Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.3


Romantica3

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

“Aku sudah selesai makan.” Ucap Hyemi berusaha mengucapkan kalimat itu sedingin mungkin,agar kegugupannya tersingkirkan.Sedangkan keenam manusia tadi terus memandangi gerak-gerik Hyemi.

Baru saja satu dua langkah ingin berjalan menuju pintu keluar kantin.Jong In sudah berdiri dibelakangnya dan menepuk bahunya.Hyemi berbalik,dan terkejut dengan lengan Jong In yang dipasangi gifs.Jong in menunjuk lengannya yang terluka.

“Ini gara-gara kau.”ujar Jong In.

“Ma-maafkan aku.Aku-”kalimat Hyemi terpotong karena Jong In tiba-tiba saja tersenyum.

“Tak masalah.Ini sebenarnya salahku karena aku lengah.Tapi harusnya kau tahu,aku sangat khawatir saat itu.”

“….” kehabisan kata dan tertekanakan rasa bersalah Hyemi hanya terdiam.Beberapa detik kemudian matanya menangkap sosok Taehyung tengah berjalan kearah mereka.

Hyemi membulatkan matanya lalu kembali menunduk malu.Jong In yang menyadari keanehan tingkah laku Hyemi pun ikut menengok ke belakang.

“Sebaiknya kita cari tempat lain untuk bicara.” Jong In pun menarik tangan Hyemi tanpa perlawanan dari gadis itu.

Taehyung Pov

Saat aku melihat Jong in hyung berbicara dengan Hyemi.Aku sangat yakin jika ia hanya berpura-pura memakai gifs itu dilengannya.Buktinya setelah insiden didepan restoran mini itu,pergerakan lengannya juga biasa saja.Bahkan terlihat sangat baik.Aku tahu dia playboy yang hanya ingin bermain-main dengan Hyemi saja,dan aku tidak akan membiarkan hal itu.

Kali ini aku ingin mencoba melawan hyung-ku dan mengungkap kebohongannya.Namun aku terlalu lambat.Jong In hyung sudah membawanya pergi.Dan yang lebih membuatku patah semangat adalah Hyemi tidak memberontak atau mengatakan kata-kata pedasnya.Pada akhirnya aku menghentikan langkahku dan membiarkan mereka pergi.

“Kissmark…”

“Eh….iya itu kissmark.”

“Dikanan juga ada kissmark,dikiri juga ada…”

Gumaman-gumaman itu membuatku membalikkan badanku.Dan sekarang yang kulihat adalah enam orang yang sedang menatapku.

“Ada apa?” tanyaku

“Wah..Taehyung,itu kissmark dari siapa?” tanya Jimin.Dengan segera aku mengancingkan kancing kerahku.Astaga,aku kenapa aku baru ingat jika aku masih memiliki bekas itu.

“Ah…ini..bukan apa-apa kok…hehehe……aku pergi dulu.Anyeong!!” ujarku kemudian langsung melarikan diri dari ke-enam makhluk penasaran itu.

“Aish….pantas saja tadi semuanya memandangiku aneh.Ah..kenapa aku bisa jadi pelupa begini”gerutuku sambil terus berlari.

.

.

.

.

Di taman belakang sekolah.Hyemi dan Jong In sedang duduk berdampingan disebuah bangku kayu disana.

“Mwo? Kau mengundurkan diri?”

“Yah…mau bagaimana lagi,bagaimana aku bisa menari dengan sempurna ketika tanganku cidera.”

Hyemi menunduk,kali ini dia benar-benar merasa bersalah terhadap Jong In karena membuat lelaki itu sampai cidera.Jong In menunjukkan smirk-nya tanpa diketahui Hyemi.

“Kemarin itu,kau sedang dipecat ya?”

“Yah….”jawab Hyemi lesu dan masih menunduk.

“Jika saja dulu perusahaan ayahmu masih bertahan kau tidak akan seperti saat ini bukan?”ujar Jong In seraya memandang Hyemi.Mendengar ucapan yang tak terduga dari mulut Jong in,gadis itu menoleh kearah lelaki itu.

“Bagaimana kau tahu?”tanya Hyemi.

Jong In tersenyum kemudian menggaruk kepalanya.Hyemi kembali memalingkan wajahnya,kini ia memandang pepohonan didepannya.Ia menghembuskan nafasnya perlahan,tiba-tiba moodnya menjadi tak karuan ketika JongIn menyinggung tentang keluarganya.

“Iya,kau benar.Dulu appa,adalah pengusaha tersukses se-Seoul.Namun di unjung kesuksesannya,kasus pembunuhan itu terjadi.Entah siapa pembunuhnya,tapi yang kupertanyakan adalah…….” Hyemi memberi jeda beberapa detik untuk mengatur nafasnya yang mulai tercekat

“Kenapa mereka membunuh appa.Memangnya apa salah appaku sehingga mereka membunuhnya.Dan sampai sekarang kasus itu belum juga terselesaikan.Ekonomi keluargaku semakin kritis,bahkan rumah kami sudah disita oleh pihak bank.Aku dan ibuku tinggal berdua saja disebuah apartemen murah.Aku harus bekerja untuk membiayai sekolah,biaya apartemen dan juga untuk keperluan harian.Hah….nenek tua itu tetap saja tidak mau bekerja.” Tanpa sadar Hyemi bercerita semua hal itu kepada Jong In,kebiasaan ketika ia sedang merasa sedih.Jong In pun ikut terbawa suasana hati Hyemi,ia melamun.

“Ah…! Apa aku bercerita terlalu banyak?”kejut Hyemi yang juga mengejutkan Jong In.

“Oh,tidak masalah kok.” Jong In menggigit bibirnya. “Err….semalam kau pergi kemana?”

“N-nde?!” tanya Hyemi,yang sejujurnya saja dia terkejut.

“Kudengar dari temanmu ,kau tidak pulang semalam.Kau kemana?”

“A-apa urusannya denganmu.” Ujar Hyemi berjalan meninggalkan Jong In.

‘Hyemi….maukah kau jadi yeojachinguku? Aishh…kenapa ini begitu sulit untuk mengatakan kepada gadis jutek itu’ batin Jong in frustasi.

Hyemi berjalan tergesa-gesa,sampai-sampai ia menabrak Taehyung yang sebenarnya sedaritadi menguping pembicaraan mereka.Taehyung menahan tubuh Hyemi agar tidak terjatuh dan membantunya bangkit.

“K-kau…”baru saja Hyemi ingin mengatakan sesuatu,Taehyung sudah berjalan pergi dengan wajah dinginnya.

“Ada apa dengannya?”

.

.

.

.

Eunhee house,3:40 KST

Eunhee pov

“Yap! Aku sudah selesai merias wajahku.Sekarang aku akan memakai softlens~” ujarku seraya memasangkan softlens ke lensa mataku,tentunya tak mau memakai kaca mata setelah berdandan seperti ini.Yah,,,hari ini aku akan mendatangi acara ulang tahun Riyoung.

Hah…mendengar cerita Riyoung tentang Jimin yang memberinya surprise untuk ulang tahunnya,aku jadi sedikit iri.Eh bukan! Bukan iri! Aku hanya membayangkan jika Jungkook melakukan itu juga untuk ulang tahunku.

“Eh iya! Benar juga….apa Jungkook akan datang ya?”

 

Ting~ Tong~

 

Aku mendengar suara bel rumahku berbunyi.Ah,jangan sampai ada orang yang bertamu saat aku sedang hendak pergi keluar.

“Ya..tunggu sebentar~” ujarku seraya berlari kecil kearah pintu dan membukakan pintu.

“Eunhee-ya…”

“Oh…Hyemi?Yak!! Kenapa kau belum bersiap?”tanyaku,menyadari bocah itu masih memakai hoodie dan rok mininya, juga belum berdandan.

“Ah…dandani aku.” Ujarnya seraya melesat masuk begitu saja.Aku pun menutup pintu dan mengikutinya.Ah,untung saja appa dan eomma sedang tidak ada dirumah karena menjemput oppa dibandara.
Jung Hoseok,dialah oppaku.Hari ini dia kembali ke Korea setelah lama mengasingkan diri di LA.Entah apa yang ada di otaknya itu,oppaku hanya memikirkan hidupnya hanya untuk bersenang-senang.Oppa yang sangat menyebalkan dan suka menggangguku.

“Wae? Biasanya kau lebih suka dandan sendiri?”tanyaku seraya menata rambutnya yang terurai, membuat rambutnya bergelombang.

“Aku ingin curhat,tentang semalam…”

“Semalam? Yah…cepat! Cepat ceritakan kepadaku.” Kataku tidak sabar,huh~ harusnya sedari tadi disekolah aku menanyainya,karena aku tahu.Dia hanya akan berani bercerita denganku,dan akan malu jika menceritakannya kepada yang lain.

“Sebenarnya tadi malam aku pergi ke klub-”

“MWO?!!”

“Bisakah kau tidak memotong kalimatku?”

“Ah..iya…iya…lanjutkan.”ujarku kembali menata rambutnya.Kali ini aku menjepit poninya,agar berkesan anggun.Kenapa? Karena bocah ini selalu terlihat kekanakan karena poni yang menutupi dahinya itu.

“Aku dibodohi temanku yang bekerja disana.Dia memberiku permen,yang nyatanya adalah obat perangsang.Aish…memalukan sekali.Kemudian aku meminta air biasa,dan betapa bodohnya aku.Mana ada air biasa ditempat itu.Dan dia memberiku wine,dengan cepat aku meneguknya karena tubuhku terasa panas.”

 

Pletak…!!!

“Ssh…” Hyemi mendesis seraya mengelus kepalanya yang terkena jitakanku

“Makannya,jangan datang ketempat seperti itu.arra!!” bentakku menasehati.

“Hmm….aku bersyukur karena Taehyung datang dan membawaku pergi.”

“Taehyung? Ah! A!! Iya…terus! Terus! Bagaimana?”tanyaku semakin antusias.Kurasa ini semua sedikit menjadi masuk akal,kissmark dileher Taehyung itu membuatku penasaran.Apa bocah ini yang melakukannya?

Semua tanda tanya itu sudah terungkap.Ternyata benar,Hyemi-lah yang membuat leher Taehyung dipenuhi kissmark,namun secara tidak sadar.

Taehyung menceritakan kepadanya bahwa,Taehyung terlalu takut untuk membawanya pulang ke apartemennya.Jadi Taehyung memutuskan untuk membawanya ke hotel.

Sesampainya di Hotel,ternyata bocah itu kembali terbangun dan menyerang Taehyung.Tapi untunglah Taehyung tidak melakukan hal yang membahayakannya.Hufft…aku sedikit lega karena bocah ini tidak diapa-apakannya

Hyemi pov

“Tapi,saat aku terbangun dipaginya…”

_Flashback On_

 

Pagi itu aku terbangun.Kubuka mataku perlahan,kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan.Ini bukanlah apartemenku,ini juga bukan tempat yang kukenal.

“Hmm….” gumaman….Gumaman siapa itu,kusibak selimutku.Dan betapa terkejutnya aku mendapati Taehyung disampingku tanpa menggunakan pakaian atasnya dan hanya memakai celana jeans selututnya.

“Hyaaaa!!!!!” kutarik selimutku untuk menutupi tubuhku,setelah menyadari diriku hanya memakai pakaian dalamku.

“Mwoya!? Mwoya?” ujar Taehyung yang sepertinya masih setengah sadar dari tidurnya.

“Kau!! Hyaak!!! Byuntaee!!!” kupukuli kepala Taehyung tanpa ampun.

“Yak! Yak!!” ujarnya seraya menjauh dari ranjang.Kemudian ia menunjukku.

“Jangan salah paham dulu!! Kau yang byuntae!!! Kau tidak lihat!! Lihat leherku,dan juga disini,disini,disini..! Itu ulahmu.”ujarnya seraya menunjuki beberapa tanda kemerahan yang terpampang disekitar leher dan dadanya.

“A-apa benar-aku?”

“Yah.Kalau bukan kau siapa lagi? Tadi malam kau mabuk,dan menjadi seperti cacing kepanasan.Kukira kau sudah tertidur sejak kau menutup matamu dimobil.Eh tahu-tahunya kau terbangun lagi saat aku merebahkanmu diranjang,dan kau menyerangku.Kau melepas bajuku dan melepas bajumu sendiri.Aku tidak salah,dan…la-lagi pula aku tidak melihat itu.”kudengar ia menghela nafasnya.

“Melihat apa?!”

“Ya-yah….apa lagi kalau bukan tubuhmu”

“Aish..!!” desisku seraya menutup wajahku dengan selimut “Geureom…..kau tidak melakukan apa-apa kan?”

“A-apa? Hmmm…..Hanya menyentuhmu..hmm….apa lagi ya? Mencium bibirmu dan membalas ciumanmu,yah! Hanya itu saja tidak lebih.”

“YAAKK!!!”

“Wae?!….itu wajar.Aku tetap seorang laki-laki normal.”

“Tapi….itu….anu….ah.Maafkan aku…” Huh.Betapa memalukannya aku saat itu ditambah dengan suara aneh yang berasal dari perutku yang muncul disituasi yang tidak tepat.

“Kalau begitu,cepat mandi dan pakai seragam barumu.Ada didalam almari,aku akan memesan sarapan dulu.”

“Ne.”

 

_Flashback Off_

 

Didalam mobil yang milik keluarga Eunhee,yang dikendalikan oleh supir pribadi keluargan Eunhee.Hyemi melamun,masih terbayang akan kebodohan yang diperbuatnya.Eunhee hanya menggeleng-geleng.

“Ah…ottokhae…dia marah denganku.”gumam Hyemi.

“Jinja? Hey…kurasa dia marah karena,tadi kau bersama Jong in meninggalkannya dikantin.”

“Hmm…”bukannya menjawab Hyemi hanya bergumam seraya menyentuh party dress yang digunakan Eunhee.

“Dress ini kau beli dimana?”

“Oh ini? Eomma yang membuatkannya.Bagus kan…hehe.”

“Eum…” Hyemi tersenyum miris.

“Yah Waeyeo?” tanya Eunhee yang menyadari perubahan raut wajah Hyemi.

“Rasanya lagi-lagi aku iri padamu Eunhee-ya.”

‘Aku salah bicara lagi!’ Batin Eunhee

“Yak!! Harusnya aku yang iri kepadamu.Aigoo…dress buatanmu bagus sekali.Yak! Tapi kenapa kau selalu memakai dress yang terlalu mini!! Hari ini Riyoung juga mengundang para guru tahu.”ujar Eunhee,Hyemi terkekeh.

‘Huft…..untung saja aku pintar mengalihkan topik.’ Batin Eunhee

“Ini acara informal,lagian Riyoung juga mengatakan ‘Bebas memakai kostum apapun’ itu artinya suka-suka aku mau memakai dress seperti apapun.Aku tidak mau kesan seksi yang melekat pada diriku ini memudar,hanya karena kalah seksi dengan yang lainnya.”

“Yak!! Kau ini.Aku saja yang satu tahun lebih tua darimu sangat menjaga diriku.Bahkan rok seragam membuatku risih,karena terlalu pendek.”

“Tenang saja.Ini pesta topeng,tidak akan ada yang tahu.”

“Aish jinjja.”

.

.

.

.

Dirumahnya,Taehyung sedang berbaring disofa.Mengabaikan teleisi yang ia nyalakan dan lebih memilih untuk bermain dengan rubiknya.Ah bukan,lebih tepatnya rubik yang ia dapatkan setelah memohon-mohon kepada Hyemi beberapa tahun yang lalu ketika mereka masih kelas 5 sekolah dasar.

Rubik yang paling istimewa dan terumit bagi Taehyung karena ia tidak pernah bisa menyelesaikan semua warna pada rubik itu.

Terlebih lagi ia harus menyamakan warna putih yang beberapa kotaknya ditulisi dengan hangeul dan satu simbol berbentuk hati pada kotak warna putih yang berada di tengah.Membuatnya semakin penasaran,dengan apa yang akan ia dapatkan jika ia berhasil menyelesaikan warna putih itu dengan benar.

_Flashback On_

“Ayolaahh….aku mohon.” Ujar anak laki-laki yang mengenakan pakaian musim dinginnya dengan menggunakan snapback hitam secara terbalik kepada anak perempuan seumurannya yang menggunakan rok mini dan hoodie merah seraya memakai pita putih polkadot hitam untuk hiasan rambutnya yang diikat dua.

“Tidak mau.Appamu punya uang banyak beli saja sendiri.”

“Mimiiii!! Aku hanya mau yang punyamu.Lagi pula kan kau sudah punya banyak rubik yang bertambah setiap tahunnya.Aku hanya minta satu! Satu saja,boleh ya…” rayu Taehyung.Terlihat gadis itu terlihat seperti tengah berfikit,beberapa detik kemudian gadis itu menatap Taehyung.

“Tapi ada syaratnya.”

“Apa itu? Aiiishh…kau kan tahu aku paling tidak suka jika diberi syarat.” Keluh Taehyung

“Yasudah kalau tidak mau.Kenapa minta segala?Aku mau pulang dulu.”ujar Hyemi kesal seraya menbalikkan badannya dan hendak pergi.Namun Taehyung berlari dan menghadang Hyemi dengan tangannya yang terentang.

“Mwoyaa?” tanya Hyemi dengan ketusnya.

“Kau mau kucium ya?!!”

“Yaakk!! Tidak mau,kita sudah besar Kim Taehyung aku tidak mau!!Appa bilang itu tidak boleh.”

“Hmm…buktinya kau selalu membuatku kesal agar aku menciummu.”

“Bukan begitu!!” ucap Hyemi seraya menghentak-hantakkan kakinya.

“Ah..baiklah,aku tidak akan memaksamu memberiku rubik lagi.Aku juga mau pulang.Anyeong~” ujar Taehyung berjalan menuju mobilnya disambut pengawal pribadinya.

“Anda harus pulang sekarang nona.” Ujar pengawal pribadi Hyemi.

Gadis itu menatap Taehyung yang hendak memasuki mobilnya.Detik kemudian gadis itu berlari dengan sangat kencangnya kearah Taehyung,membuat laki-laki itu menyeringai dan kembali berdiri tegak didepan pintu mobil.

“Hosh…hosh…”

“Kenapa kemari?”tanya Taehyung

“Tunggu sebentar.” Hyemi memegang rubiknya ditangan kiri sementara tangan kanannya sedang mencoret-coret permukaan rubik berwarna putih.

Kemudian Hyemi mengacak susunan rubiknya.Potongan-potongan hangeul itu menjadi teracak,membuat Taehyung menganga.Hyemi meleletakkan rubik itu tepat diatas telapak tangan Taehyung.

“Apa yang kau tulis tadi?”

 

Chu~

 

Hyemi mencium pipi kanan Taehyung,membuatnya sontak memegangi pipinya.

“Kau akan tahu ketika kau sudah menyelesaikan susunannya dengan benar.Semangat!!”

 

_Flashback Off_

 

“Arrghhhh!!!!” Taehyung mengacak rambutnya kesal,sedari tadi ia bermain rubik dengan pikiran yang kacau.Memang ia lah sahabat yang paling dekat dengan Hyemi.Tetapi,masalah semiris itu,kenapa gadis itu tidak bercerita kepadanya? Kenapa malah bercerita kepada hyungnya,Jong In? Kenapa Hyemi menyembunyikan hal itu darinya?

“Kau kenapa?” tanya Jong In seraya merapihkan kemejanya.Taehyung langsung bangkit dari kegiatan berbaringnya,kemudian memandangi penampilan Jong In dari atas sampai bawah.Rambut pirang pria itu ditata sedikit berantakan dan membuat lelaki itu nampak sexy.

“Kau benar-benar jadi vampire?”tanya Taehyung.

“Tentu.Kau yang bilang kan,jika dia suka cerita-cerita fiktif.Kau juga yang mengusulkanku untuk memakai kostum seperti ini.Jika kau tahu hal lain yang Hyemi suka,katakan padaku.” Ujar Jong In seraya memungut topengnya dengan sedikit melirik Taehyung yang masih setia dengan pakaian santainya.

“Ah….aku tidak akan datang ke pesta.” Ujar Taehyung seraya menggeruk kepalanya. “Hyung,kau melupakan jubahmu.”

“Ah! Benar,terimakasih sudah mengingatkanku.Waah….kira-kira Hyemi akan memakai kostum seperti apa ya?”ujar Jong In seraya berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

“Tsk! Menyebalkan….” gumam Taehyung,kemudian kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa.

Kato~

 

Taehyung langsung meraih iPhone-nya.Ternyata Hyemi mengiriminya pesan lewat KakaoTalk.

[Kau tidak datang? Pestanya akan segera dimulai. ‘Aku hanya mengetik apa yang Jimin katakan’]

“Hahaha….anak ini,malu mengakui jika dia benar-benar penasaran.Hmm….apa aku harus datang ya?” gumam Taehyung.

.

.

.

.

Rinrin berdiri didepan pintu gerbang rumah Riyoung.Berkali-kali gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan hoodie yang ia kenakan ketika teman-temannya yang lain datang ke pesta dan melewatinya dengan memandangnya sinis seraya berbisik-bisik.Rinrin mengirim pesan kepada Eunhee agar gadis itu keluar dari dalam rumah Riyoung.

Beberapa detik kemudian Rinrin kembali menutupi wajahnya dengan hoodie,karena seorang gadis dengan rambut bergelombang yang diurai lepas dan mengenakan topeng berwarna emas,Juga dengan mini dress hitam dan mengenakan high heels dengan warna yang senada ,sedang berjalan kearahnya.

Gadis itu Hyemi,ia berjalan dan berhenti tepat didepan Rinrin.Yah,gadis itu ditugaskan Eunhee untuk membawa Rinrin masuk kedalam rumah Riyoung.

“Ke-kenapa kau keluar.Pestanya kan akan dimulai,sebaiknya kau bergabung dengan yang lainnya.” Ucap Rinrin seraya mesih menutupi wajahnya,ternyata dia belum mengetahui siapa sosok dibalik topeng itu.

“Hhh….maunya sih begitu.Ah…kalau begitu aku masuk saja.”ujar Hyemi membalikkan badannya dan hendak pergi.Rinrin yang mengenali suara itu langsung berjalan dibelakang Hyemi.

“Hyemi?”tanyanya meyakinkan.Hyemi berhenti kemudian membuka topengnya sekilas,kemudian kembali menggunakan topengnya.

“Huah….kau terlihat lebih dewasa naedongsaeng~” Rinrin menepuk-nepuk bahu Hyemi.

“Aku memang lebih dewasa darimu.Sudahlah ikuti aku.”ujar Hyemi menarik lengan Rinrin.

.

.

.

.

Didalam kamar Riyoung,Eunhee sedang mendandani Rinrin.Sedangkan disudut ruangan,tepatnya didepan meja rias,Hyemi sedang asik mempoleskan kutek milik Riyoung pada kukunya.

“Maaf aku tidak bisa menjemputmu,aku benar-benar lupa.Aku pikir kau akan datang dengan Namjoon.”ucap Eunhee seraya mempoleskan eyeliner disudut mata sipit Rinrin.

“Tidak papa.”jawab Rinrin,Eunhee pun tersenyum.Pandangan kedua gadis itu beralih kepada Hyemi yang sedari tadi berdiam diri,disibukkan oleh kegiatannya.

“Anak itukan punya banyak kutek limited edition.” Gumam Eunhee

“Entahlah..lagi pula,memakai barang yang gratis itu memang enak.”sahut Rinrin seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Haaa!! Sudah selesai~” ujar Hyemi dengan wajah berbinarnya,setelah mengeringkan nail art-nya dengan alat milik Riyoung. “Apa yang kalian bicarakan itu aku masih bisa mendengarnya.”ujar Hyemi jutek,kemudian mengambil topengnya dan memakainya sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan itu.

“Anak itu…..ckckck”

“Oh iya….tadi aku sempat melihat Jungkook,Eunhee-a.”

“NDE??!”

“Dia sangat tampan~Karismanya sangat terpancar….wah….seperti pangeran berkuda putih yang ada dimimpiku semalam~”

“Benarkah Rin-ah~”tanya Eunhee mulai terbang dengan bayangan Jungkook.Wajah gadis itu pun menjadi merah merona,bagitu nama Jungkook diucapkan.

.

.

.

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s