Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.6


 

Romantica7

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

“Argh..!! SIALAN KAU HYEMI!!!!” Geram Jin setelah Hyemi menembakkan obat bius ke lehernya.
Jin menodongkan pistolnya kearah Hyemi.Dengan cepat Hyemi menendang pistol itu hingga benda itu terlempar jauh dari Jin.

“Aku tidak selemah yang kau perkirakan…..SUNBAE.” ucap Hyemi dengan disertai senyuman tipisnya,dan wajahnya sudah dipenuhi air matanya yang tak berhenti mengalir.

Namun tanpa disangka ,dengan gerakan cepat Jin mencekik Hyemi dengan sangat kuat,tapi itu tak lama.Beberapa detik kemudian Jin mengerjapkan matanya berkali-kali karena ia merasakan pusing akibat obat bius yang menjalar lebih cepat karena ia terlalu banyak bergerak.

Bugh!

Taehyung membabi buta memukuli wajah Jin.

“Sialan!! Dasar psikopat!!”geram Taehyung seraya masih belum puas memukuli Jin.

“Tae…”

Pandangan Taehyung pun beralih kepada Hyemi yang tergeletak dengan wajah pucatnya.Taehyung menghembuskan nafas beratnya,kemudian beralih menggendong Hyemi.

“Bagaimana kau bisa?”

“Sudah jangan banyak bicara.Kita harus keluar dari sini terlebih dahulu”

.

.

.

Eunhee pov

Aku berjalan keluar dari gedung tempatku mengikuti konser musik klasik yang sudah berakhir beberapa jam lalu.Saat aku sudah berada di luar gedung.Aku melihat Jungkook sedang duduk di tangga di depan pintu masuk.

“Jungkook?” panggilku lirih setelah berada dibelakangnya.

“Maaf aku terlambat.” Ucapnya dengan suara paraunya.Apa dia habis menangis tapi,kenapa?

“Terlambat?”gumamku,Ah! Aku baru ingat…Hoseok oppa memberikan tiket dariku kepada Jungkook.

“Yah….Sekarang aku pergi dulu.” Ujarnya kemudian berdiri dan mulai berjalan menuruni tangga.

“Tunggu.” Ucapku spontan membuatnya berhenti,namun ia tidak berbalik.

“Kau….hanya ingin mengucapkan maaf saja?”
Ia hanya mengangguk,kemudian mengucapkan “selamat malam” dan pergi begitu saja.Aku menghela nafasku.Entah kenapa punggungnnya terlihat murung.Melihatnya sedih seperti itu,membuatku menjadi ikut bersedih.Jadi…..? Jadi apa ya? Apa yang harus kulakukan? Aku mulai melangkahkan kakiku untuk mengikutinya.

Aku terus mengikutinya sampai aku melihatnya menabrak salah satu dari tiga orang yang sepertinya sedang mabuk.Aku langsung menghentikan langkahku dan bersembunyi dibalik pohon yang berada dipinggiran jalan tepatya didepan sebuah cafe.

“Hah….ya! Bocah,kau tidak punya mata huh?”

“Tentu aku punya.” Ucap Jungkook dingin.Bagaimana bisa ia mengatakan
hal itu! Kenapa dia malah seolah memancing amarah mereka?

Bugh!

Aku menutup mulutku ketika pria bertubuh besar itu memukul Jungkook dengan keras.Jungkook langsung memukul balik pria itu.

“SIALAN KAU!!” pekik pria itu.
Kini dua dari pria itu memegangi kedua lengan Jungkook dan membuatnya terus memberontak seraya berteriak mencaci maki pria didepannya.Pria itu terlihat marah dan segera memukul Jungkook untuk kedua kalinya….ketiga kalinya….keempat kalinya….

“Aish..apa yang harus kulaku-” gumamku,namun kemudian aku melihat dua petugas keamanan yang kebetulan hendak keluar dari sebuah toko.Dengan segera aku berlari kearah petugas keamanan itu.

“Pak tolong teman saya,dia dipukuli orang mabuk.”

“Dimana nak?”

“Disana pak…”

“Kajja..!”

Aku pun menunjukkan tempat dimana Jungkook dipukuli.Saat aku datang bersama dua petugas keamanan itu.Pria-pria aneh tadi langsung berlari,petugas keamanan pun mengejar mereka.

“Gwenchana?” tanyaku pada Jungkook.Namun Jungkook menghiraukanku kemudian berdiri dan hendak meninggalkanku.

“Aku obati.” Ucapku.Tak tega melihat wajahnya penuh luka lebam juga hidung dan sudut bibirnya yang berdarah.

“Tidak usah.” Ucapnya dingin.Rasanya jantungku seperti ditusuk-tusuk mendengarnya berbicara dengan nada sedingin ini,karena biasanya nada bicaranya selalu terdengar lembut dan nyaman didengar.
Aku menggenggam pergelangan tangannya.Ia menatapku,aku pun menatap matanya.

“Aku tidak menerima penolakan darimu.” Ucapku sedikit gugup.

.

.

.

“Akh!” erang Jungkook saat aku tidak sengaja menekan hidungnya saat aku menempelkan plaster bening itu dipermukaan hidungnya.

“Mian…..sangat sakit?” tanyaku.Namun Jungkook hanya diam dan kembali memasang wajah datarnya.Aku pun kembali mengambil plaster lain dan ku tempelkan disudut bibirnya.

Kini kami sedang duduk dikursi kayu didepan apotik.

“Sebenarnya kau kenapa?” tanyaku seraya mengemas obat-obatan yang tadi kubeli diapotik itu.Kudengar Jungkook menghela nafasnya pelan.

“Ibuku….meninggalkanku.” ucapnya tak lagi terdengar dingin.Aku menghentikan aktifitasku dan memandangnya.Kulihat ia menunjukkan raut kesedihan diwajahnya.

“Wae?”tanyaku bingung.

“Hhh…..seharusnya aku tidak berada disini sekarang.Aku harus pulang.” Ucap Jungkook memandangku sekilas.Aku pun ikut beranjak dari tempat dudukku.

“Ha-hati-hati Jungkook….” Jungkook pun kembali pergi tanpa senyumannya.Entahlah….mungkin karena ia ditinggal oleh ibunya.Tunggu? bukankah ia sangat membenci ibunya?

‘Dia itu Jeon Jungkook,kabarnya appanya menikah lagi.Kasian sekali ibu kandung nya sakit-sakitan.Maka dari itu….dia membenci ibu tirinya.Pria tua itu menyebalkan ya? Aku kasihan dengan Jungkook’

Tiba-tiba kalimat yang diucapkan Hyemi dua tahun yang lalu terngiang diotakku.

“Apa dia benar-benar memiliki dua ibu? Tunggu…ah benar! Aku harus menanyai Hyemi tentang kencannya hari ini!!”
Benar-benar Eunhee yang mudah berubah dan merubah topik.

.

.

.
Riyoung pov

Namjachinguku ini benar-benar menyebalkan!! Hari ini aku sengaja mengundangnya untuk datang kerumah.Mumpung sepi hehe….TAPI!! Apa sekarang dia sedang ingin membuatku geram? Sehingga sekarang dia hanya duduk dengan pandangan fokus kearah televisi,menonton kartun disana dan mencampakanku?

“Oppaaa!!” rengekku seraya mengguncangkan bahunya.

“Ah iya! Kebetulan aku sedang ingin dipijat.Tolong pijit yang disini.” Ucap Jimin oppa seraya menunjuk punggungnya.Dan lihatlah dia…berbicara tanpa berbalik sedikitpun.

“YAK!! JIMIN!” pekikku seraya memukulkan bantaklu kekepalanya.Kali ini aku berhasil membuatnya berbalik menatapku.

“Yak…mwoya? Kau tidak memanggilku oppa?” ucapnya melotot kearahku.

“Ya! Aku tidak memanggilmu oppa lagi.”

“Wae?”

“Karena kau mencampakanku barusan.Aku marah!” ucapku membuang
pandanganku kearah lain.

“Hahaha….mian…” kini ia berjalan kearahku dan duduk disebelahku.
Aku pun merebahkan kepalaku di pahanya.Dia terkekeh kemudian mengelus dan mengecup dahiku.

“Oppa…”

“Apa cium?”tanyanya.Aku pun menganguk memohon.

“Kisseuuu~Mumumu~”

“Hahaha…buatkan aku teh hangat dulu.”

“Aish….chankkaman!! Aku akan membuatnya dengan cepat”

.

.

.

At Seoul Hospital,10.57 KST

Taehyung menatap Hyemi yang masih memejamkan matanya sejak operasi pengangkatan peluru di bahunya beberapa jam lalu.Taehyung menggenggam tangan lentik Hyemi yang di infus dan sesekali mencium telapak tangannya.

Tiba-tiba jemari Hyemi bergerak.Taehyung langsung memandang wajah Hyemi dengan penuh berharap.Gadis itu membuka matanya perlahan.Pandangannya menerawang.

“Kau sudah bangun?” ucap Taehyung pelan.Hyemi melirik kearah sampingnya.

“Kim Taehyung…” gumam Hyemi,kemudian melihat genggaman Taehyung.

Taehyung yang faham,ketika ia memegang Hyemi dan gadis itu akan merasa terusik.Ia pun melepaskan genggamannya dari Hyemi.Takut ia akan membuat Hyemi mengamuk.

Namun tidak untuk kali ini,Hyemi meraih tangan Taehyung dan menggenggamnya erat.Taehyung sempat tertegun,namun pada akhirnya ia kembali mengenggam tangan Hyemi menggunakan kedua tangannya.

“Tanganmu dingin.” Ucap Taehyung kemudian meniupi telapak tangan Hyemi.

Gadis itu tersenyum.Taehyung langsung menyengir kuda,melihat Hyemi tersenyum.Seketika senyum Hyemi langsung hilang,disembunyikan oleh pemiliknya.

“Bagaimana kau bisa baik-baik saja,bukannya kau juga tertembak?”tanya Hyemi.Taehyung menyengir kuda,kemudian ia mengambil benda dari dalam saku hoodienya.

“Rubikmu” ucap Taehyung.

“Mwo?”

“Rubik darimu yang menyelamatkanku.Dengarkan.” Taehyung menggoyangkan rubik itu didekat telinga Hyemi.

“Oh! Ada sesuatu didalam sana.” Ucap Hyemi.Taehyung kembali tersenyum,namun kali ini senyumannya terlihat begitu hangat dan itu membuat wajah pucat Hyemi memerah.

“Yang ada didalam itu peluru.Ahh…mulai sekarang panggil aku anti peluru hehehe…”

“Hmm….”

“Mwoya? Hanya itu responmu?”

“Aku bingung harus mengatakan apa.”

“Hhh…andai saja saat itu kau benar-benar tidak memberikan rubik ini.Mungkin aku sudah mati.Dulu…saat junior highschool aku tidak jadi ikut camping sekolah,hanya gara-gara rubik ini ketinggalan.Dan setelah itu kabarnya bis yang ditumpangi kelasku mengalami kecelakaan.Bis itu jatuh ke jurang.”

“Kau sudah menceritakan yang itu.”

“Ah…benarkah? hehehe..aku lupa…”

“Tapi kau belum cerita,jika kau tidak ikut camping gara-gara rubikku.”

“Hmm….bagaimanapun aku berterimakasih kepadamu.”

“Yah…sama-sama”

“Mimi…”

“Hmm?”

Chu~

Taehyung mencium bibir Hyemi membuat gadis itu tarsentak kaget.Namun tak lama kemudian Hyemi menutup matanya.Merasa tidak ada penolakan Taehyung pun mulai melumat bibir Hyemi.

‘Dia benar-benar sudah gila.Masih sempat juga mencuri kesempatan saat aku dalam keadaan sakit.Benar-benar,jika saja bahuku tidak terlalu ngilu untuk digerakkan mungkin aku akan segera bangun dan memukulinya!!!Aish..kenapa jantungku berdegup kencang?’ batin Hyemi.

‘Argh! Sial aku tidak bisa berhenti.’ Batin Taehyung,seraya terus melumat bibir Hyemi dengan ganasnya.Kini ia menggigit bibir bawah Hyemi,membuat gadis itu memekik pelan.Tak menyia-nyiakan kesempatan,Taehyung pun memasukkan lidahnya ke rongga mulut Hyemi.

Bugh!

“Sakit!!” pekik Taehyung memegangi perutnya,yang terkena tendangan dari Hyemi.

“Kau cari mati hah?!” bentak Hyemi dengan wajah merah meronanya.

“Aku hanya ingin menghilangkan bekas ciuman si psikopat itu.”ujar Taehyung membela dirinya.

“Yah!! Dia tidak-melakukan sejauh-itu.A-aish…byuntae.Ah…gara-gara kau bibirku jadi berdarah begini.”

“Biar aku yang urus.” Taehyung kembali mendekat ke arah Hyemi dan kembali melumat bibir bawah Hyemi yang berdarah.

“Nah…sudah baikan kan?”

“Aish..” Hyemi mencubit pipi Taehyung.

“Heol…mimi-ah kau tersenyum?”Taehyung tekekeh

“A-anio”

“Bodoh.Wajahmu merah sekali hahaha…”

“Ah…sudahlah…ayo tidur.Sudah malam.”

“Hyaa~ Apa maksudmu? Kau ingin aku tidur disampingmu?”lagi-lagi
Taehyung terkekeh.

“Kalau tidak mau yasudah sana pergi.”

“Hehehe…arraseo…” dengan senang hati Taehyung pun berbaring disebelah Hyemi yang langsung memeluk lengannya seraya menutup mata.

“Kelihatannya nyaman sekali ya?” goda Taehyung yang masih belum bisa menghilangkan cengirannya.

“Berisik.”

“Baiklah….jalja Mimi-ah.”

“Berhenti memanggilku mimi!”

“Mimia~”

“Kau seperti kucing yang mengeong!”

“Mimi~”

“Berisiiik!!”

“Baiklah…..Chagiya~”

“MWO??!”

.
.
.
Rinrin sedang bekerja di sebuah cafe sebagai pelayan.Disana ia hanya menerima pesanan dan membuat minuman saja.Gadis itu sangat bekerja keras.Sampai saat pelanggan mulai sepi,ia menghela nafasnya seraya mengelap peluh di keningnya.

“Jam berapa ini?” gumamnya seraya melihat arlojinya yang menunjukkan waktu 11.12 malam.

“Rinrin…bantu aku menutup cafe.” Ucap wanita paruh baya itu seraya berjalan kearah jendela untuk menutup tirainya.

“Baik bi…” ucap Rinrin dengan sopan kemudian membantu ajjumanya untuk membereskan cafe itu.Yah,ajjuma Rinrin adalah pemilik dari cafe tersebut.

Saat Rinrin hendak menutup pintu cafe.Ia melihat Namjoon berdiri didepan cafe dan tengah memandanginya.

“Og? Itu…Namjoon oppa?”
.
.
.
.

“Tumben sekali oppa menjemputku semalam ini.Apa kau mau meminta jatahmu?”

“Ani.”

“Apa kau ingin mengatakan sesuatu?”

“Ani.”

“Yaa!! Apa oppa tidak punya jawaban lainnya selain ‘Ani’?”

“Ne.”

“Aishh…Jinjja.Lalu apa maksudmu bertamu semalam ini? Hyemi baru saja diusir karena belum membayar tagihan.Jadi dia tinggal bersamaku disini sekarang.”

“A-apa?! Bocah itu tinggal disini?”

“Ne.Wae?”

“Ah…ani”

“Mulai lagi.” Gumam Rinrin mulai kesal.

Ia pun pergi untuk mengganti bajunya denga hotpans dan kaus putih tipisnya.Kemudian kembali duduk disebelah Namjoon dan memeluk lengan lelaki itu.Tiba-tiba Rinrin menaikkan sebelah kakinya diatas paha Namjoon.

“Jawab aku kenapa oppa marah-marah kemarin.”

“Aku sedang dalam mood yang buruk saja.”

“Wae?”

“Hanya gagal membuat magnae geng-mu itu untuk tidak bersikap sok polos saja.”

“Aish…oppa tidak boleh mendekati yeoja lain selain aku!!” Rinrin menangkup kedua pipi Namjoon agar lelaki itu menatapnya.

“Apa aku kurang cantik?”

“Huh? Kau yang paling cantik bagiku!! Kajja kita tidur!!” Seru Namjoon menggendong tubuh Rinrin.

“Yaa!! Bagaimana kalau Hyemi pulang?”

“Biarkan saja.Aku sudah terlalu merindukanmu hari ini.Berhari-hari tidak menyentuhmu tanganku terasa gatal.”

“Dasar namppeun namja.”

“Kau nappeun yeojaku hehehe…”

.

.

.

Eunhee pov

Hari ini suasana kelas menjadi sangat menyeramkan.UJIAN MATEMATIKA!! Ah tunggu biar aku salin.UJIAN MATEMATIKA DADAKAN!! Apa guru botak itu ingin membuatku gila?!! Semua orang itu harus belajar dulu,baru bisa ikut ujian.Ah..tapi tidak papa Jung Eunhee.Kau bisa!! Kau akan tetap menjadi yang terbaik!!
Hyaah….aku tidak bisa HuuUuuUuuUu~ Mood ku sedang sangat buruk.Aku tidak bisa berfikir.Bagaimana lagi.Hari ini Jungkook tidak masuk karena acara pemakaman ibu kandungnya.Aish!! Kenapa kemarin otakku tidak bekerja untuk memahami arti ucapannya.

“Aish!”

“Jung Eunhee-sshi,ada masalah?” tanya guru botak itu.

“Ani saem.” Silau saja sih botakmu itu!! Bodoh! Aku ingin cepat pulang dan berkunjung ke rumah Jungkook…..a-atau Hyemi? Aish… kenapa Taehyung baru mengabariku jika Hyemi dirawat di rumah sakit!!

“Aaa~ Sekarang aku harus pilih yang mana? Sahabat atau orang yang kusukai?”gumamku benar-benar frustasi.

“Jungkook saja.” Bisik Riyoung.Aku pun menolah kesamping,kulihat ia sedang menunduk namun wajahnya memandangku.

“Wae?”

“Taehyung bilang Hyemi sudah baikan.Jadi kita kerumah Jungkook saja duluan.”

“PARK RI YOUNG!”

“Ah..! Iya saem?”

.

.

.
“Taehyung!! Kupaskan apel untukku”

“Kim Taehyung!! Aku ingin komik.”

“Tae…..aku ingin minum jus~”

Untuk ke sepuluh kalinya Hyemi memanggil Taehyung dan menyuruhnya ini dan itu setelah Taehyung mengatakan ‘Jika kau membutuhkan sesuatu panggil aku’.Taehyung mengatakan hal seperti itu dengan tulus,dan juga berharap gadis itu akan terpesona.
Namun inilah nyatanya, selain ia sudah dijadikan pembantu oleh Hyemi,dan bahkan gadis itu tidak terlihat terpesona sedikitkpun.

“Tae,bantu aku bangun.” Panggil Hyemi yang sedang berbaring seraya menaikkan kedua tangannya.Taehyung pun berkacak pinggang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Wae?”

“Kau harus istirahat!” ujar Taehyung seraya berjalan kearah Hyemi,kemudian menyelimuti Hyemi.

“Waee?? Ini masih siang.”gerutu Hyemi

“Kau orang sakit! Kau baru saja minum obat,JADI! Kau harus istirahat sekarang!”

Taehyung pun mengabaikan death glare Hyemi,dan beralih duduk di sofa seraya mengotak atik rubiknya.

“Tsk…Baiklah! Dasar singa gila.” Gerutu Hyemi.

Dengan gerakan cepat Taehyung menoleh kearah Hyemi dengan matanya yang membulat sempurna.Saat itu juga Hyemi langsung menutup matanya,mengejek Taehyung.

“Mwo?”

“Aku sudah tidur,jangan tanyai aku.” ketus Hyemi.

“Cih….yasudah..tidur sana.”

Taehyung pun kembali memainkan rubiknya.Perlahan Hyemi membuka matanya.Ia memandangi Taehyung yang sedang berusaha memperbaiki letak rubiknya.

“Sudah bertahun-tahun,tapi kau belum menyelesaikannya.Aku kecewa.” Gumam Hyemi.

Taehyung menghentikan permainannya.Kemudian memandang Hyemi yang sedang memandanginya.Beberapa detik kemudian Hyemi mengalihkan pandangannya dan kembali menutup matanya.

“Maaf” ucap Taehyung.

“Gwenchana.Aku tahu otakmu itu tidak bekerja dengan baik.”

Jika biasanya kata-kata Hyemi membuatnya ingin berpura-pura marah.Tapi kali ini tidak,Taehyung menghembuskan nafasnya dan memandang pemandangan kota Seoul dari luar jendela.
Tiba-tiba pikirannya melayang ke peristiwa beberapa jam yang lalu.Saat seorang wanita paruh baya dengan dua bodyguardnya datang menghampiri Taehyung.

-flashback-

Pagi tadi saat Taehyung sedang hendak mengambil sarapan untuk Hyemi sebelum gadis itu terbangun dari tidurnya.Saat Taehyung keluar dari ruang rawat Hyemi.Ia melihat wanita paruh baya itu berjalan kearah Taehyung.

Dan benar dugaannya,wanita itu adalah seorang yang ia kenal.Wanita paruh baya yang mendonorkan darahnya untuk Hyemi.Wanita yang mengaku sebagai ibu kandung dari Hyemi.Nyonya Park.Taehyung pun tersenyum kemudian membungkukkan badannya untuk memberi hormat.

“Anyeonghaseo…”sapa Taehyung.Wanita itu tersenyum ramah.

“Apa anakku sudah bagun?”

“Ah…belum nyonya.Aku baru saja ingin mengambilkan sarapan untuknya.”

“Loh.Bukannya suster bisa mengantarkan sarapannya keruangan ini?”

“Anio nyonya.Aku ingin mengambilnya sendiri,lagi pula…aku ingin memastikan jika supnya tidak ada kentangnya.Hyemi kan…alergi kentang.Benarkan nyonya.”ujar Taehyung seraya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.Ny.Park pun tersenyum mendengar perkataan Taehyung.

“Kau tahu banyak tentang Hyemi,nak Taehyung.Geuttae….jangan panggil aku Nyonya lagi.Panggil saja eommonim.”

“Eommonim? Ah…n-ne Eommonim….hehehe” ujar Taehyung dengan malu-malu.

“Hmm…begitu lebih baik.Oh ya,tolong jaga Hyemi untukku selama aku mengurusi urusan anakku,Jin dikantor polisi.Semuanya sudahku atur.Setelah Hyemi keluar dari rumah sakit.Ajak saja dia ke rumah lama kami.Ini alamatnya.” Ucap Ny.Park seraya menyerahkan secarik kertas kepada Taehyung.Taehyung pun menerimanya seraya mengucapkan terimakasihnya.

“Ini rahasia,anggap saja itu adalah rumahmu.Aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada Hyemi yang sebenarnya,setelah semua masalah ini selesai.Aku pergi dulu.”

“Terimakasih,eommonim!”

-flashback off-

Taehyung merogoh saku celananya.Dilihatnya secarik kertas yang menunjukkan sebuah alamat rumah didaerah gangnam.Kemudian ia melirik kearah Hyemi yang sudah tertidur pulas.Mungkin efek dari obat yang ia minum,sehingga gadis dapat itu tidur lebih cepat.Taehyung berdiri dan berjalan mendekati Hyemi.Ia membenarkan selimut yang Hyemi kenakan.Kemudian menyibak poni yang menutupi kening Hyemi.

“Lebih manis jika kau tidak cerewet.”

.

.

.
Riyoung pov

-Aku sedang mengerjakan soal ujianku-
Aku hampir selesaiii!! Tinggal beberapa soal lagi aku akan selesai dengan urusan ujian matematika ini!! Yeess!! Kurang satu soal!!! Arrgh….ini caranya bagaimana??Baru saja aku ingin memanggil Eunhee,tapi sialnya….

“Waktu habis.Kumpulkan kedepan”seru guru botak itu.

“Hyaaah!! Saem aku belum selesai.” Rengekku setelah kertasku diambil murid yang berada didepanku.

Kruyu~

Agh…terlalu lama berfikir membuat perutku menjadi sangat lapar.Kulirik Eunhee yang tengah mengemasi buku-bukunya dengan sangat tergesa-gesa.

“Ya…Jung Eunhee,kau ingin pergi ke rumah Jungkook sekarang?”

“Aku tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi.Aku pergi dulu,anyeong.” Ucapnya dengan nada tergesa-gesa kemudian berlari kelua dari kelas.
“Ah…cinta memang lebih harus diperjuangkan.” Ucapku seraya mangut-mangut.

Tiba-tiba Jimin oppa muncul didepan pintu kelasku dengan nafas terengah-engah.Aku pun berlari menghampirinya dengan raut wajah panik.

“Oppa kau kenapa?”

“Aku hanya ingin tepat waktu untuk menemuimu.Kajja kita makan siang,kau pasti sudah lapar.”

“Aaa..oppa,kenapa membuatku khawatir!” pekikku seraya memukul perutnya pelan dan ia hanya terkekeh geli.

“Aku fikir oppa kenapa-napa.”

“Baiklah…maafkan aku chagi~” ucapnya.Aku menunjukkan smirkku kepadanya.

“Tapi aku harus menghukum oppa!!”

“Apa? Cium?” tanyanya santai.

“Poppo juseuuuuu~”

Aku pun mencium bibirnya sekilas kemudian tersenyum renyah.Begitu pula dengannya.Kemudian ia mencium kedua pipiku.

“Mwoya?” tanyaku dengan senyuman yang merekah dibibiku.

“Vitamin hehehe…”

.

.

.

Eunhee pov

Aku berjalan emasuki rumah Jungkook.Banyak pelayan yang menyapaku.Apa acaranya sudah selesai? Seorang pelayan mengantarku sampai ke ruang utama.Disana ada seorang wanita yang sedang mengamuk kepada seorang pria paruh baya,aku mengamati mereka dari kejauhan.

“Sampai kapan aku harus terus bersabar?Aku merasa tidak berguna disini!! Jungkook tidak menganggapku ibunya.” Pekik wanita itu disela tangisnya.

“Tenang yeobo tenang.Dia hanya butuh waktu untuk menerimamu.”

“Waktu?? Ini sudah bertahun-tahun tapi dia tetap tak menganggapku.”
Aku mengambil kesimpulan,jika wanita itu adalah eomma tiri Jungkook dan pria itu adalah appanya.Ternyata benar,Jungkook membenci eomma tirinya.Dan itu sampai sekarang.Tapi aku salut kepada wanita itu,ia bertahan selama itu.

Tiba-tiba seorang kakek berjalan mendekatiku

“Jungkook sudah tidak makan seharian.Ayo kuantar antar ke ruangannya.”

“Ha-Hah? Apa boleh?”

“Kau datang untuk menemui Jungkook kan.”

“Eh…iya sih…”ucapku ragu.

.

.

.

Kini aku sudah berada didepan pintu kamar Jungkook seraya membawa nampan berisi bubur dan segelas air putih.Dengan ragu,kuketuk pintu kamarnya.

“Aku tidak lapar,pergilah….”

“Jungkook….ini aku Jung Eunhee….”ucapku.Kemudian suasanya menjadi hening.Aku tidak mendengar suara apapun didalan sana.Apa dia tidak mendengarku? Aku hendak mengetuk pintunya lagi.Namun pintu itu sudah lebih dulu terbuka.Jungkook membuka pintunya lebar.Ia menatapku dengan tatapan datarnya.

“Bagaimana kau bisa ada disini?”tanyanya dengan suara seraknya.Kini aku baru menyadari jika penampilannya sangat berantakan,matanya merah,bahkan kantung matanya hitam dan itu terlihat jelas,juga wajahnya terlihat sangat pucat.Rasanya sangat miris melihatnya seperti itu.

“Masuk” suruhnya menarikku masuk,kemudian mengunci pintunya.

“Kenapa kau mengunci pintunya?” tanyaku pada Jungkook yang berjalan menuju sofa didalam kamarnya.Merasa tak direspon,aku pun mendekatinya dan duduk disampingnya.

“Kau belum makan semalaman?”

“Hmm…”ucapnya seraya mengangguk pelan.

“Kenapa?”tanyaku.Namun ia hanya diam dan tidak mengucapkan apapun.Aku pun menghela nafasku dan mulai menyendok bubur yang kubawa.

“Makanlah” ucapku seraya menyodorkan sesendok bubur untuknya.Dia menoleh,memandangku heran.

“Aku tidak mau makan masakan wanita gila itu.”

“Kau bisa sa-”

Prang!!!

Tiba-tiba Jungkook menepis nampan yang kubawa.Sehingga mangkuk bubur dan gelas air putih itu pecah dan menumpahkan isinya.Hal itu membuat degup jantungku berdetak kencang karena saking terkejutnya.Kupandang Jungkook yang menatapku tajam.

“Pergilah…” ujarnya mengalihkan pandangannya.

Apa aku harus meninggalkannya dengan keadaan seperti itu? Tapi jika aku tetap berada disini ia akan merasa terbebani.Apa yang harus aku lakukan?

“Baiklah…tapi izinkan aku membersihkan-”

Brak!!

Mendengar seperti ada sesuatu yang terjatuh,kutolehkan pandanganku kearah sumber suara.Terlihat Jungkook tengah tergeletak dilantai didekat ranjangnya.Dengan segera aku berlari mendekatinya.

“Jungkook….yah…Jungkook-ie irreona…” panggilku seraya mengguncangkan tubuhnya dan menepuki pipinya,namun tak ada respon.Ia tetap menutup matanya.Terlihat wajahnya sangat pucat,peluh membasahi wajahnya.Kutempelkan punggung tanganku dikeningnya.

“A! Panasnya….”

Demam.Dia demam tinggi.Aku tidak mungkin bisa membawanya kerumah sakit sendirian,aku harus panggil orang tuanya.Aku pun keluar dari kamar Jungkook.Dibawah tangga,aku bertemu dengan seorang berjas hitam yang kuperkirakan itu adalan salah seorang bodyguard dirumah ini.

“Permisi,dimana tuan Jeon?”

“Oh,tuan sedang keluar dengan nyonya.Apa ada masalah?”

.

.

.
At Seoul Hospital

Perlahan Eunhee membuka matanya.Ia tertidur karena terlalu lama menunggu Jungkook sadar dari pingsannya.Eunhee meraba kasur yang ia tempati.

‘Kenapa aku bisa berada di atas sini?’ batin Eunhee heran.Detik kemudian matanya membualat sempurna,ia pun bangun dan duduk ditepi kasur itu,yang seharusnya Jungkooklah yang menempatinya.Sedangkan Jungkook malah sedang berdiri menghadap jendela.

“Oh..kau sudah bangun” ujar Jungkook seraya memasang senyuman khasnya.

Eunhee berkedip beberapa saat.Kemudian gadis itu berjalan mendekati Jungkook dan mengecek suhu tubuh Jungkook,dengan menempelkan punggung tangannya kekening Jungkook.

“Kau masih sedikit demam.Kenapa kau bisa berada disini? Seharusnya kau berbaring diatas kasur,dan bukannya aku.Apa kau yang memindahkanku?”

“Siapa lagi.” Ujar Jungkook disertai kekehannya.

“Hya…kenapa kau melakukan itu.”

“Karena kau menghalangi jalanku.”

“K-kau kan hanya butuh membangunkanku saja.Bukannya memindahkanku keatas sana.” Melihat reaksi Eunhee Jungkook tersenyum.

Sreet!!

Jungkook menarik Eunhee,membuang jarak diantara mereka.Hingga kini wajah mereka hanya tinggal sesenti saja.Wajah Eunhee pun langsung memerah merona.Eunhee pun memejamkan matanya,menghindari tatapan mata Jungkook.

“Terimakasih sudah berusaha untuk menghiburku.” Bisik Jungkook tepat di telinga Eunhee.Dan gadis itu hanya mengangguk gugup.

Huhuhu…

Kekeke….

Ssst…jangan berisik…kkk…
Mereka sedang dalam suasana awkward kkk….

Mendengar kekehan-kekehan itu Jungkook dan Eunhee saling bertatapan sejenak.Mereka pun langsung jaga jarak kemudian saling menggaruk kepala mereka.

“Kau dengar itu?” tanya Jungkook setengah berbisik.

“I-iya…”

.

.

.
“Yaa…jangan dorong-dorong! Aku juga ingin lihat tahu.” Ucap Hyemi memasang deathglare nya kepada Taehyung yang sedang mengintip Eunhee dan Jungkook lewat celah pintu ruang rawat Jungkook.

“Tidak-tidak,aku juga ingin melihat lagi.Mereka menggemaskan sekali.” Ujar Taehyung seraya terus mengintip dibalik pintu.

Taehyung terus terkekeh mengintip Jungkook dan Eunhee yang berada didalam sana.Sedangkan Hyemi langsung memasang wajah sebalnya seraya menatap punggung Taehyung dengan tatapan datanya.

“Ommo…mereka kemari.Kita harus cepat pergi.”ucap Taehyung panik seraya membalikkan tubuh Hyemi dan tidak sengaja menyentuh luka di punggung Hyemi.

“Yak! Sakit bodoh!”

Pintu ruang rawat Jungkook terbuka lebar.Menampakkan dua manusia yang tengah memandangi Taehyung dan Hyemi dengan terheran-heran.

“Ah..hehe…Hai…” sapa Hyemi dengan senyum yang dipaksakan.Kemudian gadis itu menyengol pinggang Taehyung.

“Hehehe….” Taehyung hanya terkekeh seraya menggaruk kepalanya.

“Kalian sedang apa?”tanya Eunhee.

“Ah? Kami sedang olahraga siang iyakan Tae…”

“Iya.Kalian juga,sedang apa disini?”

“Aku pasien lah.Lalu kau? Hyemi kau sedang sakit?” tanya Jungkook.

“Yah.Karena insiden kecil.”

“Yah…Jung Eunhee,kenapa kau diam saja.Lalu kenapa wajahmu memerah seperti itu? Huahaha…Ternyata Jungkook sudah dewasa yah,apa kau baru saja menciumnya Jungkook?”goda Taehyung.

“Aku? Ah…tidak mungkin.” Jawab Jungkook gugup.

‘KIM TAEHYUNG BENAR-BENAR CARI MATI!!’batin Eunhee menatap Taehyung tajam.

“Kau mengatakan wajahku memerah karena sebuah ciuman? Apa kau sedang menyamakanku dengan Hyemi yang wajahnya memerah setiap kali kau menciumnya?” tanya Eunhee membalas perkataan Taehyung.Dan kini Taehyung dan Hyemi lah yang menjadi canggung.

“Ya! Eonni!! Itu tidak mungkin!” jawab Hyemi lantang.

“Menyangkal?”goda Eunhee

“Anio!!”

“Lalu kenapa wajahmu memerah.”tanya Eunhee.Hyemi pun menangkup kedua pipinya sendiri.

“Karena aku sedang sakit.Asih sudahlah!”

“Aigooo….ada yang malu nih….”

“YAAAKK!!”

“Hehehe….Hahahaha!! Kalian lucu sekali jika sedang berdebat.”

Eunhee memandang Jungkook yang tertawa lepas.Gadis itu pun ikut tersenyum melihat Jungkook yang dulu telah kembali.

“YA!! APANYA YANG LUCU JEON JUNGKOOK!!!” pekik Hyemi

“Apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih?” goda Jungkook

“JEON JUNGKOOK!!!!!”pekik Hyemi semakin murka

“Haduh…dua bocah ini…”Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kajja kita pergi!Aku lapar.” ajak Taehyung kemudian menuntun Hyemi untuk pergi ketempat lain.

“Asdfghjkl!@#$%^&*(!!!” bla~bla~bla Hyemi meneriaki Jungkook tanpa henti.Dan Jungkook hanya tertawa geli.

“Hahaha…lucu ya.”ucap Jungkook namun Eunhee masih setia memandangi wajah Jungkook dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

Jungkook berhenti tertawa sejenak.Dipandanginya wajah Eunhee yang begitu membawa pesona tersendiri dimata Jungkook.Tiba-tiba saja lelaki itu merasakan degup jantungnya berderat tidak normal.Tubuhnya membekku menatap Eunhee.

Sedangkan Eunhee yang mulai sadar dari lamunannya langsung salah tingkah dan menggaruk kepalanya.Meskipun sedikit ragu,ia melirik kearah Jungkook.Ia melihat perlahan tangan lelaki itu terangkat untuk menyentuh dadanya sendiri dengan wajah cengo dan mulut menganganya.

‘Jantungku….berdetak lebih kencang.Hal ini terjadi lagi…’ batin Jungkook
.
.
.
.
“Mwoo!! Jin sunbae?!!”pekik Eunhee,Riyoung dan Rinrin bersamaan.Dan Hyemi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah datarnya.

Kini keempat gadis itu berkumpul untuk menjenguk Hyemi ketika Taehyung pergi mengantar Jungkook ke rumah Jungkook.Dan kini ruang rawat Hyemi berubah menjadi seperti lautan makanan ringan dan minuman karena Jimin menitipkan makanan yang terlalu banyak kepada Riyoung dan Rinrin untuk Hyemi.

Namun nyatanya makanan-makanan itu dimakan ganas oleh ketiga temannya itu,sedangkan Hyemi yang terlalu banyak cerita.Sekotak kue cookies saja belum ia habiskan karena terlalu banyak bicara.Pada dasarnya Hyemi bukanlah orang yang pandai berbicara apalagi bercerita sepanjang itu.Namun jika moodnya sedang cocok dengan apa yang ia ceritakan….itu akan seperti sebuah rap jika didengarkan.

“Benar-benar akting yang mulus.Dia bahkan menutupi kebusukannya dengan sangat natural….cih! Tapi sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai,maka akan tercium juga baunya.Aaa!! Sangat menakutkan jika teringat malam itu,saat aku hampir saja mati.Hyaa!! Untung saja aku tidak menjadi depresi dan menjadi gila.Oh thank you god!!! You have saved my life!!” -apa kubilang-.Suasana menjadi hening seketika.Dan sekarang ketiga temannya itu saling bertukar pandangan.

“Berhenti dengan rap-mu”ujar Riyoung.

“Untung saja kau tidak mati.” Ucap Rinrin kemudian kembali memakan snacknya.

“Yak!” pekik Hyemi.

“Intinya kau masih hidup kan” timpal Rinrin.

“Berhenti berdebat!” ujar Eunhee menengahi.

Sedangkan Riyoung sedang mengamati wajah Hyemi dengan seksama.Hanya satu obyek yang ia amati sekarang.Yaitu bibir bawah Hyemi yang terluka akibat gigitan Taehyung.

“Apa bibirmu terbentur sesuatu?” tanya Riyoung.Sontak membuat Hyemi menyentuh bibirnya sendiri.

“Ini? Ah…iya”jawab Hyemi kikuk.Riyoung pun hanya mempoutkan bibirnya seraya mangut-mangut.

“Hey…ngomong-ngomong,jika kau sakit.Berarti kau tidak jadi ikut dance festival?”

“Yaa! Berdoa saja agar aku cepat sembuh.Tentu aku tetap akan ikut.Itu adalah impianku.”

“Hmm…hmm….baiklah.Hey….eadeul-ah! Kapan kita bisa jalan berempat lagi?”tanya Riyoung.

“Molla…”jawab Rinrin lesu

“Yah…kita jadi jarang bermain bersama sejak kalian memiliki namjachingu-” ucap Eunhee terpotong karena Hyemi angkat bicara.

“Wae? Kau cemburu karena Jungkook tidak segera menyatakan perasaannya kepadamu?” potong Hyemi seraya menatap Eunhee dengan tatapan genitnya.

“Hye….kau juga sama saja dengan Taehyung.” Balas Eunhee melotot kepada Hyemi.

“Dia hanya temanku.”jawab Hyemi enteng.

“Yah….sampai kapan kau terus menutup hatimu.Taehyung menyukaimu,dia baik,pintar,humoris dan juga romantis.Aku yakin orang sepertimu memiliki tipe ideal yang seperti itu.Lagi pula kalian cocok.” Ujar Riyoung.Dan Hyemi mendadak bungkam

“Cocok?” gumam Hyemi.Jauh didalam lubuk hatinya ia gelisah,jujur ia takut dengan perasaannya terhadap Taehyung.Yang ia pikirkan adalah pantaskah dirinya untuk lelaki sebaik Taehyung.Hal itu membuatnya tidak percaya diri dan hanya menganggap Taehyung seperti biasa,sebagai sahabat dekatnya.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s