Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.4


Romantica12

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

Riyoung dan Jimin sedang menyapa guru-gurunya dengan penuh sopan santun.Dipesta itu,hanya Riyoung,Jimin,dan kedua orang tua Riyoung yang tidak memakai topeng.Mata Riyoung membulat ketika mendapati dua pasangan yang baru saja memasuki ruangan pesta itu.Gadis itu menyenggol lengan Jimin,sedangkan lelaki itu tersenyum penuh arti.

“Apa chagiya?”tanya Jimin yang masih dengan senyum yang merekah dibibirnya.

“K-kau juga mengundang appa dan eomma-mu?”Tanya Riyoung.

“Ne,wae?”

“Ah…aku mulai gugup.”Riyoung memegangi dadanya yang berdebar.Jimin terkekeh pelan,kemudian lelaki itu meraih tangan Riyoung lalu meletakkan telapak tangan gadis itu didadanya.Riyoung menatap Jimin.

“Aku juga gugup.”ujar Jimin

“Ottokhae?”Riyoung mulai menampakkan aegyeonya.Jimin mencubit pelan pipi Riyoung.

“Kajja.” Jimin menuntun Riyoung untuk berjalan mendekati kedua orang tua mereka yang sedang asik berbincang.

“Ah…ini anakku.” Ujar ibu Riyoung seraya merangkul putrinya.

“Wah…anakmu sudah besar dan cantik.Jadi…kapan kita akan menikahkan mereka?” sahut ibu Jimin.

“Eomma.” Panggil Jimin,membuat eommanya terkekeh pelan.

“Wae? Bukannya kalian sudah saling mencintai,lagi pula kalian sangat serasi.”goda ibu Jimin

“Ah…tapi kami masih sekolah nyonya.”ucap Riyoung lirih.

“Tidak masalah.Kami berempat akan mengaturnya,iya kan tuan park.” Ujar ayah Jimin kepada ayah Riyoung.

“Ne.Sekolah bukanlah halangan bagi kalian.”jawab ayah Riyoung

“Tapi yeobo,bukankah lebih baik acaranya diadakan setelah mereka lulus?”usul ibu Riyoung

“Nah! Aku setuju nyonya!” ujar Jimin dihiasi dengan senyuman khasnya.

“Aku juga setuju.” Timpal Riyoung.Jimin memandang Riyoung,gadis itu tersenyum kepadanya.Mereka pun saling memberi senyum satu sama lain.

“Aigoo…kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi”

.

.

.

.

Musik pun dimulai.Para tamu undangan dipersilahkan untuk berdansa.Jimin dan Riyoung terlihat sangat serasi.Mereka berdansa dengan dahi yang bersentuhan.

“Kau terlihat sangat cantik hari ini.”ucap Jimin

“Kau marah?”tanya Riyoung takut-takut

“Tidak untuk hari ini.Tapi jika besok kau berdandan.Aku akan sangat marah.” Riyoung hanya terkekeh malu.

“Aku tidak mau ada lelaki lain yang melihat kecantikanmu.”timpal Jimin dengan suara pelan.

“Aku tahu.”

“Boleh aku menciumu sekarang?”

“Ya-yah! Tidak boleh! Aku melarang.Ada banyak orang disini,jika guru-guru tahu,mau ditaruh dimana mukaku.”

“Hehehe….bercanda kok.”

.

.

.

.

Disudut lain.Namjoon yang sedari tadi terlihat bingung mencari Rinrin,kini dirinya melihat Eunhee yang sedang melepas topengnya.Namjoon mendekati Eunhee dan hendak menanyakan keberadaan Rinrin.Namun dirinya mendapatkan dua sosok manusia yang terlihat sangat menggoda dimatanya,membuat tubuhnya menenggang dan mulutnya menganga.Dua manusia itu adalah Eunhee dan Hyemi.

“Namjoon?” gumam Eunhee membuat Namjoon tersadar dan segera mengusap air liurnya yang hampir keluar dari tempatnya/?

“Ah e-e-e-eunhee…siapa dia?” tanya Namjoon seraya menunjuk Hyemi dengan pandangannya yang beralih-alih dari Hyemi kemudian beralih memandang ke leher putih Eunhee,seolah melupakan tujuannya mencari Rinrin.

“Dia? Hyemi,wae?”ujar Eunhee santai seraya melirik Hyemi sebentar kemudian kembali menatap kedepannya dan….lelaki itu sudah tidak ada ditempatnya.Eunhee sempat menggaruk kepalanya bingung.Kemudian hendak kembali duduk disamping Hyemi,namun gadis itu juga sudah menghilang.

Dilihatnya gadis itu berlari menuju pintu keluar.

“Mau kemana dia?”

.

.

.

.

“Hya! Kim Taehyung….kau benar-benar tidak datang?”tanya Hyemi saat gadis itu menelefon Taehyung.

‘Ani wae?’ jawab Taehyung dari seberang.

“Aish….Kalau begitu berikan aku alasan.Kenapa kau tidak datang ke pesta malam ini!”

‘Kau sedang merindukanku ya~’

“Aghtt!! Cepat jawab!”

‘Aku sedang berlatih dance dengan H.J’

“H.J nugu? Hyeongjae?”

‘Ya siapa lagi….partnerku kan dia.Ssst…jangan beri tahu yang lainnya jika itu nama panggilan kesukaannya.Aku tutup dulu ya..dah~’

“Chankam…”

Tut~

Hyemi menggenggam erat iPhone-nya.

‘KIM TAEHYUUUUUNG…….!!!!’ pekiknya dalam hati.

Hyemi membulatkan matanya ketika merasakan sesuatu meraba kedua bahunya kemudian memeluk pinggangnya.Nafas seseorang itu di lehernya membuat gadis itu bergidik.

“Selamat malam nona…Mantan-orang-kaya….”ujar seseorang itu.

Hyemi mendecih,ia tahu betul,hanya Namjoon lelaki yang memanggilnya dengan julukan tersebut.

“Ada apa kau kemari?”tanya Hyemi dengan nada sinis seraya menarik-narik kedua lengan Namjoon yang memeluk pinggangnya. “Kau.Lepaskan aku.”

“Tidak semudah itu nona.”

“Cih….apa kau bilang? Setelah menindasku kau melakukan ini,apa kau tidak punya ma-”

“Jangan berbicara dengan kata-kata kasar seperti itu.Aku bisa saja bertindak kasar.”ujar Namjoon seraya hendak mengarahkan tangannya menyentuh Hyemi.Namun dengan sigap Hyemi menarik tangan Namjoon dan membanting tubuh lelaki itu dengan keras.

“Aarrghhh….!!!” erang Namjoon memegangi lengan kirinya.

“Hadiah untuk nappeun namja sepertimu.Aku heran kenapa Rinrin menyukai manusia bejat sepertimu-”

“Hahaha…..Karena dia juga nappeun yeoja.”

“Mworagu?! Sialan kau!!”

“It’s simple Hyemi…….seorang bad boy dan bad girl saling menyukai satu sama lain itu sudah wajar~”

“Kau bilang wajar?!!!” Hyemi mengepalkan tangannya kuat-kuat.Namjoon berdiri seraya meringis karena merasakan nyeri pada punggungnya karena berbenturan dengan tanah.

“Bagaimana jika aku menyewamu semalam saja.Seberapa mahal dirimu? Aku rela bayar 7 miliar untuk semalam saja bersamamu.”

Bugh….!!!

Kali ini Hyemi benar-benar muak dibuatnya.Hyemi memukul wajah Namjoon dengan sangat keras.Namjoon memegangi sudut bibirnya yang berdarah dan menjadi memar karena pukulan yang sangat keras itu.

“Kau!!”geram Namjoon

“Oppa!!”

“Rinrin?” Namjoon membulatkan matanya melihat Rinrin berlari kearahnya dan berdiri didepannya.Rinrin menatap Hyemi dengan tatapan tajamnya.

“Apa yang kau lakukan dengan Namjoon oppaku?” tanya Rinrin dengan nada penuh amarah.Hyemi melirik Namjoon yang berada dibelakang Rinrin,tengah tersenyum sinis kepadanya.

“Kau masih membela namja mesum itu?”tanya Hyemi sinis.

Plaakk…..!!! Plaakk…..!!!

 

Rinrin menampar pipi Hyemi dua kali,kanan dan kiri.Setelah itu Rinrin mendorong Hyemi hingga terjatuh ditanah.Hyemi mendesis.

“Kau bukan temanku lagi!!” Rinrin hendak berjalan dan secara tidak sengaja ia menginjak kaki Hyemi.

“Appo!!” pekik Hyemi karena Rinrin menginjaknya memakai high heels.Dan itu membuat kakinya memar dan serasa seperti terkilir.

Rinrin yang baru ingat kalau ia sedang memakai high heels pun terkejut bukan main.Namun dengan cepat Rinrin singkirkan perasaan khawatirnya itu dan menuntun Namjoon pergi.

‘Aku menang satu kosong denganmu’ ucap Namjoon tanpa suara kepada Hyemi.

Namun gadis itu mengacuhkannya dan kembali meringis ,memijit pergelangan kakinya yang mulai membiru dengan sedikit luka lecet disana.Ia mencoba untuk berdiri,namun ia kembali terjatuh.

“Shh…ah sakit sekali….” desis Hyemi

“Aku benar-benar tidak akan membiarkan si Namjoon itu memanfaatkan Rinrin seenaknya sebagai bonekanya.Haish….jinjjaaaa!!”

“Mimi-ah!!” pekik Taehyung,membuat gadis itu menoleh dengan cepat dan membulatkan matanya tak percaya.

“Tae-Taehyung? Bukannya kau bilang kau sedang latihan?”

“Aish…lupakan aku hanya bohong.Oh!! Kakimu terluka…”ucap Taehyung seraya mengulurkan tangannya menyentuh luka memar dipergelangan kaki Hyemi.

“AH! YAK!! Sakit bodoh….jagan disentuh…”lirih Hyemi

“Mian……A! Sini naik ke punggungku!” ujar Taehyung merampas high heels Hyemi dan berjongkok membelakanginya.

“Hyemi.” Panggil Jong In yang baru saja hadir diantara mereka berdua.

“Kau?” Hyemi mengangkat sebelah alisnya melihat penampilan Jong In.

Lelaki itu membantu Hyemi berdiri,membuat gadis itu terhuyung dan refleks memeluk Jong In.Taehyung pun juga refleks mengulurkan tangannya yang hendak membantu Hyemi,namun Taehyung menarik uluran tangannya dengan segera dan mengepalkan tangannya kuat kuat.Terlebih lagi Jong in mengisyaratkan Taehyung untuk pergi.

“Aku gendong.” Ujar Jong In hendak menggendong Hyemi namun gadis itu menahannya.

Hyemi dapat membaca suasana.Terlebih lagi saat Taehyung memalingkan pandangannya dan menjilat sudut bibirnya,kebiasaan ketika lelaki itu sedang marah Hyemi sangat faham itu.Dan ia tahu saat ini Taehyung tengah mengalah kepada hyungnya,Jong In.

“Pestanya belum selesai.Lebih baik aku dengan Taehyung saja.” Ujar Hyemi dengan sedikit berjingkat kearah Taehyung dan Taehyung pun menangkap tubuh Hyemi.Cepat-cepat Taehyung menggendong Hyemi di punggungnya.

“Sudah sana kau masuk.” Suruh Hyemi kepada Jong In. “Kajja!” ucap Hyemi pada Taehyung.

Saat gadis itu tidak memperhatikan mereka berdua.Taehyung dan Jong In saling bertatapan tajam beberapa detik.

.

.

.

Jungkook memakai tuxedo putihnya dan memakai topeng putih.Benar-benar seperti pangeran bukan? Lelaki itu sedang mencari seseorang.

Senyuman Jungkook terbentuk setelah ia menemukan Eunhee dengan gaun merahnya.Siapa yang tahu,Jungkook begitu hafal dengan ciri-ciri Eunhee….gadis yang gagal menjadi stalkernya karena Jungkook sudah mengetahui hal itu.

Jongkook melangkahkan kakinya menuju Eunhee dan menepuk pelan bahu gadis itu.Eunhee berbalik perlahan,mata itu…tatapan itu…jantung Eunhee kembali berdebar menyadari lelaki didepannya ini adalah Jungkook.

“Jungkook-ie”

“Mau berdansa bersamaku?”ujar Jungkook dengan logat yang berkesan sangat polos dan sedikit gugup.Jungkook membalikkan tangan kanannya,dengan malu-malu Eunhee memegang tangan Jungkook.

Eunhee sempat tersentak karena Jungkook menggenggam tangannya sangat erat.

Siapa yang tahu….jika Jungkook melakukan itu untuk menghilangkan kegugupannya.Dan untuk seterusnya kegugupan dan kecanggungan itu hilang perlahan.Digantikan suasanya yang hangat.Mereka menari dengan gembira.Sesekali suasana canggung itu kembali dan mereka terkekeh gugup.

“Ak!” erang Jungkook karena secara tak sengaja Eunhee menginjak kakinya.

“Mi-mian…”

“Ah…gwenchana.” ucap Jungkook seraya tersenyum manis.

‘aishh…memalukan sekali’ umpat Eunhee,Jungkook terkekeh.Mereka pun kembali berdansa.

“Eunhee….”panggil Jungkook.

“Ya-ya?”

“Kudengar Hoseok hyung kembali ke Korea hari ini.Apa itu benar?”

“Ne.Bagaimana kau bisa mengenal oppaku?”

“Ah Dia sunbae sekaligus teman tim basketku dulu waktu junior high school.”

“Waah….aku baru tahu kalau Hoseok oppa pernah bermain basket.”

“Hahaha….dia hanya menjadi pemain cadangan.Tapi sebenarnya dia adalah pemain andalan kami.Emm….bolehkah besok aku kerumahmu?”

“Ah? Be-besok?!” ujar Eunhee shock.Besok? Jungkook akan datang kerumahku besok?Apa aku sedang mimpi indah sekarang? Siapapun tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini!! Batin Eunhee senang.

“Wae? Apa tidak boleh?”

“A-a-a-anio.Itu….Hoseok oppa pasti senang hehe…”Jungkook hanya meresponnya dengan senyuman yang membuat detak jantung Eunhee berdetak lebih cepat setiap detiknya.Ditambah lagi dengan mengamati wajah Jungkook dengan jarak sedekat ini dan dengan jemari tangan yang menyatu dan sebelah tangan Jungkook yang memegang pinggulnya.

.

.

.

.

Korea National University of Arts,in Dance practicing room 3

Riyoung sedang meningtip seorang gadis yang sedang menari didalam ruang latihan dance nomor 3 itu.Suasana sepi memang wajar,karena hari ini adalah hari minggu.Awalnya Riyoung hanya ingin mengambil DVD untuk dance nya diruang itu.Tetapi ia mengurungkan niatnya karena melihat Hyemi menari dengan sangat enerjik dan lincah.

“Apa tubuhnya tidak sakit menari secepat itu?”gumam Riyoung seraya meringis membayangkan jika dirinya menari dengan gerakan secepat itu dan tubuhnya akan terasa lebih sakit daripada saat ia terjatuh dari ranjangnya.

It’s like deja vu can’t ever escape

Danger, Danger I keep getting pulled to you

Just like fireworks exploding, bang

Tiba-tiba tarian gadis itu terhenti,tubuhnya ambruk ke lantai.Hyemi mengerang seraya memegangi kakinya.Riyoung hendak melangkah masuk karena khawatir kepada Hyemi.Namun ia menghentikan langkahnya ketika gadis itu duduk,kemudian berteriak sekencang-kencangnya hingga Riyoung menutupi telinganya.

Terdengar isakan dari dalam ruangan,yah Hyemi menangis,Riyoung tahu itu.

‘Kaki nona hanya terluka ringan.Ini akan sembuh 1 atau 2 minggu.Sebelum kaki nona benar-benar pulih,saya harap nona jangan bergerak terlalu berlebihan.Jika itu terjadi,maka kaki nona bisa terluka lebih parah.’

Kata-kata dari dokter itu terus terngiang di kepala Hyemi dan membuatnya sangat-sangat frustasi.

“Cih….Sembuh dalam waktu 1 atau 2 minggu? Jangan bergerak? Memangnya dokter itu tahu apa tentangku? Jika aku tidak menggerakkan kakiku bangaimana aku bisa berlatih untuk dance festival….”ujar Hyemi dengan suara paraunya disertai isakannya.

“Bagaimana aku berlatih? Bagaimana aku menari? Bagaimana dengan impianku….Kenapa hal ini terjadi saat kesempatanku sudah dekat? Kenapa? KENAPA!!!!!” pekik Hyemi seraya memukuli kakinya.

Kini Riyoung sudah tidak dapat menahan dirinya untuk mendekati Hyemi.Dipeluknya sahabatnya itu.

“Uljima….” ujar Riyoung ikut menitikkan air matanya,miris..melihat sahabatnya sedang dalam keadaan sangat tertekan seperti itu untuk kedua kalinya.

“Riyoung.Bagaimana kau bisa ada di sini?”tanya Hyemi masih dengan suara paraunya,gadis itu segera menghapus air matanya dengan kasar,kemudian melepaskan pelukan Riyoung.

“Masih kau tanyakan hal itu?Babo! Aku sahabatmu,aku akan selalu ada untukmu setiap kau butuh sandaran.”

“Gomawo.” Hyemi tersenyum.Dihapusnya air mata Riyoung yang membasahi pipi gadis itu. “Kau menangis begini untuk apa? Bedakmu jadi luntur beginikan.” Hyemi berdiri

“Cha~” kemudian mengulurkan tangannya,bermaksud agar Riyoung memegang tangannya dan dibantunya berdiri.

Riyoung memegang tangan Hyemi dengan perasaan kesal,kemudian berdiri memandang Hyemi yang sedang tersenyum sumringah.Riyoung sangat kesal dengan perubahan wajah Hyemi yang sangat cepat,gadis itu faham betul dan teringat bakat akting Hyemi yang sangat natural.

“Harusnya aku yang mengulurkan tangan untukmu.Dan juga! Jangan tersenyum seperti itu! Aku tidak suka.Kau…bisa datang kerumahku jika kau merasa sedih atau senang.Aish…pokoknya kau harus sering-sering datang kepadaku umtuk mencurahkan apa yang sedang kau rasakan.” Ucap Riyoung dengan wajah tegangnya,ia sangat canggung mengucapkan hal dengan nada jutek seperti itu disaat gadis itu sedih.

“Arasseo~” jawab Hyemi.

Riyoung melangkahkan kakinya ke sudut ruangan dan mengambil DVD yang ia cari.Kemudian berjalan mendekati Hyemi yang sedang mengetik sesuatu di Iphone nya.Riyoung ikut membaca isi pesan yang sedang Hyemi ketik.

“Eunhee?” tebak Riyoung yang disambut gumaman oleh Hyemi.

Riyoung mendesis,baru saja gadis itu bersikap manis kepadanya tetapi sekarang sudah kembali ke Hyemi seperti biasanya yang terbiasa cuek.

“Hari ini Eunhee akan mengadakan pesta barbeque untuk menyambut kedatangan Hoseok oppa.Kau mau ikut?”

“Ah..ani,aku sedang diet.Lagipula aku harus latihan dance dulu.”

“Oh.Yasudah….padahal aku menawarimu karena Jimin juga diundang.Ckckck”

“MWO?!! AH!! Aku ikut!!!”

.

.

.

.

Hoseok tengah mengangkat pemanggang daging ke halaman belakang rumah.Setelah itu ia meletakkannya dibawah pohon kemudian ia menepukkan kedua tangannya untuk membersihkan debu ditelapak tangannya.

Pandangannya beralih kepada adik perempuannya yang asik bermain game di iPhone nya.Hoseok bercacak pingang kemudian berjalan mendekati Eunhee.

“Wae oppa?” tanya Eunhee dengan tatapan yang masih terfokus pada layar iPhonenya.

“YaAaa! Bantu aku menyiapkan peralatan untuk pesta barbeque.Appa dan eomma sedang keluar,jadi selama ada aku disini.Jangan harap kau bisa bermain sepuasnya arra!”

“Ah…aigoo!! Waktunya habis.Aaaa!! Aku harus mengulang dari level 1 lagi…ah..maldo andwe~” rengek Eunhee.Gadis itu melirik kearah sampingnya lalu mendongak,mendapati oppanya sedang menatapnya kesal.

“Ah iya…tadi oppa mengatakan sesuatu?”

“ANAK NAKAL!!” ujar Hoseok seraya mencubit kedua pipi Eunhee.

“Oppa!! Appo!!”

“Permisi tuan.Ada beberapa teman anda yang sudah datang.Eh-”kata pembantu itu terpotong karena Taehyung sudah berlari kearah Hoseok dan memeluk hyungnya itu.

“Hyuuuung!!!”

“Hahaha…Kim Taehyung!” Hoseok mengepalkan tangannya diudara,Taehyung pun melepaskan pelukannya kemudian ikut mengepalkan tangannya kemudian memukulkannya ke kepalan tangan Hoseok.

“Hah…Taehyung ini.” Gumam Hyemi yang berada di belakang Taehyung.Kemudian gadis itu berjalan kearah Hoseok yang tersenyum kepadanya.

“Ah!! Aku merindukan anak ini!!” pekik Hoseok seraya memeluk Hyemi sekilas.Hyemi tersenyum ringan.

“Apa oleh-oleh untukku? Apa di L.A banyak yeoja-yeoja seksi?” tanya Taehyung.

“Ekhm!” dehem seseorang dibelakang mereka,Kim Namjoon yang baru saja datang bersama Rinrin.

Seketika mood Hyemi menurun melihat lelaki itu lagi-lagi tersenyum sinis kearahnya.Taehyung yang menyadari itu pun langsung merangkul bahu Hyemi untuk pergi menjauh dari mereka,sebelum gadis itu tidak marah-marah tidak jelas.

“Wah..Namjoon! Kau sudah datang!” Hoseok dan Namjoon pun ber-highfive ria.Kemudian pandangan Namjoon kembali melirik Hyemi yang sedang melipat tangannya,gadis itu mengalihkan pandangannya.Namjoon memperlihatkan smirknya,kemudian mendekati Taehyung dan Hyemi.

“Waah….apa kau menikmati malammu dengannya Taehyung? Apa tubuhnya sangat seksi?”tanya Namjoon dengan tidak sopannya.Dan tentunya Eunhee dan Hoseok tidak akan mendengarnya karena mereka sibuk menyiapkan perlengkapan pesta.

“Mwo?!”tanya Taehyung sedikit menahan emosinya.

“Yaah…bagaimana kau bisa melupakan momen seindah itu?” Namjoon memukul pelan bahu Taehyung.

“Geumanhae.” Ketus Hyemi seraya menatap Namjoon tajam.

“Oh! Hyemi! Apa kau menyukai Taehyung setelah dia menyentuhmu.”

“NAM JOON HYUNG!” Taehyung yang sudah tidak tahan dengan perkataan Namjoon yang sangat-sangat tidak sopan,tangannya terkepal kuat.

“Wae? Kalian menyangkal hal itu?”tanya Namjoon semakin tertarik untuk memancing amarah Taehyung dan Hyemi.

“Oppa geumanhe…” dan lagi-lagi,Rinrin yang berada dibelakang Namjoon mencegah perbuatan Namjoon.

“Cih….pasangan yang serasi.”desis Hyemi kemudian gadis itu menatap dingin Rinrin seraya berjalan pergi meniggalkan halaman belakang tersebut.

Taehyung menatap Namjoon tajam,begitu pula dengan Namjoon.

“Apa yang kau lihat? Oh? Kau mau belajar dariku bagaimana caranya bermesraan?”

“Haha…aku tidak serendah dirimu HYUNG!!” Taehyung pun ikut berlalu meninggalkan Rinrin dan Namjoon.

“Oppa,apa yang ter-”

“Bukan urusanmu.” Ujar Namjoon berjalan membantu Hoseok memanggang daging.

Rinrin memandang Namjoon sedih.Hatinya serasa sangat sakit diasuhkan oleh namjachingunya,dan baru kali ini Namjoon seperti itu.

“Oppa…kenapa kau begini?”lirih Rinrin dengan suara paraunya

.

.

.

.

Perta barbeque dimulai setelah Riyoung,Jimin,Jungkook dan Jin teman lama Hoseok tiba.Eunhee tertawa lepas dengan candaan Jungkook dan Jin yang bersahutan.Dia tidak menyangka,lelaki yang berkarisma seperti Jungkook ternyata juga memiliki selera humor yang bagus.

 

Eunhee pov.

Ah…rasanya aku sudah terbang sekarang.Sikap ceria Jungkook yang kuimpikan untuk kupandang dari jarak dekat telah terwujudkan.Aku juga telah berhasil memotret beberapa foto Jungkook secara sembunyi-sembunyi.

“Yaah…ige mwoya?” gumamku kesal karena Hoseok oppa menghalangi foto Jungkook dikamera.Aku pun memandang Hoseok oppa sebal.Hoseok oppa menoleh kearahku.

“Wae? Kenapa memandangku seperti itu?”tanya-nya terlihat sangat bingung.Aku hanya mendesis seraja menghentakkan kakiku kesal.

Aku melihat Jimin dan Riyoung sedang asik bersuapan daging dimeja sebelah.Hah…senangnya mereka,setelah mereka lulus,mereka sudah akan menikah.Huah..bayangkan saja jika aku dan Jungkook…….

“Eunhee….boleh aku minta cola?”tanya Jungkook yang entah sejak kapan berada didepanku.

“A-a-a….boleh,kau ambil saja di kulkas.Kalau kau tidak tahu letak dapurnya-”

“Akan aku tunjukkan letak dapurnya.Kajja!” ujar Hoseok oppa memotong perkataanku dan segera merangkul bahu Jungkook kemudian mereka berjalan masuk kedalam rumah.Kulihat mereka tertawa bersama.

Kukepalkan kedua tanganku kuat-kuat di udara.EUHH!!!! Hoseok oppa benar-benar tidak bisa membaca situasi!! Akan kubalas dia nanti!!

“Huufft~” kuhela nafasku kemudian berbalik.Kudapati Rinrin seperti sedang memandang takut Namjoon yang duduk disampingnya.

‘Aneh? Tidak biasanya Namjoon mengacuhkan Rinrin? Apa mereka sedang bertengkar?’batinku.

“Apa yang terjadi kepada mereka?” bisikku pada Taehyung yang sedang menyantap makanannya dengan ganas.

“Hmm? Molla..” ujarnya singkat seraya masih memakan makanannya dengan lahap seraya memandang kearah lain.Tepatnya Hyemi dan Jin sunbae yang terlihat akrab dan sedang bercanda ria ketika mereka sedang memanggang barbeque bersama.

Tiba-tiba pikiran jahilku muncul.Ingin rasanya mengganggu si trouble maker Taehyung ini.

“Ekhm…” gumamku,membuat si Taehyung itu melihatku sekilas.

“Ssh….Wah…Jin sunbae itu tampan sekali ya…pantas saja Hyemi ingin akrab dengannya.”

“Uhuk!!”  yass…tepat sasaran.Aku tahu dia sedang cemburu,dari gerak-gerik matanya saja sudah terlihat jika dia sedang cemburu.Kubenarkan letak kacamataku seraya tersenyum jahil.Kulihat si Taehyung itu tengah meminum jus-nya.

“Yaah..Kim Taehyung,kalau minum itu pelan-pelan.”godaku

“Hah…nyawaku kembali~” ujarnya seraya menghela nafasnya.

“Kau cemburu?” tanyaku.

“Mwo? A-anio,Wae? Kenapa kau menanyakan hal itu?” tanyanya gelagapan salah tingkah.

“Hmm…hanya menebak saja.Tapi ternyata tebakanku benar hehehe….”

“YAAAK!!” pekiknya.

“WAE?!!” tanyaku seraya mengangkat daguku.

“Ada apa?” tanya Hoseok oppa,dengan Jungkook yang menatap kami bingung.

“Ini loh oppa….Taehyung sedang cemburu karena- Eumpphhh!!!!” ucapku terpotong karena Taehyung membungkam mulutku dengan kedua tangannya.

“Ah..hehehe anio hyung lupakan…hehehe” ujar Taehyung seraya menyengir kuda.Kugigit tangannya sehingga bungkamannya terlepas.

“AAK!! Aishh….yah!! Appo!!” pekiknya sedaya menatapku horror.What? Apa peduliku.

“DIA CEMBURU KARENA HYEMI DEKAT DENGAN JIN OPPA!!!” ucapku begitu keras.Sehingga semuanya termasuk Hyemi dan Jin sunbae yang mendadak menghentikan tawa mereka dan memandang kami.

“Aigo…..” gumam Taehyung seraya memegangi dahinya.

“Hihihi…” kekehku.Taehyung menatapku horror lagi,dengan cepat aku berlari kebelakang hoseok oppa.Sebelum ia membalasku.

“Kau!” panggil Taehyung,namun ia menunjuk Jungkook.

“Aku?” tanya Jungkook menunjuk dirinya sendiri.Tunggu apa yang akan si Taehyung katakan?

Tiba-tiba Taehyung menunjukkan foto-foto Jungkook pada layar i…..iPhone? ITU IPHONE-KUUU!!!!

“Taehyung!!!” pekikku berlari kearah Taehyung mencoba meraih iPhone ku yang ia angkat tinggi.

“Jungkook tangkap!!” ujarnya melempar iPhone ku pada Jungkook dan Jungkook pun menangkapnya.

“NICE CATCH!” ujar Taehyung puas.Oh…God! Sekarang aku hanya bisa gigit jari karena iPhone ku telah digenggaman Jungkook,dan bagaimana aku berani untuk mengambilnya?

Kulihat Jungkook tengah menggeser-geser layar iPhone ku dengan wajah datarnya.Aku semakin tidak tahan dengan semua ini,kucubit pinggang Taehyung yang ada disampingku.Kucubit kuat-kuat,kupukuli bahunya,kujitaki kepalanya TANPA AMPUUUNN!!!!

“Yak…! Yak!! Hentikan!!!” pekiknya kesakitan.

“Rasakan!! Aku benar-benar membencimu,Benci! Benci! Benci!”

“Waah…” gumam Jungkook.Apa? Wah? Apa maksudnya?

Kutolehkan pandanganku kepada Jungkook,lelaki itu juga melirik diriku sekilas dengan senyum yang mengembang.Tunggu? Dia tersenyum?

“Aku terlihat tampan disini.Eunhee,boleh aku minta fotoku yang ini?” tanyanya seraya mengeluarkan iPhonenya.

“E-eh? Te-tentu….”

Hyemi pov.

Hah….syukurlah SeokJin sunbae ini baik hati.Coba saja kalau dia bersifat dingin,ahh…pasti akan sangat sulit untuk akrab dengan lelaki setampan ini.Aahh…benar-benar lelaki idamanku,jika dia menjadi suamiku kelak…..dia akan menyanyikan lagu selamat tidur untukku setiap malam…..memasakkanku menu yang enak setiap paginya karena dia pintar memasak….dan…

“Apa kau mempunyai seseorang yang menyukaimu? Fan mungkin?” tanyanya mengejutkanku.

Apa ini? BISA-BISANYA DIA BERTANYA SEPERTI ITU??? BAGAIMANA AKU TAHU??!! Huh…!

Jika saja dia orang lain mungkin aku akan mengatakan itu secara terang-terangan,sayangnya tidak.Aku harus terlihat lebih manis didepannya.Lelaki seperti dia sulit didapatkan Hyemi!!! Smile Hyemi! Smille!!

“Ah..itu..tidak ada kok.”ucapku dengan sedikit gugup dengan senyum yang kupaksakan.

“DIA CEMBURU KARENA HYEMI DEKAT DENGAN JIN OPPA!!!” pekikan Eunhee membuatku sempat terkejut.Dan shok!! MWOYA? Apa yang dia katakan?! Aish….dia menghancurkan pendekatanku dengan Jin sunbae…..*menangis

“Itu…Hahaha..Taehyung menyukaimu.”ucap Jin sunbae seraya terkekeh.

“He…..hehe….he…” dan aku hanya menyahut dengan kekehan kecewaku.

.

.

.

To be continued…

Iklan

2 thoughts on “Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s