You’re like an Angel || BTS Jimin || OneShoot


10422972_1617651445123751_1897748494297910677_n

Author : ChaCha Park (@babypyo23)

Tittle : You’re like an angel

Main cast :

  • Kim Cheonsa [OC]
  • Park Jimin

Support cast :

  • Kim Seokjin
  • Kim Namjoon
  • Kim Taehyung

Genre : Family,Romance,Angst*maybe

Ratting : PG-15

Leght : Oneshoot

Disclaimer : Loha~ Loha~ Author balik dengan FF terbaru nih.FF ini murni buatan author yang ide-idenya muncul begitu aja pas belajar matematika *apa pengaruhnya coba? Kekeke author pun juga heran jadinya.Okei maaf kalo ada kesamaan ‘action’ di fanfict ini.Tapi yang jelas fanfict ini murni dari ide aneh author.O.K.A.Y.DILARANG COPAS!! Happy Reading!!

 

Jika saja sebelumnya aku tahu

Jika itu adalah kau

Mungkin aku tak akan seperti ini

 

Jika aku menemukanmu

Jika aku melihat dan mengerti akan suatu hal tentangmu

Mungkin aku akan mulai menyukaimu

 

Andai saja aku bisa memutar waktu

Aku akan datang ke pelukan hangatmu

Dan mencintaimu sepenuh hatiku

 

#

#

#

 

∴∵You’re like an angel∴∵

 

Seoul,06:15 KST
“HYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” pekik seorang yeoja cantik dengan rambut reddish brown panjangnya yang nampak acak-acakan karena baru saja terbangun dari tidurnya.Dikejutkan oleh dua namja disisi kanan kirinya yang mulai membuka mata mereka karena suara pekikan gadis itu.

“Eoh…..Cheonsa.Selamat pagi.” Ucap namja yang notabene-nya adalah kakak tertua di keluarga Kim.Bernama Kim Seokjin.

“Kau sudah bangun little angel.Selamat pagi.”Ucap namja bertindik bersurai orange disamping kiri Cheonsa.Kim Taehyung.

Cheonsa berdiri diatas ranjang tidurnya kemudian menendang kedua ‘oppa’ nya itu hingga terjatuh dari tempat tidurnya.Karena telah kesekian kalinya kedua oppanya itu menelusup masuk ke kamarnya ketika orang tua mereka sedang ada bisnis diluar kota.

“Yaak…!! beraninya kau menendangku.” Pekik Taehyung seraya mengusap pantatnya yang terbentur lantai yang terlapisi karpet bulu berwarna putih.Jin pun melakukan hal yang sama seraya meringis kesakitan.Cheonsa menghentakkan kakinya kesal.

“Oppa!!! Aku ini sudah besar,aku sudah berani melakukan apapun sendirian.Aku bisa tidur sendiri!! Bisakah oppa tidak mengulangi hal ini lagi? Aah…oppa jaebal….Sekarang aku sudah tidak seperti dulu yang ingin selalu bersama kalian.Sekarang tolong biarkan aku melakukan semuanya sendiri.”

“Cheonsa-”

“Setidaknya berikan kami morning kiss.” Cheonsa langsung memberikan Glare kepada Taehyung.

“Bukankah dulu kau sering meminta ciuman dari kami?” goda Jin membuat Cheonsa menghembuskan nafasnya kasar,seolah menahan emosinya.

“Baiklah,untuk yang terakhir Ok?!”

“OK!” seru kedua namja itu berlari kecil kearah Cheonsa dan mengecup kanan kiri pipi Cheonsa.Sedangkan yang dicium hanya memasang wajah kesalnya dan mengayunkan tangannya menunjuk pintu kamarnya.

“Sekarang keluar dari kamarku.Hari ini aku harus berangkat pagi ke sekolah,aku bisa telat kalau kalian terus menggangguku.”

“Baiklah.” Ucap Jin seraya membuka pintu kemudian memasuki pintu didepan kamar Cheonsa yang bertuliskan ‘Seokjin’ dipapan yang menggantung didepan pintu itu.

“Kenapa oppa masih ada disini?” Cheonsa melipat tangannya didepan dadanya seraya menatap Taehyung dengan sinisnya.Senyum taehyung merekah,memperlihatkan sederet gigi putihnya.Ia mengacak rambut Cheonsa gemas.

“Kau harus selesaikan sekolahmu dengan baik ya.Aku ingin hari ini kau dinyatakan lulus dan cepat-cepat satu sekolah dengan kami.Semoga berhasil~”
Blaaaam~


“Huh….satu sekolah dengan mereka? Hiii~ Terdengar mengerikkan.” Cheonsa bergidik.Kemudian ia berjalan menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya dan segera bersiap berangkat sekolah untuk mendapatkan hasil ujiannya selama ia berada di Junior high school.

∴∵You’re like an angel∴∵

Cheonsa nampak tegang dengan hasil ujiannya.Ia menggenggam erat kertas yang berisikan foto,biodata serta nomor pesertanya.Beberapa menit kemudian ia menganggukkan kepalanya setelah memantapkan hatinya untuk menerima hasil dari usaha kerasnya.

Cheonsa mulai mencari nomornya ‘1004’ pada tabel di papan pengumuman itu.Cheonsa menghentikan jari telunjuknya setelah menemukan nomor yang ia cari.Matanya membelalak tidak percaya,tubuhnya pun membeku.

“Yak! Kim Cheonsa.Aku heran dengan apa yang diajarkan oppa-oppa byuntae-mu itu kepadamu.Sampai-sampai kau mendapatkan juara nomor 2 sesekolah ini.Dan sepertinya aku mendapat sainganbaru,jika kita satu sekolah lagi.Tapi kau tetap tidak bisa mengalahkanku.Aku yang nomor satu disini.” ketus yeoja dibelakang Cheonsa yang notabenenya adalah musuh Cheonsa sejak ia masuk Junior high school.Cheonsa berbalik memandang yeoja dibelakangnya,ia tersenyum dan langsung memeluk yeoja itu.

“Hyaaaa!!! Aku tidak percaya ini!! Ini sungguh membuatku bahagiaa!!!”

“Yah…!! Kau gila?! Lepaskan aku!!”yeoja itu merapikan seragamnya dan tatanan rambutnya yang dirusak oleh Cheonsa,seraya menatap Cheonsa dengan tatapan sinisnya.Cheonsa pun melepaskan pelukannya,namun wajahnya masih berbinar-binar yang menunjukkan bahwa ia sangat bahagia sekarang ini.

“Hehehe….Cho Yemi-ssi.Terimakasih selama ini sudah mau menjadi musuhku.Aku senang bersaing denganmu.”

“Aku tak pantas menerima terimakasih darimu.”

“Yah….kau mengatakan ini karena kau sadar kalau kau tertalu sering membuatku kesal.Tapi aku tetap menagnggapmu teman kok.”

“Bukan….bukan itu kok maksudku.Kau jangan sok tahu.”

“Yasudah terserah kau.Huah..aku harus melakukan apa ya untuk berterimakasih kepada oppaku karena telah membantuku belajar?Bagaimana menurutmu Yemi-ssi?”

“Bagaimana kalau aku saja?”

“M-MWO??!! Kau ingin aku menyerahkan dirimu sebagai hadiah untuk mereka? Ckckck…..aku tidak akan melakukan itu.Aku tidak mau mereka melakukan hal yang aneh-aneh kepadamu.”

“Justru itu.Yaaahhh!!! Mereka melakukannya hanya denganmu kan.Itu tidak adil!!! Aku juga mau.Aku mohon….”

“Tidak-tidak!! Ish….aku fikir sifat jelekmu itu sudah hilang.Ternyata masih saja seperti dulu.Dasar nappeun yeoja.”

“Memang.Tapi apakah pantas nappeun yeoja mengatai temannya nappeun yeoja juga? Aku heran,bagaimana bisa dadamu itu membesar dalam waktu satu bulan.Mereka melakukan itu kepadamu kan?” Ucap Yemi menunjuk dada Cheonsa,seketika Cheonsa memeluk tubuhnya.

“Yakk!! Aku ini tak seperti dirimu.Punyaku alami tauk! Enak saja mengataiku dengan hal sejorok itu.” Gerutu Cheonsa kesal.Yemi melipat kedua tangannya didepan dadanya.

“Bukankah oppamu juga berfikiran jorok tentangmu.Ish….benar-benar…..cinta dengan saudara kandung itu dilarang!! Lebih baik mereka untukku saja,lagi pula dadaku lebih besar dari punyamu.”

Pleetaakkk!!


“Ahh….appo! Yak!! Beraninya kau menjitakku seperti itu.Aish…jinjja.”gerutu Yemi yang terkena jitakan Cheonsa.

“Berhentilah membicarakan hal itu.Lagi pula tidak ada yang melarangmu mendekati oppaku.Dekati saja,asal mereka mau denganmu.”

“B-baiklah!! Aku akan datang kerumahmu nanti malam.”

“Mwo? Tidak boleh.Lainkali saja ya…hehehe”

“Aku mohon~”

“Hari ini appa dan eommaku akan pulang.Jadi aku tidak bisa membawa temanku untuk datang kerumah.Kami harus menyempatkan waktu untuk bersama.” Dusta Cheonsa.

“Kau yakin?”

“Ne.Ah..aku telat.Yemi-ssi sampai jumpa besok di upacara kelulusan.Aku pergi ya anyeong!!”ucap Cheonsa seraya berlari menjauh dari yeoja bernama Shin Yemi itu.

“Huweee…!! Eommaa!! Aku gagal bertemu dengan Taehyung oppa!!! Huwaaa…eommaaa!!!” rengek Yemi seraya menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil.

∴∵You’re like an angel∴∵

Cheonsa memasuki rumahnya yang nampak sangat sepi dan gelap.Ia berjalan sambil berusaha memanggil-manggil oppa dan bibi Han(pembantu keluarga Kim).Cheonsa mengayun-ayunkan tangannya seperti sedang mencari sesuatu.

“Aish….kenapa rumahnya dibiarkan gelap.Oppa!!! Bibi Han!! Kalian dimana?!” pekik Cheonsa.Tiba-tiba lampu ruangan itu menyala,membuat Cheonsa menyipitkan matanya,perlahan ia melihat hiasan di seluruh ruang keluarga,dan kertas karton yang bertuliskan ‘Hari Kelulusan Cheonsa’.


Poook…..pook…..pokk…!!

 

“Kejutaaaann!!!” Seru ketiga oppa Cheonsa dan kedua orang tuanya.Cheonsa menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya,dan mulai menangis terharu kemudian berlari memeluk kedua orang tuanya.

“Terimakasih.” Ucap Cheonsa disela isakannya.

“Iya.Kami juga sangat bangga denganmu nak.” Ucap Ny.Kim seraya mengelus punggung Cheonsa.

“Kau sudah melakukannya dengan sangat baik anakku.”tambah Tn.Kim seraya memegang bahu Cheonsa.

“Ne.appa,Aku dapat urutan nomor dua loh!” ucap Cheonsa seketika appa dan eommanya terkejut.

“Wah…hebat.Bagaimana bisa,kau belajar darimana nak?” tanya Tn.Kim.Cheonsa melirik kearah tiga namja yang sedang berpose.Cheonsa tersenyum.

“Aku belajar dari Namjoon oppa.”ucap Cheonsa seraya terkekeh.

“Mwoo?!! Kami berdua juga membantumu!”ucap Taehyung tak terima,disambut anggukan oleh Jin.Cheonsa berlari kecil kearah tiga namja itu,seketika ketiganya memeluk Cheonsa dengan gemasnya.

“Aku menyasangi kalian semua.” Ucap Cheonsa,Seketika ketiganya saling menatap satu sama lain tanpa sepengetahuan Cheonsa,kemudian melepaskan pelukan mereka.

“Tidak adil.Kau harus pilih salah satu dari kami,little angel.Kalau kau pilih aku,aku akan membuatmu merasa hangat.Itu kan tipe idealmu.” ucap Taehyung,

“Pilih aku saja.Aku akan membuatmu menjadi orang yang jenius!Aku akan setia mengajarimu materi-materi yang tak kau mengerti dengan perlahan.” ucap Namjoon.

“Aku akan memasak untukmu setiap hari.Aku akan memberikan kelembutanku kepadamu.”

‘Rasanya ada maksud aneh dibalik kata-kata mereka.’ Batin Cheonsa dengan jijiknya membayangkan apa yang kira-kira sedang ada dipikiran ketiga oppanya itu.

“Aku kan sudah punya seseorang yang aku suka.” Ucap Cheonsa enteng seraya berjalan menuju meja didepan kedua orangtuanya,yang disana terletak kue krim dengan buah-buahan sebagai topping yang menghiasi kue itu.Sedangkan ketiga oppanya langsung memojok,entah apa yang sedang mereka perdepatkan.Cheonsa tak perduli dan lebih memilih untuk memotong kuenya untuk kedua orang tuanya dan untuknya sendiri.

“Kita harus cari namja itu.”ujar Jin berbisik.

“Tapi kita tak tahu seperti apa bentuk fisiknya,bahkan namanya pun kita tak tahu.”Ujar Namjoon tak yakin.

“Kita harus pastikan namja itu adalah namja yang baik-baik.”Ucap Taehyung dengan emosi yang berapi-api.

“Pertama-tama kita harus menanyakannya kepada Cheonsa-”

“Yaaakk!!! Oppa!! Kalian sedang apa,cepan kesini.Kalian mau kue tidak!!”pekik Cheonsa kesal.

“Cheonsa….bersikaplah lebih baik dengan oppamu.”Ujar Ny.Kim sedangkan Tn.Kim hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya itu.

“Sejak kapan kau berpacaran dengannya.”tanya Jin

“Sejak 3 tahun lalu mungkin.”

“APA!!!??”

“Siapa namanya?” tanya Taehyung geram karena Cheonsa menjawab dengan tanpa melihat sedikitpun kearah mereka,memberi kesan cuek kepada oppanya.

“Hmm…dia tidak menyebutkan namanya,jadi saat itu juga aku tidak memberitahu namaku.Tapi dia menyuruhku untuk memanggilnya Mr.X saja.Aku bertemu dengannya saat aku membuat kesalahan di toko buku,dia yang membantuku.Aku tidak tahu wajahnya seperti apa,karena saat itu dia memakai masker dsn kami hanya berhubungan lewat telefon dan pesan saja.Tapi bagaimanapun wajahnya,aku tetap menyukainya sebagai kekasihku kekeke….sekarang mau ngomong bagaimana lagi kalian.”tantang Cheonsa.

“Manyedihkan.” Gumam Namjoon

“Cih….kencan macam apa itu.” Komentar Jin.

“Pasti dia jelek.” Gumam Taehyung.Cheonsa memberikan tatapan tajamnya ke arah Taehyung.

“Kapan-kapan ajak dia kemari.” Ucap Ny.Kim.

“Ogh? I-itu….a-anu-” kini semua mata memandang Cheonsa,menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut gadis itu. “Dia menghilang sejak 4 bulan setelah kami berpacaran.Dan hanya mengirimiku pesan.”

“Ish…sudah kubilang anak kecil tidak boleh berpacaran.”tegas Jin.Cheonsa menunduk dalam.

“Padahal dia bilang dia akan kembali kemarin.Tapi ternyata dia membohongiku.”gumam Cheonsa memandang lantai. ‘Aku akan tetap menunggunya selama aku masih bisa bernafas.’ Batin Cheonsa.

∴∵You’re like an angel∴∵

4 years later
Sebuah mobil lexus merah tengah melaju kenjang dijalanan luas yang sepi,dibelakangnya diikuti mobil lainnya yang berwarnya hitam.Didalam mobil merah itu tampak seorang yeoja yang sedang mengenakan mini dress putihnya,ia menangis tersiak,air matanya membuat make up nya luntur.

Dengan masih menangis tersiak ia melepaskan tali pengikat rambutnya dan membiarkan rambut coklat kemerahannya terurai begitu saja.Ia menghapus lipstick nya kasar menggunakan tangan kanannya,sedangkan tangankirinya sibuk menyetir.Ia menambahkan kecepatan mobilnya,meluapkan emosinya.

“Cheonsa!!! Cheonsa!!! Berhenti!!!” pekik Taehyung salah satu dari ketiga namja yang berada di mobil hitam yang mengejar mobil Cheonsa.Cheonsa hanya melirik kearah kaca spion,sampai kemudian ia kembali menambahkan kecepatan mobilnya.

“Maafkah aku Oppa,appa,eomma.Tapi aku akan tetap menunggu namja chinguku,kalau perlu aku akan pergi ke acara pertunangannya dan menghancurkan pestanya.” Gumam Cheonsa.

.

.

.

Seorang yeoja nampak terlihat murung didepan cermin,saat beberapa penata rias itu mendandaninya untuk acara pertunangannya dengan namja yang tak dikenalnya.Baru kemarin ia menyetujui perjodohannya dengan anak pengusaha terkenal sekorea yang memiliki beberapa cabang perusahaan dinegara lain.Ia mengutuk dirinya yang menyetujui perjodohannya dengan mudahnya saat ia terlahap emosi setelah namjachingunya mengakhiri hubungan mereka.

“Begitu bodohnya aku.” Gumam Cheonsa

“Kau menyesal?” tanya Taehyung yang berdiri dibelakang Cheonsa yang sudah siap dengan riasannya.Yeoja itu tersenyum palsu kemudian menggeleng.

“Jangan bohong!! Aku bisa membantumu kabur.” Ucap Namjoon yang terlihat marah,Jin pun menepuk bahu Namjoon.

“Aku ingin membahagiakan appa dan eomma.Bagaimanapun nasib perusahaan ada ditanganku,jika aku menikah dengan namja itu perusahaan appa akan-”

“Cukup!! Berhenti bersikap seakan kami tak berguna sama sekali.”bentak Taehyung.

“IYA!!! Kalian memang tidak berguna!! Otak kalian diisi apa sih? Apa kalian hanya ingin semua ini hancur,keluarga kita? perusahaan?!!! Apa sampai sekarang kalian tetap menginginkanku? Kita ini saudara oppa ingat itu!!!”

“Terserahkau!!” Taehyung menonjok kaca rias didepan Cheonsa kemudian pergi begitu saja dengan tangan yang bercucuran darah.

“Aku kecewa denganmu.” Ucap Namjoon memberikan tatapan kecewanya kepada Cheonsa kemudian pergi menyusul Taehyung.Jin membungkuk mencubit pipi Cheonsa dan tersenyum.

“Aku akan ikut marah jika kau menangis sekarang.”

“Oppa tak marah kepadaku?”

“Untuk apa?”

“……” Jin tersenyum,kemudian merogoh iPhone pink dari dalam sakunya kemudian memberikannya kepada Cheonsa.Cheonsa pun menerimanya dengan sopan.

“Ini punyaku.Dimana oppa menemukan ini?”

“Didepan pintu rumah.Aku menemukannya karena ada panggilan masuk.Coba kau berbicara dengannya,dia ingin bicara sesuatu kepadamu.” Ucap jin menepuk kedua bahu Cheonsa lalu pergi meninggalkan ruang rias Cheonsa.

Cheonsa melihat daftar panggilan masuk.Ia melihat mantannya menelefon sebanyak puluhan kali.Ia terdiam sejenak.Apa ia harus mengucapkan selamat berpisah juga kepada mantan kekasihnya dan mengatakan bahwa ia akan bertunangan.Cheonsa pun memutuskan untuk menghubungi nomor mantan kekasihnya tersebut.Diseberang sana,namja itu langsung mengangkat panggilan dari Cheonsa.

‘Yeoboseo,Nona kutu buku….’

“Eum….untuk apa kau menghubungiku lagi.Kau sudah bukan siapa-siapa lagi bagiku.Bukannya kau yang memutuskannya kemarin dan mengakhirinya begitu saja tanpa alasan.Oh….di tempatmu disana banyak yeoja yang bertubuh lebih bagus dariku ,pantas saja aku kalahApa kau juga mengencani mereka.” Sinis Cheonsa,berusaha menahan emosinya.

‘Bukan begitu…..Oke sekarang aku akan mengatakan alasan kenapa aku melakukan hal itu.Kau harus tahu jika ayahku adalah pengusaha terkenal.Untuk memperluas peluang bisnisnya,ia menggunakanku dan menikahkanku dengan yeoja anak pengusaha lain yang bekerasama dengan appaku.Aku benar-benar minta maaf,aku tidak bisa menolak perintah appaku.Aku melakukannya dengan terpaksa.’

“A-a-apa?” saat itu juga air mata Cheonsa jatuh.

‘Sejak beberapa bulan lalu sebenarnya aku sudah pulang ke Korea.Karena aku tahu tak ada gunanya aku pergi ke LA untuk berusaha menjauhimu dan melupakanmu.Aku tidak bisa,setiap aku bernafas aku selalu memikirkanmu,bahkan aku mendengar suaramu.Nona kutu buku….meski aku tidak akan bisa memilikimu lagi hatiku akan terus terbuka untukmu seorang.’

“Aku juga oppa….hiks..” Cheonsa membungkam mulutnya.

‘Jangan menangis nona kutubuku.Berbahagialah dengan namja lain yang bukan aku,aku yakin ada yang lebih baik dariku’

“Tidak” lirih Cheonsa

‘Sampai disini dulu ya. Aku harus pergi.Anyeong’

Panggilan pun terputus,Cheonsa menjatuhkan iPhonenya.Kemudian berlari keluar dari gedung hotel itu.Menuju basement,dan mengendarai mobil miliknya.Ketiga oppanya yang mengejarnya menghadangnya namun ia mengacuhkannya dan lebih memutuskan untuk kabur dan pergi menuju rumah namjanya.

.

.

.

Cheonsa semakin terisak dengan kejadian beberapa menit lalu yang membuatnya labih sakit dari yang sebelumnya.Ia mengusap air matanya.Tanpa ia sadari dari arah yang berlawanan sebuah truk pengangkut barang sedang hendak melintasi jalan yang berada didepan mobil Cheonsa.

“CHEONSA AWAS!!!!” pekik Jin yang mesih bisa didengar Cheonsa membuat gadis itu mendongakkan kepalanya dan membelalakkanmatanya.Tangannya kembali terfokus menyetir bermaksud untuk memutar arah.

Namun gagal,belum sempat ia memutar arah,truk itu sudah menabrak mobil Cheonsa dan mebuat mobil itu terguling sekitar 10 meter didepan truk itu.

“CHEONSA!!!!” ketiga namja itu sangat tak menduga hal ini terjadi kepada yeodongsaeng-nya.Namjoon mengarahkan mobilnya mendekati mobil Cheonsa yang sudah dalam keadaan terbalik dan hancur disana sini.Sopir truk itu nampak panik dan segera melajukan truknya.

Taehyung dan Jin berlari kearah mobil Cheonsa sedangkan Namjoon yang amarahnya meluap,memutuskan untuk mengejar supir truk yang menabrak mobil Cheonsa.

“Cheonsa” lirih Taehyung memegang tangan Cheonsa yang penuh darah.Taehyung dan Jin menangis melihat tubuh yeoja itu penuh darah termasuk dikening yeoja itu yang terdapat darah yang mengalir banyak.Taehyung menarik tubuh Cheonsa,agar tubuh gadis itu tidak terjepit didalam mobilnya.

“Ambulance hyung.” Ucap Taehyung pelan.Jin yang sedang menelefon pihak rumah sakit untuk megirim ambulance ke tempat mereka. “SURUH MEREKA LEBIH CEPAT HYUNG!!!!” bentak Taehyung disela isakan tangisnya.

“AKU SUDAH MENYURUH MEREKA UNTUK CEPAT BODOH!!!” bentak Jin yang juga menangis sedari tadi.

∴∵You’re like an angel∴∵

“Benarkah?! Yeoja itu kabur?Jadi aku bisa pergi sekarang.” Ucap namja yang berpenampilan rapi dengan jas dan celana nya yang berwarna putih dan dengan rambut hitamnya yang ditata rapi.

“Sepertinya acaranya akan ditunda untuk sementara.Tuan muda mau kemana?”

“Aku ingin pergi sebentar.”ucap namja itu pergi meninggalkan pengawal pribadinya.
Park Jimin.Namja itu tengah melajukan mobilnya seraya menekan tombol di iPhonenya kemudian memasang headset disalah satu telinganya.Beberapa detik kemudian ia nampak frustasi.Kemudian menepikan mobilnya dipinggir jalan.

“Arghhh……kenapa dia tak menjawab telefonku?!” gumamnya.Ia pun memutuskan untuk menulis pesan untuk seseorang.Kemudian meletakkan iPhonenya.

“Alamatnya aku tak tahu,wajahnya aku juga sudah mulai lupa karena aku hanya satu dua kali bertemu dengannya,bahkan aku menyakitinya.Aku benar-benar bodoh.” Gumam Jimin.

∴∵You’re like an angel∴∵

Kini ketiga namja bermarga Kim itu sedang duduk termurung didepan pintu UGD dirumah sakit.Berharap sang dokter keluar dan memberikan kabar baik tentang yeoja yang sedang sekarat didalan ruang operasi.Cheonsa juga ikut duduk menangis diantara mereka bertiga.

“Aku tidak bisa dilihat oleh mereka….hiks….aku sudah mati…” ucap Cheonsa.Kemudian ia kembali berdiri didepan Taehyung.

“Taehyung oppa!!! Yaaakkk!! Babo!! Dengarkan aku!!” ucap Cheonsa,namun Taehyung benar-benar tidak mendengarnya.Sekarang Cheonsa hanyalah roh yang terpisah dari tubuhnya.Ia kembali menangis saat berada didepan Jin yang terlihat tak kalah terpukulnya dari Taehyung.

“Oppa….mereka hanya marah padaku kan.Mereka berpura-pura tidak melihatku kan.OPPA!!! KATAKAN KEPADAKU!!” Cheonsa beralih melihat Namjoon yang berada disamping Jin.

“Oppa….aku benar-benar minta maaf.”

Tiba-tiba pintu terbuka,membuat mereka berdiri dan menghampiri suster yang baru saja keluar dari ruang operasi tersebut.

“Apa saudara keluarga korban?”

“Iya sus,kami bertiga saudara kandungnya.”

“Pasien kehilangan banyak darah dan butuh pendonor.”

“Ambil darahku sus,tolong selamatkan nyawa Cheonsa.” Ucap Jin.

“Aku juga!” ucap taehyung dan Namjoon bersamaaan.

“Oppa~” lirih Cheonsa kembali menangis.Ia terduduk memeluk lututnya ketika ketiga namja itu pergi mengikuti suster yang muali berjalan kearah sebuah ruang lab.Beberapa detik kemudian Cheonsa menghilang dari tempatnya.

∴∵You’re like an angel∴∵

Tn.Kim memeluk istrinya yang hampir terjatuh karena shock melihat satu-satunya anak perempuannya sedang tergeletak koma,dengan perban dikepalanya dan alat bantu bernafas yang menutupi hidung dan bibir cantik gadis itu.

“Nona Cheonsa telah selamat dari masa sulitnya.Jantungnya berhenti berdetak saat kami hendak memulai operasi,namun kembali berdetak sekitar 10 detik kemudian.Benturan dikepalanya mengakibatkan pendarahan disekitar otaknya membuat Nona Cheonsa koma.Tulang lengan kirinya patah,tapi kami sudah mengatasinya dengan baik.Kami akan terus memantau perkembangan Nona Cheonsa.Saya perisi dulu.”

“Terimakasih dok.” Dokter itu pun keluar dari kamar 104 dengan diikuti perawat dibelakangnya.

“Cheonsa…..apa yang kau lakukan nak…..kenapa bisa seperti ini.” Lirih Ny.Kim disela tangisannya.Namun hanya suara alat pendeteksi jantung yang menyambut pertanyaan wanita paruh baya itu.

“Sudahlah yeobo….tenangkan dirimu.Kita do’a kan agar Cheonsa cepat sadar.”

Di sudut ruangan ketiga namja itu tetap duduk termenung.Mereka masih terpukul dengan kejadian hari ini.Sesekali mereka kembali menangis mengingat,masih beberapa jam lalu mereka melihat senyuman dan tawa Cheonsa.Dan sekarang senyuman dan tawa itu telah menarik mereka kedalam kesedihan seperti yang sekarang ini.

∴∵You’re like an angel∴∵

“Eh? Kenapa aku disini lagi?” ujar Cheonsa setelah mendapati dirinya berada ditengah jalan.Melihat mobil merahnya yang diderek.Juga polisi yang sedang menanyai seseorang yang nyatanya adalah pelaku atau supir truk yang menabrak mobil Cheonsa.Ia juga melihat garis garis polisi yang mengitari tempar kejadian itu.

“Yaahh!! Awas!!” pekik seseorang yang tiba-tiba menarik Cheonsa menepi ke pinggir jalan.Cheonsa mengedipkan matanya berkali-kali melihat namja yang kini ditindihnya,yang sedang meringis kesakitan akibat punggungnya terbentur aspal jalan.

Namja itu mendorong tubuh Cheonsa kemudian berdiri.

‘Aku bisa menyentuh manusia?’batin Cheonsa seraya memandangi kedua telapak tangannya kemudian memandang namja didepannya. ‘Dia bisa melihatku?’

“Yah..!! Kau gila? Jika kau mati tertabrak mobil bagaimana?!”

“Aku?” Cheonsa mendekatkan wajahnya pada namja itu kemudian menatapnya lekat-lekat.Sampai sedetik kemudian Cheonsa menarik nafasnya terkejut.

“Kau ini kenapa?”

“Kau bisa melihatku???”

“Tentu saja aku bisa melihatmu.Aku tidak buta.”

“Kau sungguh-sungguh bisa melihatku?”

“Yaah…kau ini!!!”

“Kau kenapa anak muda?” tanya seorang ajjusshi dari dalam mobilnya membuat namja itu menoleh kearah ajjusshi itu.

“Ah…maaf aku berteriak-teriak.Aku sedang memarahi gadis-”

“Gadis? Gadis yang mana?”

“T-t-t-tadi aku melihatnya disini.Kemana perginya?”

“Anak muda,sedari tadi aku melihatmu berbicara sendiri.”

“Bagaimana bisa?”

∴∵You’re like an angel∴∵

Jimin melempar jasnya kesembarangan arah,ia menghempaskan tubuhnya di sofa empuknya kemudian menatap langit-langit kamar apartemennya.Ia kembali berdiri dan melepas kemejanya dan membuangnya kesembarangan arah seraya memasuki kamar mandi sampai ia menutup pintu kamar mandinya.

Cheonsa muncul,ia terduduk disofa seraya melipat kakinya,melipat tangannya didepan dadanya dan menggeleng-geleng melihat tingkah namja yang barusaja dilihatnya masuk kedalan kamar mandi.

“Benar-benar namja urakan.” Cheonsa mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan apartemen Jimin.Ia bergidik sejenak lalu ia berdiri. “Baiklah keputusanku adalah aku akan tinggal disini untuk sementara,jadi aku harus membersihkan tempat ini.” Cheonsa pun mulai merapikan tempat itu dan membersihkannya.
4 minute later~

“Hhh….segarnya~” gumam Jimin keluar dari kamar mandinya.

“Oh! Kau sudah selesai mandi.Kenapa mandimu lama sekali?” tanya Cheonsa seraya berjingkat kearah Jimin dan mendekati wajah Jimin ,membuat Jimin berteriak dan tubuhnya tumbang ke belakang.

“O-ow~ aku tidak boleh melihat ini.” Ucap Cheonsa seraya menutup matanya ketika handuk putih yang melilit tubuh bagian bawah Jimin terlepas.

“YAAA!!!! KAU SIAPA??!! BAGAIMANA KAU MASUK??!!!” Cheonsa menutup telinganya seraya meringis,membuat kekesalan Jimin bertambah.

“Aku masuk begitu saja.Bagaimana ya? Aku juga tidak tahu.”ucap Cheonsa santai seraya berjalan menuju sofa dan duduk membuat dress bagian bawahnya tersingkap.Jimin menelan ludahnya dengan kasar saat menyadari bahwa gadis yang ia lihat itu hanya mengenakanminidress sepahanya yang membalut tubuh gadis itu.

“K-k-kau kan yeoja gila yang mencoba bunuh diri yang kutemui tadi siang?”ucap Jimin seraya menunjuk Cheonsa yang mulai memasang seringaiannya.

“Iya.” Ucap Cheonsa tak melupakan ‘Aegyeo’nya.

“Kenapa kau kemari? Bagaimana kau bisa masuk ke apartemenku?”

“Aku kemari hanya untuk berterimakasih.”Cheonsa berlari kecil kearah Jimin. “Kau benar-benar bisa melihatku yah.” Cheonsa menusuk-nusuk dahi Jimin mengenakan telunjuknya.Jimin menepis lengan Cheonsa. “Hwaah…ini bereaksi!!” pekik Cheonsa kegirangan.

“Keluar dari sini!!!” perintah Jimin mendorong tubuh Cheonsa keluar melalui pintu kemudian Jimin kembali mengunci pintu apartemennya.Namun ketika Jimin berbalik,yeoja itu tengah berdiri dihadapannya memandangnya dengan mata yang berbinar-binar.

“Bagaimana-kau-bisa-bi-bisa-masuk?”tanya Jimin seraya memandang Cheonsa dan pintu dibelakangnya bergantian.

“Aku bisa menembus pintu.Aku bisa pergi kemanapun yang kumau.”

“H-hantu”guman Jimin ketakutan karena pada dasarnya ini kali pertamanya ia melihat hantu selama hidupnya.

“Aku baik kok.Aku tidak akan ganggu,asalkan kau membiarkan aku tetap bersamamu.Aku tidak punya teman sekarang,dan hanya kau yang pertama melihatku.”

“Pergi!! Pergi dari sini!!” Jimin mengambil vas bunga didekatnya dan melemparkan kepada Cheonsa.Namun dengan cepat Cheonsa menangkap vas bunga itu dengan mudahnya.

“STRIKE!!” pekik Cheonsa kegirangan seraya kembali mendekati Jimin dan menatap Jimin intens.

“Pakai bajumu! Bagaimanapun aku tetap perempuan tauk.” Ucap Cheonsa,seketika Jimin memeluk tubuhnya sendiri kemudian berlari ke kamar tidurnya dan mengunci kamarnya rapat-rapat.

Jimin Pov
Aku membolak-balikkan badanku memposisikan tubuhku senyaman mungkin.Aku mengerang.PERCUMA! Mataku tetap tak mau terpejam.Hey mata! Kau kenapa sih.Entah kenapa pikiranku kembali teringat akan hantu perempuan itu.

“Apa dia benar-benar hantu?Apa aku harus memanggil dukun untuk mengusirnya?” gumam Jimin.Tiba-tiba gadis hantu itu sudah berada disampingku dengan tatapan yang begitu menyeramkan.

“Kau mau mengusirku?” tanyanya terdengar menyeramkan,membuat Jimin terkejut bukan main.

Perlahan wajah pucat Cheonsa membiru,darah mengucur dari kepalanya.Rambut Cheonsa menjadi acak-acakan.Dress putihnya sudah dibasahi oleh darah yang sangat banyak.

“AAAAA!!!!”

Dengan segera kutinggalkan kamar apartemenku dengan sesekali menengok ke belakang.Hal pertama yang harus kulakukan sekarang adalah lari darinya.Kedua…..aku harus pulang kerumah.

∴∵You’re like an angel∴∵

“Tu-tuan muda?”

“Parkirkan mobilku.” Ujarku melemparkan kunci mobilku kepada satpam yang menjaga gerbang didepan tempat tinggalku.

Saat hendak memasuki rumah,aku melihat ada mobil terpakit didepan.Mobil siapa itu,kenapa bertamu semalam ini? pikirku.Karena ternalu penasaran pun aku memasuki rumah.Disambut bungkukan maid-maid perempuan yang bersejajar rapi di kanan kiriku.Kulewati mereka.

Kulangkahkan kakiku menuu ruang tamu.Aish…keluarga itu lagi.Dengan malas aku memutar tubuhku dan hendak pergi.Namun suara khas abeojiku menghentikan langkahku dan membuatku berbalik.Haruskah aku meladeni mereka?

“Jimin kemarilah.” Ujarnya.Kini abeoji dan eomma,serta ajhumma,ajusshi dan tiga bersaudara yang menatapku.Kubungkukkan badanku sopan,kemudian ikut duduk disebelah eomma.

“Sekali lagi aku minta maaf,gara-gara kami lalai.Acaranya jadi berantakan.” Sesal ajhumma itu dengan wajah sedihnya.

“Tidak masalah nyonya Kim,ini kan hanya kecelakaan.Kita harus berdo’a agar putrimu cepat siuman.”ucap eomma seraya mengelus punggung ajumma itu seolah memberikan ketenangan.

“Ada apa?”Bisikku kepada abeoji.

“Ekhm….” Tn.Kim berdehem,apa dia mendengar bisikanku?. “Putri kami mengalami kecelakaan karena dia berusaha kabur,pada acara pernikahan kalian.Aku tidak tahu apa masalahnya.Tapi aku dan sekeluarga benar-benar minta maaf kepada kalian.”

“Kecelakaan?”tanyaku

“Iya.” Jawab pria bertindik,salah satu dari tiga bersaudara itu.Aku menoleh kepadanya “Saat kami mengejarnya,adikku…dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Sampai sebuah truk yang hendak berbelok menabraknya.Tidak kah kau berfikir betapa bodohnya dia?”

“Taehyung,berbicaralah dengan sedikit sopan.”ucap pria berambut emas disamping….Taehyung? sepertinya nama itu terdengar familiar.Tiba-tiba saja pandanganku mengarah kepada sosok hantu itu lagi.

“Ha-Hantu!!!” pekikku seraya menunjuk hantu gadis itu.Tapi tunggu….gadis itu menangis?

“Jimin….apa yang kau lihat nak?”

“I-itu….” Benar….hantu itu benar-benar menangis dibelakang ketiga lelaki bermarga Kim itu.

“Jimin!” tegas abeoji.Namun tatapanku terkunci pada gadis hantu itu yang berlari pergi menembus tembok.

“Ah…maafkan aku.”ujarku

∴∵You’re like an angel∴∵

Cheosa pov

Aku sedang berada disebuah taman entah didepan rumah siapa.Aku duduk di ayunan seraya menangis sekeras mungkin.Apa peduliku jika makhluk seperti manusia sedang tertidur,toh mereka juga tidak akan bisa mendengar tangisanku.

“Hiks…iya,aku bodoh oppa!! Aku bodoh!!! Sangat bodoh karena aku tidak mendengarkanmu.”

Tiba-tiba saja kudengar suara derap langkah mendekat kearahku.Lelaki itu….orang pertama yang bsa melihat wujudku.Dia duduk pada bangku kayu yang letaknya jauh dari ayunan yang aku tempati ini.

“Kau kenapa kemari?”tanyaku,setahuku…terakhir dia melihatku dia sangat ketakutan.Aku melihat tubuhku,pakaianku….semua kembali normal seperti awalnya,tidak ada darah yang membasahi dress putihku.

“Kau….bukannya kau takut denganku?” tanyaku lagi.

“Kau berkata kepadaku….bagaimanapun kau tetap perempuan.Aku paling tidak tega melihat perempuan sedang menangis.”seketika tangisku berhenti mendengar perkataannya.Kusap air mataku,kemudian duduk disampingnya.

“Jangan dekat-dekat! Dingin!” ketusnya.Aku pun bergeser sedikit menjahuinya.

“Malam yang indah….bitang-bintang bertaburan seperti permata.”ujarnya seraya memandang langit,aku pun ikut mendongakkan kepalaku untuk memandang langit.Benar….indah sekali.

“Siapa kau dan apa maumu.Ceritalah….mumpung aku sedang mempunyai banyak nyali untuk dekat-dekat dengan hantu macam dirimu.”

“Aku……benarkah aku boleh bercerita?”

“Kalau tidak mau yasudah.”

“Baiklah…..Namaku Cheonsa,aku mengalami kecelakaan karena itu aku menjadi seperti ini.Hal itu terjadi saat aku kabur dari acara pernikahanku dengan seseorang.Saat itu aku hendak pergi kerumah namjachinguku.Ah tidak! Sekarang dia sudah menjadi mantanku,karena sekarang mungkin dia sudah berbahagia dengan keluarga barunya.”

“Dia sudah menikah?”

“Eum”

“Wah…kasihan sekali.Jadi kau menjadi hantu karena kau masih mau balas dendam kepada pria itu atau kepada istri pria itu?”aku menggeleng.

“Aku tak tahu.Yang aku tahu…sekarang aku terpisah dari tubuhku,aku mengalami koma setelah kecelakaan itu.Andai saja aku tidak mengalami insiden itu,aku berencana untuk merusak acara pernikahannya dengan perempuan itu.” aku meremas dressku kuat-kuat.

Jimin pov

“Apa lelaki yang kau maksud adalah salah satu dari ketiga lelaki didalam tadi?”tanyaku.Hantu perempuan itu memandangku dengan pandangan polosnya.

“Hehehe….” kekehnya membuatku merinding

“Apakah benar?” tanyaku lagi.

“Apa itu yang disebut simpati?” tanyanya seraya tertawa keras.Aku bergidik.

“Ah sudah lupakan.” Ujarku kemudian meninggalkannya pergi.Dan aku kembali masuk ke dalam rumah.

∴∵You’re like an angel∴∵

1 years later

Satu tahun…..ini benar-benar gila.INI GILA!! Aku hidup dengan hantu itu selama satu tahun lamanya.Dan entah kenapa sekarang aku jadi sedikit lebih terbiasa dengan sikapya yang selalu berubah setiap waktu.Bahkan sepertinya aku mulai menyukainya….gila bukan?!

“Yah!! Jangan mengikutiku.”

“Aku bilang jangan mengikutiku! Aku ingin bersekolah! Pergi sana!”ujarku berbisik sekali lagi karena hantu itu tetap saja mengikutiku kemanapun aku pergi.Dan semalaman ia juga mengganguku dengan nyanyiannya saat dia mandi dikamar mandi yang ada didalam kamarku.YANG BENAR SAJA!!! Mana ada hantu mandi?!!

“Jimin-a!!”kutolehkan pandanganku kesampingku.Ternyata si ketua OSIS.

“Argh….!! Apa aku membuat masalah lagi?”

“Tidak.Kepala sekolah memanggilmu.”

“Hah? Ada apa wanita centil itu memanggilku?”

∴∵You’re like an angel∴∵

“JIMINAAAAAA!!!” ucap seorang wanita yang tak lain adalah kepala sekolah Jiyeon.Wanita itu memeluk Jimin erat.

“Ada apa?”tanya Jimin dengan wajah malasnya.Sedangkan Cheonsa sedari tadi tertawa terbahak-bahak seraya menunjuk Jimin.

“Aku koma sudah dapat info jika….”

“Jika apa?”

“Jika pacarmu itu adalah tunanganmu yang itu.” ucap Wanita itu dengan wajah serius.Jimin dan Cheonsa bertatapan sejenak,kemudian Cheonsa memalingkan pandangannya.

“Kau tidak sedang bercanda kan?” tanya Jimin tak yakin.

“Aku yakin seratus persen.Dari berkas-berkas yang kutemukan,dan juga dari info-info dari internet dan dari anak-anak sekolah.Gadis itu bernama Kim Cheonsa,orang yang sama…tunanganu itu.”

“C-Cheon-sa?” Jimin memandang Cheonsa yang tengah menundukkan kepalanya.

 

∴∵You’re like an angel∴∵

Di rumah sakit,di kamar VIP nomor 104.Kini Jimin tengah duduk memandangi perempuan yang tengah berbaring menutup matanya.Dengan hidung dan mulutnya yang diberi alat bantu pernafasan,serta kepalanya yang dibalut perban dan dengan sebelah tangannya yang terdapat infus disana.Suara pendeteksi detak jantung gadis itu mengisi keheningan diruangan itu.Kim Cheonsa.

“Aku butuh penjelasanmu.”tanya Jimin tanpa berbalik pada roh Cheonsa yang berada di belakangnya.

“Maaf…”

“Aku bilang aku butuh penjelasan,bukan permintaan maaf!!!” bentak Jimin.

“Hhh….baiklah.Sebenarnya aku juga baru mengetahui hal ini beberapa bulan yang lalu.Saat kau berbicara dengan Taehyung oppa.Sebenarnya,mereka bertiga adalah kakakku,dan dugaanmu salah.Lelaki yang kumaksud,adalah kau.Kau Park Jimin.”

“Dan kenapa kau melakukan hal ini dan berpura-pura tidak tahu?!!”

“KARENA AKU TAHU KAU MEMBENCI TUNANGANMU!!! Hiks….kau sangat membenci tunanganmu,bahkan kau juga bilang kepadaku jika perempuan itu mati,kau pun tidak perduli.Aku……Aku takut jika kau membenciku jika kau mengetahui jika aku adalah tunanganmu itu.Aku melakukan ini karena aku ingin lebih lama untuk tinggal bersamamu.Aku ingin melihatmu lebih dekat,lebih lama lagi…”

Jimin menarik Cheonsa kedalam pelukannya.Dipeluknya erat gadis yang sedang menangis itu,meski hanya roh.Jimin juga tak tahu bagaimana bisa ia menyentuh roh itu.Bagaimana asal mula ia bisa melihat dan merasakan kehadiran gadis itu.Jimin menangis,kini ia pun juga sudah tidak tahan untuk melepas rindunya kepada gadis yang selama ini ia cari-cari.

“Bodoh…..mana mungkin aku membencimu.Aku mencarimu selama ini….tetapi kenapa kau tega tidak mengatakannya kepadaku?”

“….” Cheonsa tak menjawab.Yang didengar Jimin hanyalah isakan gadis itu dan isakannya.

Tit…..Tiit….Tit…..

 

Tiba-tiba saja suara alat pendeteksi jantung itu menjadi tidak stabil.Jimin dan Cheonsa pun mengarahkan pandangannya pada alat tersebut.Jimin kembali memandang Cheonsa.

“Tunggu sebentar aku akan panggil dokter…” ujar Jimin kemudian berlari keluar dari ruangan tersebut untuk mencari dokter.

“Apa aku akan mati sekarang?” gumam Cheonsa.

 

∴∵You’re like an angel∴∵

Jimin terduduk lemas didepan pintu ruang VIP kamar Cheonsa.Tak henti-hentinya ia berdo’a agar tidak teradi sesuatu hal yang buruk,kepada gadis itu.Terlebih lagi roh Cheonsa yang biasanya selalu bersamanya,sudah menghilang setelah ia kembali bersama dokter dan beberapa suster.

Beberapa saat kemudian keluarga Cheonsa.Ayah,ibu dan tiga kakak laki-laki Cheonsa datang dengan paniknya.Mereka menghampiri Jimin yang tengah menundukkan kepalanya.

“Bagaimana nak?” Tanya ibu Cheonsa dengan raut wajah paniknya seraya memegang bahu Jimin.

“Aku tidak tahu eommo-nim,dokter sedang menanganinya didalam.” Jawab Jimin dengan nada lemahnya.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Jin tak kalah panik dengan keadaan adik termudanya.Jimin menggeleng.

“Dan kenapa kau bisa ada disini?”Tanya Taehyung dengan nada dinginnya.

“Aku hanya datang untuk menjenguknya.”

Setelah Jimin mengucapkan hal tersebut,pintu ruangan Cheonsa terbuka.Dokter itu mengelap keringatnya.Saat itu juga ibu dan ayah Cheonsa menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana dok?”tanya tuan Kim.Dokter itu menggeleng,nemun ia tersenyum.

“Maksud dokter?” tanya Ny.Kim tak mengerti.

“Ini keajaiban.Nona Cheonsa mengalami masa kritis hanya untuk beberapa menit,dan sekarang kondisi nona Cheonsa sudah stabil.Ia sudah sadar sekarang.” Ujar dokter itu dengan menunjukkan senyuman tulusnya.Semuanya menghembuskan nafas leganya.Semuanya tersenyum bahagia,mengetahui jika Cheonsa telah sadar dari komanya.

“Dan…dia menyebut nama Jimin saat ia kritis.Dan sekarang apa ada yang bernama Jimin disini?”

Kini semua pasang mata mengarah kepada Jimin.Seketika Jimin langsung berdiri.

“Saya dok.”

 

∴∵You’re like an angel∴∵

Didalam ruangan itu Jimin terus memegangi tangan kanan Cheonsa,dan begitu pula sebaliknya.Cheonsa menangis tanpa suara.Jimin pun mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Cheonsa mengenakan ibu jarinya.

“Uljima…”

“Aku masih hidup…..”

Jimin juga mulai menitikkan air matanya.Saat itu juga ia memeluk Cheonsa dan menangis,begitu juga Cheonsa yang menangis sejadi-jadinya.

“Terimakasih kau masih hidup.” Ucap Jimin didela isakan tertahannya.Cheonsa mengangguk.

“Kau sudah berusaha keras.Untuk selanjutnya,aku akan menjagamu dengan baikAku berjanji Kim Cheonsa.”

“Saranghae”

“Nado saranghae Kim Cheonsa….”

 

∴∵You’re like an angel∴∵

4 Month Later~

“Cheonsa! Lempar bunganya!” seru salah satu dari sahabat Cheonsa yang menjadi tamu undangan di acara pernikahan Cheonsa dan Jimin.

Para sahabat dan saudaranya sudah berdiri didepan Cheonsa untuk bersiap menerima lemparan sebuket bunga yang Cheonsa pegang.Kini gadis itu telah kembali mengenakan gaun pernikahan yang membuatnya semakin cantik dengan Jimin yang juga terlihat tampan,yang berdiri disampingnya.

“Mau lempar bersama?” bisik Jimin.Cheonsa menoleh tanpa melepaskan senyuman cantiknya.

“Tentu.”

Jimin dan Cheonsa pun berbalik membelakangi mereka.Kemudian mereka berdua melemparkan bunga itu kebelakang bersama-sama.Cheonsa dan Jimin pun kembali berbalik untuk melihat siapa yang mendapatkan bunga yang mereka lempar tadi.

“I GOT IT!!!!”

“Oh! Kepala sekolah!” ucap Cheonsa terkejut,karena kepala sekolah[Jiyeon] lah yang menangkap bunga mereka.

“Wahahaha…..semoga ajjuma cepat menikah seperti kami hehehe….”canda Jimin disambit tatapan tajam dari sang kepala sekolah tersebut.

“Aku masih muda eoh!! Jangan sampai aku menjitakmu dan merusak tatanan rambutmu itu.”

“Hehehe….” kekeh Jimin kemudian bersebunyi dibalik tubuh mungil Cheonsa,membuat gadis itu kebingungan.Namun pada akhirnya Cheonsa ikut terkekeh.

“Tapi aku tidak akan membiarkan eonni memeluk suamiku lagi.”

“Memeluk?! Ba-bagaimana kau bisa tahu? Tapi a-apa kau memanggilku eonni?!!!”seru sang kepala sekolah yang mulai terbang dengan panggilan ‘Eonni’ yang Cheonsa lontarkan.

“Eum…hehehe….”

“Waahh…terimakasiiih!!! Eh aku pergi kesana dulu ya anyeong~” ujar kepala sekolah kemudian pergi kesudut ruangan tersebut.

“Chagia!” seru Taehyung.

“eh? Oh…oppa!!” Taehyung pun memeluk adiknya itu sekilas karena Jimin yang berada di belakang Cheonsa,menatapnya tajam.

“Wae?! Aku hyungmu sekarang,seharusnya kau tidak menatapku seperti itu!” tegur Taehyung.

“eh…maaf,kebiasaan.” Ujar Jimin cuek,kemudian merangkul Cheonsa beralih ketempat lain.Namun mereka telah dikepung oleh si tiga bersaudara.Jin,Namjoon dan juga Taehyung.

“Cepat berikan kami teman kecil ya!” ujar Jin disertai senyuman hangatnya,ketiga bersaudara itu tersenyum kepada Jimin dan Cheonsa.

∴∵You’re like an angel∴∵

“HYAAA!!!! JEJU ISLAND!! AKU DATANG!!” seru Cheonsa setelah menapakkan kakinya di pantai yang berada di pulau Jeju.

Jimin hanya terkekeh seraya menggelengkan kepalanya,melihat istrinya masih saja bersikap layaknya anak kecil.Jimin berlari mendekati Cheonsa yang sedang bermain air ditepian.Kemudian ia memeluk Cheonsa dari belakang,lelu mengangkat dan memutar-mutar tubuh Cheonsa

“Hyaa…..oppa!! Hentikan…!!” pekik Cheonsa seraya menutup matanya menggunakan kedua tangannya.

“Baiklah.” Ujar Jimin kemudian menurunkan tubuh Cheonsa.Saat itu juga Cheonsa mencubiti perut Jimin dengan gemasnya.

“Pusing tauk!” gerutu Cheonsa kemudian berkacak pinggang seraya mempoutkan bibirnya.

“Hehehe…mian” ujar Jimin kemudian mencium bibir Cheonsa sekilas.Cheonsa pun langsung tersenyum lebar dan memeluk Jimin.

“Aku ingin seperti ini selamanya.”

“Aku juga…..Kita harus tetap bersama selamanya.”

Cheonsa mengangguk.Jimin melepas pelukan mereka dan menangkup pipi Cheonsa.

“Kau seperti malaikatku Kim Cheonsa…kau sangat berharga bagiku.”

“Ne…oppa.” ujar Cheonsa seraya tersenyum jahil membuat Jimin terbingung.Cheonsa pun mencium Jimin membuat lelaki itu membulatkan matanya lebar. Cheonsa melepaskan ciumannya dan terkekeh.

“Ya….anak nakal!”

“Biarkan bwleeee~” ejek Cheonsa kemudian berlari kencang.

Jimin terseyum melihat gadis itu tertawa lepas.Ia merasa sangat bahagia sekarang,karena mimpinya telah terwujud sekarang.

“Yaa!! Tunggu aku….!!” seru Jimin mengejar Cheonsa dan menangkap gadis itu.

“Hyaa….turunkan aku.”

“Ingatkan kalau kita kemari bukan hanya untuk berlibur.” Ucap Jimin,Cheonsa merengut kemudian menoleh kearah Jimin yang memeluknya dari belakang.

“Hey…jangan pura-pura polos.Kita kesini kan untuk honeymoon.”

“Tentu aku ingat.”

“Cha….ini sudah sore….”

“Hmm….sunsetnya indah ya…”

“Yah…tapi aku kasihan.Karena mereka kalah indahnya denganmu.”

“Berhenti mengatakan hal seperti itu…..aku malu tahu.”

“Haha…ngomong-ngomong,rencana kau ingin punya anak berapa?”

“Hmm…dua,bagaimana?” tanya Cheonsa meminta pendapat Jimin.

“Sepuluh?” ujar Jimin

“Kau gila?!” pekik Cheonsa.Jimin tersenyum jahil kemudian menggendong Cheonsa ala bridal style.

“SERATUUUS!!!”

“HYAAA!!!!!”

-The End-

cheonsa(OC)

Kim Cheonsa [OC]

Iklan

Satu respons untuk “You’re like an Angel || BTS Jimin || OneShoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s