Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.7


Romantica7

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

Korea National University of Arts

Rinrin sedang duduk sendirian dikantin seraya memakan makan siangnya.Awalnya ia hendak pergi ke kantin bersama Namjoon.Namun Namjoon sedang dipanggil untuk melakukan tugasnya sebagai ketua kelas.

“Boleh aku duduk diampingmu?” tanya Jong In mengejutkan Rinrin.Gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kantin untuk memastikan Namjoon belum datang.Rinrin mengangguk seraya sedikit tersenyum.Jong In pun duduk disamping Rinrin.

“Dimana gengmu?” tanya Rinrin memandang Jong In.

“Ditempat biasa..”

“Kenapa kau tidak ikut?”

“Malas.Aku melihatmu sendirian jadi aku ingin menemanimu.”

“Sedang menggodaku?”ucap Rinrin seraya terkekeh.Jong In tersenyum kemudian menggenggam tangan kanan Rinrin.Mereka tertawa sejenak.

“Kau tidak menjenguk Hyemi?”

“Haish…..untuk apa menjenguknya.Taehyung sudah ada disana,lagi pula apa peduliku?”ujar Jong In acuh dengan pandangan yang tidak beralih dari Rinrin.

“Hahaha….jadi perasaanmu itu hanya sekedar suka sesaat saja?”tanya Rinrin mulai salah tingkah karena pandangan Jong In.

“Tepat! Tapi tidak untukmu…”ucap Jong In semangat seraya tersneyum lebar kepada Rinrin.

“Ma-maksudmu?”tanya Rinrin terkejut dan memastikan jika ia tidak telah salah dengar.

“Aku masih menyukaimu sampai sekarang.Maukahkau menjadi yeojachinguku?”ujar Jong In serius.

“Kau kan tahu aku sudah milik Namjoon.”ucap Rinrin mengingatkan dengan nada gelisah.

“Apa itu masalah bagimu? Selama kalian berhubungan,bukankah Namjoon sering bersama dengan gadis lain?”

“Iya sih…tapi-”

“Cukup jawab aku.Ya atau tidak.”

“Apa kau bisa melindungiku jika kau membuat masalah?”

“Tentu kenapa tidak?”
.

.

.

Jungkook pov

Selesai berlatih bersama teman-teman club dance.Aku segera mengemasi barang-barangku dan berencana untuk pulang karena hari sudah terlalu sore,langit juga sudah berwarna ke orange-orange-an.Jadi kuputuskan untuk berpamitan pulang lebih dulu.Karena hari ini aku sudah membuat janji dengan Eunhee.

“Sui nuna! Aku pergi duluan!” pamitku kepada Sui nuna yang sedang berbicara dengan pelatih Choi.

“Eh..? Iya! Hati-hati Jungkook-a” ucapnya menoleh sekilas kemudian kembali berbicara dengan pelatih Choi.

Aku pun melangkahkan kakiku keluar dari ruang latihan.Tiba-tiba iPhone ku berbunyi. 1Pesan line dari Eunhee.Tanpa sadar aku tersenyum membaca pesan darinya.Ternyata ia baru saja selesai dengan urusan club melukisnya.Dan sekarang ia menunguku didepan pintu gerbang sekolah.Dengan segera aku pun berlari secepat mungkin keluar dari dalam gedung sekolah ini.

Disaat aku sudah berada didepan pintu gerbang dan berhenti berlari,aku menumpu tanganku pada lututku seraya mengatur nafasku yang tersenggal.Kudengar Eunhee yang berdiri disampingku tertawa.Aku pun memandanginya.

“Kenapa kau berlari?” tanyanya seraya terkekeh pelan.

“Karena aku tidak mau telat.”

“Mmm…memangnya kita mau kemana?”

“Aku ingin mentraktirmu.Kajja!”
.

.

.
Awalnya aku bingung ingin mengajak gadis ini kemana.Namun pada akhirnya kuputuskan untuk mengajaknya menonton film horror di bioskop didekat stasiun kereta bawah tanah.Kenapa? Karena aku suka film horror!! Dan sekarang Eunhee sedang membeli pop corn sedangkan aku sedang membeli tiket.Aku telah membeli tiket dan aku pun menghampiri Eunhee yang sedang menunggu minuman sodanya.

“Kau membeli minuman bersoda?”tanyaku.Ia berbalik rengan raut wajah anehnya.

“Iya” ucapnya lesu.

“Waeyeo? Kau sakit?” tanyaku panik

“Ah! Anio….nan gwenchana..”

“Ini nona pesanannya.”

“Terimakasih…” ujar Eunhee mengambil sodanya dengan sedikit kerepotan karena ia membawa dua popcorn juga.

“Sini aku bantu” ujarku merampas kedua popcorn dari kedua lengannya.

“Gomawo.”

“Kajja kita masuk.”
.

.

.
Belum saja selesai menonton sampai akhir.Eunhee sudah menangis ketika hantu di film itu muncul secara tiba-tiba.Ia menangis terisak-isak,bahkan ia masih saja memelukku erat sampai kami keluar dari bioskop itu baru dia melepaskan pelukannya.

“Mian,aku tidak bermaksud membuatmu ketakutan.Hanya saja aku tidak tahu jika kau takut dengan hantu atau film horrornya.Aku benar-benar minta maaf.” Sesalku.

“Gwenchana…ini salahku karena aku tidak memberitahumu.”

Suasana pun menjadi canggung.

“Hmm…mau ke tempat lain?”

.

.

.

Kini Taehyung dan Hyemi sedang salam perjalanan menuju ke rumah yang ditunjukkan oleh Ny.Park.Taehyung sedang menyetir,sedangkan Hyemi sedang asik dengan akun sns-nya di iPhone Taehyung karena iPhone miliknya digunakan sebagai barang bukti untuk memperkuat bukti insiden beberapa hari yang lalu.

“Kau tampak lebih gendut.” Ucap Taehyung yang sedang menyetir dengan sesekali menoleh kearah Hyemi.Ucapan Taehyung membuat gadis itu langsung memegangi kedua pipinya.

“Benarkah?”

“Hmm….masih mau dibilang tubuhmu mirip hyuna?”ejek Taehyung.

“YAA!!”

“Hahaha…..bercanda.”

“Psh…..aa…Aku makan terlalu banyak.Aku harus berolahraga dan diet setelah ini.”gumam Hyemi.

“Ya! Tidak ada diet!”betak Taehyung

“Wae? Siapa kau melarangku untuk diet?”

“Kau ini baru saja keluar dari rumah sakit.Tentu kondisimu itu masih belum pulih.Kau harus makan banyak dan meminum obatmu secara teratur.”tutur Taehyung membuat Hyemi memasang wajah kesalnya.

“Yasudah….aku akan makan dan meminum obatnya dalam satu hari.Selesai kan”

“Mau overdosis?!!”ucap Taehyung seraya memberikan deathglare nya kepada Hyemi.Gadis itu menyengir kuda.

“Hehehe… aku hanya bercanda.”

“Aigooo….kau masih saja seperti anak kecil.”

“Anak kecil?!” pekik Hyemi tidak terima dengan perkataan Taehyung.

“Ya Betul..anak kecil! Kau hanyalah anak kecil.” Ujar Taehyung dengan lantang.Hyemi mendesis kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Taehyung.

“Hey…aku sedang menyetir.Kau bisa menghalangi pandanganku anak kecil~”

“Hmm….lalu kenapa kau mencium anak kecil sepertiku?” tanya Hyemi dengan pandangan menuntutnya membuat Taehyung langsung salah tingkah.

“Yaa!! Lupakan!!” ucap Taehyung mengibaskan tangannya didepan wajah Hyemi.

“Hwaeee??!! Anak kecil sedang bertanya…ayo jawab aku…”rengek Hyemi kekanakan.

“Shirreo.”

“Wae? Oppa ingin anak kecil menangis eung?”ujar Hyemi seraya memasang aegyeonya.Taehyung langsung membulatkan matanya mendengar kata ‘oppa’ terlontar dari mulut Hyemi.

“Wae? Kenapa kau memasang wajah anehmu itu?” tanya Hyemi kembali ketus.Kini Taehyung tangsung tersenyum penuh arti seraya sesekali melirik Hyemi.

“Ada yang salah?” tanya Hyemi kebingungan.

“Bisa kau mengulangi panggilan ‘oppa’ mu untukku?”

“Oppa?” Hyemi mengerutkan keningnya,mengingat-ingat apa yang barusan ia katakan.Setelah kesadarannya kembali gadis itu menutup mulutnya dan segera memalingkan wajahnya.

“Hahaha….ayolah….katakan sekali lagi untukku…”rayu Taehyung

“Shirreo!!”

“Ayolah…panggil aku Taehyung oppa~”

“Panggilan yang buruk!”

“Yaaa!! Kau ini anak kecil.Kau harus memanggilku oppa.”

“….” Hyemi tidak menyahut dan memilih mengacuhkan perkataan Taehyung dengan memalingkan wajahnya memandang pemandangan diluar jendela mobil seraya menutup kedua telinganya.Taehyung tertawa renyah melihat Hyemi kesal.
.

.

.
Sesampainya didepan pintu gerbang rumah sederhana itu.Mulut Hyemi menganga,tubuhnya mematung didepan pintu rumah tersebut.Sedangkan Taehyung sedang mengambil barang-barang Hyemi yang tertinggal didalam mobil.Taehyung mengenggol lengan Hyemi.Membuat mulut gads itu kembali mengatup.

“Untung saja tidak ada lalat yang masuk kedalam mulutmu.” Ujar Taehyung kemudian memasuki rumah mewah tersebut dengan diikuti Hyemi dibelakangnya.

“Tae…kau yakin tidak salah rumah?”tanya Hyemi.

“Tidak.Ini benar….bibi yang mendonorkan darah untukmu yang memberikan rumah ini untukku.Wae?”

“Tidak….hanya saja.Ini rumah appa dulu…..bagaimana bibi itu bisa membeli rumah ini ya? Kenapa aku harus tinggal disini?”

“Jika kau tanya kepadaku,aku harus tanya kepada siapa? Tembok? Aish…ayolah…harusnya kau itu harus berterimakasih kepada bibi itu.Karena kau sudah dapat tempat tinggal gratis dan tidak usah membayar biaya perbulannya.”

“Iya aku tahu.Tapi bibi itu dimana? Apa dia tinggal disini juga?”

“Tentu.”

“Aish…harusnya kau ketuk pintu dulu.Bukankah tidak sop-” ucapan Hyemi terpotong karena Taehyung meletakkan telunjuknya dibibir Hyemi.

“Sssstt!! Jangan banyak bicara.”

“Wae?”

“Berhenti bertanya dan pergi mandi.Aku akan buatkan makanam untukmu,setelah itu kau makan dan minum obat.”

“Hmm…Okay…” Hyemi mengangguk patuh.

“Anak pintar!”

“Eh..tunggu! Kau bisa masak? Aku tidak yakin makananmu bisa dimakan manusia.”

“Huh! Kita lihat saja nanti.”
.

.

.
Eunhee dan Jungkook benar-benar bersenang-senang hari ini.Setelah mereka bersenang-senang bermain di Lotte world,kini Eunhee sedang menunggu Jungkook yang pamit sebentar membeli ice cream.Eunhee pun duduk santai seraya menikmati udara segar dimalam hari dipinggiran sungai han yang indah.Tidak ada banyak orang disana.

“Menunggu lama?” tanya Jungkook dari belakang dan langsung duduk disamping Eunhee.

“Ani.”

“Ini untukmu.”Jungkook menyodorkan satu ice cream stroberinya kepada Eunhee.

“Kenapa hanya satu?”

“Aku sudah menghabiskan punyaku tadi hehehe….”

“Terimakasih.”

Eunhee menerima ice cream tersebut dan mereka tertawa geli sejenak.Suasana canggung pun kembali mengiringi udara malam yang berhembus membelai tubuh mereka.Eunhee menggigil merasakan udara malam semakin terasa dingin.Jungkook yang melihat itu langsung terburu melepas jaketnya dan memakaikannya kepada Eunhee.

“Apa yang kau lakukan,nanti kau juga kedinginan.”ucap Eunhee dengan rona merah diwajahnya yang terlihat jelas.

“Laki-laki sejati tidak akan membuat seorang gadis kedinginan.” Ucap Jungkook dengan senyuman khasnya,membuat detak jantung Eunhee kembali berpacu.

“Aku belajar itu dari ibuku.” Ucap Jungkook seraya menggaruk kepalanya.

“Kau sangat dekat dengan ibumu ya…” ucap Eunhee setengah melamun.

“Hmm..begitulah,tapi itu dulu.Dan sekarang kami terpisah jauh.Bagaimana denganmu?”

Eunhee menghela nafasnya sejenak.Dan ice cream yang ia pengan mulai meleleh.

“Ibuku dan aku tidak terlalu dekat.Kedua orang tuaku memang begitu,mereka selalu disibukkan oleh pekerjaan mereka.Saat aku butuh mereka,mereka selalu lebih mementingkan pekerjaan dari pada keluarga.Tapi aku masih bersyukur masih ada Hoseok oppa yang bisa menemaniku.” Jungkook hanya terdiam mendengar cerita Eunhee.Ternyata kehidupan Eunhee tidak berda jauh dari kehidupannya.

“Eunhee…”

“Ya?”

“Apa kau ingin menari denganku?” tawar Jungkook mencoba mencairkan suasana.

“A-aku tidak bisa menari.Eh….ice cremku!!!” pekik Eunhee terkejut karena ice cream-nya sudah meleleh keselururhan dan mengenai tangannya.Hal itu membuat Jungkook tertawa.Dan kemudian Jungkook mengambil saputangan dari dalam sakunya kemudian membersihkan telapak tangan Eunhee.

“Ju-jungkook,aku bisa melakukannya sendiri.”

“Baiklah.”ucap Jungkook kemudian melepaskan tangannya dan membiarkan Eunhee membersihkan tangannya sendiri.Jungkook mem-play musik dari iPhonenya.Dan mulai menari.

“Ayo ikut menari!!”

“Hey..aku tidak bisa…”

“Ayolah…kau tidak harus punya bakat untuk menari.Kau hanya perlu menikmati musik dan menggerakkan tubuhmu.”

“Hahaha….baiklah….seperti ini” Eunhee pun ikut menggerakkan tangan dan kakinya mengikuti Jungkook.Jungkook mengangguk seraya tersenyum senang.Eunhee tertawa menertawai gerakannya sendiri yang menurutnya aneh.Jungkook menggeleng kemudian menggenggam kedua tangan Eunhee dan menggerakkannya agar Eunhee kembali menari.

“Menyenangkan.”

Eunhee tersenyum,begitu pula Jungkook.Tiba-tiba musik berhenti dan berganti menjadi musik yang lebih pelan dan terdengar lembut.Jungkook memandang Eunhee.

“Dansa?” tawar Jungkook

“Aku pernah menginjak kakimu ketika dansa denganmu.”

“Tidak masalah.” Jungkook.

Eunhee tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.Mereka pun berpegangan dan mulai berdansa.Jungkook terus memandangi wajah Eunhee yang berbinar-binar.Tiba-tiba Jungkook mengentikan langkahnya dan membuat Eunhee kembali menginjak kaki Jungkook untuk kedua kalinya.

“Maaf aku menginjakmu lagi.” Ucap Eunhee.

Namun dilihatnya wajah Jungkook yang mulai mendekat kewajahnya.Ingin menghindar,namun Eunhee juga tidak bisa melawan karena Jungkook memegangi kedua bahunya.Pada akhirnya Eunhee mendorong Jungkook,membuat lelaki itu mundur beberapa langkah.Dengan gugup Eunhee mengambil tasnya yang tergeletak.

“A-aku harus segera pulang.” Pamit Eunhee tanpa memandang Jungkook

Eunhee pun meninggalkan Jungkook sendirian didekat sungai han tersebut.Jungkook memegangi kepalanya dan mengerang merutuki kebodohannya.Merasa kesal ia melemparkan batu ke sungai han.Berkali-kali ia mengacak rambutnya frustasi.

“Dia akan marah…” gumamnya.
.

.

.
Perlahan Rinrin membuka matanya.Dilihatnya Jong In yang tengah tertidur disamping ranjangnya.Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah yang terbesit dihati dak pikirannya.Ia memikirkan,bagaimana perasaan Namjoon jika lelaki itu tahu ia sedang tidur bersama Jong in malam ini?

Rinrin mengubah posisi tidurnya membelakangi Jong In.Ia meraih iPhone pemberian Namjoon,dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 12 malam.Tiba-tiba Jong In memeluk pinggang Rinrin,membuat Rinrin sedikit terkejut karenanya.Nafas Jong In berhenbus membelai leher Rinrin.

“Kenapa kau tidak tidur?” ujar Jong In dengan suara seksinya dengan mata yang masih tertutup rapat.

“Hanya….tidak bisa tidur.” Ujar Rinrin pelan.

Jong In membuka matanya dan menunjukkan smirknya.Ia pun membalikkan tubuh Rinrin dan menindihnya.Rinrin mengerutkan keningnya melihat smirk Jong In.Beberapa detik kemudian Rinrin tertawa geli saat Jong in membelai wajahnya.

“Hya…tidak lagi” ucap Rinrin disela kekehannya.

“Lalu kenapa kau terlihat aneh? Kau sedang memikirkan sesuatu?”

“Hmm….bagaimana jika Namjoon oppa tiba-tiba datang dan melihat kita seperti ini?”

“Hahaha…..hanya itu?”

“Jawab pertanyaanku dulu! Aku sangat takut melihatnya marah kepadaku.”

“Aku akan melakukan apa yang harusnya aku lakukan.”

Jong In beranjak menuruni ranjang Rinrin.Gadis itu duduk seraya memegangi selimut yang menutupi tubuh polosnya.Dilihatnya Jong In mulai memunguti bajunya dan memakai kembali seragamnya yang sempat ia lepas sebelum bermain dengan Rinrin beberapa jam yang lalu.

“Kau mau kemana?”tanya Rinrin.

“Tentu saja pulang.”ujar Jong In seraya mengancingkan kemejanya.

“Kenapa tidak besok saja?” tanya Rinrin sekali lagi.Jong In memandang Rinrin kemudian berkacak pinggang didepan Rinrin.

“Kau kan bilang kau takut Namjoon datang.Jadi aku akan pulang.Oh ya sampai jumpa di malam selanjutnya ya! Aku akan datang.Tunggu aku.”Jong In melambaikan tangannya kemudian berjalan keluar dari apartemen Rinrin.

“Psh…dasar orang gila.”
.

.

.

Korea National University of Arts

Kini sekolah sedang digemparkan dengan kembalinya perempuan yang dulunya menempati posisi Queen disekolah itu,yang sekarang posisi itu di tempati Eunhee yang menjadi Perfect Queen.Nama permpuan itu adalah Kwon Mina.

Beauty Queen yang baru saja kembali dari tour fashionnya.Perempuan itu sudah berdandan anggun mengenakan seragam sekolahnya.Semua murid yang melihatnya langsung terkagum-kagum.Dengan wajah yang berbinar,Mina berjalan mencari teman lamanya.

“Permisi ada yang tahu dimana Kim Taehyung?” tanya Mina kepada seorang namhaksaeng berkacamata.Namhaksaeng itu seketika menjadi sangat gugup dan tubuhnya bergemetar melihat Mina begitu cantik.

“A-a-a-a-ada dipe-pe-per-pus-taka-an” jawab namhaksaeng itu dengan gugupnya.

“Terimakasih…Oh-Tae-Wo.” Ucap Mina dengan logat manisnya,seketika membuat Namhaksaeng itu mimisan.

“Cheonma~”ucap Mina.

Mina pun melengos meninggalkan namhaksaeng itu.Dan raut wajahnya pun langsung berubah drastis menjadi lebih dingin dan jutek.Mina memilin rambutnya seraya berjalan dengan elitnya.

“Cih…namja culun.Sungguh menyedihkan.”umpat Mina.
Saat mina meliwati deretan loker yang berjejer rapi ditepi koridor itu.Ia melihat salah satu mantan kekasihnya sedang tertawa riang bersama seorang perempuan yang terlihat manis.Seringaian misterius terlihat pada raut wajahnya.Mina pun mendekati kedua sepasang kekasih itu.

“Apa kabar~” ucap Mina.Seketika dua pasang mata itu menoleh kearahnya.Jimin membulatkan matanya tidak percaya melihat Mina berdiri disampingnya seraya melipat kedua tangannya didepan dada.

‘Bagaimana dia bisa ada disini?’ batin Jimin

“Oh…kau murid baru?” tanya Riyoung seraya memasang senyuman polosnya.Sedangkan Jimin masih membeku seraya masuk sibuk dengan pikirannya sendiri.Benar,Jimin adalah salah satu mantan kekasih Mina sewaktu Jimin belum mengenal Riyoung.

“Iya.Aku murid baru, Kwon Mina imnida.” Ucap Mina mengulurkan tangannya.Riyoung pun menjabat tangan Mina seraya tersenyum.

“Park Riyoung imnida.” Ujar Riyoung tersenyum tulus.Pandangan Mina mengerling melirik Jimin yang memandanginya,Mina tersenyum tipis kemudian kembali memandang Riyoung.

“Salam kenal.Oh ya….aku pergi dulu.” Ujar Mina berpamitan.

“Senang bertemu denganmu.” Ucap Riyoung saat Mina sudah mulai melangkah,namun gadis itu berhenti kemudian mundur beberapa langkah sampai ia berdiri sejajar dengan Jimin.

“Kalian sangat tidak serasi.” Bisik Mina kepada Jimin ,kemudian gadis itu kembali berjalan.

“Hyaa…dia cantik sekali ya oppa.”seru Riyoung.

“Sebaiknya jangan terlalu dekat dengannya.”

“Wae?”tanya Riyoung kebingungan dengan raut muka serius.Jimin mendongakkan kepalanya memandang Riyoung.

“Percaya padaku atau tidak?”tanya Jimin ber-aegyeo mengalihkan perhatian Riyoung.

“Hyaaa….oppa ini!!” Riyoung mencubiti perut Jimin.

‘Belum saatnya kau tahu…maafkan aku’ batin Jimin membelai pipi Riyoung.Gadis itu tersenyum manis kepadanya.
.

.

.
Didalam perpustakaan hanya ada Hyemi dan Taehyung di meja baca dan petugas penjaga perpustakaan yang duduk dimejanya didekat pintu masuk ruang perpustakaan.Kini Hyemi dan Taehyung sedang disibukkan oleh tugas-tugas yang menumpuk termasuk soal ujian matematika yang mereka lewatkan.Taehyung sedang sibuk mengoceh menggosip tentang appanya yang semalaman menegurnya karena tidak pulang berhari-hari karena menjaga Hyemi.Sementara Hyemi sedang mencoret-coretkan jawaban pada lembar jawabannya.

“Berhenti bercerita.Jika kau belum selesai aku juga tidak bisa keluar dari perpustakaan ini,setelah ini juga kita harus menata buku-buku yang berantakan disini.”ucap Hyemi tanpa memandang Taehyung,dan masih berkutat dengan bukunya.

“Hey….kau kan juga tahu aku tidak bisa mengerjakan soal sebanyak ini!!”

“Kau lebih pintar dariku TUAN KIM TAE HYUNG.Berhenti mengeluh dan kerjakan.” Ujar Hyemi dengan sinisnya,kemudian ia menyentakkan pensilnya dan menutup bukunya.Dan memandang Taehyung dengan tatapan datarnya.

“Wae! Wae! Anak kecil jangan memandang oppamu dengan pandangan seperti itu!” ujar Taehyung berpura-pura marah.

“Aku akan merapikan buku duluan.Kau kerjakan dulu tugasmu.Aku mulai dari rak di sudut yang jauh disana.Nanti kau mulai dari rak yang depan sini,arra!!”

“Okelah….YES SIR!” Taehyung pun mulai mengerjakan tugas-tugasnya yang belum selesai.Sedangkan Hyemi berjalan ke sudut perpustakaan dan mulai merapikan buku-buku yang terlihat berantakan,juga buku-buku yang tertata tidak sesuai dengan abjadnya.

Tiba-tiba saja pintu perpustakaan terbuka membuat Taehyung menoleh.Melihat Kwon Mina berjalan kearahnya Taehyung berdiri dan tersenyum lebar.Mina berhenti tepat didepan Taehyung seraya menampakkan senyum manisnya.

“NUNAAAA!!” seru Taehyung memeluk sahabat lamanya itu.Mina pun tertawa kemudian melepaskan pelukan Taehyung kemudian menggeleng-geleng.

Hyemi yang mendengar seruan Taehyung langsung menghentikan aktifitasnya dan mengintip.Hyemi sempat terkejut melihat Mina.Berkali-kali ia mengerjapkan matanya.

“Sial!! Untuk apa dia muncul lagi!?” umpat Hyemi

“Oh ya….bagaimana kabar Hyemi?” tanya Mina pada Taehyung.Seketika Taehyung langsung kehabisan kata-katanya.Ia bingung harus menjawab apa.

Dulu Mina,Taehyung,dan Hyemi adalah tiga anak kecil yang tidak bisa dipisahkan.Mereka selalu bermain bersama,tertawa bersama,dan hal-hal lainna yang mereka lakukan dengan penuh kesenangan dan tawa riang mereka.Namun semakin mereka tumbuh menjadi anak yang pandai berbicara,sebagai sesama perempuan dalam grup mereka bertiga.Hyemi dan Mina jadi saingan.

Berawal dari Taehyung kecil yang hanya membawa satu kotak coklat saja dipesta hari valentine dan membuat kedua gadis itu saling berebut dan bertaruh apapun demi bersama Taehyung.Intinya mereka memperebutkan Taehyung.Dan lama-lama Hyemi jadi sedikit santai ketika tahu Mina sudah pindah ke luar negeri,jadi ia tidak akan memiliki saingan jika bersama Taehyung.Namun sepertinya sekarang keada’annya akan kembali seperti dulu dengan kembalinya Mina ke Korea.

“Da baik-baik saja.” Ucap Taehyung seraya sesekali melirik deretan rak buku.

Dan saat Taehyung menoleh untuk ketiga kalinya,ia melihat sosok mengerikkan yang muncul dari sana.Hyemi,gadis itu berjalan dengan hentakan yang terdengar jelas ditelinga Taehyung.Pandangan gadis itu sangatlah mengerikkan.

Dimata Taehyung,ia seperti melihat api yang membara disekeliling Hyemi,dan itu membuatnya sedikit ketakutan dengan hal yang diperkirakan akan terjadi selanjutnya.Gadis itu berdiri tepat menghadap Mina.Kedua gadis itu menggeram seraya bertatapan tajam seperti hewan buas yang siap memangsa kawan sebangsanya.KANIBAL!!! Taehyung menelan ludahnya dengan susah payah,kemudian menengahi kedua gadis itu.

“Oh….ayolaah…jangan seperti ini lagi.” Ucap Taehyung memudian merangkul bahu Hyemi,membuat gadis itu tersenyum mengejek kepada Mina.Sedangkan Mina yang merasa dikalahkan oleh rivalnya langsung menghentakkan kakinya kesal.Taehyung pun melepaskan rangkulan bahunya dari Hyemi.

“Heh….pedek.Untuk apa kau datang kemari?” ucap Hyemi mengejek Mina yang memang jauh lebih pendek darinya.

“Mworagu? Katakan sekali lagi!!”

“Cih…..”

“BOCAH SIALAN!!!!”

“HYAAA!!!!”

Dan mereka berkelahi….

Taehyung tahu itu…..
.

.

.
Rinrin sedang melihat Namjoon berlatih dance di dalam ruang 06.Rinrin terus tersenyum seraya menepuk-nepuk tangannya.Namjoon pun terus melirik Rinrin dan sesekali memberi simbol cinta menggunakan tangannya.

“Oppa keren!!” pekik Rinrin layaknya seorang fans yang sedang meneriaki idolanya saat perform dipanggung.

Namjoon pun hanya tertawa dan menghentikan tariannya.Kemudian berjalan kearan Rinrin.Rinrin pun segera membukakan penutup botol air mineral yang ia bawa,kemudian menyodorkannya kepada Namjoon.

“Gomawo chagiya”

“Hmm…..”

Tiba-tiba saja pintu ruang latihan terbuka.Sontak mereka berdua menoleh kearah Hoseok yang tengah menutup pintu dan langsung berlari mendekati Rinrin dan Namjoon.

“Ada apa?” tanya Namjoon

“Kau sudah tahu kabar tentang Mina?!” tanya Hoseok.

“Ada apa dengan gadis itu?” tanya Rinrin.

“Jangan bahas tentang gadis itu lagi.Aku sudah muak dengan permainannya.”ujar Namjoon acuh.Rinrin menggenggam lengan Namjoon berharap emosi Namjoon mereda.

Gadis itu sudah tahu jika Mina adalah mantan kekasih Namjoon.Ia juga tahu jika gadis bernama Mina itu adalah gadis yang buruk.Bahkan dulu Mina pernah mengadu domba Namjoon dan Jimin,dan meninggalkan kedua lelaki itu dengan tampang tanpa berdosanya.

“Tenang saja chagiya.Aku tidak akan tertipu dengan gadis gila itu.”

.

.

.
Dengan keadaan rambut dan seragam yang sangat berantakan.Hyemi memunguti buku dan alat tulisnya kemudian ia memasukkannya kedalam tasnya.Ia telah kalah taruhan dengan Mina.Dengan eogisnya Mina mengajaknya bertanding lari dan taruhannya adalah duduk bersama Taehyung seminggu.Untung saja buka setahun!! Bagi Mina,dirinya masih baik hati memberi waktu satu minggu saja.Tapi bagi Hyemi….itu adalah cobaan yang sangat berat!!

Jika Hyemi menolak Mina akan mengganggu hubungan Jimin dan Riyoung.Tentunya Hyemi ingin menolak,ia pun memperhitungkan untuk menerima tantangan Mina.Dan mereka pun bertanding,dengan Mina sebagai pemenangnya.Dan sekarang Hyemi harus mengemasi barangnya untuk pindah ke kelas Mina dan duduk dengan Jong In.

‘Oh!! Itu sungguh menyebalkan!!!’ batin Hyemi

“Hye….kenapa kau melakukan ini?”tanya Riyoung merasa bersalah setelah mendengar semua penjelasan dari Hyemi.

“Gwenchana.Tidak perlu merasa bersalah seperti itu.Aku hanya melakukan sesuatu yang sejalur dengan moodku.”

“Hyee….! Tapi kau bilang dia mengancammu dengan menyakut pahutkan diriku dengan Jimin oppa.Tentu saja aku merasa bersa-”

“Huh…siapa juga yang melakukan hal sebodoh itu demi kalian.Sudah kubilang aku hanya melakukan sesuatu yang menurutku benar.Maybe~”

“Hyemi!!” panggil Eunhee.

“Ne?”

“Kenapa kau mengemasi barang-barangmu? Kau mau pulang? Apa bahumu sakit lagi? Apa perlu kuantar ke dokter? Aigoo…kenapa wajahmu terlihat pucat? Eh aku lupa,wajahmu sedari dulu begitu ya. Kalau begitu apa kau perlu bantuan? Mau kuantar ke ruang kesehatan? Atau…HYAA!! Kau ingin membolos ya? Ayo cepat! Ngaku!! Katakan-katakan!! Nanti aku laporkan ke wali kelas loh kalau kau bolos!”

“Ber-le-bi-han” ucap Hyemi dan Riyoung bersamaan dengan muka malas mereka.

“Heeeh? Aku salah?”
.

.

.
Setelah Hyemi pindah kelas untuk sementara.Jujur Riyoung jadi tidak punya teman berbicara.Eunhee selalu tertib memperhatikan setiap materi yang diterangkan oleh guru yang sedang mengajar.Sedangkan Rinrin sedang bolos pelajaran terakhir ini.

Sedari tadi Riyoung bergidik jiji saat Mina bergelayut manja dilengan Taehyung.Sedari tadi Riyoung menahan teriakannya yang bisa saja membuatnya dikeluarkan dari kelas.Ia ingin berteriak karena Mina menjelaskan hal yang berbeda dengan kenyataan.

“Kenapa Hyemi ingin menukar tempat?” tanya Taehyung.

“Emm….katanya sih dia mau dekat-dekat dengan Jong in oppa.”

“Hyung?”

“Eum! Tadi saja saat dia sudah sampai dikelasku dia langsung berteriak dan memeluk Jong in oppa.Heh…aku beritahu sebuah rahasia.Katanya tadi malam Hyemi tidur dengan Jong in oppa.”ucap Mina.Riyoung yang mendengar itu langsung menahan tawanya.

‘Hahaha….lucu juga.Bagaimana Hyemi bisa bersama Jong In disaat dia sedang bersama Taehyung.Hahaha…..mana mungkin Taehyung percaya’ batin Riyoung.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s