwich itu’

“Hya…bukan karena sandwich…” gerutu Eunhee disambut kekehan dari Jungkook.

‘Dan beberapa hari kemudian.Aku melihatmu menaruh kotak bekal dilokerku,kotak bekal berisi sandwich.Dan aku tahu sejak saat itu kau menjadi stalkerku.Kau mau tahu bagaimana perasaanku saat itu?’

“Ba-bagaimana…?”

‘Aku sangat senang kau selalu memperhatikanku.Dan juga saat itu…saat aku bertemu denganmu saat kau menemukan Janguk,saat kau terjatuh dari ayunan.Entah kenapa,rasanya ingin sekali melindungimu mulai saat itu juga.Kemudian saat kita bertemu dipesta ulang tahun Riyoung dan kita berdansa bersama,saat itu aku sangat gugup hanya untuk menggenggam tanganmu saja.Dan juga…..saat aku terlambat untuk menonton konser musikmu,saat itu aku merasa aku tidak berguna,dan bahkan aku juga mengacuhkanmu.Hingga aku tidak punya muka untuk menemuimu.Aku membentakmu dulu karena aku merasa tidak pantas untukmu.Tapi…..’ Jungkook memberi jeda untuknya menghela nafas sejenak.

‘perhatianmu,senyuman hangatmu,pandanganmu…..semua itu telah menutup hatiku,sampai aku sadari jika aku sudah terlalu dalam jatuh cinta kepadamu.Ada perasaan marah,sedih dan kecewa saat kau mengalihkan pandanganmu dariku.Saat itu aku merasa telah gagal untuk melindungimu.Tapi kau kembali tersenyum dan menerimaku untuk kembali berteman seperti biasa.Terserah kau mengataiku egois atau apa tapi….Eunhee……aku ingin kau menjadi yeojachinguku.Aku ingin memilikimu agar aku dapat melindungimu lebih dari yang dulu.Maukah kau menjadikan aku namjachingumu?’

“Emm…” gumam Eunhee seraya mengangguk menahan isakannya.

‘Maksudnya?’ tanya Jungkook kurang faham karena ia tidak mungkin bisa tahu jika Eunhee mengangguk.

“Iya…aku mau….”

‘Jinjaa?’ tanya Jungkook dengan nada senangnya.

“AKU MAU JADI YEOJACHINGUU JEON JUNGKOOK!!”pekik Eunhee tidak perduli jika ia berteriak tengah malam dan akan membangunkan orang lain.

‘Yaass!!! Gomawo!! Jung Eunhee gomawo!!!’ seru Jungkook

“Cheonma Jungkook-a”

‘Ani! Mulai sekarang panggil aku oppa!’ ucap Jungkook mengutarakan impiannya sejak dulu,yaitu ia ingin dipanggil ‘oppa’ oleh orang yang ia cintai.

“Ne,Oppa” ucap Eunhee tanpa ragu.

‘Baiklah….ah…leganya,cha! Ini sudah malam,sebaiknya kau tidur dan istirahat.’

“Baik!”

‘Selamat malam chagiya’

“Nado oppa.”

Ditempat lain Jungkook pun sudah menutup sambungan telefonya.Ia membuang iPhonenya diatas meja belajar dan langsung berlari melompat-lompat diatas ranjang empuknya seraya berseru dengan semangat yang berapi-api.

“Aku diterima!!! Yay!! Aku diterimaa!!”

Jungkook mengakhiri lompatannya dengan berbaring terlentang diatas ranjangnya.Ia tersenyum lebar saking senangnya.Kemudian memutuskan untuk tidur agar dapat memiliki energi yang cukup untuk hari menyenangkan besok saat bertemu dengan Eunhee.Ia sangat tidak sabar ingin melakukan hal-hal yang dilakukan para remaja yang menjadi sepasang kekasih.Seperti berjalan bersama sambil berpegangan tangan,kencan,dan lain-lainnya.

“Aku tidak sabar menunggu pagi”
.

.

.

Hyemi merasa ada yang kurang disaat dia hanya sendirian,setelah Jong In mengantarnya pulang sampai rumah dengan selamat.Gadis itu memang merasa marah dan cemburu saat Mina mencium Taehyung.Namun mengingat Hyemi itu bukan tipe orang pendendam,gadis itu tidak akan bisa marah terlalu lama dan mungkin hanya beberapa saat saja,jika hal itu adalah hal yang sepele baginya.Buktinya,kini gadis itu sudah berjam-jam menanti Taehyung didepan pintu gerbang rumahnya,mengabaikan suhu udara dimalam hari yang menusuk tulang.

“Hatchiimm!!” Hyemi bersin untuk kesekian kalinya.Gadis itu mengelap ingusnya dengan tisue yang ia bawa,bahkan ia sudah menghabiskan setengah dari sekotak persegi panjang,tisue yang ia punya.

“Kenapa dia belum pulang juga…” gumam Hyemi.Kemudian ia menempelkan telapak tangannya pada keningnya.

“Aish….kenapa suhu tubuhku mulai hangat.”Hyemi pun beranjak,memutuskan untuk membeli obat penurun panas di apotik terdekat.Beberapa menit kemudian setelah ia menempuh perjalanan berjalan kaki berangkat dan pulang dari apotik.Dia belum juga mendapati kehadiran Taehyung.Hyemi mendesah berat.Kemudian memutuskan untuk menyudahi penantiannya yang sia-sia.Namun beberapa detik kemudian Hyemi mendengar suara mobil mendekat kearah rumahnya.

“Sepertinya itu Taehyung?” gumam Hyemi.Kemudian gadis itu segera berlari sekencang-kencangnya masuk kedalam rumah dan mematikan semua lampu rumah.Kemudian berlari menuju kamarnya dan menyelimuti dirinya berpura-pura tidur.

Beberapa menit tidak mendengar suara apapun,Hyemi memutuskan untuk mengintip dari celah pintu dan tidak ada siapapun.Baru saja ia hendah melangkahkan kakinya keluar,ia melihat di bawah sana Taehyung menaiki tangga.

Hyemi pun langsung menutup pintu kamarnya yang gelap kemudian melompat keatas ranjangnya dan kembali menyelimuti dirinya.Terdengar suara seperti ada yang membuka pintu kamarnya.Kemudian suara derap langkah kaki mendekat kearahnya.Hyemi menutup matanya berpura-pura tidur.Taehyung berdiri menghadap Hyemi.
“Kau sudah tidur?”gumam Taehyung.

“….” tentu saja Hyemi tidak akan menyahut karena ia sedang perpura-pura tidur.

“Apa kau marah gara-gara tadi dan karena hal itu kau pergi?”

‘Taehyung bodoh’ batin Hyemi

“Aku minta maaf.” Ucap Taehyung kemudian menaruh sebuah pot didekat jendela kamar Hyemi.Dimana didalam pot itu ada sebuah kaktus mini yang belum berbunga.Kemudian Taehyung pergi begitu saja dan kembali menutup pintunya.

Hyemi melirik pintunya yag tertutup rapat.Gadis itu berjinjit mengunci pintu kamarnya.Kemudian bersandar pada pintu,melihat pot kaktus itu.Hyemi berjalan mendekati jendelanya.Gadis itu berjongkok memandangi pot kaktus itu.

“Kalau didrama sih,kalau minta maaf itu bunga mawarlah…bunga tulip lah….nah ini? Kaktus?! Apa dia menyamakanku dengan kaktus? Benar-benaaar!! Dasar singa gila!!” gerutu Hyemi.

.

.

.
Pagi-pagi sekali Riyoung menyiapkan bekal untuk Jimin.Dengan perasaan gembira Riyoung berjalan menyusuri koridor seraya membawa kotak bekalnya.Gadis itu bahkan sudah menyapa beberapa murid yang berpapasan dengannya,membuat semuanya heran karena gadis itu lebih ceria dari hari biasanya.Meski gadis itu memang selalu ceria.

Namun saat sampai di depan ruang laboratorium,ia disuguhi pemandangan yang sangat tidak mengenakkan.Kini senyuman yang terukir dibibir mungil gadis itu kian memudar ketika ia melihat Jimin memojokkan mina pada tembok didepan pintu masuk laboratorium.
Sebenarnya Mina sudah tahu jika Riyoung akan melewati jalan itu.Makannya ia menarik Jimin ketempat itu dan menarik lengan Jimin,hingga seakan Jiminlah yang memojokkannya.

Melihat kelakuan Mina Jimin pun membulatkan matanya dan berusaha menarik tangannya.Namun semakin Jimin berusaha menarik lengannya dari cengkraman Mina,Mina malah akan semakin berteriak dan memberontak,seakan Jimin benar-benar tengah memaksanya.

“Gyaaa!! Tolong aku!” pekik Mina.

“Berhenti dengan dramamu!! Aku tidak mau lagi berurusan denganmu Kwon Mina!” bentak Jimin.Dan disaat itu Mina mulai mengeluarkan air mata palsunya dan menangis sejadi-jadinya.Mina menunduk,namun diam-diam ia tersenyum jahat.

Dengan air mata yang embasahi pipinya,Riyoung berjalan dengan hentakan yang cukup keras,kemudian dengan sengaja Riyoung menabrak Jimin dan Mina hingga cengkraman Mina terlepas.

“Maaf mengganggu.” Ucap Riyoung seraya menunduk kemudian berlari sekencang-kencangnya.

“Ya….Chagiya!!” panggil Jimin,kemudian menatap Mina tajam.Jimin menunjuk wajah Mina.

“Kau!! Boleh saja menggangguku,asal jangan mengganggu Riyoung dan hubungan kami!!” tegas Jimin penuh amarah.Sedangkan Mina hanya memasang wajah tidak mengertinya.

“Oppa….”

“Tsk!!”

Jimin pun berlari meninggalkan Mina sendirian dan berlari mengejar Riyoung.Mina mengusap air mata palsunya.Kemudian mengambil cermin dari saku blazernya.

“Aigoo….akting dipagi hari itu menyegarkan.Tokoh utama sepertiku ini sangat sulit memainkan perannya.” Gumam Mina.Tak lama kemudian Hyemi berjalan hendak melintasi Mina,melihat Mina sejenak,kemudian kembali melanjutkan langkahnya menghiraukan keberadaan Mina.Mina yang tak sengaja melirik Hyemi langsung menghadang gadis itu.

“Dimana Taehyung oppa?”

“Menurutmu?”Hyemi balik bertanya.Mina berfikir sejenak.

“Aaa….kalian sedang marahan ya?” tanya Mina dengan wajah senangnya.Merasa kesal Hyemi pun hendak kembali berjalan,namun Mina mendorongnya hingga Hyemi kembali berada didepan Mina,dengan menatap Mina tajam.

“Hya….aku menang banyak darimu.” Ucap Mina sombong seraya memilin rambutnya.

“Apa peduliku” jawab Hyemi dingin.Mina mengedipkan matanya berkali-kali setelah menerima reaksi berbeda dari Hyemi yang tidak sesuai dengan harapannya.Mina pun melipat kedua tangannya didepan dada.

“Bagaimanapun,akulah pemenangnya.Hari ini aku akan mengundang Taehyung makan malam dirumahku,tapi kau jangan ikut,mengerti!!”

“Hahaha…..siapa juga yang mau kerumahmu.Berminat saja tidak!” ucap Hyemi menatap Mina sinis.Kembali berjalan dan benabrak bahu Mina.Membuat Mina tersentak,kemudian mendesis dan berbalik menatap Hyemi yang sudah berjalan beberapa langkah darinya.

“Sial!! Awas saja.Akan kubalas kau Park Hyemi! Kau boleh sinis kepadaku sekarang,tapi tidak untuk nanti” gumam Mina disertai seringaiannya.
.

.

.
“Sepatu sudah kupakai,seragam sudah rapi,buku dan alat tulis sudah kumasukkan kedalam tas,rambut sudah kuikat rapi,kacamata……ah tidak usah pakai lah.Nah udah siap!!”

Dari dalam mobilnya,Hoseok hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dongsaengnya yang selalu meneliti kerapihan dan kelengkapan sekolahnya setiap pagi.

“Cepatlah.” Ucap Hoseok.Eunhee melirik arlojinya yang melingkar manis dilengannya.

“Masih pagi kok.Oppa mianhae,aku naik angkutan umum saja.”

“Dengan siapa? Namjachingu barumu? Nugu? Jungkook? Jeon Jungkook?” goda Hoseok.

“Oppa!! Ah sudahlah,aku pergi duluan.” Ucap Eunhee kemudian berlari.

“Hati-Hati!!” pekik Hoseok dan Eunhee hanya mengacungkan jempolnya seraya terus berlari.
.

.

.

Eunhee menunggu Jungkook dihalte bus.Dari arah lain Eunhee malihat mobil Taehyung melintas,mobil itu berhenti didepan Eunhee.Taehyung menurunkan kaca mobilnya,membuat Eunhee mengangkat alisnya.

“Hey….apa Hyemi tidak bersamamu?”tanya Taehyung.

“Kau lihat? Apa aku bisa menyembunyikan bocah itu kedalan ranselku?Lagi pula,bukankah kalian tinggal serumah?” ucap Eunhee malas-malasan,karena sepagi ini ia harus berbicara dengan manusia bersifat macam alien seperti Taehyung.

“Hyaa….sejak tadi pagi aku tidak melihatnya.Bahkan dia membuat roti isi dengan saus pedas untuk sarapanku.”

“Itu sih bukan urusanku.Itu masalahmu.”

Dari arah lain Jungkook yang melihat Eunhee dan Taehyung langsung berlari dan merangkul bahu Eunhee,membuat gadis itu terkejut dan langsung memandangi Jungkook.

“Eh…Jungkook…”gumam Eunhee.

“Karena ada tumpangan gratis,kajja kita masuk~” ucap Jungkook kemudian dengan seenaknya mengajak Eunhee masuk kedalam mobil Taehyung.

“Yaa! Kenapa kalian seenaknya saja masuk kedalam mobil orang hah?” pekik Taehyung.

“Apa dia supir barumu?” tanya Jungkook kepada Eunhee seraya menunjuk Taehyung,bermaksud mengajak Eunhee bercanda.Eunhee terkekeh kemudian mengangguk.

‘Jujur….aku sangat suka sifat Jungkook yang sekarang.Kami menjadi sangat dekat dan lebih akrab.Kurasa sifat canggung diantara kami juga menghilang perlahan,digantikan dengan kedekatan kami setelah kami resmi menjadi sepasang kekasih’ batin Eunhee.

“Yayaya!!! Terserah!!” Ucap Taehyung mengalah kepada Jungkook yang terus mengatainya supir.Eunhee hanya tertawa melihat tingkah Taehyung dan Jungkook.

“Eunhee…” panggil Jungkook,menggenggam tangan Eunhee dengan kedua tangannya.

“Hn?”

“Ani…hanya ingin melakukan ini.”Jungkook menggosokkan kedua tangannya,kemudian menangkupkan kedua tangannya pada pipi Eunhee.Eunhee pun menutup matanya,merasakan hangatnya tangan Jungkook.

“Hangat bukan?” tanya Jungkook.Eunhee tersenyum dan mengangguk.Sedangkan Taehyung yang sedang menyetir hanya mendesis melihat tingkah laku Jungkook dari kaca spoionnya.

“Psh….”desis Taehyung.Tatapan tajam dari Jungkook dan Eunhee pun langsung didapatkan Taehyung.Taehyung pun kembali fokus menyetir.

“Baiklah….aku akan mengganggap kalian hanya dua anjing yang sedang kelaparan.”

“HYUNG!!!!”
.

.

.
Setelah lama berlari kesana-kemari mencari Riyoung akhirnya Jimin menemukan gadis itu sedang duduk memainkan biolanya seraya menangis.Jimin menghembuskan nafas bersalahnya,kemudian berjalan kearah Riyoung dengan berhati-hati agar Riyoung tidak kembali marah.Gadis itu menatap Jimin dengan matanya yang berlinang air mata,kemudian mengemasi biolanya.

“Riyoung,kau jangan salah paham dulu.Aku bisa jelaskan ini,semua ini terjadi diluar dugaanku”

“Terserah.Hatiku sudah terlanjur sakit.” Lirih Riyoung.Jimin menarik nafasnya mencoba mengatur emosinya yang benar-benar kacau.Jimin memegang bahu Riyoung.

“Dengarkan aku…”ucap Jimin lembut seraya menatap Riyoung.

“Lepaskan.” Ketus Riyoung mengalihkan pandangannya dan mulai kembali meneteskan air matanya,membuat hati Jimin semakin terasa perih melihat gadis itu menangis karenanya.

“Aku minta maaf…” Ujar Jimin menunduk tanpa melepaskan tangannya dari bahu Riyoung.Beberapa detik kemudian Jimin mendengar isakan Riyoung,ia mendongak menatap Riyoung kemudian meraih tangan Riyoung dan meletakkannya dipipinya.

“Tampar aku!! Luapkan amarahmu chagiya….”

“Apa kau sudah tidak waras?” lirih Riyoung disela isakannya seraya menatap Jimin.

“Tampar aku!!” ucap Jimin.

Plaakkk!!

“Lagi!!!” suruh Jimin.Dan Riyoung pun menampar Jimin lagi dan lagi.

Merah? Sakit? Tentu!

“Kau gila!! Kau gila Park Jimin!!!” Riyoung memukuli dada bidang Jimin.Lelaki itu memeluk Riyoung,dan gadis itu menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Jimin seraya sesekali kembali memul pelan dada Jimin.

“Kau jahat!!” ucap Riyoung disela isakannya.

“Maafkan aku….”

“Oppa jahat!!”

Jimin mengeratkan pelukannya seraya menutup matanya.Sedangkan Riyoung yang sudah berhenti memberontak terus menangis terisak seraya terus melontarkan kata-kata yang terlintas dipirannya,memaki Jimin disela tangisnya.Ini akan menjadi kesalahan terberat bagi Jimin,ia telah melanggar janjinya kepada orang tua Riyoung dan juga Riyoung sendiri untuk tidak membuat Riyoung tersakiti.Namun nyatanya hari ini ia telah menarik Riyoung masuk ke masalah masa lalunya akibat kelalaiannya sendiri.

“Aku benar-benar minta maaf”
.

.

.
Selama jam pelajaran Hyemi terus berdiam didalam kelas.Pada akhirnya gadis itu menaruh kepalanya diatas meja.Jong in yang duduk disebelahnya pun tersenyum penuh arti kemudian ikut menaruh kepalanya diatas meja memandang Hyemi,membuat gadis itu memasang wajah sebalnya kemudian ia kembali menegakkan tubuhnya,kemudian mengangkat tangannya.

“Saem!” panggil Hyemi.

“Iya,ada apa Hyemi-ssi?”

“Izin.” Ucap Hyemi singkat kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas.Sang guru selaku wali kelasnya kelas itu pun hanya menggelengkan kepalanya,melihat tingkah murid baru dikelasnya itu.
.

.

.
Hyemi berkali-kali membasuh wajahnya didepan wastafel.Setelah selesai ia mengusap wajahnya dengan saputangan yang ia bawa kemudian melihat pantulan dirinya didepan cermin.Kini ia melihat wajah pucatnya dan dengan matanya yang terlihat sedikit memerah.Ia menyentuh dahinya.

“Ah…..ini gara-gara semalam aku menunggu si singa gila itu”

“Sebaiknya aku harus pergi ke ruang kesehatan saja.” Gumam Hyemi kemudian berjalam malas keluar dari toilet menuju ke ruang kesehatan.
Sesampainya diruang kesehatan Hyemi tidak ada dokter Yura yang biasanya duduk manis dimejanya.Mungkin saja dokter itu sedang ada keperluan dirumah sakit,jadi hari ini dokter Yura absen untuk sementara.Dan keheningan pun menjadi peluang baik bagi Hyemi untuk istirahat.Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang yang berada disudut ruang kesehatan itu,diantara danjang lainnya yang dibatasi tirai-tirai berwarna putih.

“Aaahh…..” tiba-tiba Hyemi mendengar suara desahan membuat gadis itu membelalakkan matanya.Suara desahan yang begitu jelas dan terdengar aneh.Hyemi pun diam dan memilih untuk menajamkan pendengarannya.

“Geumanh….hae……Jaebalhhh……..” Hyemi semakin membulatkan matanya.Seperti suara yang berasal dari balik tirai disampingnya.Hyemi pun memberanikan diri untuk mengintip sedikit dari sisi tirai.Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang duduk ditepi ranjang sedang menonton sesuatu pada layar iPhonenya dengan mata O_O seraya memegangi kepemilikannya membuat Hyemi menunjukkan wajah ‘-_-‘ nya,seolah berkata Apa-yang-dia-lakukan?

‘Apa dia laki-laki mesum? Harusnya dia memakai earphone atau headset jika ingin menonton film aneh seperti itu.Aish..mengganggu ketenangan’ batin Hyemi.Kemudian hendak kembali beristirahat namun lelaki itu menoleh kearahnya dan menatap Hyemi dengan tatapan terkejut.

“Ah…mian.Bisa kau pelankan suara itu?” ucap Hyemi dengan hati-hati.

“Kau melihatnya?”

“Ne.Dan sekarang bisakah kau melenyapkan suara berisik itu?” ucap Hyemi seraya menutup telinganya.Lelaki itu pun menghentikan videonya.Dan berdiri menghadap Hyemi.

“Hmm….jadi ini pembantu dari gengnya Namjoon.Psh….kupikir hanya kau yang polos karena kau seorang hoobae,ternyata kalian semua sama saja.Ckckck,dan…untuk apa kau berdiri didepanku?”

“Aku ingin……”

“Hah? Apa?”

“Bisakah kau memuaskanku?”

“Mwo? Kau gila?!! Kau pikir aku murahan?”

“Bukan begitu….seseorang bilang,pekerjaanmu…..”

“Mwo?”

“Mina sunbae bilang kau pernah tidur dengan Jong in sunbae,jadi aku juga mau…..” lelaki itu langsung menyudutkan Hyemi ke tembok.Hyemi langsung menendang milik namja itu dengan sepatunya,hingga namja itu mengerang memegangi miliknya.

“Ck….Mina sialan!.Kau!! Kalau mau berbuat hal aneh-aneh itu pilih-pilih orangnya.Mau mati ditanganku? Ah iya! Satu lagi! Aku tidak pernah tidur dengan laki-laki,aku bukan yeoja murahan.Arraseo!!”

Sraaak….!!

Pintu tirai terbuka memperlihatkan Taehyung,Namjoon dan gengnya beserta Rinrin yang menampakkan raut muka gelisahnya.

‘Bagaimana bisa berita mengenai Jong in dan aku sampai salah arah ke Hyemi? Bisa-bisa nanti berita ini akan tersebar luas dan Namjoon oppa akan tahu….’ batin Rinrin gelisah seraya menggigiti jemarinya,menatap Namjoon takut.

Hyemi langsung menendang kaki namja yang ia tendang tadi kemudian melompatinya.

“Lihat…anak buahmu juga ketularan mesum.”ucap Hyemi kepada Namjoon membuat lelaki itu geram.

“Aish….menggangguku.” ucap Hyemi seraya melempar pandangan kepada Taehyung.Hyemi berjalan keluar dari ruang kesehatan.Taehyung pun lari mengikuti Hyemi dan menggenggam pergelangan tangan Hyem,membuat langkah gadis itu terhenti.

“Mwoya?”
.

.

.
“Kau cemburu karena tadi malam?”

“Ani….”

“Kau marah?”

“Hmm….untuk apa kau menaruh kaktus dijendelaku?”

Taehyung melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya.Menikmati hembusan angin yang membelai wajahnya.Kini Hyemi sudah mendapatkan ketenangannya setelah Taehyung mengajaknya duduk di rooftop,namun angin yang mengenai kulitnya membuat suhu tubuhnya menjadi tidak beraturan.

Taehyung mengeluarkan sesuatu dari saku celananya,kemudian menyibak poni Hyemi dan menempelkan fever patch plester itu ke dahi gadis itu.

“Hya…! Apa ini,aku bukan anak kecil!” ucap Hyemi hendak melepas plester penurun demam itu,nemun dengan segera Taehyung menahan tangan Hyemi,sedangkan tangannya yang lainnya sedang merogoh saku seragamnya.

“Apa kau doraemon?” ucap Hyemi karena Taehyung mengeluarkan obat dari dalam saku seragamnya Taehyung mengupas pembungkus obat itu,kemudian mengambil satu butir obat dan menyodorkannya kepada Hyemi.

“Buka mulutmu” ucap Taehyung,Hyemi pun menurutinya dan membuka mulutnya.Taehyung pun menyuapkan obat penurun demam itu kemulut Hyemi.Kemudian memandangi telunjuknya yang tidak sengaja menyentuh bibir Hyemi.

“Gomawo.”ucap Hyemi singkat.Taehyung mengangguk seraya menyengir kuda seperti biasanya.Kemudian kembali melipat tangannya diatas kepala dengan bersandar pada tembok pembatas atap tersebut,seraya memandang langit.Hyemi pun ikut bersandar dan memandang langit yang begitu cerah.Cuaca juga sedang bagus,tidak panas….tetapi juga tidak terlalu sejuk.Netral dan tenang.

“Kau penasaran bukan,kenapa aku memberimu kaktus?”

“Eumhm….”

“Karena kau mirip kaktus” jawab Taehyung seraya memandang Hyemi,melihat reaksi gadis itu.Seperti yang ia duga,gadis itu mengerutkan dahinya kemudian memberikan deathglarenya kepada Taehyung.

“Hahaha….”

“Are you kidding me?” tanya Hyemi seraya terus menatap Taehyung dengan tatapan tajamnya.Taehyung menggeleng,namun lelaki itu masih tertawa melihat reaksi Hyemi yang terlihat lucu baginya.

“Lalu?”

“Kau itu seperti kaktus.Sebelum berbunga,kaktus terlihat biasa saja tidak ada istimewanya.Sama seperti mereka yang yang belum mengelalmu dan hanya melihatmu dari penampilan luar saja.Kau ketus….terlihat angkuh,dan pendiam.Tidak banyak orang yang mengetahui jika kau itu sangat baik jika mereka sudah akrab denganmu dan mengenalmu lebih jauh.Seperti kaktus yang terlihat lebih istimewa setelah bergunga.Dihadapan yang lainnya kau selalu terlihat kuat,tetapi didalamnya kau sangat rapuh.”

Hyemi terdiam.Jujur saja kata-kata yang keluar dari mulut Taehyung membuatnya tersentuh.Gadis itu menunduk,seolah seperti kaset rusak.Kata-kata Taehyung terus terngiang diotaknya,terus terulang dan terus membuat jantungnya berdegup kencang.Suasana pun jadi awkward sejenak.Taehyung kembali mengoreksi tiap katanya ‘Apa ada yang salah dengan perkataanku?’ batinnya bingung karena Hyemi mendadak menjadi melamun setelah ia mengucapkan kalimat yang ia ucapkan tadi.

“Mimi”

“Tae” panggil mereka bersamaan.Suasana pun kembali awkward dan wajah mereka mendadak sama-sama memerah karena malu.

Braak…..!!

Pintu atap terbuka.Diujung saja sesosok menakutkan dengan api hitam dibelakangnya mengejutkan mereka,sosok itu membawa penggaris yang merupakan senjata mematikan bagi seluruh murid.Taehyung dan Hyemi pun hampir jantungan melihat guru killer itu sudah berada didepan mereka.Padahal biasanya guru killer itu akan bersikap lebih sopan terhadap murid yang berada digolongan atas atau murid dari anak orang kaya.Ya…mungkin untuk Taehyung dapat di maklumi,tapi Hyemi…dia sudah bukan siapa-siapa lagi.Tapi kenapa guru itu tersenyum kepadanya.

“Kalian bolos saat jam pelajaran.Kalian harus dapat hukuman ya” ucap guru killer itu dengan nada yang lembut seraya tersenyum manis.

“Ada yang aneh.” Gumam Hyemi.Taehyung hanya terkekeh.

“Kau akan segera mengetahuinya.”

“Apa?”

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s