Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.5


Romantica5

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

Hyemi pov.

Malam harinya aku pulang berjalan kaki bersama….Rinrin.
Suasana sepi menyertai langkah kami menuju apartemen.Sebenarnya aku ingin berbicara sesuatu,namun aku telalu bingung bagaimana cara pengucapannya agar tidak terdengar aneh.Arghh!! Hyemi!! Kau hanya perlu men-drama untuk basa-basi ini!! Bukankah kau sudah ikut kelas drama berkali-kali!! Ahh…Philip songsaengnim,guru class drama-ku sering mengatakan jika aku harus menghilangkan rasa canggungku.

“Ri-”ucapku terpotong karena Rinrin menghentikan langkahnya.

“Hyemi aku ingin minta maaf” ujar Rinrin seraya menundukkan kepalanya.

Rinrin pov.

“Wae?”tanyanya yang kini berdiri dihadapanku.Aku pun mendongakkan kepalaku menatapnya gugup.

“Aku minta maaf karena menyakitimu.”

“Tidak masalah.” Ucapnya dengan cepat dan terdengar sangat mudah.Aku menatapnya tidak percaya.Ia menatapku datar kemudian ia menghela nafasnya dan tersenyum.

“Ini bukan salahmu.Jika saja aku tidak menyakiti Namjoon,kau tidak akan semarah itu.Aku tahu kau,seberapa dalam kau mencintai Namjoon.Tapi kau juga harus mulai mempelajari sifat asli Namjoon.Aku tidak ingin kau terluka pada akhirnya.Aku juga tidak mau persahabatan kita akan retak dan hancur karena masalah sepele.Bagaimanapun bentuk masalahnya kau harus mendapatkan penjelasan dulu,bukan terburu-buru dengan ke-egoisanmu itu.”ujarnya seraya menyentil dahiku.

“Ne….aku mengerti.Eh? YAAK….BOCAH TENGIK!! BERANINYA KAU MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU KEPADA EONIMU YANG LEBIH TUAA!!”

“Hihihi…kita hanya beda beberapa bulan saja kok,tidak masalah~” ucapnya enteng seraya menaik turunkan bahunya.
Pada akhirnya kami saling berpandangan sejenak kemudian tertawa lepas bersama.Hhh…rasanya bebanku telah terangkat sebagian,Hyemi sudah memaafkan ku dan kami kembali dekat seperti biasanya.Namun masih ada beberapa beban masalah yang menumpuk.

Yah…Namjoon oppa mendadak menjadi cuek dan dingin.Terkadang saat aku memanggilnya ia juga sering tidak mendengarkanku karena sedang melamun.Aku tahu dia seorang playboy,tapi apakah ia akan kembali menjadi seorang playboy lagi dan meninggalkanku setelah ia menyatakan jika ia akan menikahiku,bahkan ia juga ia sudah menyentuhku beberapa kali dan kami sudah menjalin hubungan selama setahun lebih.Dan baru kali ini Namjoon oppa bersikap seperti itu.Terkadang aku merasa sedih saat ia mengacuhkanku seperti tadi siang.

.

.

.

Eunhee sedang mencoret buku-bukunya dengan jawaban-jawabannya.Yap dia sedang mengerjakan tugas sekolahnya yang sempat ia tinggalkan karena pesta beberapa jam yang lalu.Eunhee mengerjakan tugasnya dengan wajah yang berbinar.

Tok! Tok! Tok!

“Eunhee,boleh eomma masuk?”ucap sang eomma dari balik pintu.

“Nde,eomma.”ujar Eunhee.
Pintu kamar Eunhee pun terbuka,eomma Eunhee masuk kemudian menutup kembali pintu kamar Eunhee secara perlahan.Nyonya Jung pun mendekati putri kesayangannya tersebut.

“Sedang belajar?”

“Iya eomma.Bulan depan aku ada ujian,jadi aku harus belajar ekstra agar bisa menjadi yang nomor satu lagi tahun ini.”

“Aigoo….anak eomma memang yang nomor satu.”ujar Nyonya Jung seraya mengelus rambut Eunhee.

“Hehehe….- Keundae…eomma kemari ingin mengatakan Sesuatu?”

“Iya.Eunhee..besok eomma dan appa akan pergi ke Hongkong,kau tidak apa-apa kan kami tinggal?”

Senyum Eunhee menudar,namun ia kembali menampakkan senyumannya walau sebenarnya itu adalah senyuman yang dipaksakan.Bagaimana tidak? Orang tuanya akan pergi sementara besok malam adalah hari dimana ia akan menghadiri konser musik klasik sebagai pianis.

“Gwenchanayeo eomma.Lagi pula ada Hoseok oppa.” Jawabnya lesu.
.
.
.
.
“Aku telah menemukan putri anda nyonya.”ucap salah satu dari ketiga bodyguard yang berada didepan wanita dan pria paruh baya yang berada diruangan kerja milik Tn.Kim tersebut.

“Benarkah? Hmm….besok saat dia sedang benar-benar sendirian.Bawa dia kemari.Sekarang kalian pergilah.” Ujar sang Nyonya Park.

“Baik nyonya.” Ujar mereka bertiga kemudian berjalan keluar dari ruangan mereka,dan pergi.

“Kau senang anakmu sudah ditemukan?” tanya Tn.Kim tanpa memandang Ny.Park.

“Iya.Apa kau tidak senang?”

“Tidak tentunya aku senang…Sudah lama aku ingin mempunyai anak
perempuan…”

Tanpa mereka sadari,seseorang yang baru saja lewat,tak sengaja mendengar percakapan mereka.Lelaki itu pun menguping pembicaraan Ny.Kim dan Tn.Kim lewat celah pintu ruangan tersebut.
Beberapa detik setelah menguping begitu banyak rahasia.Lelaki itu mundur perlahan seraya menutup mulutnya.

“Dia anak dari wanita itu? Berarti dia….” gumam lelaki itu,yang tak lain adalah anak tunggal dari keluarga Kim.

‘Jika dia resmi menjadi keluarga kami.Itu artinya….seluruh kekuasaanku akan dialihkan kepadanya.Tidak..! Aku tidak bisa membiarkan keluarga aneh itu merebut kekuasaanku.Aku Tuan muda di sini.Aku harus menyingkirkannya.Harus…’ batinnya dengan wajah kebingungan.
.
.
.
.

“KELUAR DARI SINI!! KELUAR!!!” pekik wanita tua seraya mendorong Hyemi yang baru saja mengemasi bajunya kedalam kopernya,membuat Hyemi jatuh tesungkur didepan pintu kamar apartemennya.Jika saja ranselnya tidak ia bawa,mungkin punggungnya akan cidera karena membentur lantai.Wanita tua itu melempar koper Hyemi.

“DASAR KALIAN KELUARGA SIALAN!! MASIH UNTUNG AKU TIDAK MENUNTUTMU.SEKARANG CEPAT PERGI DARI SINI DAN KEJARLAH EOMMAMU YANG KABUR ITU!!!”

BLAM!!!

Rinrin yang baru saja kembali dari acaranya mencari udara segar dimalam hari,begitu ia melihat kejadian itu.Ia langsung berlari dan berjongkok didekat Hyemi.

“Gwenchana?”tanya Rinrin khawatir.Hyemi memandang Rinrin kemudian menyengir kuda.
.
.
.
.
“Jadi kau tidak membayar tagihan apartemen,eommamu kabur entah kemana dan sekarang kau tidak punya tujuan lain?”tanya Rinrin setelah ia membawa Hyemi masuk kedalam ruang apartemennya.Hyemi mengangguk melas.Ia tahu semua itu salahnya sendiri.

“Hhh…..ajjumma itu selalu menuntutku untuk bekerja-bekerja dan bekerja.Ah…aku sangat meragukan jika dia benar-benar eommaku.”

“Yah! Bagaimanapun dia tetap eommamu.Masih beruntung kau masih punya eomma yang mencerewetimu.Aku….siapa yang akan mencerewetiku?”

“Ya! Ya! Ya! Jangan bahas masalah itu! Aku juga yatim piatu sekarang,sama sepertimu.Bahkan aku sudah tidak punya apa-apa.Dan sekarang aku harus bekerja dimana? Mana ada perusahaan yang menerima pelajar?”

“Hmm….bagaimana kalau kau ikut bekerja?”

“Dimana?!” tanya Hyemi antusias.Rinrin tersenyum.
.
.
.
.

Uri gachi inneun i miro soge
Gidael su inneun geon neoppuniya
Nun gama naege angyeo naeireun tto eobseunikka

Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Deo neutgi jeone now

Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Uri duri jigeum yeogiseo
Sarajigi jeone

Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now

Setelah musik selesai Hyemi langsung mendorong tubuh Namjoon agar menjauh darinya.Namjoon hanya mendecih,kemudian berjalan menuju Hyemi yang sedang duduk disudut ruangan.

“Lumayan juga.” Ujar Namjoon kemudian ia berjongkok menghadap Hyemi.

“Apa.”

“Tubuhmu.”

“Kau mau mati?!”

“Hahaha…aku hanya bercanda.Apa kakimu tidak terasa sakit?”tanya Namjoon seraya menyentuh luka memar di kaki Hyemi.Sontak Hyemi memekik.

“YA!!”

“Hahaha…..keren! Kau bisa menari dengan kakimu yang terluka.Apa kau tidak takut dengan akibatnya nona Park!”

“Apa peduliku.Minggir!!” ujar Hyemi mendorong Namjoon kemudian berjalan keluar dari ruang latihan tersebut.
Hyemi mengambil ransel dan blazer seragamnya,kemudian membuka pintu ruangan itu.Gadis itu nampak terkejut karena Jin sudah ada didepan pintu dengan memasang senyum manisnya.

“Jin sunbae?”
.

.

.

Eunhee sedang duduk melamun didalam kelasnya.Memandangi lagit yang mulai gelap karena mendung.Beberapa kali ia mendesah berat,batinnya mengeluh.

“Tolong jangan hujan~” gumamnya.

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang kelasnya yang sepi tanpa penghuni.Tiba-tiba matanya menangkap sosok Jungkook yang baru saja berlari melewati kelasnya.

“Mau kemana dia?Bukannya ini jamnya untuk latihan dance?” gumam Eunhee seraya.

“Hahaha….oppa bisa saja…” ujar seseorang dengan suara cemprengnya diiringi suara derap langkah menuju kelas tersebut.Riyoung dan Jimin,itulah yang dilihat Eunhee sekarang.Kedua manusia yang berbahagia(?) itu memandang Eunhee sejenak kemudian melanjutkan langkah mereka.

“Eunhee…aku mau jalan-jalan dengan Jimin oppa dulu.Kalau kau cari teman,cari saja Hyemi ditaman belakang sekolah.Tadi kulihat dia berjalan kearah sana bersama Jin sunbae.Aku pergi dulu ya…” ujar Riyoung.

“Anak itu dengan Jin sunbae?! Huah….berita hot!”

.

.

.

Jungkook pov.

Aku terus berlari menyusuri koridor rumah sakit.Kemudian aku berhenti didepan pintu ruang operasi.Yang disana ada bibi Han,pengasuh yang menjaga eommaku selama aku tidak ada dirumah sakit ini untuk menjaganya.

‘Tuan muda,nyonya mengalami kritis,aku harap anda segera kemari.’ Itulah kalimat yang membawaku datang kemari.
Dengan segera aku berlari kearah bibi Han yang terlihat sangat gelisah.

“Ada apa bi?” tanyaku panik.

“Tuan muda…nyonya bunuh diri.Dia memotong urat nadinya menggunakan pisau.”

“Bagaimana bisa ada pisau didalam ruangannya?!”bentakku frustasi.

“Maafkan aku tuan,ini kelalaian saya.Saya menaruh pisau itu pada keranjang buah,karena waktu adalah waktunya nyonya makan buah segar.Saya ingin mengupaskan apel untuk nyonya.Tetapi dokter memanggil dan saya lupa untuk menyembunyikan pisaunya.”

“Kenapa bibi bisa selalai itu!!!”

“Saya benar-benar minta maaf tuan.” Ujarnya seraya menunduk.Kukepalkan tanganku kuat-kuat.Kupukul dinding dibelakangku dengan kuat.
“Anda keluarga nyonya Jeon?” tanya seseorang membuatku menoleh.Dokter.Dengan segera aku berjalan kearah dokter yang sedang melepas maskernya.

“Bagaimana keadaan eommaku dok?”tanyaku panik.Dokter itu menggelengkan kepalanya.

Rasanya jantungku berhenti berdetak sekarang,melihat eommaku ditutupi kain putih didalam sana.Rasanya kakiku tidak kuat menahan tubuhku untuk berdiri lebih lama hingga tubuhku ambruk kelantai.Dan disaat itulah aku mulai menangis,melupakan pesan eomma untuk menjadi lelaki sejati yang tidak akan menangis.

“Tidak mungkin….”

.

.

.

Author pov.

Sepulang sekolah Jin langsung menarik Hyemi masuk kedalam mobilnya.Ia berjanji akan mengajak Hyemi jalan-jalan dan makan bersama seharian ini.Selama perjalanan mereka tak henti-hentinya bertukar pandangan,suasanya canggung yang dirasakan Hyemi sudah melebihi batas.Bahkan kakinya terus ia gerakkan saking gugupnya.

‘Siapapun jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini!! Kami berkencan? Itu hal yang tak terduga,bahkan status kami hanyalah sebatas teman atau hanya sebatas rasa suka hoobae kepada sunbaenya saja.Dan bahkan kami masih memakai seragam sekolah.Aish!! Kenapa ia tidak membiarkan aku untuk sejenak mengatur degup jantungku ini’ batin Hyemi dengan wajah memerah.

“Kau mau pergi ke lotte world?” tanya Jin seraya sesekali menoleh kepada Hyemi.

“Ah….tentu.”

Sesampainya di lotte world mereka berdua bersenang-senang.Bermain bersama,tertawa bersama,bercanda bersama,makan bersama,dan sekarang mereka membeli ice cream yang sama.

“Kau juga suka rasa coklat sunbae?”tanya Hyemi suringah.Ia benar-benar senang hari ini.

“Ya,aku sangat suka.”

“Aigoo….kita sama.Hehehe…” Hyemi tertawa malu,kemudian menjilati ice creamnya.Jin pun ikut tertawa dan mengacak pelan rambut Hyemi membuat wajah gadis itu merah merona.Jin menengok wajah Hyemi.

“Og! Wajahmu memerah lagi hahaha…”ujar Jin disertai tawanya.

“Sunbae!” pekik Hyemi seraya berusaha menyembunyikan senyumnya.

“Hahaha…kau lucu sekali.”

“Ah…aku tapi aku tidak selucu Tae-hyung…” ucap Hyemi mulai teringat dengan lelaki yang namanya baru saja ia sebutkan tanpa sadar.Gadis itu kembali kikuk kemudian menggaruk tengkuknya.

‘Aish!! Apa yang aku katakan tadi!! Seharusnya aku tidak menyebut nama Taehyung saat aku sedang berkencan.Aish! Aku melanggar peraturan dalam berkencan.Payah! Payah! Payah!’

“Oh.taehyung? Aaa~ benar juga.Jangan-jangan kau juga menyukainya…iya kan? Ayo…mengaku saja.” Goda Jin.

‘Aigoo….kesalahan ini sudah terlalu fatal.Kenapa Jin sunbae malah menyinggung tentang hal itu lagi.Apa dia tidak mempunyai perasaan khusus untukku?’ dengan mood hancur Hyemi kembali memakan ice creamnya dengan kesal.

Sementara Jin terus melirik kebelakang mereka.Dimana beberapa orang berjas hitam yang diutus Nyonya Park untuk mencari Hyemi sedang mengawasi gerak-gerik mereka,dan mulai mencurigai Jin.

‘Aght! Sial…pengawal itu terus mengawasi.Sepertinya mereka mencurigaiku,aku harus cari cara.’ batin Jin.Aku harus mencari cara untuk menghindar dari mereka.

“Hye-hyemi.”panggil Jin

“Nnn..?” gumam Hyemi menoleh seraya menjauhkan ice creamnya dari wajahnya.

“Itu…” ucap Jin seraya menunjuk sudut bibirnya.

“Ada coklat yang menempel…?” tanya Hyemi seraya mengusap sudut bibirnya sendiri.

“Ah….bukan disitu.”

Chu~

Mata Hyemi membelalak lebar saat bibir Jin menyentuh bibirnya.Hyemi pun memejamkan matanya.Pengunjung lain yang melihat mereka mulai tertarik dan mengerumuni untuk menyaksikan mereka.Beberapa juga mulai berseru kemudian memotret Jin dan Hyemi.

“Wah…romantis sekali”

“Mereka masih anak sekolah”

“Ah! Itu kan sunbaeku disekolah! Aku harus memotretnya dan mengunggahnya!”

Gumaman-gumaman itu membuat Hyemi tersadar jika mereka sedang berada ditempat umum.Untung saja Jin cepat menjauhkan bibirnya dari Hyemi.Kemudian ia berbisik.

“Ikuti aku dan berlari dari sini dalam hitungan ketiga.”bisik Jin memandang Hyemi lekat.

“U-untuk apa?”

“Hana……dul….-”

“Ha-haruskah?”

“Lari!!!” ujar Jin seraya menarik Hyemi keluar dari kerumunan orang-orang itu.Sebenarnya,ini adalah taktik Jin agar orang suruhan Ny.Park itu tidak mendekat dan menemukan Hyemi.Benar! Jin adalah anak tunggal dari keluarga Kim.

Sejak eomma kandungnya meninggal,Jin sangat membenci appanya.Dikarenakan eommanya meninggal karena kecelakaan mobil dan saat itu appanya lah yang sedang menyetir dan dalam keadaan mabuk.Kebenciannya itu bertambah,ketika appanya menikah dengan Ny.Park setelah membuat eommanya meninggal.Dan yang terpenting ia juga sangat-sangat membenci Ny.Park,apa lagi jika Hyemi juga ikut masuk kedalam keluarganya.Baginya,itu hanya akan menambah beban hidupnya saja dan membuat oksigen dirumahnya kian menipis.

“Aku lelah….” keluh Hyemi setelah ia berada didalam mobil Jin.Sementara Jin terburu-buru menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir tersebut.Hyemi memandangi Jin bingung.Baru kali ini lelaki itu memasang wajah sepanik itu.

“Sebenarnya ada apa?”

“Seseorang sedang mengincarmu,apa kau tidak lihat?”tanya Jin serius.

“Me-mencariku? Untuk apa? Apa aku melakukan suatu kesalahan?” panik Hyemi

“Jika kau bertanya kepadaku aku harus bertanya kepada siapa?!!” bentak Jin cukup keras hingga membuat Hyemi terlonjak kaget.

“Ma-maaf” lirih Hyemi.Kini Jin terlihat sangat frustasi.

Tiba-tiba Jin menepikan mobilnya dipinggir jalanan sepi itu.Hyemi masih tidak berani menongok kearah Jin.Namun dari kaca jendela mobil,ia dapat melihat Jin sedang mengeluarkan botol kecil berisi kapsul berwarna merah.Dengan gerakan cepat Jin memakan dua kapsul itu dan kembali menyembunyikan botolnya.

‘Kapsul apa itu?’ batin Hyemi.

Hyemi terus memandangi pantulan bayangan Jin dari kaca mobil.Jin terdiam cukup lama.Perlahan Hyemi merogoh isi tasnya,kemudian menyodorkan sebotol air mineral kepada Jin dengan ragu,takut membuatnya marah.

Jin merengut botol itu dengan kasar kemudian meminumnya dengan cepat.

‘Ck! Sial,disaat seperti ini kenapa hanya tinggal dua butir saja!’ gumam Jin dalam hati.

Jin memandangi Hyemi yang sedang memandang kearah lain.Kemudian kembali melajukan mobilnya kearah yang berlawanan dengan apartemen Hyemi.Padahal didalam janjinya,Jin akan mengajak Hyemi jalan-jalan kemudian mengantarnya pulang.

Namun nyatanya sekarang mobil Jin berhenti didepan rumah yang sederhana dengan warna cat serba putih.Rumah keluarga kecil Jin dulu,rumah Ny.Kim.Rumah yang terletak tak jauh dari daerah pantai.

“Kenapa kita kemari?”ucap Hyemi yang baru bisa memberanikan diri mengutarakan kecurigaannya.
Tak mengindahkan pertanyaan Hyemi,Jin berjanlan keluar dari mobil kemudian menarik lengan Hyemi dengan kasar.

“Sa-sakit sunbae lepaskan.”keluh Hyemi seraya meronta untuk melepaskan cengkraman Jin pada tangannya.

Mereka memasuki rumah tersebut.Jin terus menarik Hyemi menaiki tangga,hingga Jin membuka sebuah ruangan dimana banyak foto-foto yang menghiasi dinding tembok berwarna biru langit tersebut.Kamar Jin.
Jin menghempaskan tubuh Hyemi ke ranjang.Jin terus berusaha menindih tubuh Hyemi.Hingga Hyemi sudah tidak tahan lagi dengan sifat Jin.Hyemi menendang perut Jin,membuat lelaki itu terpental ke belakang.

“Apa yang sunbae pikirkan?!”

“Cih….beraninya kau menyakitiku.Oke untuk terakhir kalinya sebelum kau benar-benar kulenyapkan.Kau harus tahu jika aku lah yang membunuh appamu.”ujar Jin to the piont

“A-a-apa? Sunbae..ini bukan saatnya untuk bercanda.A-aku ingin pulang.”ucap Hyemi seraya beranjak dan hendak mengambil tasnya yang dibuang oleh Jin.Namun Jin segera menariknya dan kembali memojokkannya ke tembok.

“Kau terkejut?” ucap Jin seraya menunjukkan smirknya.Hyemi memandang Jin muak.

“Aku,membunuh Tn.Park karena salah satu pengusaha dari perusahaan lain yang memberikan tugas itu untukku.Pekerjaanku adalah pembunuh bayaran sejak aku kelas 10,masih terlalu muda bukan? Bisakah kau bertepuk tangan untuk bakat terbaikku itu?”

“Kau….laki-laki sialan!!” bentak Hyemi tepat didepan wajah Jin.

“Sst…! Tunggu dulu hyemi,kau juga harus mendengar tujuanku membawamu kemari.Yaitu,membunuhmu….secara perlahan…”
Mata Hyemi membulat sempurna.Saat itu juga iPhone nya berbunyi dari dalam tasnya.Jin ikut menoleh kearah tas Hyemi yang tergeletak di lantai.Jin kembali berdiri tegak dan hendak mengambil iPhone Hyemi.Mengobrak-abrik isi tas Hyemi dan menemukan iPhone Hyemi.

Clarr!!

Hyemi memukulkan vas bunga tepat pada kepala Jin.Jin memegangi kepalanya yang bersimbah darah,kemudian tubuhnya ambruk begitu saja.Saat itu juga tubuh Hyemi bergetar hebat.Apa dia membunuhnya? Apa dia juga sudah menjadi seorang pembunuh sekarang? Batin Hyemi.
Dengan tangan gemetar Hyemi mengambil iPhone nya dari genggaman Jin kemudian berlari meninggalkan kamar Jin.

Hyemi terus mencoba untuk membuka pintu keluar dari rumah itu.Namun pintunya terkunci rapat.Tiba-tiba iPhone nya kembali berbunyi,dengan segera ia mengangkat telefon dari Taehyung.

‘YA!! KAU DIBAWA KEMANA-’

“Taehyung-a tolong aku.Aku mohon datanglah sekarang juga,aku tidak
tahu ini dimana.Aku terjebak.”

‘Baiklah…kau tenang dulu disana.Aku akan datang,tunggu aku…’

“Cepatlah Tae-”

Dor~!

Dengan keadaan yang masih belum sepenuhnya sadar Jin membidik kearah Hyemi dan menembaknya tepat pada punggung kiri Hyemi.Seketika gadis itu tak sadarkan diri.Dengan sedikit terhuyung Jin berjalan kearah Hyemi dan menggendongnya.Dilihatnya sekilas iPhone Hyemi yang masih menyala dan terhubung pada suatu sambungan telefon.

‘Suara apa itu tadi? Yeoboseo….Hyemi.Kau masih ada disana?!HYEMI!!’ pekik Taehyung dari seberang sana.
.
.
.

Sebenarnya Taehyung sudah mengikuti mobil Jin sejak ia melihat Hyemi bersamanya.Akhirnya Taehyung memutuskan untuk mengikuti mereka karena tidak rela Hyemi dibawanya.Taehyung kehilangan jejak ketika ia melewati jalanan yang gelap,saat baru saja ia melihat kesekelilingnya ia sudah ketinggalan jauh dari mobil Jin dan kehilangan jejak.

Taehyung terlihat semakin geram.Ia putuskan untuk terus mengikuti alur jalanan yang gelap nan sepi itu.Matanya tertuju pada sebuah rumah yang terletak ditepi jalan tersebut,kemudian ia melihat mobil Jin yang terpakir didepan pintu gerbang yang terbuka itu.

Ia putuskan untuk menghentikan mobilnya tepat didekat mobil Jin.Dengan segera ia berlari masuk kedalam rumah itu.Percuma,Karena pintu masuk rumah itu terkunci dari dalam.Dengan cekatan Taehyung mengambil bongkahan kayu didekatnya kemudian memecahkan kaca jendela yang terletak beberapa meter dari pintu tersebut.

“Hyemi!!” pekik Taehyung seraya mengedarkan pandanganya keseluruh sudut rumah itu.

Jin baru saja hendak menusukkan pisau tajamnya ke tubuh Hyemi.Namun teriakan Taehyung membuatnya menghentikan kegiatannya.Diraihnya kembali pistolnya kemudian berlari keluar dari ruangannya.
Saat itu juga Hyemi membuka matanya.Ia memegangi punggung kirinya yang terasa sangat sakit.Dilihatnya telapak tangannya dipenuhi darah.Tiba-tiba indra pendengarannya menangkap suara Taehyung.Ia mendapati diruangan itu terdapat banyak sekali senjata.

“Apa dia seorang psikopat?” gumam Hyemi dengan nada lemahnya.Dengan susah payah ia mengambil sebuah pistol.

“Pasti ini pistol obat bius.Pasti.” gumamnya meyakinkan diri.
.
.
.
“JIN KELUAR KAU!! AKU TAHU KAU ADA DIBALIK SANA!!!” pekik Taehyung lagi-lagi.

“Mencariku?” tanya Jin santai.

“Dimana Hyemi?!!”

“Oh…gadis itu? Aku baru saja membunuhnya beberapa detik lalu.Bukannya kau mendengar sendiri lewat telefon?”ujar Jin disertai smirknya.Kemudian menodongkan pistolnya kearah Taehyung.Detik kemudian Taehyung dapat sedikit bernafas lega karena melihat Hyemi sedang tersenyum kepadanya.Taehyung pun kembali menatap Jin.

“Hah…apa ini? Kau ingin bertarung menggunakan senjata?Huh! Laki-laki sejati tidak akan menggunakan senjata” tanya Taehyung dengan nada sinisnya.

“Terserah apa katamu.”

Dor….!

Satu tembakan Jin yang meluncur secara tiba-tiba,mengenai tepat diperut Taehyung.Seketika Taehyung terjatuh memegangi perutnya.Sedangkan Hyemi menutup mulutnya,matanya terasa panas

‘Taehyung….’

.

.

.

To be continued…

10930168_1026859993995929_7301185761596490423_n

Iklan

2 thoughts on “Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.5

  1. sohyunmin15 berkata:

    Aku dari tadi baca part 1 sampe 5 ini suka senyam senyum sama maran” sendiri kebawa alurnya :p Jin oppa jadi jahat disini T^T gimana nasib taehyung?
    hyemi sih….uda ada Taehyung jugak malah naksir jin,jadi gini kan -_- Next!!! Penasaran sama kelajutannya.Taehyung jangan mati dong thor T^T

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s