Romantica || BTS Fanfiction || Chaptered || Pt.2


Romantica2

Tittle : Romantica

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Park Ri Young a.k.a Riyoung [Original Cast]
  • Park Jimin a.k.a Jimin BTS
  • Jung Eun Hee a.k.a Eunhee [Original Cast]
  • Jeon Jun Guk a.k.a Jungkook BTS
  • Park Hye Mi a.k.a Hyemi [Original Cast]
  • Kim Taehyung a.k.a V BTS
  • Shin Rin Rin a.k.a Rinrin [Original Cast]
  • Kim Nam Joon a.k.a RapMoster BTS

(Other cast,find by yourself)

Gendre : Friendship,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

.

.

.

Seorang pria paruh baya bertubuh tegap,pelatih Choi.Yang notabene adalah guru dance.Berdiri didepan murid-murid didikannya untuk memberi informasi tentang Dance Festival yang akan diadakan bulan depan.

“Hah? Kenapa mendadak jadwalnya diubah?”

“Iya! Kenapa ini?”

“Kenapa mendadak sekali”

“Semua harap tenang.” Bentak pelatih Choi membuat semua muridnya diam seketika.

“Hmm…bagus.Hari ini kita akan menentukan partner kalian berdasarkan dance skill kalian.”

“Mwo?!!”pekik semuanya.

“Saem…kami kan sudah memilih partner kami sendiri?” protes salah satu siswa bersuara imut yang tak lain adalah Riyoung.

“Sesuai dengan yang saya katakan tadi.Saya akan membuat perubahan untuk bagian pertner.Aku sudah menentukan partner yang cocok untuk penampilan kalian semua.”

“Hyaah…oppa bagaimana ini?”rengek Riyoung kepada Park Jimin yang notabene adalah namjachingunya sekaligus partner pilihannya.Jimin terkekeh kemudian merangkul Riyoung yang sedang mempoutkan bibirnya.

“Ssshh…aku yakin kita akan menjadi partner Hyemi-sshi.” Bisik Jong In tepat ditelinga Hyemi,membuat gadis itu bergidik.

“Mau kupukul lagi?!” ancam Hyemi.

“Waah….ampun.Aku hanya menebak.” Ujar Jong In ketakutan.

Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah menatap mereka geram.Yap! Taehyung,lelaki itu duduk tepat dibelakang mereka.Tangannya terkepal kuat seolah ingin memukul Jong In ,walau lelaki itu nyatanya adalah hyungnya sendiri.Kalian harus catan ini! ‘MEREKA ADALAH SAUDARA KANDUNG BERMARGA KIM!!’

Semua kembali fokus mendengarkan saat pelatih Choi mulai membacakan nama-nama yang akan menjadi partner.

“Ahn Sui partnermu Jeon Jun Guk,kalian bisa menarikan dance melow drama kan?”

“Ne saem!” jawab mereka serempak,pelatih Choi mengangguk.Kemudian melanjutkan membacakan nama murid yang lain.

Riyoung dan Jimin berteriak histeris karena mereka masih satu tim.

“Kim Taehyung!”

“Ne!” jawab Taehyung,Hyemi meremas roknya berharap lelaki itu menjadi partnernya.Dan begitu juga Taehyung,ia juga berharap dia yang menjadi partner gadis itu,bukannya hyungnya Jong In.

“Partnermu adalah Nam HyeongJae.”

“Yass..Hyeongjae disini~” jawab Hyeongjae dengan nada malasnya sama halnya dengan Taehyung.

‘Jika Hyeongjae hyung menjadi partnerku,berarti hanya tinggal Jong In Hyung dan Namjoon hyung.Arrgghhhhh!!! Dua lelaki itu!! Tidak! Aku tidak bisa membiarkan dua makhluk mesum itu menyentuh Hyemi…apa lagi namjoon hyung yang…..’  Taehyung kembali teringat dengan apa yang ia lihat tadi di atap,dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.‘Tidak aku harus menjanganya.Harus!!’

“Dimana Kim Nam Joon?”

“Tidak hadir saem.” Ucap Jungkook

“Ada yang tahu dimana Kim Namjoon?”

“Saem!” ujar Taehyung seraya mengangkat sebelah tangannya,semua pun menoleh karah Taehyung.

“Ya,Taehyung kau tahu dimana Namjoon?”

“Ah..tidak bukan itu.Bolehkah aku mengganti partnerku?”

“Dengan siapa?”

“Hyemi saem!!”

“Mwoya? A-aku?” tanya Hyemi tak percaya.

“Tidak bisa Kim Taehyung, Hyeongjae sudah terlalu pas untukmu.” Taehyung pun kembali duduk dengan lesu,ditatapnya Jong In yang sedang menatapnya tajam.Tiba-tiba Hyemi berdiri.

“Saem…”panggilnya

“Park Hyemi,kau ahli dalam sexy dancemu kan.”ucap pelatih Choi tidak mengindahkan panggilan Hyemi.

“Ne saem.Tapi aku ingin-”

“Tenang.Partnermu Kim Jong In dan Kim Nam Joon,mereka juga sangat ahli dan jika kalian dipadukan.Itu akan menjadi penampilan yang menegangkan hahaha…oke baiklah.Aku pamit dulu,kalian bisa meninggalkan ruangan.Selamat berlatih~”

Seketika gadis itu melamun sama dengan Taehyung.Jong in tersenyum dan berdiri mensejajari Hyemi.

‘Maldo andwe’ batin Hyemi

“Sudah kubilang kita akan satu partner.Huh! Tapi Namjon sialan itu akan menghalangi jalanku hahaha.” Jong in menepuk bahu Hyemi

“Aku kembali ke kelas duluan ya,dadah~”Jong in pun meninggalkan ruangan bersama murid lain,dan menyisakan hanya Jimin,Riyoung,Taehyung dan Hyemi.

Bisa dibilang Jimin dan Riyoung sedang berbahagia diatas penderitaan dua manusia yang sedang mematung itu.

“Guru itu benar-benar gila” gumam Hyemi

“Yak! Saem aku kan juga bisa sexy dance!!” ucap Jimin.

“Ah…Tidak apa-apa oppa.Yang penting kita jadi partner aaa!!” Riyoung memeluk Jimin dengan girangnya.

“YAAA!!! BISAKAH KALIAN TIDAK BERISIK!!” pekik Hyemi penuh amarah.Kemudiam berjalan cepat meninggalkan ruang latihan itu.

“Dia kenapa?” tanya Jimin heran.

“Entahlah,lagi bulanan kali.Dari tadi pagi dia marah-marah terus.”

“Heeh…pasti kalian bertengkar lagi ya?”

“Oppa~”

“Aku tahu.Pasti kau yang memulainya.”

“Aish oppa ini,kenapa tega sekali.Jangan-jangan oppa suka sama Hyemi ya?! Jawab!!”

“Hahaha…..tidak lah chagiya.Bagaimana aku betah dengan gadis dingin seperti itu.Pasti hanya orang tidak waras saja yang kebal dengan sifat juteknya itu.”

“Yah.Dan aku salah satunya.”sahut Taehyung yang entah sejak kapan berada dibelakang Jimin.

“T-taehyung?”ujar Jimin terkejut bukan main karena tidak menyadari jika ada Taehyung disana.

“HEOL!! DAEBAK!! KAU SUKA SAMA HYEMI YA??!!” pekik Riyoung dengan wajah berbinarnya.

“Boleh aku minta nomor telefonnya?”Taehyung mengeluarkan iPhone nya dari dalam saku celananya.Dengan cepat Riyoung menyambar iPhone Taehyung.

“Aigoo…tentu saja.Untukmu,aku akan memberikannya secara cuma-cuma.”

“Mwoya?? Chagiya…..,setelah Rinrin.Kau menjual nomor telefon Hyemi juga?”

“Hmm..kalau nomor Hyemi sih lebih menguntungkan hehe…tapi kali ini seseorang yang meminta nomornya dan orang itu memberiku 50 ribu untuk nomor yang kuberikan itu.Nah,sudah…ini” ucap Riyoung mengembalikan iPhone Taehyung kepada pemiliknya.

“Nugu?”

“Jong In.Kim Jong In,dia hyungmu kan taehyung-sshi?”tanya Riyoung

“Ck..! Harusnya kau tidak memberikannya kepada hyungku.” Gumam Taehyung kesal kemudian berjalan pergi meninggalkan Jimin dan Riyoung.

“Dia kenapa sih….sama saja dengan bocah itu.” dengus Riyoung.

“Wa…tidakkah kau membayangkan itu?” ujar Jimin

“Mwoya?”

“Kemungkinan kakak beradik itu menyukai gadis yang sama.Seperti di drama-drama mereka akan terlibat dalam pertengkaran sengit demi memenangkan egonya untuk mendapatkan gadis yang mereka suka-”

PLETAK!!

“Aduuh…Chagia kenapa kau menjitakku?” pekik Jimin terkejut karena Riyoung menjitaknya secara tiba-tiba.

“Jong in kan playboy.Ya sudah pasti Hyemi akan lebih memilih Taehyung lah.” Jawab Riyoung seraya memandang punggung Taehyung dari kejauhan,kemudian kembali menatap Jimin yang menggerutu.

“Sudah pasti Jong In hyung lah yang dipilihnya.Kau kan lihat sendiri pesona Jong In hyung bagaimana.Tapi kau tidak boleh tersenyum seperti tadi untuknya,aku akan sangat marah!”

“Hihihi…arasseo~”ucap Riyoung girang kemudian memeluk lengan Jimin dan bergelayut manja.Jimin tersenyum senang dan memegang lengan Riyoung yang memeluk lengannya.

“Hari ini kau ada acara?”

“Hmm…eobseo,wae oppa?”

“Kita kencan hari ini!”

“Jinjja oppa!!!” pekik Riyoung antusias disambut dengan anggukan Jimin.

“Hmm….nanti aku jemput kerumahmu jam tujuh malam.Ingat! Jangan pakai rok atau celana terlalu pendek,juga jangan terlalu ketat.Jangan bermake up terlalu tebal.Jangan memakai high heels,pakai sneakers.Jangan ikat rambutmu,aku tidak mau namja lain melihat lehermu yang meng-gi-ur-kan itu.”

“Ya,byuntae!” ucap Riyoung seraya memukul lengan Jimin kemudian menangkup wajahnya yang mulai memerah.Jimin terkikik seraya pura-pura kesakitan.

“Appo!”

“A-apa aku memukul terlalu keras?”panik Riyoung kemudian menghadap Jimin seraya memijiti lengan Jimin yang tadinya ia pukul.Tanpa ia sadari Jimin menunjukkan smirk-nya kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Riyoung.

Chu~

 

Ciuman sekilas dari Jimin dibibirnya,membuat Riyoung membeku kemudian menyentuh bibirnya.Jimin terkekeh pelan kemudian menepuk pelan ujung kepala Riyoung seraya menunduk,mensejajarkan pandangan matanya dengan mata Riyoung.

“Itu hukuman karena keu memberikan senyumanmu kepada namja lain.Selain pangeranmu ini nyonya Park.”

“I-iya?”

“Hah~ Rasanya aku harus memanggilmu yeobo saja.Marga kita sudah sama,jadi tunggu apa lagi.Itu mendorong kita untuk cepat menikah bukan? hehe…”Jimin mengelus pelan ujung kepala Riyoung kemudian kembali menegakkan tubuhnya.

“Belajar yang rajin.Aku pergi dulu ya chagia.Anyeong~” ujar Jimin kemudian berlari menjauh sambil sesekali berbalik dan melambai kepada Riyoung yang cangar-cengir memegangi bibirnya.

“Oppa,bisakah kau berhenti membuatku ingin pingsan~” ujar Riyoung pada dirinya sendiri seraya masih memasang cengirannya.

.

.

.

.

Seoul,4.30 KST

Seorang gadis berkacamata baru saja keluar dari coffeshop dengan satu coffe latte digenggaman tangan kanannya.Wajahnya yang berseri-seri membuat semua orang yang melihatnya terpesona.

Gadis itu berhenti didepan sebuah toko baju bernuansa pink.Dilihatnya dari pantulan kaca toko itu penampilannya dengan pakaian santainya,sejenak ia merapikan hoodie nya.Kemudian ia melirik sebuah gaun yang terpasang pada manequin dibalik kaca toko itu.

“Ahh…imutnya~” gumamnya terkagum seraya menempelkan kedua tangannya pada kaca toko itu.Namun tak berapa lama kemudian senyumannya luntur ketika ia merasakan geli pada pinggangnya,membuatnya bergidik.Gadis itu Eunhee,menoleh perlahan.

Guk!! Guk!!

 

“HYAAAA!!” Eunhee langsung memekik karena melihat anjing jenis Golden Retriever berbulu putih itu meletakkan kedua kaki depannya pada pinggang Eunhee.

“Duduk!” bentak Eunhee pada anjing itu dan anjing itu duduk seraya menjulurkan lidahya.Eunhee mengela nafas lega.

Kemudian ia mengambil tali yang yang terikat pada kalung anjing itu.Eunhee berjongkok dan mengelus kepala anjing itu dengan gemas.

“Kau kabur dari majikanmu eoh?”

Guk!

“Ogh…namamu JanGuk?”ucap Eunhee setelah melihat liontin bulat berwarna emas pada kalung anjing itu yang bertuliskan ‘JanGuk’

Guk! Guk!

“Aish…aku mulai gila bisara pada anjing.”Gumam Eunhee kemudian berdiri.Dan kembali berjalan dengan diikuti anjing itu dibelakangnya.

“Oh? Apa ini?” gumam Eunhee mengambil brosur yang ditempel disebuah tiang listrik.

“Oh…jadi anjing ini sudah hilang sejak 1 minggu lalu?”

“Yaah…JanGuk-a kau membuat majikanmu khawatir tauk!” oceh Eunhee kemudian menyeruput latte-nya.Kemudian merogoh iPhone nya dan mencatat nomor telefon yang berada pada brosur itu,kemudian menekan tombol ‘Call’ dan menempelkan iPhone nya pada telinganya.

‘Yeoboseo?’ jawab orang diseberang sana.Entah kenapa jantung Eunhee berdebar mendengar suara merdu itu.

“Ah…tuan,anjing anda kutemukan dijalanan-”

‘Wah…Jinjjaa??!! Bisa kita bertemu sekarang?’

“Bisa,dimana?”

.

.

.

.

Jong In dan Taehyung sedang berjalan kaki bersama,dengan pakaian santai mereka.

“Mau makan dulu Hyung?” tanya Taehyung setelah melihat deretan restoran mini yang berjejer rapi dipinggir jalan.

“Yah,hari ini aku sedang dalam suasana hati yang baik.Jadi aku akan mentraktirmu!” ujar Jong In seraya merangkul bahu Taehyung.

‘Apa karena dia? Apa karena dia mendapatkan Hyemi sebagai partner dance nya?’ batin Taehyung seraya memandangi wajah Jong In yang berseri-seri.

“Keluar kau keluar!!” bentak seorang pria paruh baya seraya mendorong seorang gadis berpakaian seragam sekolah hingga gadis itu terjatuh didepan salah satu restoran mini.Kejadian itu terlihat oleh Jong In dan Taehyung,dan membuat mereka tertegun.

“Kasar sekali ajusshi itu.” Gumam Taehyung,hendak mendekati pria itu namun ditahan oleh Jong In disertai gelengan kepalanya.

“Lebih baik kita tidak usah ikut campur urusan orang lain.”

“Benar juga sih,tapi kasihan kan gadis itu.”

“Kau benar.Eh? Tidakkah kau berfikir,gadis itu memakai seragam yang sama dengan seragam sekolah kita?”

“Iya juga ya hyung?”

“Ajusshi,aku benar-benar minta maaf.Aku tidak sengaja menyenggol piring-piring itu,aku benar-benar tidak sengaja.”ucap gadis itu seraya menangis tersiak berlutut dihadapan pria itu.

“Percuma saja memberikan kesempatan untuk pelayan tidak becus sepertimu! Park Hyemi,mulai sekarang KAU DIPECAT!!”ucap pria itu seraya mendorong Hyemi kemudian meninggalkan gadis yang terisak itu begitu saja.

“Hyemi?!” gumam Taehyung dan Jong In bersamaan.

Taehyung hendak berlari,namun lagi-lagi Jong In menahannya seraya menatapnya tajam.

“Biar aku saja.” Ujar Jong In sebelum pada akhirnya dia berlari memanggil nama gadis itu.Taehyung diam,bodohnya dia diam saja dengan tangannya yang terkepal kuat.

“Hye-”

Sreet…..Bugh…!!

Dengan gerakan gesit,Hyemi menarik dan membanting tubuh Jong In saat gadis itu merasakan tangan lelaki itu menyentuh bahunya.Bukan hal mengejutkan lagi bagi Taehyung,mengetahui gadis itu juga temannya diklub taekwondo sewaktu mereka masih sekolah dasar,dan ternyata bakat gadis itu masih melekat erat dalam jiwanya.

“Akkhh…!!” rintih Jong In yang terbaring ditanah seraya memegangi punggungnya yang berbenturan keras dengan tanah.Taehyung segera mendekat dan memegang kedua bahu  Hyemi dan sedikit membungkukkan badannya berusaha melihat wajah gadis didepannya itu.

“Gwenchana?” tanya Taehyung khawatir.Hyemi mengangguk,namun masih menundukkan kepalanya.Gadis itu menurunkan tangan Taehyung dari bahunya.

“Yah….kenapa kau membantingku eoh?”ujar Jong In memelas.Menghiraukan ucapan Jong In,Hyemi berjalan membelakangi mereka.Taehyung berjalan mengikutinya dan berhenti melangkahkan kakinya ketika gadis itu berbalik dan menatapnya tajam dengan air mata yang membasahi wajahnya.

“Jangan ikuti aku,baboya!” ujarnya dingin kemudian kembali melangkah dan semakin mempercepat langkahnya.Taehyung hanya dapat berdiam diri ditempatnya.Mungkin dia butuh waktu untuk sendirian,batin Taehyung.

“Tae-” ujar Jong In menepuk bahu Taehyung.

“Mwoya hyung?”

“Kau menyukainya?” pertanyaan tak terduga dari Jong In yang membuat Taehyung tertekan.

“Ahh…itu-”

“Jauhi dia.”

“M-MWO?? Dia sahabatku hyung,aku tidak bisa.”

“Oh…kalau sebatas sahabat sih tidak papa..hehehe…”Jong In terkekeh serata menggaruk kepalanya. “Tapi Taehyung,sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu.”

“Apa itu?”

“Sebenarnya aku menyukai Hyemi.Bisakah kau bantu aku?”

.

.

.

.

Riyoung sedang menunggu Jimin namjachingunya didepan gerbang rumahnya.Sesekali gadis itu melirik arlojinya dan merapinkan tatanan rambutnya.Perlahan senyumnya mengembang setelah mendengar suara motor sport,yang tak lain dan tak bukan adalah suara dari motor sport  milik Jimin.

Lelaki itu menghentikan motornya tepat dihadapan Riyoung.Jimin memberikan helm cadangannya kepada Riyoung dan gadis itu menerimanya dan memakainya.

“Cepatlah kita tidak punya banyak waktu.” Ujar Jimin dengan suaranya yang aneh karena mulutnya terhalangi oleh helm yang ia pakai.

“Ne oppa!” Riyoung pun menaiki motor Jimin dan memeluk Jimin erat,bahkan terlalu erat sampai Jimin terbatuk-batuk.

“Yak,mau membunuhku secara romantis nona?” tanya Jimin.

“Ah..mian.Apa sangat sakit oppa?” Tanya Riyoung merasa bersalah.

“Gwenchana.”

.

.

.

.

Sesampainya ditempat tujuan,Jimin menutup mata Riyoung menggunakan saputangan berwarna merah yang sengaja ia bawa.Jimin menuntun Riyoung berjalan memasuki taman yang sudah dihias dengan berbagai pernak-pernik seperti bunga-bunga indah,lampu-lampu hias yang sangat indah dan juga lilin kecil yang ditata rapi membentuk hati.

“Hati-hati…..yap Stop.” Ucap Jimin.

“Oppa….kita dimana? Kenapa sepertinya terang sekali? Udaranya juga segar…” Ucap Riyoung yang masih ditutup matanya.Jimin beralih kebelakang Riyoung dan melepas ikatan sapu tangannya.

“Buka matamu perlahan.” Ujar Jimin seraya memeluk pinggang Riyoung dari belakang dan menaruh dagunya pada bahu Riyoung.

Gadis itu pun membuka matanya dan menganga.

“Saengil chukahabnida chagiya.”Ucap Jimin kemudian mengecupi pipi kanan Riyoung.

“Oppa!” Riyoung menutup mulutnya,air mata bahagianya pun jatuh begitu saja.Jimin melepaskan pelukannya dan berjongkok didepan Riyoung seraya menyodorkan kotak kecil berwarna hitam.

“Ah..oppa apa ini?”ucap Riyoung malu-malu seraya menerima kotak hitam itu.Jimin tersenyum manis,kemudian berdiri menegakkan tubuhnya.

“Bukalah.” Suruh Jimin.Riyoung pun mengangguk kemudian membuka korak itu.

“Kalung,wah oppa!!”pekik Riyoung seraya menghentak-hentakkan kakinya kekanakan karena terlalu bahagia.

“Kau suka?”

“Neomu joahae!!”

Mereka tertawa bersama.Jimin menepukkan tangannya,dan keluarlah beberapa orang.

Beberapa ada yang mendorong piano,membawa biola,saksofon,dan ada juga yang tidak membawa apa-apa.Mereka akan menyanyikan sebuah lagu,tepatnya lagu klasik.Orang-orang sewaan Jimin pun mulai memainkan permainan musik mereka.

“A-apa tidak berlebihan?”tanya Riyoung.

Tidak mengindahkan pertanyaan Riyoung,Jimin langsung merengkuh tubuh gadis itu.Tangan kanannya memegang tangan kiri Riyoung sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang Riyoung.Jimin menempelkan dahinya pada dahi gadisnya itu.

Mereka pun berdansa ditengah-tengah lilin-lilin yang menyala.

“Aku menepati janjiku,untuk menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukmu bukan?”tanya Jimin disertai senyumannya.

“I-iya.Tapi-”

“Ssttt…..tidak ada penentuan waktu.Nikmati saja malam ini bersama.”

“Baiklah.”

Tiba-tiba saja kelopak bunga mawar bertaburan mengenai mereka.Riyoung yang hendak mendongak,secara tak sengaja bibirnya menyentuh bibir Jimin.Membuat lelaki itu tersentak dan membulatkan matanya,dan ekspresi itu membuat Riyoung mengeluarkan smirknya.

Gadis itu mencium bibir Jimin dan melumatnya pelan.Merasa tak ada perlawanan,Riyoung menjauhkan wajahnya dan mendengus kesal kemudian mempoutkan bibirnya.Jimin hanya terkekeh membuat matanya terlihat semakin sipit.

“Dasar gadis nakal.” Ujar Jimin seraya menyentil dahi Riyoung.

.

.

.

.

Eunhee pov

Aku sedang menunggu majikan JanGuk disebuah taman bermain anak yang hanya disinari cahaya lampu yang berada didekat ayunan yang sedang kududuki sekarang.Aish….kenapa lama sekali orang itu.Dan bahkan aku harus bolos les piano gara-gara anjing ini.Dan sudah kupastikan,eomma akan mengoceh lagi gara-gara aku bolos les.

Guk! Guk!

Tiba-tiba saja anjing itu menggonggong dan berlari ke belakang.Karena talinya masih kugenggam akhirnya aku terjungkal kebelakang jatuh dari ayunan dan anjing itu lepas.

“Ah..appo.” rintihku.

“JAN GUUUUUUKKKKK!!!!”pekik seseorang,eh…..suara itu kan…

Aku pun menoleh kebelakang.Jungkook?Benar,itu JUNGKOOK!!!
Kulihat dia memeluk anjingnya itu dengan senyuman bahagianya.Aku meleleh~
Dia tersenyum kepadaku,dan mendekatiku.Berjongkok didepanku.

“Eunhee!”

Ommo!! Dia memanggil namaku?!!!

“M-mwo? Kau tahu namaku?” ah…kurasa wajahku memanas dan mungkin sudah merona.

“Tentu.Gwenchana?” ujarnya panik seraya membantuku berdiri.

“Ah…gwenchana.”kuraba rambutku,aaaaa!!! Kenapa aku bisa seberantakan ini didepan Jungkook.Dengan segera aku merapihkan rambutku dan membersihkan pakaianku.

“Jungkook-sshi….jadi itu anjingmu?” tanyaku basa-basi.

“Anio…ini milik kakekku,tapi aku sering membawanya jalan-jalan.Oh ya,dimana kau menemukan JanGuk?”

“Bukan menemukan,anjing itu sendiri yang datang padaku.”

“Jinjja? Waah…dia sangat suka majikan yang penyayang.JanGuk-ah…apa kau lebih menyukai gadis cantik seperti dia dari pada aku?”

‘Dia bilang….GADIS CANTIIIIIIIIKKKKK!!!!!!!’ pekikku dalan hati.Eunhee!! Kumohon jangan pingsan sekarang!

“eh…ehehehe…” aku hanya terkekeh menahan rasa senang yang sepertinya ingin meledak ini.

“Eunhee….” ujarnya kemudian mencari sesuatu didalam tas merahnya.Kemudian menyodorkan sebuah amplop kecoklatan,sepertinya isinya uang. “Ini.Terimalah,terimakasih karena sudah menemukan JanGuk.”

“Eh…Tidak usah.”

“Waee??”

“Ah…anu itu…”

“Sudah,terima saja ini dari kakek kok.”ujarnya seraya menekankan amplop itu kuat-kuat ditanganku.Dingin,kulitnya sangat dingin kurasakan,tapi melihat wajahnya yang berseri seperti itu,sepertinya dia tidak terlihat sedang kedinginan.

“Mmm…kudengar kau akan berkolaborasi dengan Ahn Sui ya?”tanyaku basa-basi

“Bagaimana kau tahu?”

“Ahh…itu…” Sebenarnya itu karena aku selalu menjadi stalkermu Jeon Jun Guk! Ah tapi konyol jika mengatakan hal itu seara terang-terangan.

“Aku tahu itu dari Riyoung.”dustaku

“Mwo? Riyoung? Kenapa dia membicarakan tentangku?”

skak mat!!

“Ah…bu-bukan tentangmu saja.Dia selalu meneritakan tentang semuanya.”

“Ah…begitu ya.Hmm…Eunhee-sshi,bolehkah aku menyimpan nomormu yang tadi?”

“Ah…te-tentu.”

“Jinjja….hehe,gomawo.”

“Nde….Cheonma.”

Suasana pun mendadak jadi hening.Dan daripada aku terlalu lama tenggelam dalam kecanggungan,aku pun memutuskan untuk pamit pulang dengan alasan guru les pianoku sudah menungguku.

Bodoh….tidak mungkin guru itu menungguku selama berjam-jam.Tapi tak apalah,kufikir itu adalah alasan yang paling masuk akal.Aahh….~ Aku tidak akan bisa tidur malam ini~ Ah….aku sedang berbunga-bunga~

.

.

.

Author pov

Didalam apartemennya Hyemi terlihat sedang frustasi dengan teror sms dari Jong In yang mencemaskannya.

“Aish…Riyoung itu.Beraninya memberikan nomorku pada namja bejat itu!!” pekiknya


Pletak…!!

Satu jitakan keras mendarat mulus dikepala Hyemi dari eommanya.

“Yakk!! Siapa yang mengajarimu berbicara kasar seperti itu?!”

“Agh..eomma neommu appoyo!!!”

“Dan kenapa hari ini kau tidak bekerja? Kau harus kerja,besok kita harus membayar tagihan apartemen!”

“Ah..eomma aku baru saja dipecat.Tenanglah aku juga sedang mencari pekerjaan.”

“Mwo? Kau dipecat dan gaji satu bulanmu tidak diberikan kepadamu?”

“Ani…”

“Aishh….pria tua itu haris kita laporkan ke polisi.”

“Yah…eomma,jangan membesar-besarkan masalah.Sudahlah,lagipula ada pekerjaan yang lebih baik lagi.”

“Pokoknya besok kau harus membayar tagihannya.”

“Ne.” jawab gadis itu malas.Dan setelah eommanya pergi ke dapur,gadis itu berkomat-kamit bergumam tentang eommanya itu.

“Dasar…..enak saja menyuruhku sesuka hatinya.”

Karena mood Hyemi sangat buruk,gadis itu pun melangkahkan kakinya,keluar dari apartemen.Kemudian berjalan kearah kanan dan berhent didepan kamar apartemen nomor 404.Gadis itu memencet tombol pada layar intercom didepannya.

‘Nuguseo?’ terdengar suara seorang gadis dari alat tersebut.Hyemi menghembuskan nafasnya malas.

“Kau bisa lihat sendiri aku siapa.” Ucap Hyemi malas-malasan.

‘Ma-maaf aku sedang tidak menerima tamu.’

“YAK!! SHIN RIN RIN!!”
Ckleeek~


Pintu kamar apartemen Rinrin terbuka.Mulut Hyemi menganga melihat siapa yang membukakan pintunya.Namjoon,pria itu juga terkejut dan mendadak panik setelah mendapat tatapan penuh selidik dari Hyemi.Gadis itu mulai mengendusi bau yang muncul dari tubuh Namjoon dan ia mendadak mual.

“Yak…apa yang barusan kalian lakukan..uwek…bau aneh apa itu?” ujar Hyemi seraya menutupi mulutnya dan tangan satunya menunjuk-nunjuk wajah Namjoon.Akhirnya,Rinrin keluar dengan baju berantakan serba pendeknya.

“A-ah…Hyemi kau jangan salah sangka dulu.” Bisik Rinrin setelah menarik gadis itu menjauh dari Namjoon.Hyemi melihat Rinrin dari atas sampai bawah,hal itu membuat gadis itu semakin yakin Rinrin melakukan ‘itu’ lagi dengan Namjoon.

“Aku tidak yakin…ah….lebih baik aku pergi ketempat lain saja.Bisa-bisa aku terus merasa mual dengan bau kasih sayang kalian.” Sindir Hyemi sebelum meninggalkan kedua manusia yang telah ia nobatkan sebagai dua makluk terkutuk itu.

“Ah…ottokhae?? Ini sudah kedua kalinya bocah itu memergoki kita.”

“Tenang saja,aku yakin dia akan tutup mulut.”ujar Namjoon santai.

.

.

.

.

Hyemi tengah menumpukan kepalanya pada meja dengan lemasnya.Entah sudah berapa tegukan ia meminum wine.Semua ini adalah karena kelalaiannya,sehingga Junbi temannya yang bekerja di klub itu berhasil mengerjainya dan membohonginya untuk meminum wine yang ia sajikan untuk gadis polos itu.

Hyemi……..gadis itu tertawa,setelah menerima telefon dari Taehyung.

‘Kau dimana!’tanya Taehyung dengan nada dinginnya.

“Hehe…aku sedang…ada di rumah…dimana lagi?” ujar Hyemi disela cegukannya.

Dari kejauhan Taehyung menatap gadis itu geram seraya menurunkan iPhonenya dari telinganya.Sebelumnya Taehyung hanya pergi ke klub itu utuk mencari Hyeongjae,karena klub itu adalah milik keluarga atau lebih tepatnya milik appa Hyeongjae.Namun niatnya sudah ia buang jauh-jauh setelah melihat Hyemi.

Taehyung berjalan menerobos orang-orang yang sedang menari-nari disekitar sana.Menghiraukan makian orang-orang yang ia tubruk.Taehyung menggendong Hyemi naik ke bahunya,lebih terlihat seperti Taehyung sedang menculiknya.Tanpa babibu Taehyung membawa Hyemi masuk ke mobilnya dengan susah payah,karena gadis itu terus memukuli punggungnya.

Blam..!!

Taehyung menutup pintu mobilnya dengan keras.

“Tae~ Tolong nyalakan ac nya~Uh….panas sekali.” Ucap Hyemi seraya melepas jaketnya dan hendak melepas kemeja yang ia pakai.Namun ditahan oleh Taehyung.

“YAKK!! NEO MICHEOSSEO???!!!”pekik Taehyung panik membuat gadis itu menatapnya dengan matanya yang terlihat sulit untuk dibuka.

“Hehehee…..” tiba-tiba saja Hyemi terkekeh kemudian menangkup pipi Taehyung dengan kedua tangannya.

“Mwo?Mwo?Mwo?” tanya Taehyung seraya memelototkan matanya.Dan tanpa ia duga gadis itu mencium bibir Taehyung dan menekan kepala Taehyung.Hal itu membuatnya sedikit terkejut,dan keterkejutannya bertambah saat gadis itu memasukkan tangannya kedalam baju Taehyung.

Dengan segera Taehyung mendorong Hyemi dan memasangkan sabuk pengaman pada gadis itu.Beberapa detik Hyemi menggeliat membenarkan posisinya,kemudian kembali tenang.Taehyung menghela nafasnya.

“Astaga…..itu tadi sangat berbahaya.” Taehyung melirik Hyemi.

“Hoo..!! Aigoo!! Haisshh…Jinjja!!!” Taehyung mengacak-acak rambutnya frustasi.

.

.

.

Korea National University of Arts,at break time.

Nampak beberapa pasang manusia(?) sedang duduk berhadapan dikantin sekolah.Siapa lagi kalau bukan Riyoung,Eunhee,Rinrin dan Hyemi.Ketiganya sedang menatap Hyemi yang memakan makanannya dengan suasana hati yang tidak tenang.

“Yah….kau ini kenapa?”tanya Riyoung dengan wajah sinisnya.

“Semalam kau kemana? Ibumu mencarimu tahu?”timpal Rinrin tak kalah sinis.Kini Eunhee membenarkan kacamatanya dan mendekati wajah Hyemi,berniat untuk mengetes kejujuran Hyemi dengan membaca pikiran gadis itu lewat pergerakan matanya.

“Sepertinya seragammu baru.Kau dapat dari mana? apa ibumu tidak marah.Kau bilang kau baru saja dipecat dan kau tidak diberi uang gaji.Bagaimana kau mendapatkan seragam semahal ini?” tanya Eunhee

“Ha-haruskah aku menjawab itu semua?” tanya Hyemi dengan gugup,membuat ketiga gadis itu lebih semangat menanyainya dan mereka mengangguk.

“Se-semalaam…aku..pergi ke….Aku semalam pergi mencari kerja.”

“Kau mengarang ya?” tanya Eunhee meyakinkan.

“Aku serius.”

“Darimana kau dapat seragam baru.Heol~Daebakk bahkan name tag-mu berwarna gold.Bukankah seragam yang seperti ini sangat mahal?”Ujar Rinrin dengan nada menuntut.

“Itu….”

“CHAGIYAAAAA!!!!!” pekik Jimin yang berlari memasuki kantin yang diikuti namjoon dibelakangnya dan Jimin pun langsung memeluk Riyoung dari belakang karena posisi Riyoung yang sedang duduk.

Hyemi menghela nafasnya lega dan dia berfikir dengan adanya Jimin yang berisik dan Namjoon yang selalu membawa Rinrin pergi,mungkin akan sedikit mengurangi bebannya.

“Yah…oppa,bogoshipeo!!” Riyoung memeluk lengan Jimin yang memeluknya.

“Rin-ah..kajja.” ajak Namjoon pada Rinrin,namun kali ini Rinrin menggeleng membuat Namjoon terbingung.

Rinrin dan yang lainnya kembali menatap Hyemi intens,membuat gadis itu terhenyak.Kini Hyemi malah semakin tersudutkan karena Jimin dan Namjoon ikut-ikutan menanyainya.

‘Habislah aku……..’ batin Hyemi menangis.

.

.

.

To be continued…

Riyoung

Character of “Park Riyoung”

hyemi

Character of “Park Hyemi”

Eunhee

Character of “Jung Eunhee”

Rinrin

Character of “Shin RinRin”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s