Hidden Secret || BTS.VIXX || Chaptered || Pt.2


Hidden Secret part.2
Tittle : Hidden Secret

Author :  ChaCha Park (@babypyo23)

Main Cast :

  • Ok Seul Bi *twin of Haneul [Original Cast]
  • Ok Haneul *twin of Seul Bi [Original Cast]
  • Jeon Jungkook BTS
  • Kim Seok Jin BTS
  • Jung TaekWon / Leo VIXX
  • Lee Jaehwan / Ken VIXX
  • Min Yoongi / Suga BTS
  • Park Jimin BTS
  • Kim Gyuri [Origial Cast]
  • Kris EXO

Support Cast :

  • BTS member
  • VIXX member
  • Boyfriend member (Cameo)

Genre :Fantasy,School life,Romance

Rating : PG-17

Leght : Chaptered

Summary : Bagaimana bila ada makhluk mitos yang masih berkeliaran di jaman modern seperti sekarang? Bahkan kau tak bisa menyadari kalau beberapa orang yang kau kenal,adalah beberapa dari makhluk mitos itu.Bagaimana jika makhluk-makluk aneh itu menemuimu,lalu membisikkan sesuatu yang akan membuatmu bertanya-tanya ‘siapa aku sebenarnya dan makhluk macam apa aku?’

Takdirku? Sepertinya aku mulai menyukaimu….

——————-   Seulbi pov   ——————-

Malam harinya aku sangat merasa terganggu dengan keberadaan Haneul di kamar asramaku.Aku sangat membencinya,bisa-bisanya dia memilih kamarku ketika masih banyak kamar lain yang kosong.Aku ingin sekali membunuhnya sekarang,yah aku akan membunuhnya.

Cahaya hitam mulai menyelimuti diriku,mengubah diriku menjadi gadis yang pucat dengan gaun hitam ku.Aku tak akan mengeluarkan sayapku,yang hanya akan membuat kamarku hancur.Perlahan aku mendekati kamar mandi dikamarku.Yah…haneul sedang mandi di sana.

‘SeulBi jangan.’  kalimat itu muncul dikepalaku,aku tahu itu telepati.

“Raja?”gumamku

‘Ya….ini Raja.Seubi,jangan bunuh anak itu.’

‘Tapi,Raja….anak ini mengganggu ketenangan dan kesenanganku.Lagi pula aku bebas melakukan apapun yang kusukan kan?’ ucapku menggunakan telepati.

‘Dialah sebagian darimu yang menghilang.Bertemanlah yang baik dengannya.Kelak bawalah dia kemari ketika aku sudah bangkit kembali.Kita ambil kekuatanmu yang hilang.Kau akan semakin kuat jika ruh kalian bersatu ke dalam tubuhmu’

‘Baiklah Raja’ jawabku seakan terhipnotis.Perlahan gaun hitamku lenyap,kulitku juga menjadi segar seperti biasanya.Dengan segera aku meraih bajuku,dan memakainya.

Setiap aku menjadi hewan atau iblis,jika setelahnya aku berubah menjadi manusia.Aku selalu begini,polos dan tidak memakai apapun.Aku menghela nafasku,kemudian merebahkan tubuhku diatas ranjang empukku.

“Berapa lama aku harus bersamanya?” gumamku,sore ini aku menghabiskan waktuku untuk syuting di bandara.Karena sangat kelelahan,tak lama kemudian aku tertidur.

 

——————-   Seulbi pov End   ——————-

——————-      Author pov       ——————-

Ditengah malam,saat SeulBi sudah terlelap.Perlahan Haneul duduk di ranjang SeulBi dengan menghadap kearah gadis yang tertidur pulas itu.Haneul duduk bersila kemudian menggerakkan tangannya seraya membaca mantra-mantra sihirnya.Pertama Haneul mengunci mata SeulBi dengan sihir agar SeulBi tidak membuka matanya.Kedua mengunci kedua tangan dan kaki SeulBi agar tak bisa bergerak.Kemudian mengunci mulut SeulBi agar tidak berteriak.

“Sekarang aku akan membagi memoriku denganmu.Akan sedikit terasa sakit,tapi aku mohon bersabarlah”ucap Haneul.Ia pun mulai membaca mantra lagi,lalu meletakkan telapak tangan kanan nya di dahi SeulBi.Sementara tangan kirinya terus bergerak diiringi mantra-mantra yang ia ucapkan.

Kelihatannya SeulBi sudah mulai terbangun,namun matanya tetap tertutup karena sihir Haneul.Deru nafas SeulBi sangat tak beraturan,ia ingin berteriak dan memberontak.Namun apa lah yang bisa ia lakukan,seluruh tubuhnya telah beku dimantrai Haneul.Keringat keduanya pun mulai bercucuran.

Beberapa jam kemudian Haneul terjatuh.Ia terlalu lelah.Baru kali ini ia menggunakan kekuatannya untuk hal sebesar itu.Ia bangkit lalu berjalan menuju ranjang yang terletak beberapa meter dari ranjang milik SeulBi,lalu ia berbaring.Kemudian menoleh,melihat SeulBi yang sudah kembali tenang.

“Mulai besok,kau akan berubah seperti dulu lagi.Kau akan kembali menjadi akrab dan sering bertengkar denganku.” ucap Haneul seraya tersenyum memandang wajah tenang SeulBi. “Selamat malam.”

***

Pagi-pagi sekali,seperti biasa SeulBi sudah berkutat dengan peralatan masaknya.Asrama yang ditempati SeulBi lebih mirip Hotel dari pada asrama sekolah lainnya yang begitu membosankan baginya.Dalam satu kamar bersikan dapur,kamar tidur,ruang tengah,dan kamar mandi.Tidak heran kalau yang berada di sekolah JaeGuk ini hanya murid-murid dari keluarga kaya saja,karena biaya asrama dan biaya sekolah yang terbilang sangat fantastis.

“Akhirnya aku selelesai!!!” ucap SeulBi terlihat sangat senang setelah CheeseCake buatannya selesai dihiasnya.Tiba-tiba Haneul datang seraya mengendus di udara,membuat mood SeulBi menjadi buruk.

“Waahh…ada CheeseCake!!!!” seru Haneul terkejut seraya menunjuk CheeseCake buatan SeulBi.Sedang SeulBi menatap Haneul garang.

“Jika kau sentuh kue ini.Akan kubunuh kau!!” ancam SeulBi

“Baiklah,baik.Tapi untuk apa kau membuat CheeseCake itu?”

“Sudahlah,bukan urusanmu.Yang penting kau tak menyentuh kue itu” ucap SeulBi melempar celemek nya ke wajah Haneul,dan meninggalkan Haneul. “Aku mandi duluan.” Tambahnya sambil berjalan tanpa menoleh.Haneul tersenyum menatap punggung SeulBi.

“Akhirnya kau kembali SeulBi” ucap Haneul tersenyum

***

“Aku harus memberikan ini secara terang terangan”gumam SeulBi gugup seraya memegang kotak bekal tumpuk 2 berbentuk persegi yang imut itu,tentunya berisi potongan CheeseCake Strawberry buatannya.

‘Tak mungkin kan TaekWon oppa akan memakan semua ini sendiri.Aku harus gunakan kesempatan ini untuk bersamanya.Harus! Ok Seulbi Fighting!!’ batin SeulBi berkata.

“SeulBi” ucap Sang Hyuk seraya sedikit terkekeh memandang SeulBi yang terkejut dengan panggilan Hyuk yang tiba-tiba itu.

“Hyu-hyukie! Ahh….kau mengejutkanku” gumam SeulBi membuat Hyuk melongo.

“Kau memanggilku apa?”tanya Hyuk tak percaya

“Hyukie.Waeyeo?” tanya SeulBi polos.

“Waahh….akhirnya kau menganggapku temanmu lagi!!!” seru Hyuk memeluk SeulBi.Membuat SeulBi medapatkan tatapan horror dari fans Hyuk.SeulBi pun mendorong Hyuk menjauh.

“Mau cari mati?!!” Ucap SeulBi marah.

“Hahaha…..tentu.Kalau mati ditangan penyihir cantik sepertimu pun aku rela” ucap Hyuk seraya membusungkan dadanya.

“Sssstt…jangan keras-keras!! Jika orang lain tahu aku adalah penyihir,aku akan diburu pemburu penyihir.Lagi pula aku tidak akan mengambil jantungmu untuk membunuhmu.Aku bukan Gumiho…aish!! Kau merusak mood ku!” ucap SeulBi kesal.

“Kau sih….eh aku melihat CheeseCake di dalam kotak bekalmu itu” ujar Hyuk seraya melihat ke arah kotak bekal yang dipegang SeulBi.

“Yaa!! Jangan bilang kau juga melihat tubuhku dengan kekuatanmu itu.Aiisshhh”

“Yah….kekuatanku memang berguna.Aku pernah melihat milikmu sekali” ujar Hyuk santai

“Yaaa!!! Kau ini!!!” Ucap SeulBi memukul Hyuk dengan tangan kanannya tanpa sadar.Dan pada akhirnya SeulBi pun meringis kesakitan.

“Itu adalah buah maaaniiiiss dari perbuatannmu kepadaku” cibir Hyuk,meski sedikit merasa cemas kepada gadis didepannya ini.

Rasa sakit SeulBi hilang ketika melihat Taekwon berjalan menuju lokernya.Dan sepertinya Takwon kecewa karena lokernya kosong tanpa kotak makanan dan novel seperti biasanya.Hanya buku-buku dan stiker yang menghiasi loker Taekwon.

Secepatnya SeulBi berjalan pelan ke arah Taekwon seraya menyembunyikan kotak bekalnya di punggungnya,yang tanpa ia sadari Hyuk menikuti nya karena mengincar makanan itu.SeulBi sudah berada tepat dibelakang TaekWon.SeulBi menepuk bahu Taekwon pelan,Taekwon pun menololeh lalu berbalik menghadap SeulBi.

“Ada apa?”

‘Woah….tidak biasanya hyung yang bicara lebih dulu.Hmmm aku merasakan ada sesuatu yang aneh disini’ batin Hyuk seraya mengamati mereka berdua seperti saat ia sedang mengamati serial drama kesukaannya di Tv.

“Mau makan bersama?” tanya SeulBi sumringah.

‘Ommo..ommo…baru kali ini aku melihat ada gadis yang berani mengusiknya.Ckckck…aku rasa SeulBi harus siap-siap sakit hati’ Hyuk melipat tangannya didepan dada seraya menenggeleng-geleng.

“Apa yang kau bawa?” Taekwon balik bertanya tak mengindahkan ajakan SeulBi

“Aku bawa sesuatu yang spesial.Aku membuatnya sendiri loh.Ini sebagai tanda terimakasihku karena sunbae mau jadi temanku” ujar SeulBi tersenyum seraya menepuk-nepuk kotak bekalnya.TaekWon hanya mengangguk,lalu memandang Hyuk yang menganga.SeulBi pun ikut menoleh,melihat wajah Hyuk yang anehnya membuat Seulbi murka.

“Tolong jangan tunjukkan pig face mu itu kepadaku”ucap SeulBi pada Hyuk.Mereka pun saling menatap satu sama lain.

‘Jangan ganggu aku dan TaekWon sunbae.Sudah pergilah sana!!’ ucap SeulBi bertelepati kepada Hyuk.

‘Lalu apa imbalanmu? Aku akan patuh kepadamu kalau kau memberikan CheeseCake itu kepadaku.’ jawab Hyuk

‘Haiiss…..nanti malam aku kirim ke kamarmu,Sekarang pergi lah!!!’

‘Asiiiik……jangan lupa buatkan untuk N hyung,Hongbin hyung,dan Ravi hyung.Okay!! Kirim ke rumahku,hari ini aku akan mengajak hyung-hyung ku bermain dirumahku.Dadaah~’ ucap Hyuk yang sudah menjauh dari mereka.

“Dia ini benar-benar menyebaklan.” Gerutuku “Ah…maaf sunbae”

“Jadi tidak?”

“Tentu saja,Kajja!!”

***

Taekwon terus bertanya-tanya kenapa SeulBi membawanya ke perpustakaan dan menjadikan tempat itu sebagai tempat makan siang.TaekWon terus menatap SeulBi yang membuka kotaknya,lalu menyendokkan kuenya untuk TaekWon.

“Sunbae cobalah CheeseCake buatanku” ucap SeulBi menyodorkan sesendok kuenya.TaekWon terdiam menatap SeulBi tajam seperti biasanya.Membuat SeulBi salah tingkah,namun dengan segera SeulBi mencoba tersenyum senormal mungkin.Taekwon mengambil sendok itu dari SeulBi,membuat SeulBi memaksakan senyumnya.Taekwon mulai menyuapkan satu persatu kue buatan SeulBi ke mulutnya.

“Enak” ucap TaekWon disela ia mengunyah makanannya.Ia makan dengan kepala menunduk,membuatnya tersedak,Seulbi segera mengambil botol air mineral yang sudah ia siapkan,kemudian membuka tutup botolnya lalu menyerahkannya kepada TaekWon.Taekwon pun meneguknya cepat-cepat,SeulBi mengelus punggungnya.

Taekwon memalingkan wajahnya dari SeulBi.Tingkah laku SeulBi mirip dengan ibunya,kue buatannya juga seenak kue buatan ibunya.Karena hal itu Taekwon menangis hingga tersedak.Dan SeulBi mengelus punggungnya lembut,membuatnya semakin mengingat ibunya.Tiba-tiba TaekWon menarik dan memeluk SeulBi membuat SeulBi tersentak kaget.Namun balas memeluk TaekWon dan mengelus punggungnya.

“Uljjima….Sunbae.Aku tahu kau adalah Namja yang kuat!! Jangan menangis seperti ini,nanti aku jadi ikut menangis”ucap seulbi pelan seraya membelai punggung Taekwon.

Tanpa mereka sadari Hyuk sedari tadi mengintip dari sela-sela buku.Hyuk menganga,dan menepuk pipinya berkali-kali hingga ia sadar,kalau hal yang ia lihat sekarang adalah nyata.Hyuk pun segera berlari mencari member lainnya.Sampai Hyuk berhenti di salah satu ruangan,yaitu ruangan yang disewa khusus untuk member VIXX.Seketika semua yang berada didalam ruangan itu menatap kearah Hyuk.

“Kau ini kenapa lagi? Dikejar hantu? Bukannya kau sama sekali tak takut pada apapun?” cibir Jaehwan(Ken).

“Anu…..-itu….-TaekWon hyung….-kalian harus melihatnya-”

“Melihat apa?” tanya Cha Hakyeon (N)

“Yaa…bicaralah yang jelas.Atur nafasmu dulu” ucap HongBin.

“Huuuuuff~” Hyuk mengatur nafasnya.Semua yang memandangnya hanya menggelengkan kepala.

“Sekarang katakan” ucap N yang penasaran bukan main.

“Aku melihat TaekWon hyung menangis!!”

“MWO!!!!” pekik semua yang mendengar ucapan taekwon terkejut.

“Iya!! Kemudia dia menarik SeulBi lalu memeluknya!! Mereka sedang berada di perpustakaan.Ayo cepat!!!” seru Hyuk lalu berlari lebih dulu,diikuti N,Hongbin,Ravi dan Ken dibelakangnya.

Sesampainya di perpustakaan,mereka mengikuti Hyuk untuk mengintip.Namun nihil,tak ada siapa pun yang duduk di sana.Dengan cepat Ken menjitak kepala Hyuk dengan keras.

“Aiigooo….mencoba membuat lelucon yang lebih lucu dariku ya?!” ujar Jaehwan nampak marah kepada Hyuk.Namun Hyuk hanya melongo dengan Pig face nya.

“Ta-ta-ta-ta-tapi mereka berada disini tadi” ujar Hyuk mendekati meja yang tadinya ditempati TaekWon dan SeulBi.

“Ahh..sudah lah” ujar Ravi bersamaan dengan mereka yang melangkah pergi.Sementara Hyuk yang masih diam di tempatnya.Beberapa detik kemudian Hyuk menggerutu lalu pergi meninggalkan perpustakaan.

Di sudut lain SeulBi dan TaekWon bersembunyi di bawah meja yang berada disudut ruangan.SeulBi nampak sangat salah tingkah dengan posisinya yang berjongkok menghadap TaekWon,begitu juga sebaliknya.Sedari tadi TaekWon memandangi SeulBi dengan tatapan yang tajam.

“Sunbae…” gumam SeulBi seraya mencoba untuk menatap mata Taekwon yang menatapnya begitu dalam.Perlahan TaekWon mendekatkan wajahnya diikuti SeulBi yang mundur dari TaekWon .Sampai wajah TaekWon hanya tinggal sesenti dengan SeulBi,Seulbi menutup matanya.Namun TaekWon hanya memandangi wajah SeulBi.

‘Dia benar-benar putri raja.Tugasku adalah melindunginya.Raja berkata jika ia memiliki kemiripan yang sama dengan ibu.Ya….tatapannya sangat mirip dengan ibu.Aku harus menindunginya,Harus!’

Jantung Seulbi berdetak cepat.TaekWon keluar dari bawah meja lalu berdiri seraya membersihkan seragamnya dari debu.SeulBi perlahan membuka matanya,mendapati TaekWon tak berada di depannya ia mendengus lega.

“Bangun” ucap TaekWon mengulurkan tangannya,SeulBi pun memegang tangan TaekWon yang membantu SeulBi berdiri.

“Gamsahabnida” ucap SeulBi,TaekWon pun mengangguk dengan wajah datarnya,lalu melihat kotak bekal milik SeulBi dan merebutnya.

“Aku akan habiskan ini” ucap TaekWon seraya berjalan mendahului SeulBi,beberapa langkah kemudian TaekWon berbalik. “Oh..ya Kapan-kapan buatkan aku kue ini lagi.Daaaan….juga,aku bosan dengan Kimbab,cobalah membuat yang lain” ucap TaekWon pelan namun cukup membuat SeulBi terkejut.Taekwon pun meninggalkan SeulBi.

“Sejak kapan dia tahu kalau aku yang membuat kimbab untuknya?” gumamSeulBi.SeulBi hendak melangkah mengejar TaekWon.Namun tiba-tiba tubuh SeulBi ambruk dan menghilang.

***

Saat jam sekolah berakhir,Haneul mencari SeulBi ke kamar asramanya.Namun SeulBi tak ada di kamar nya.Haneul Kembali pergi ke sekolah untuk mencarinya.Berlarian meneriakkan nama SeulBi berkali-kali namun nihil,tak ada apapun yang dapat ia temukan di sekolah itu.

‘SeulBi kau ada dimana?’ Haneul mengirim telepati kepada SeulBi,namun sampai satu jam pun tak ada jawaban dari SeulBi.Haneul mencoba menelefon ke nomor SeulBi.Beberapa detik kemudian Haneul mendengar suara telefon berbunyi.Haneul perlahan mendekati sumber suara.Haneul tepat berada di depan loker SeulBi,ia pun membukanya.Dan ternyata iPhone SeulBi berada di dalam lokernya itu,Haneu mengambilnya,ia mulai gelisah.

‘Jae oppa kau dimana sekarang?’  kali ini Haneul mengirim telepati kepada Jaehwan.

‘Aku sedang berada dirumah hyuk-’

‘Aku ke sana sekarang!’

‘E-a-a-a-ai-Jankkam-jankkam!!’ telepati terputus.Haneul sudah berada didepan semua member VIXX dengan menggunakan kemampuan teleportnya yang pas-pasan jadi Haneul sampai dengan pantat yang mendarat duluan,membuatnya meringis seraya mengelus pantatnya.

Terlihat Ken(JaeHwan) menepuk keningnya.Benar saja,selama ini Jaehwan berusaha keras menyembunyikan identitas Haneul dari semuanya kecuali Hyuk yang memang sudah tahu karena Hyuk teman Haneul.Dan kini semuanya kecuali Jaehwan menatap Haneul terkejut.

“Ha-haneul” gumam Hyuk

“Kenapa kau bisa ada di sini?”tanya Ravi

“Dia memakai teleport” ucap Taekwon dengan nada datar

“Jaehwan oppa!!” Haneul berdiri dan langsung menarik Jaehwan ke sudut ruangan.

“Nah!! Karena tingkahmu mereka jadi tahu tentangmu!! Aishh”

“Sekarang itu tak penting.Jaehwan oppa SeulBi menghilang tolong bantu aku mencarinya”

“MWO??!!! BAGAIMANA BISA DIA MENGHILANG??!!” pekik Ken,membuat mereka semua menoleh.

“Siapa?” tanya HongBin.Ken hanya menyengir seraya menggeleng,lalu menghadap ke Haneul lagi.

“Kau sudah berusaha mencarinya?”

“Sudah.Telepati pun tidak bisa digunakan” Haneul mengangkat iPhone SeulBi “iPhone nya juga tidak ia bawa”

“Bagaimana ya?”

“Yaaa!!! Kita ini sama-sama penyihir.Tidak usah ada rahasia segala,aku bisa mendengarnya dari sini.” protes Hyuk.Mereka berdua pun menjadi kikuk kemudian bergabung dengan yang lainnya.

“Bagaimana kalau kau yang mencarikannya untuk kami?” usul Jaehwan

“Oh..no..no…no.Mungkin SeulBi sedang membeli bahan untuk membuat kue untuk kita” ucap Hyuk santai. “Tadi aku melihat dia membawa CheeseCake tapi dia tak membaginya denganku,jadi aku menyuruhnya untuk membuatnya lagi.Ini sudah jam tujuh malam,mungkin sebentar lagi dia datang”

“Hyaaa~ Kalau dia sedang terjaga,dia akan menerima telepatiku” ucap Haneul masik panik.

“Hmm….tanyakan saja pada Taek- Loh? Kemana perginya Taekwon hyung??”Hyuk memandangi di sekelilingnya tak mendapati sosok Taekwon di sana.

“Dia langsung menghilang begitu kau menyebut nama SeulBi.”jawab Hongbin.

“Benarkah? Naaahh!!! Itu dia! Kalian tidak percaya kepadaku sih.Nah mumpung Haneul ada disini….coba kau lihat kejadian lalu yang kulihat saat Taekwon hyung memeluk SeulBi” ucap Hyuk,Haneul menyentuh tangan Hyuk dan melihat kejadian beberapa jam yang lalu.Beberapa saat kemudian Haneul membuka matanya lebar lebar.

“Tak bisa dipercaya.” ucap Haneul tercegang.

“Haaa??! Benarkah itu?” gumam Hakyeon.

“Yah….SeulBi memang menyukainya sejak dulu”ucap Hyuk bangga.

***

In SeulBi side.

Kini Seulbi sedang berbaring didalam peti mengenakan gaun hitamnya.Matanya terpejam tenang.Sedangkan di sudut lain seseorang namja berambut keemasan sedang sibuk membuat sebuah ramuan.Memasukkan berbagai jenis cairan aneh,dan berbagai tanaman.Ia memasukkan pisau silver yang terlihat sangat tajam itu ke dalam ramuan mendidihnya.

Namja itu mulai membaca mantra-mantra sihirnya.Ramuan yang dibuatnya bercahanya hitam,lalu muncullah sebotol ramuan melayang-layang di udara.Namja yang bernama Kim Seok Jin itu mengambil botol tersebut.Kemudiam berjalan mendekati SeulBi dan membelai rambutnya.

“Aku membuat senjata lagi untuk melindungimu.Tolong jangan gunakan kekuatanmu untuk hal yang tidak perlu” ucapnya seraya tersenyum sinis.Ia pun membangunkan SeulBi dengan sihirnya.Namun pandangan SeulBi kosong, matanya menyala merah dan menjadi hitam berkali kali.

“Minumlah” ucap Jin,SeulBi pun meminumnya perlahan dengan pandangannya yang masih kosong.

“Minum sampai habis….dan jangan sisakan setetes pun” Jin menyeringai.Perlahan SeulBi menutup matanya,lalu membukanya lagi secara tiba-tiba.Ia memandang Jin yang tersenyum kepadanya.

“Kau sudah bangun?”

“Kau melakukan hal itu kepadaku lagi?” ucap SeulBi dengan nada ketakutan,Jin tertawa.

“Hmm…..Bagaimana pun kau adalah kelinci percobaanku.Aku melakukan ini karena aku Raja”Jin mengelus rambut SeulBi lalu mencium aroma wanginya “Kau tak usah bermain-main dengan api.Itu hampir membakarku malam itu”

“K-kau……..H-hu-hujan itu-”

“Kenapa? Kau terkejut,bahkan sampai mengejarku” Jin sengaja menyentuh punggung SeulBi agar ia mengeluarkan sayapnya.SeulBi memeluk tubuhnya,dan berteriak sangat kencang.

“Sakit ya? Tahan sedikit,itu tak akan melukaimu,lukamu akan tertutup lagi ketika sayapmu sudah terbuka lebar.Aku hanya memberi sentuhan seni untuk sayap hitammu yang indah itu”

SeulBi terus berteriak,teriakannya sangat menyayat hati.Darah menalir dari punggungnya saat sayapnya keluar perlahan.Mata SeulBi berwarna hitam redup,air matanya terus mengalir di pipinya.Sayap berbulu hitamnya berubah menjadi sayap dengan bulu-bulunya yang menyerupai pisau tajam berwarna silver,membuat Seulbi kesakitan saat sayapnya keluar.SeulBi pun ambruk ke tanah,lalu menunduk.

“KAU APAKAN DIA!!!” Taekwon langsung menyerang Jin dari belakang dengan cahaya merah yang ia keluarkan dari tanganya.Dengan cepat Jin menghilang,dan uncul di belakang SeulBi yang menunduk.Jin mendongakkan kepala SeulBi.

“Lihat~ Apa itu namjachingu barumu? Lalu bagaimana dengan aku?” bisik Jin,SeulBi menangis tanpa ekspresi diwajahnya.

‘Jangan mendekat sunbae.Tubuhku sedang dikendalikan.Pergilah,sebelum aku menyakitimu!!’

‘Aku tak akam segampang itu untuk patuh kepadamu’

‘Sunbae tak akan mampu mengalahkanku.Cepat pergi!!!!’

“Serang dia SeulBi” bisik Jin.Seketika Seulbi berdiri dan menyeringai mengerikkan.SeulBi mengepakkan sayapnya dan membuat pisau pisau tajam itu melesat dan menggores beberapa bagian tubuh Taekwon.

‘Sunbae…’

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!” pekik SeulBi memegangi kepalanya membuat jin panik.

“Ada apa ini,SeulBi kau kenapa” tanya Jin berusaha mendekati SeulBi seraya mengulurkan tangannya,namun tiba-tiba SeulBi membuka sayapnya lebar,membuat Jin terpental ke belakang dan membentur tembok.

SeulBi mengarahkan pandangannya pada Taekwon,warna matanya lagi-lagi berubah ubah kemudian berhenti pada saat warna matanya berwarnya merah dan ia menyeringai.SeulBi mengepakkan sayapnya melepaskan pisau-pisau tajam itu kearah Taekwon untuk yang kedua kalinya.Setelah itu tiba-tiba warna mata SeulBi kembali normal.

“Tidaaaaaaakkkk!!!!” pekik SeulBi menggunakan sihirnya untuk menghentikan puluhan pisau itu.Namun,bukannya berhenti,pisau-pisau itu malah berputar balik dan menusuk tubuh SeulBi.Mulut SeulBi mengeluarkan darah,dan perlahan sayap SeulBi menutup dan menghilang masuk ke punggungnya,saat itu juga SeulBi ambruk ke tanah.

Taekwon membeku,mulutnya hanya terbuka dan tertutup menyebut nama ‘Eomma…….Seulbi…..’ tanpa suara.Perlahan Taekwon mendekati SeulBi lalu memangku kepala SeulBi.SeulBi memaksakan dirinya untuk membuka matanya,ia tersenyum.

“Maafkan aku sunbae……” lirih SeulBi seraya mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Taekwon.

“Kau bodoh!!” ujar Taekwon,SeulBi merengut.

“Apa sunbae baik-baik saja?” SeulBi memegang pipi Taekwon yang terluka,seketika luka goresan itu menghilang.

“Bodoh!! Harusnya itu yang harus kukatakan.”ujar Taekwon,SeulBi tersenyum.

“Aku baik sunbae.Uljjima”ucap SeulBi juga menangis seraya mengusap air mata Taekwon.

“Apa yang harus kulakukan?”ujar Taekwon terdengar seperti sangat menyesal.

“Aku mengantuk”ucap SeulBi lalu ia menghela nafas panjang dan ia pun menutup matanya dengan tenang.Taekwon terus mengguncangkan tubuh SeulBi dan memanggil namanya.Namun gadis itu hanya memejamkan matanya tak merespon.

“Hyung!” suara Hyuk menggema di ruangan itu,diikuti lima orang dibelakangnya.Taekwon tak menoleh ke belakang untuk melihat mereka,karena tubuhnya seakan sudah membeku melihat SeulBi seperti itu.

“Kita terlambat” ucap Jaehwan,Haneul langsung berlari ke arah Taekwon dan SeulBi.Haneul berteriak,lalu mendorong Taekwon hingga semua pun terkejut melihat pisau-pisau yang menancap ditubuh SeulBi.

Haneul mulai mencabuti pisau itu dari tubuh SeulBi seraya menangis.Hakyeon mendekat ke arah haneul dan memegang bahunya.

“Biar aku saja,aku akan menyembuhkannya.Aku memiliki kekuatan Healing” ucap Hakyeon,lalu perlahan ia duduk di samping SeulBi yang terbaring.Hakyeon mengeluarkan cahaya hijau dari telunjuknya.Tiba-tiba SeulBi yang masih menutup matanya mencengkram tangan Hakyeon,membuat cahanya nya menghilang.

‘Jangan lakukan itu’ Seulbi memberi telepati kepada Hakyeon,membuat Hakyeon terkejut.

“Kau bisa mati-” ucap Hakyeon membuat yang lain melihat ke arahnya.

‘Aku tidak akan mati.Bantu aku mengeluarkan iblis didalam tubuhku,ini kesempatan.Tusuk jantungku hingga pisau yang tertancap disana hancur jadi abu’ Hakyeon melihat salah satu pisau yang dimaksud SeulBi.Hakyeon mengangguk lalu memegang pisau itu.Dengan enggan Hakyeon menusukkan pisau itu dalam-dalam.Membuat semuanya terkejut bukan main.

“Hyung!!!”

“Apa yang kau lakukan!!”pekik Haneul.Pisau itu hancur menjadi abu,pisau yang lain pun juga ikut hancur.Taekwon mendorong Hakyeon lalu menindih dah memukulnya bertubi-tubi.Hongbin,Ravi dan Jaehwan menarik Taekwon sedangkan Hyuk membantu Hakyeon.

“KAU GILA HAH!!!” pekik Taekwon sangat marah.

“Aku melakukannya karena SeulBi yang menyuruhku”

“Apa kau bilang hah?!!!” Taekwon kembali bertanya dengan nada yang lebih menyeramkan.

“Nggghhh….” suara lenguhan SeulBi membuat Taekwon berhenti.Taekwon pun langsung menghampiri SeulBi dan menepuk-nepuk pipi SeulBi.SeulBi membuka matanya.

“Sunbae…ogh…ughhh…!!!” tiba-tiba saja SeulBi terbatuk lalu memuntahkan cairan hitam.Cairan hitam itu perlahan berubah menjadi bentuk yang menyerupai bola api hitam,lalu terbang pergi begitu saja.

“Kau tak apa-apa?” tanya Taekwon.SeulBi mengangguk seraya tersenyum.Tiba-tiba ia meringis kesakitan seraya memegangi perutnya.

“Kau kenapa??!”

“Aku…………..lapar”

***

Kini mereka berdelapan sedang berada di ruang makan rumah Jaehwan.Mereka semua hanya duduk seraya melihat SeulBi menyantap semua makanan yang dibuat oleh Taekwon.Taekwon membuat makanan sangat banyak dan itu semua hanya untuk SeulBi dan alasan itu juga yang membuat SeulBi memakan semua itu dengan cepat.Hyuk menelan ludahnya lalu bergidik ngeri.

“Dia hebat sekali”ucap  Jaehwan bertepuk tangan seraya menggeleng.

“Hyung….aku juga lapar” bisik Hyuk kepada Jaehwan.

“Terserahlah hyuk,ada roti isi di dalam lemari pendingin.” ucap Jaehwan tanpa mengalihkan pandangannya dari SeulBi.Hyuk pun berjalan perlahan menuju ke lemari pendingin seraya memegangi perutnya yang terasa kosong.

“Hmm…..enaknya,ahh….aku kenyang.Bagaimana ini?”ucap SeulBi nampak merasa bersalah memandang Taekwon.Taekwon tetap memandanginya dari samping,lalu ia mengelap nasi yang menempel di sudut bibir SeulBi menggunakan ibu jarinya,membuat Seulbi blushing ria.

“Wowowo….melupakan kami ya?!! Ah sudah,aku ingin pulang.Aku ingin meminta makanan kepada manager” seru Hakyeon meninggalkan rumah Jaehwan,diikuti yang lainnya.Taekwon berpamitan kepada SeulBi,lalu pergi bersama yang lainnya.

***

SeulBi sedang berbaring di sofa,ia sedang sibuk memikirkan jalan karirnya yang berantakan.Antara ia harus benar-benar out dari kegiatannya sebagai artis,atau tetap menjadi artis namun ia akan disibukkan oleh masalah pribadinya sebagai penyihir juga kegiatannya syuting.

“Ahh…sangat disayangkan”gumam Seulbi merengek.Haneul datang lalu melempar iPhone Seulbi ke pemiliknya itu.SeulBi menangkapnya,dan langsung duduk.

“Haa….untunglah tidak hilang” gumam Seulbi.Haneul duduk disampingnya dan menggelengkan kepalanya.

“Setidaknya ucapkan terima kasih kepada eonni-mu ini!” Haneul mengacak rambut Seulbi,sontak membuat Seulbi kesal.

“Aaahh..mwogaaaaa!! Aishh….” Seulbi merapikan rambutnya yang berantakan lalu menatap Haneul sinis.Haneul tersenyum.

“Ah..benar juga.Apakah kemarin malam aku membuat Taekwon sunbae sangat panik?”

“Bukan hanya dia saja.Semua juga,begitu pula aku!! Apa yang terjadi sebenarnya? Ceritakan kepadaku”

“Isshh….kau kan bisa melihatnya sendiri hanya dengan sekali menyentuhku lalu melihat semua yang terjadi”

“Hmm….Aku sudah tahu sih.Makannya,mulai sekarang jangan lakukan hal yang berbahaya seperti itu.Kau sangan berharga bagi kami semua”

“Aoooo…aooooo…!! Yaa!! Taekwon sunbae juga sangat berharga bagiku!! Itu karena aku menyukainya…Ah,Ani AKU MENCINTAINYA!! ARRASEO!! Haish….kutukan punya eonni menyebalkan sepertimu” ucap Seulbi lalu pergi meninggalkan ruang tengah.Haneul menunduk,lalu menghadap ke belakang.Mendapati Jaehwan sedang mengintip dari balik tembok.Menyadari akan pandangan Haneul,Jaehwan langsung tertawa.

“Tunggu sampai Taekwon hyung mendengarnya hahaha”

“Maksud oppa?”

“Aku merekamnya” Jaehwan mengangkat iPhone miliknya.Haneul hanya menggeleng-geleng.

***

Seulbi sedang terbaring di tempat tidur kamar Haneul.Lampu kamarnya sengaja ia matikan,ia lebih suka dengan kegelapan karena lebih terasa nyaman baginya.Ia memejamkan matanya untuk menenangkan diri,tak lama ia pun tertidur.

Tiba-tiba sesosok namja tampan berambut hitam muncul disamping tempat tidurnya.

Namja itu mendekat dan merebahkan tubuhnya menghadap SeulBi.Namja tersenyum,detik kemudian tangan dinginnya membelai pipi SeulBi.SeulBi membuka matanya lalu menoleh ke arah sampingnya,matanya melotot melihat namja itu.Namja berwajah imut itu tersenyum.

“Aku mengganggumu.” tanyanya menyesal.

“Ju-jungkook-a.”ucap Seulbi tegang,namja bernama Jungkook itu tersenyum miris melihat tatapan yeoja dihadapannya selalu sama seperti dulu,selalu menatapnya dengan tatapan ketakutannya.

“Aku tidak akan menyakitimu,istirahatlah.Aku hanya ingin melihat wajahmu sekarang”ucap Jungkook kembali membelai pipi Seulbi dengan tangannya yang dingin,membuat Seulbi bergidik.Seulbi menggeleng pelan.Jungkook menjauhkan tangannya dari Seulbi.

“Kenapa kau melepaskan kekuatanmu malam itu”

“Itu karena kekuatan yang diberikan Jin untukku terlalu banyak dan selalu menguasai tubuhku.Membuatku sesak dan….aku tak bisa mengendalikan diriku”

“Harusnya kau tak melakukan itu” ucap Jungkook dingin,SeulBi menatapnya. “Jin adalah seorang raja.Tugas jin adalah membuat semua penyihir yang memiliki BlackPearl mempunyai kekuatan yang cukup untuk bertarung.Aku pikir karena penyihir Jin memberimu kekuatan lebih,kau akan dengan senang hati menjaga kekuatan itu.Ternyata tidak….”

“Aku tak bermaksud-” ucap Seulbi terpotong karena tiba-tiba Jungkook menindihnya dan mencengkram kedua tangannya.

“Apakah kau tak tahu apa akibatnya jika melakukannya dengan sengaja?”bisik Jungkook di telinga SeulBi.

“Aku akan dihukum…….” Seulbi menggantungkan kalimatnya “Mati”lanjutnya.Mata Jungkook menyorotkan luka kesedihan saat menatap Seulbi yang terlihat sangat ketakutan.Air mata Seulbi jatuh saat Jungkook mencium keningnya.

“Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.” Ucap Jungkook menyeringai,Seulbi menangis dan mengalihkan pandanganya dari Jungkook.Jungkook memegang tengkuk Seulbi agar memandangnya,Seulbi tersentak.Lagi-lagi Jungkook tersenyum miris melihat reaksi SeulBi.Jungkook menghilang dalam sekejap.Seulbi bangun lalu memeluk lututnya.

.

.

.

“Bagaimana? Apa mutiara hitamnya bisa kau keluarkan?” tanya wanita paruh baya panik kepada 8 orang penyihir tua yang ada didepannnya.Salah satu dari mereka menggeleng.

“Sangat sulit mengeluarkannya.Dan tidak akan ada yang bisa mengeluarkan mutiara hitam itu dari tubuh tuan putri.Kecuali…..”

“Kecuali siapa tuan…aku mohon.Aku tidak mau putriku Seulbi menderita karena kutukan mutiara hitam itu” wanita itu mulai menangis

“Kecuali Penyihir iblis.Dia yang menanamkan mutiara itu di tubuh putri anda dan dia juga yang bisa mencabut mutiara hitam itu.Penyihir iblis menginginkan putri anda yang satu ini,karena ia adalah putri termuda dan dia adalan putri keturunan leluhur kita yang ke 100.Karena itu Penyihir iblis mengincarnya untuk dijadikan sebagai penguat kekuatan mereka”

“Ohh…putriku” wanita itu ambuk dan menangis.

“Sebelum kekuatannya berkembang.Kalian harus segera membuangnya”

 

@@@@@@

 

Terlihat gadis kecil mungil berambut hitam sedang berjalan sendirian ditengah gelapnya malam.Matanya bersinar merah,air mata yang jatuh dari pelupuk matanya pun juga berwarna merah menyala.Sendirian juga kesepian,adalah bagian darinya.Ia telah kabur dari istananya setelah menerima siksaanya,disaat ia tahu orang-orang itu berusaha mengeluarkan benda bernama BlackPearl itu dari dalam tubuhnya.

“Namaku Ok Seul Bi” lirihnya dengan nada bergetar,sambil terus berjalan di sepanjang padang rumput yang dipenuhi salju itu. “Artinya adalah Mutiara,Salju dan Hujan.Dan aku adalah seorang putri berumur 5 tahun yang memiliki mutiara terkutuk yang terlahir disaat hujan salju.” gumamnya.Tiba-tiba hujan salju turun perlahan.Seulbi kecil mengadahkan tangannya dan melihat butiran salju yang jatuh ke sarung tangan yang ia pakai.

“Salju.” gumannya lirih.Sinar merah dimatanya meredup dan kembali normal lagi.

“Tahukah kau betapa bahayanya jika berjalan sendirian ditengah malam begini,anak kecil?”tanya sesosok pria misterius yang mendekat ke arahnya.

“Ya?” ucap Seulbi.Pria itu mendongakkan kepalanya,memperlihatkan taringnya yang tajam,serta matanya yang bersinar merah.

“Aku menginginkan darahmu”ucapnya dengan wajah menyeramkan membuat Seulbi ketakutan,ia melangkah mundur dan ia terpeleset oleh tanah yang licin.Pria itu menggeram bergerak cepat ke arah Seulbi dan mencengkram kepalanya.Seulbi berteriak kencang,ia melihat seorang lelaki berambut hitam dengan syal putih nya berada dibelakang vampir itu.

Zrrrrrraaaaakkkk

Lelaki itu menusuk leher sang vampir dengan tangannya,kemudian vampir itu melebur jadi abu.

“Ini adalah wilayah vampir.Dan dia termasuk vampir liar” ucap lelaki itu dengan mata yang bersinar merah lalu berubah menjadi hitam lagi saat berbalik.Lelaki yang tinggi itu mengulurkan tangannya kepada Seulbi.

“Semuanya baik-baik saja?” seulbi memegang tangannya,lalu berdiri.

“Kakak siapa?” tanya Seulbi polos.Namun lelaki itu hanya tersenyum dan membungkukkan badannya membelakangi SeulBi.Seulbi memeluk lehernya,lelaki itu berdiri menggendong Seulbi di punggungnya lalu berjalan.

“Punggung kakak hangat.Aku suka” ucap Seulbi lalu menutup matanya dan tertidur.

.

.

.

“Laki-laki itu mirip Taekwon sunbae….”gumam SeulBi.Sejak Jungkook menghilang,ia tetap saja melamun dan bergumam sendirian.Tanpa ia sadari diluar jendela kamar itu,Jungkook berdiri diranting pohon sedang mengamati Seulbi dengan tatapan penuh arti.

“Aku hanya ingin melindungimu saja” gumam Jungkook pelan.Tiba-tiba angin bertiup pelan dan suasana menjadi terasa sangat dingin,Jungkook merasakan ada sesuatu yang mendekatinya.Namun ia hanya berdiam,menunggu sesuatu yang ganjal itu muncul.Dan benar saja,Haneul muncul dari balik pintu rumah seraya menodongkan tongkat sihirnya dengan kristal biru bercahaya di ujung tongkatnya.

“Jangan ganggu Seulbi” ucap Haneul gemetaran.Jungkook menyeringai lalu turun dari pohon yang tinggi itu dan berada tepat didepan Haneul.Tubuh Haneul gemetaran saat Jungkook menatapnya dengan tatapan dinginnya.Jungkook memasukkan ke dua tangannya ke dalam saku celananya.

“S-si-siapa kau?!!”bentak Haneul.Jungkook menepis tongkat sihir Haneul menggunakan sihirnya.Seketika tongkat itu terjatuh dan cahaya kristal itu meredup.

“Kau bukan penyihir petarung.Dan kau hanyalah penyihir lemah yang hanya bisa menyerang dari jarak jauh.Benar kan?” tanya Jungkook dengan nada sinis. “Tak ada gunanya juga kau melindungi Seulbi dengan tongkatmu atau kekuatan sihirmu.Kau pikir…kau bisa-”

“AKU BISA MELINDUNGI SEULBI DENGAN KEKUATANKU BAHKAN AKU BERSEDIA UNTUK MENYERAHKAN NYAWAKU DEMI SEULBI!!!!” bentak Haneul.

“Oh….aku terkejut!” cibir Jungkook. “Bahkan nyawamu juga tak berguna bagi Seulbi.Kau tahu? Dia bisa melindungi dirinya sendiri.Jadi….kau masih mau menyerahkan nyawamu untuknya? Untuk seseorang yang bahkan bisa membunuhmu kelak jika ia hilang kendali?”

“N-n-ne?? Apa maksudmu” Haneul melangkah mundur ketika Jungkook mendekat dengan matanya yang bersinar merah.Sampai Haneul terpojok karena pintu dibelakangnya.

“Kebetulan aku sedang haus.Aku ingin minum darah…” Jungkook mendekatkan taringnya yang tajam ke leher Haneul yang menutup matanya rapat-rapat.Tiba-tiba Seulbi muncul di belakang Jungkook dan memeluk pinggang Jungkook dari belakang.

“Hah??” Jungkook terkejut dan jantungnya berdegup kencang.Jungkook melepas pelukan Seulbi lalu berbalik,mendapati Seulbi menatapnya tajam.Jungkook memegang bahu Seulbi.

“S-s-s-se-Seulbi…” Haneul terkejut,kini Seulbi menatap Haneul.Mata Seulbi memancarkan cahaya keunguan,ia menghipnotis Haneul.

‘Masuk ke dalam!’ perintah Seulbi.Haneul pun masuk ke dalam rumah lalu menutup pintunya.

“Kenapa kau keluar?Malam ini dingin”tanya Jungkook memeluk Seulbi.Seulbi mendorong pelan tubuh Jungkook lalu memberikan telapak tangan kanannya yang sengaja ia gores dengan pisau.Jungkook mencium bau darah Seulbi,sekilas matanya bersinar merah lalu meredup.Dengan cepat Jungkook menggeleng dan menjauh dari SeulBi,namun Seulbi menahannya.

“Apa yang kau lakukan?!! Pergi!!” Bentak Jungkook.Dan lagi-lagi Seulbi menodongkan telapak tangannya yang berdarah.

“Aku tidak apa-apa,minumlah.” ucap Seulbi pelan.Jungkook meraih tangan Seulbi dan mulai menjilati telapak tangannya.Mata Jungkook kembali bersinar merah,Seulbi memandangi wajah Jungkook yang terlihat tenang itu dengan pandangannya yang kosong.

‘Aku takut……..Seorang vampir dengan mata merahnya,aku takut.Tapi dia………….berbeda’ batin Seulbi.Tiba-tiba Jungkook menggigit telapak tangannya,membuat Seulbi meringis kesakitan.

“aght…Jung…..”Jungkook menjilati begas gigitannya di telapak tangan Seulbi,seketika bekas gigitan itu menghilang.

“Kau bodoh!!Kenapa tidak menghentikanku!!” geram Jungkook seraya mengusap darah yang tersisa di mulutnya.

“Aku tidak-”

“Sudahlah.Aku pergi” ucap jungkook berjalan memunggungi Seulbi,tetapi ia kembali berhenti. “Selamat malam” ucapnya lalu menghilang begitu saja.Seulbi tetap memantung di tempatnya,memegangi tangan kanannya.

“Kenapa tubuhnya tidak terasa dingin?Apa dia sedang gugup?”gumam Seulbi

——————-   Author pov End    ——————-

 

——————-      Seulbi pov       ——————-

Hari ini,entah kenapa aku sangat merasa malas untuk membuat bekal makan siang untuk Taekwon oppa.Aku berjalan malas menuju kelasku,karena aku tahu hari ini aku terlambat berangkat dan ini sudah pukul delapan.Aku yakin Junsi songsaengnim akan memarahiku secara habis-habisan.

“Oh….? Kenapa aku disini?” gumamku menyadari diriku berada di depan pintu rooftop.

“Ahh…kenapa aku jadi suka melamun begini” garutuku,aku pun berbalik hendak menuruni tangga untuk kembali.Tapi…

“Eung~” Tiba-tiba aku mendengar suara lenguhan seseorang yang kuyakini itu suara namja.Aku pun berbalik dan mengintip sedikit dari celah pintu didepanku.

Iiiiii….kenapa tidak ada siapa-siapa disini. Aku pun membuka pintu itu lebar-lebar,lalu berjalan maju kemudian melihat ke kanan kiriku.Tidak ada siapa-siapa?.Aku hendak berbalik,namun tiba-tiba saja seseorang menutup kedua mataku dari belakang,aku memegang tangannya.Ia terkekeh pelan.

“Taehyung!!! Jangan berani macam-macam denganku”ancamku.Taehyung pun menjauhkan tangannya dari wajahku,aku berbalik melihatnya dengan wajah datarku.

“Waaahhh….daebak!! Bagaimana kau bisa tahu ini aku? Kau stalkerku yaaa~”ujarnya percaya diri seraya menyengir aneh.Uuuu!!! Dia memang orang yang paling menyebalkan didunia ini.

 

Pletaakkk!!!

“Appo!!!!!! Yaaaa!! Appo!!” pekiknya setelah aku menjitaknya dengan keras.Aku tak memperdulikannya yang berteriak memakiku,itu sudah biasa.Aku berjalan pergi meninggalkan rooftop.

“Kau bolos ya?” godanya.Aght!!Sial!! Anak ini mengikutiku.

“Kau sendiri juga begitukan?” ujarku kesal sambil terus berjalan.

“Tidak kok.Dengar ya aku ini lelaki yang gentle jadi menerima hukuman sudah biasa bagiku,yang penting aku tidak absen.Kau juga tahu sendirikan,aku paling tidak suka namaku dipajang di papan absen.Aku takut fans-ku jadi bertambah nantinya”

“Cih….bertambah apanya.Lagi pula kau dihukum karena selalu datang terlambat!”

“Eyy…..tapi kau juga terlambat kan?”

“Ah…sudahlahAku sedang ingin sendiri.Aku ingin kembali ke asrama saja”ucapku melangkahkan kakiku lebih cepat.Namun si anak keras kepala ini menarik kerah belakang seragamku.

“Akkk…Yaakk..!! Aku tak bisa bernafas!!” pekikku,ia melepas genggamannya pada kerah seragamku,aku pun berbalik dan hendak memarahinya.Namun wajahnya terlihat begitu serius memandangku,aku pun diam.Sepertinya ingin mengatakan sesuatu.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Maksud mu apa sih?” tanyaku balik,tak faham dengan topik yang ia bicarakan.

“Semalam,aku seperti mencium bau darahmu emmmm………..”

“Apa?” tanyaku penasaran

“Ah….tidak jadi.Eh katanya kau mau pergi ke asrama ya?Kau pergi saja.Kau tidak pergi? Ya sudah aku pergi.Dadah~” ujarnya berlari kencang meninggalkanku.

Sebenarnya dia ini kenapa sih? -_-‘  Dasar orang aneh.

——————-      Seulbi pov       ——————-

——————-      Haneul pov       ——————-

Sejak bel istirahat berbunyi aku menolak ajakan Jaehwan oppa untuk makan bersama di kantin.Aku bergerak mencari Seulbi,aku harus menjanganya.Aku faham betul apa yang dilakukan Seulbi tadi malam,ia menghipnotisku tapi aku masih bisa melihat semuanya dengan jelas.

“Taekwon sunbae!!!” panggilku ketika melihat sunbaeku itu dan berharap dia tahu dimana Seulbi sekarang.Taekwon sunbae menoleh kepadaku,ia melihatku dari atas sampai bawah.

“Seulbi?”ucapnya dengan dahi berkerut.

“Ah…ani.Aku Ok Haneul” ucapku,aku baru ingat kalau aku salah memakai seragam beserta tagname milik Seulbi.Taekwon sunbae,berdiri menghadapku seraya memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya.Sepertinya dia tahu aku ingin menanyakan sesuatu.

“Apa sunbae melihat Seulbi?”

“Tidak”

“Oh….yasudah.Gamsahabnida sunbae” ucapku lalu berlari menjauhinya.Aku berlari kearah asrama.Aku berlari ke arah kamarku dan Seulbi ,tetapi dia tidak ada di sana.Tiba-tiba aku mencium bau gosong dari arah dapur,aku segera berlari kearah panci yang sudah mengeluarkan asap itu.Aku yakin ini ulah Seulbi,tapi dimana orangnya.

“Seulbi….!! Yaa!! Ok Seulbi dimana kau??!” teriakku.Tiba-tiba Seulbi muncul didepan panci itu dengan melamun seraya memegang piring.Ternyata dia punya kekuatan invisible.

“Kau ini!! Bagaimana jika terjadi kebakaran!!! Kenapa membiarkan masakanmu gosong begitu saja?Yaa…kenapa melamun seperti ini” tanyaku seraya membereskan peralatan kotor karena ulahnya.Namun dia hanya diam dan tetap melamun seperti tadi.Aku menyentuh bahunya,perlahan ia mengangkat kepalanya seolah tersadar lalu menatapku.

“oh? Apa yang kaulakukan disini?”

“Tentu saja aku mencarimu.Kau tidak sedang sakitkan?Apa ini gara-gara Jungkook tadi malam?”

“Jangan bahas masalah itu!”ucapnya lalu pergi begitu saja menuju kamarnya.Saat ia memegang knop pintu ia berhenti. “Jangan ikut campur urusan kami.Atau aku tidak akan segan-segan membunuhmu” ucapnya tanpa berbalik,lalu memasuki kamarnya lalu menutup pintunya.

“Dia kenapa lagi?”gumamku,beberapa detik kemudian aku teringat kata-kata Jungkook semalam. ‘Membunuhku? Apa aku benar-benar akan dibunuhnya suatu saat nanti?’

——————-  Haneul pov End   ——————-

——————-      Author pov       ——————-

Seulbi menutup pintu kamarnya.Ia merosot terduduk bersandar pada pintu itu.Kemudian ia melepas perban putih dilengannya.Lalu memandangi tanganyya yang mulus tanpa luka gigitan anjing beberapa hari lalu.

“Jungkook melakukannya lagi” gumamnya. “Apa yang harus kulakukan sekarang?”

Tiba-tiba kilatan kilatan masa lalu Seulbi muncul dikepalanya.Ia memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit,seperti ditusuk ribuan jarum.Pada akhirnya ia pingsan.

.

.

.

Malam itu musim salju.Seulbi umur 7 tahun sedang berjalan dengan Taekwon yang berumur 15 tahun.Seulbi terlihat sangat senang ketika sudah melihat rumah didepan mereka.Seulbi berlari kecih kearah pintu rumah itu lalu memencet bel rumah itu.Beberapa detik kemudian muncul pria paruh baya membukakan pintu dan tersenyum,lalu berjongkok menerima pelukan Seulbi.

“Appa…aku pulang” ucap Seulbi.Pria berkaca mata itu tersenyum memandang Seulbi,lalu memandang Taekwon dibelakangnya.Pria yang kini menjadi sang kepala sekolah.

 

***

 

Seulbi mencolek krim Cheesecake nya lalu menjilati krim di jari-jarinya.Taekwon memandang Seulbi,lalu menyendok Cheesecake milik Seulbi.

“Jangan dicolek seperti itu.Ayo aaaa~” ucap Taekwon seraya menyuapkan sesendok Cheesecake untuk Seulbi.Tetapi secara tak disengaja Seulbi melihat taring Taekwon saat lelaki itu mengatakan ‘a’.Seulbi terus memandang ke arah taring Taekwon dan mengarahkan jarinya ke taring Taekwon.

Taekwon pun membuka mulutnya,membiarkan Seulbi menyentuhnya.Seulbi menyentuh taring Taekwon dan telunjuknya menjadi berdarah.Seulbi terkejut dan menjatuhkan piring kuenya.Seulbi teringat dengan vampire liar yang menginginkan darahnya 5 tahun lalu.Seulbi menangis seraya membungkam mulutnya.

“Aku akan pulang malam ini” ucap Taekwon

“Kau tidak menginap malam ini? Diluar sangat dingin.Huuuuaaa….~ Kenapa dia tidak mendengarkanku?” ucap kepala sekolahberkacamata itu karena Taekwon langsung pergi begitu saja.

“Ta…….taekwon…..taekwon oppa va-va-vampire??”gumam SeulBi

 

***

 

Seulbi sedang mencuci piringnya didapur.Tiba-tiba bel berbunyi.Ia pun langsung berlari membukakan pintu untuk kepala sekolah yang menjadi ayahnya itu.Saat ia membukakan pintu, ternyata kepala sekolah tidak sendirian.Ia membawa seorang anak berambut hitam yang seumuran dengan Seulbi.

“Namanya Jungkook.Keluarganya baru saja dibunuh bangsa penyihir.Semoga kalian bisa akrab ya.”

“N-ne.” ucap Seulbi.

“Aku ingin pergi sebentar.Mandilah dulu Jungkook,Seulbi akan memberi tahumu kamar mandinya.Tolong jaga Jungkook baik-baik,ya Seulbi”ucap kepala sekolah lalu meninggalkan mereka berdua.Untuk beberapa saat mereka saling diam.Sampai pada akhirnya Seulbi menutup pintunya lalu menarik Jungkook ke arah kamar mandi.

“Ini kamar mandinya” ucap Seulbi seraya membuka pintu kamar mandi lebar-lebar,lalu hendak meninggalkan Jungkook.Seulbi berhenti ketika melihat anak itu hanya diam saja di depan pintu kamar mandi.Seulbi menghela nafasnya lalu mendorong Jungkook masuk ke kamar mandi.

“Kenapa kau ini?” Tanya Seulbi seraya melepas mantel hangat milik Jungkook.

 “Hah…!!! Astaga!”Seulbi membungkam mulutnya,terkejut karena melihat dada Jungkook hampir keseluruhan terkena darah,lalu melihat Jungkook yang tetap saja melamun.

Dengan ragu Seulbi pun mengambil handuk kecil,lalu mencelupkannya ke dalam air dan memerasnya.Kemudian ia mulai mebersihkan darah didada Jungkook.

“Kenapa bisa bengini?” tanya Seulbi,namun Jungkook mengabaikannya.Seulbi pun memilih untuk diam saja dan terus membersihkan tubuh Jungkook.

“Tanganmu” ucap Jungkook pelan secara tiba-tiba.

“Oh…ini?” Seulbi menunjukkan lengannya yang sedikit berdarah baru saja tergores paku pada pintu dapur. “Hehehe…aku memang ceroboh,hingga lecet begini.”ucap Seulbi terkekeh,namun Jungkook meendekati luka itu lalu menjilatinya.

“Y-yaaah” gumam Seulbi pelan karena lukanya menutup begitu saja setelah apa yang Jungkook lakukan padanya.Jungkook memandangnya.Seulbi pun melanjutkan pekerjaannya.Ia menggosokkan kembali handuk basahnya kali ini ke leher Jungkook.

“Terima kasih” ucap Seulbi.

 

***

 

“Oppa…oppa…aku punya temanbaru” ucap Seulbi seraya menarik-narik lengan Taekwon.

“Hahaha….siapa?” tanya taekwon melihat kedalam ruang makan.Taringnya langsung keluar melihat Jungkook.Sedangkan Jungkook mengambil pisau dari keranjang buah didekatnya.

“Vampir” gumam Jungkook terdengar marah.

“Kau berhutang budi kepadaku” ucap Taekwon santai.Jungkook berlari ke arah taekwon.

“Jungkook dia bukan-” ucap Seulbi terpotong karena Taekwon menariknya ke belakang.Jungkook menusuk lengan Taekwon.

“Aku tidak berhutang apapun kepadamu.Tapi kau!! Berhutang nyawa pada seluruh keluargaku!! Jika kau tidak memberikan darah Vampirmu,maka raja tidak akan memberikan darih itu kepada hyung ku!!” bentak Jungkook.Taekwon mencabut pisau itu dari lengannya dengan santai lalu membuangnya.Jungkook menatap Taekwon tajam dengan tatapan penuh benci,lalu berjalan pergi.

 

***

 

Perlahan SeulBi membuka pintu kamar Jungkook.Melihat Jungkook sedang duduk di ranjangnya seraya bersandar pada dinding kamarnya.

“Jungkook” ucap Seulbi duduk didepan Jungkook.

“Jungkook…..aku tahu kau mempunyai masalah dengan Vampir.Tapi aku juga tahu,jika Taekwon oppa tidak seperti Vampir yang lain.Dia berbeda” ucap Seulbi memegang bahu Jungkook.Namun Jungkook menepisnya dengan kasar.

“Tinggalkan aku”

“Tapi Jung-”

“TINGGALKAN AKU SEKARANG!!! APA KAU TULI??!!” bentaknya,dengan mata merah bercahaya.Seulbi pun mengalah,dan pergi meninggalkan kamar Jungkook.

.

.

.

JaeGuk High School.Night Class.

“Jadi,jika jiwa vampire kalian tiba-tiba muncul disaat waktu yang tidak tepat.Kalian bisa memakan kapsul darah ini.Kapsul ini bisa meringankan rasa haus kalian untuk sementara”ucap pria tua berjenggot putih, guru Night class itu.

Teeengg……Teeengg…..~

 

Denting lonceng besar itu berbunyi menyeramkan.Menandakan pelajaran untuk murid kelas malam telah usai.Semua murid kelas malam bukanlah manusia biasa.Melainkan mereka adalah para vampire,yang hidup berdampingan dengan manusia.Itu lah kenapa alasan dikeluarkannya peraturan bagi semua murid,untuk tidak keluar malam,atau pergi ke sekolah waktu malam hari.Karena Night Class adalah waktunya para vampir untuk menguasai wilayah sekolah itu pada malam hari.

“Kelas selesai” ucap guru itu lalu pergi meninggalkan ruangan.

“Sebentar lagi ,hari dimana Redmoon akan muncul sudah dekat.Apa yang akan dia lakukan” ucap seorang yeoja bernama Bomi seraya menompang dagunya seraya memandang Jin yang letak bangkunya jauh didepannya.

“Yaaahh…suka-suka dia saja dong.Dia mau melakukan apa saja.Jagi pula apa urusanmu.” Ucap Taehyung yang membaca komiknya seraya memakan snack kesukaannya.Bomi merebut komik Taehyung,lalu membukanya dengan santai menghiraukan Taehyung yang menggeram seraya menatapnya kesal.

“Heeeeyyy!!!! KAU INI KENAPA SELALU MENGGANGGUKU!!!” bentak Taehyung kesal.

“Ekhm……Jin.Kau kehilangan kelinci percobaanmu?” tanya yeoja berambut pendek,Bernama Hyeri.

“Yah….begitulah.” ujar jin seraya meletakkan kedua lengannya dibelakang kepalanya dan meletakkan kedua kakinya diatas meja.

“Loh…..jadi gadis itu sudah terlepas dari mutiara hitamnya?” tanya Bomi,seraya menyentakkan komik Taehyung dengan kasar dan tanpa sengaja sudutnya mengenai punggung tangan Taehyung.Bomi menekannya kuat-kuat.

“B-b-bomi….Itu Sakit!!! SAKIT!!! SAKIIIIIIII!!!!! YAAA!!” Taehyung berteriak kesakitan.

“Tidak,bagaimanapun mutiara hitam itu tidak akan lenyap.”ucap Jin, seraya memandangi bulan yang mulai tertutup awan hitam.Ruangan kelas yang gelap itu semakin gelap.Semua mata yang berada di dalam kelas itu menyala merah.

***
“Eungh….Ck…aish….!” desah Seulbi terus mengubah posisi tidurnya pada akhirnya dia bangun dan meraih seragamnya.

“Kau mau kemana?” tanya Haneul.

“Bukan urusanmu” Seulbi membanting pintu kamar mereka.Haneul berlari mengikuti SeulBi.Seulbi terus berlari menuju sekolah,instingnya mengatakan seseorang telah melanggar peraturan untuk keluar malam.

“Kembali ke asrama sekarang!!” mentak Seulbi mendapati 3 orang yeoja sedang berkumpul di hutan,tepatnya dibelakang sekolah Jaeguk.Yeoja itu menatap Seulbi takut,karena Seulbi adalah ketua osis Jaeguk sejak ia masuk ke sekolah itu.

“A-a-anu….kami hanya ingin-”

“Hey…girls, Good night” ucap Taehyung.Seulbi berbalik mendapati namja berabut oranye Kim Taehyung dengan namja satunya berambut abu-abu nya Kim Namjoon.

“Aaaakkk..itu mereka!!”

“Wah!! Tampannya” pekik dua yeoja dibelakang Seulbi dengan histerisnya.Seulbi merentangkan tangannya melindungi dua yeoja itu karena merasakan aura yang tidak enak didekatnya.

“Hmm…..bau darah,dari mana ya asalnya?” Taehyung bertanya kepada namjoon sedangkan yang ditanyai hanya menyeringai lalu mengankat bahunya.Taehyung beralih melihat ke arah tiga yeoja didepannya,lalu terfokus ke arah tangan Seulbi yang terlihat sedikit lecet.

“Oh…hahaha!” Taehyung tertawa matanya bersinar merah.Membuat Seulbi dan kedua yeoja itu ketakutan,Seulbi tetap menatap seseorang didepannya dengan pandangan tak percaya.

“Sangat harum……dan manis.” Taehyung merengkuh tubuh Seulbi dan mendekati leher Seulbi.

“Yaah….bodoh pergilah!!” pekik Seulbi kepada kedua yeoja itu.Namun yang bukannya kabur atau apa,kedua yeoja itu malah pingsan.Seulbi menutup matanya ketika Taehyung mengeluarkan taring tajamnya.
Sreeeett!!

Tiba-tiba saja seseorang menarik kerah belakang baju Taehyung dan mengangkatnya ke atas.

“Jangan berani-berani menyakitinya Taehyung” ucap Taekwon tenang,namun matanya menatap Taehyung tajam.

“Ahh…maafkan aku” ucap Taehyung cemberut lalu memasang Aegyeonya kepada Taekwon.Taekwon melepaskan cengkramannya pada kerah baju Taehyung lalu berjalan kearah Seulbi dan mengelus puncak kepala Seulbi.

“Semuanya baik-baik saja?” tanyanya.

‘Dia menanyakan hal yang sama setelah menolongku dari Vampir yang mengancam nyawaku’

“Ah……iya” ucap Seulbi pelan.Tiba-tiba Seulbi teringat kalau Taekwon bukanlah manusia biasa,namun hatinya menolak keras untuk menerima kenyataan kalau Taekwon adalah Vampir.Tiba-tiba muncul Hyeri dibelakang SeulBi.Seulbi berbalik melihat apa yang Hyeri lakukan pada kedua yeoja itu.

“Dia sedang menghapus ingatan kedua anak itu.” Ucap Taekwon.Baru saja Seulbi ingin berterima kasih kepada Taekwon,Jungkook sudah menariknya seraya menatap Taekwon tajam.

“Jangan berani mendekati Seulbi”ucap Jungkook dengan nada penuh amarah.

“Ju-Jungkook” gumam Seulbi.Jungkook menggendong Seulbi ala bridal style.Lalu membawa Seulbi kembali ke kamar asramanya.Seulbi tetap memandangi wajah Jungkook saat ia digendongnya.Jungkook merebahkan SeulBi di tempat tidurnya.

“Kau takut denganku?” tanya Jungkook dengan nada dingin.Seulbi menggeleng,lalu kembali menatap Jungkook yang tersenyum sinis tanpa memandangnya.

“Aku pergi”

“Jung-” Seulbi terlambat memanggilnya karena Jungkook sudah melesat keluar melalui jendela kamar Seulbi.Seulbi berjalan kearah jendela lalu menatap bulan.

“Bahkan aku belum mengucapkan terimakasih”

***

Haneul menekan tombol lift.Seraya menunggu pintu lift terbuka ia menoleh kekanan dan kekiri karena ia merasakan seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya sedari tadi.

“Youngmin??? Kwangmin???” Haneul memanggil kedua nama itu karena ia fikir kedua orang itu akan mengikutinya setelah meenjahilinya karena menganggapnya Seulbi.Merasa tak ada respon Haneul mengendikkan bahunya.Pintu lift terbuka,ia langsung masuk kedalam lift.Dan saat pintu lift hendak tertutup.Tiba-tiba Hyuk datang dan membuat pintu lift kembali terbuka karena ia berdiri diantara pintu lift itu.Haneul terkejut dan langsung merosot ke sudut lift seraya mengelus dadanya.Pintu lift pun kembali tertutup.

“Hahaha….hahaha…..kau lucu sekali….hahaha…Haneul……hahaha” Hyuk tertawa puas karena melihat ekspresi Haneul yang terlihat sangat shok karena ulahnya.Haneul langsung bangkit dan mencekik Hyuk dengan lengannya dengan susah payah,karena Hyuk lebih tinggi darinya.

“Huuh!! RASAKAN INI!!!!”

“Aduh….hahaha….Yaa!! Aku tidak bisa bernafas..haha….ampun”

“NO MERCY SANG HYUK!!!!!!!!” Haneul terus mencekik Hyuk,namun Hyuk malah menatapnya.Seketika wajah Haneul memerah,dengan segera dia mendorong Hyuk menjauh.

“Hahaha…..aku suka kau mencekikku seperti itu.Ayo lakukan lagi” ucap Hyuk manja,dengan cepat Haneul mendorong muka Hyuk menjauh menggunakan telapak tangan kirinya.Tiba-tiba pintu lift terbuka,menampakkan sesosok anak laki-laki berumur lima tahunan sedang menatap mereka dengan tatapan tajam,lalu memasuki lift.

“Anak kecil,dimana orang tuamu? Kenapa kau bisa ada disini? Kau tersesat? Bagaimana bisa? Ah kau sudah makan? Mau oppa belikan permen tidak?”

“Cih…oppa?? Ini OPPA!!!” anak kecil itu memukul wajah Hyuk dengan sangat keras.

“Eh….kamu tidak boleh seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu” ucap Haneul.Sebenarnya anak kecil itu adalah Suga yang menggunakan kekuatannya untuk menyamar agar dia bisa bolos jam ke dua.Hyuk mangut-mangut setuju setelah Haneul mengatakan itu.

“Lalu?” tanya Suga santai.Tiba-tiba Haneul menggendong Suga kecil lalu mencubit pipinya.

“Baiklah karena kau nakal.Aku akan carikan orang tuamu.Kajja” Haneul langsung berjalan keluar setelah lift terbuka.

“Yaa!! Kau meninggalkanku?!!” pekik Hyuk

“Oh…iya.Obati hidungmu dulu baru kau boleh ikut aku.”

“Hidung?” Hyuk memegang hidungnya. “Haaa?!!! Darah? Yaaa!!!! Anak kecil!!! AWAS KAU YAH!!!” pintu lift tertutup.

Haneul menggandeng tangan Suga.Semua murid melihat kearah mereka,bertanya-tanya ‘Siapa anak kecil itu?’ sambil sesekali memuji keimutan Suga.

“Oh….? itu Seulbi?! Ya!! Ok Seulbi” Haneul memanggil Seulbi ketika melihatnya duduk melamun di kelasnya.Seulbi menoleh kemudian keluar kelas dan menghampiri Haneul.

“Apa?” tanya Seulbi dingin lalu menengok ke arah anak kecil itu.

“Kalian kembar?Kalian bersaudara?”tanya Suga

“Iya | Tidak” jawab Haneul yang mengatakan ‘Iya’ dan Seulbi ‘Tidak’ secara bersamaan.Haneul tercengan dengan jawaban Seulbi dan sedikit merasa sakit hati karenanya.

“Kau mau apa?Aku sibuk.” ucap Seulbi dingin.

“Yaa…bisakah kau hilangkan sifat dinginmu itu? Bantu aku menemukan orang tua anak ini”

“Oh? Anak itu?”Seulbi mengamati anak kecil dihadapannya.Detik kemudian gadis itu menggembungkan pipinya menahan tawa.

“Kau tahu siapa dia?” mata Haneul berbinar.

“Tentu.Dia kan Su-”

“Wah!! Kakak cantik sekali!!!” seru Suga agar Seulbi tidak mengatakan bahwa itu adalah dia.Seulbi mengeluarkan smirknya,sedangkan Suga memasang tatapan mengancamnya.Seulbi menghela nafas.

“Ayo.Orang tuamu sudah menunggu,ikut aku” Seulbi pun berjalan lebih dulu,diikuti Suga dibelakangnya yang sedang bergumam kesal kepada Seulbi.

“Ah! Seulbi kalau begitu aku pergi dulu ya!” pekik Haneul,Seulbi mengangkat sebelah tangannya tanpa menoleh.

Seulbi mendudukkan dirinya dibangku taman.Suga pun ikut duduk,lalu merubah wujudnya menjadi normal seperti biasanya.Seulbi menghela nafasnya.

“Hey kau! Jangan coba-coba mengatakan kepada orang lain kalau ini aku!”

“Siapa yang kau maksud dengan orang lain?”

“Arghh!!! Tentu saja manusia!!”

“Tapi aku juga manusia”

“Terserah!!!” Suga menyilangkan tangannya didepan dada.Lagi-lagi Seulbi menghela nafasnya dan membuat Suga menoleh kepadanya.

“Kau ini kenapa? Ada masalah?”

“Eum?”

“Ceritakan saja”

“Aku tidak mau bercerita dengan seorang vampir sepertimu.”

“Yah…..terserah kau.Aku hanya menawarkan saja.” Beberapa detik kemudian hening.

“Siapa saja vampir di grup-mu? Apakah Jimin hanya manusia? Kalau dia vampir,kenapa aku belum pernah melihatnya mengeluarkan taringnya?Lalu siapa yang membuat kalian menjadi vampir seperti ini?”tanya Seulbi,tiba-tiba sorot mata Suga memperlihatkan kesedihan disana.

“Aku tak tahu,itu terjadi begitu saja.Kalau masalah Jimin,sepertinya kau tak perlu tahu.Ckckck….kenapa kau begitu ingin tahu.Huah….ada hal lain yang ingin kau tanyakan,selain ini?Yang lebih penting misalnya-”

“Apa Jungkook masuk sekolah hari ini?” tanya Seulbi memotong ucapan Suga

“Kau sedang menanyakan hal penting?” ucap Suga menggoda Seulbi,namun Seulbi malah diam dan sorot matanya menunjukkan rasa gelisah disana.Suga pun berdehem kikuk.

“Sepertinya dia tidak masuk hari ini”

“Oh….Eum.”

“Kenapa? Bukannya ini hal yang bagus buatmu? Yah….biasanya dia selalu mendekatimu dan membuatmu takut.Itu juga kan yang membuatmu memilih untuk pindah ke asrama biasa seperti murid yang lain?Aku yakin aku benar”

“Yah….itu benar.”

“Sudah kuduga.Hmm….tapi aku heran,kau takut pada Jungkook.Tapi kenapa kau tidak takut kepadaku??!!”tanya Suga memekik konyol,Seulbi memandang ke arahnya.

“Karena kufikir Jungkook lebih kuat darimu dan yang lainnya,meski kalian menganggap dia maknae di grup.Tapi dengan mutiara hitam yang berada dalam tubuhku,aku bisa merasakan seberapa kuat orang yang berada didekatku.”

“Lalu-lalu…..bagaimana denganku.”

“Aku tidak bisa mengatakannya secara detail.Tapi kekuatanmu itu sangatlah standar dan berada dibawah rata-rataku.”

“YAA!! Yang benar saja,jangan bandingkan aku denganmu.Ya tentu saja kau lebih kuat dariku karena BlackPearl mu itu.Aish…ini tidak adil.”

“Aku benci BlackPearl!!!”

“Mworago?”

“Aku pergi dulu” Seulbi pergi meninggalkan Suga.

“Ya! Kembalilah,dan jangan takut kepada Jungkook.Aku yakin,dia melakukan itu semua untuk melindungimu” Ucap Suga hangat.Seulbi terdiam sejenak,lalu kembali berjalan.Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara daun kering terinjak dibalik pohon.

Haneul tak sengaja menginjak daun-daun kering didekatnya,sedari tadi ia berada disana untuk menguping karena ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Seulbi.Ia menutup mulutnya ketika mendengar suara derap langkah Seulbi kemudian ia menutup matanya.Seulbi yang sudah berada di samping Haneul langsung menarik Haneul.

“Apa yang kau dengar.Harus kau lupakan” Ucap Seulbi lalu pergi meninggalkan Haneul yang masih gemetaran karena takut.

“Be-b-b-b-b-b-be-benar-kah-i-i-i-tu?”

***

Seulbi mengemasi baju-bajunya kedalam kopernya.Ia memutuskan untuk kembali ke asramanya yang dulu.Entah apa hal yang mendorong Seulbi untuk melakukan itu,tetapi yang ia hanya memikirkan rasa penasarannya terhadap perasaannya pada Jungkook.

Perlahan ia memasukkan baju-bajunya ke dalam almari yang berada di ruang kamarnya.Setelah selesai menata tempat tidurnya ia berbaring dan menghela nafas.Hari mulai gelap,hawa dingin yang menusuk tulang membuatnya kedinginan.Seulbi pun mengganti pakaiannya kemudian melangkah menuju ruangan yang didalamnya berisi dua kamar mandi lalu menutup pintunya.Ia memandang dua pintu lagi yang berada agak jauh didepannya,ia memasuki kamar mandi .

“Huufft~” Seulbi memanjakan dirinya dengan mandi air hangat dibathtub.

Tap….tap….tap…..Ckleeeek…..

“Oh? Seulbi?” ternyata yang datang adalah Taehyung.Taehyung terkejut melihat Seulbi,membuat Seulbi malu seraya menenggelamkan seluruh wajah dan tubuhnya ke dalam busa sabun kemudian mengangkat dan menggerakkan tangannya menyuruh Taehyung untuk pergi.Taehyung menelan ludahnya,lalu dengan cepat menutup pintunya.

“Yaaaah….!! Ini bukan salahku,ini salahmu sendiri tidak mengunci kamar mandinya.Jadi aku tidak tahu kalau kau ada di dalam” teriak Taehyung dari luar.Seulbi tahu,selama dia tidak ada Taehyung selalu menjaga Jungkook bahkan Taehyung juga rela pindah dari kamarnya untuk menemani Jungkook.

“Aku minta maaf soal kejadian lalu,aku benar-benar diluar kendali.Kalau begitu,aku akan pergi” ujar Taehyung yang masih berteriak dari luar.Taehyung pun pergi,Seulbi dapat mendengar suara berisik diluar sana dan ia tahu Taehyung sedang mengemasi barangnya.

“Beginikah aku? Semuanya selalu melakukan apapun yang membuatku nyaman,merepotkan diri mereka hanya untukku,dan bersifat seolah aku tak bisa melakukan apapun untuk diriku sendiri.Aku…..”

‘Aku takut………………………’

“Hah?” Seulbi terkejut karena mendengar suara seseorang yang menggema di telinganya.

‘Sakiiiiiitt!!! Tolong aku!!!!’

“Siapa? Si-siapa yang berbicara?!!!!” pekik Seulbi ketakutan.Seulbi membuka matanya dan terkejut.Darah,darah,dan darah disana-sini bahkan air dibathtubnya juga menjadi darah.Seulbi memekik sangat keras.

Jungkook yang baru saja memasuki kamar asramanya langsung melempar tasnya dan berlari kearah kamar mandi.

“Yaaa!!! Seulbi!!! Kau didalam?!!” Ujar Jungkook panik seraya mengetuk pintu didepannya dengan keras.Seulbi membuka sedikit pintu kamar mandinya,ia bersembunyi dibalik pintu.

“Ju-jungkook.” lirih Seulbi.

“Ada apa?Apa yang terjadi?”

“A-a-a…..hanya serangga.Sebentar,aku hampir selesai.” Ucap Seulbi dengan nada bergetar lalu menutup kembali pintunya.Dengan ragu ia membuka matanya kembali.Bersih,tidak ada sedikitpun darah disana.Dengan segera Seulbi memakai bajunya lalu keluar dari kamar mandi.

***

Jungkook duduk di meja makannya seraya menyangga dagunya dengan tangan kanannya .Ia sedang memandangi Seulbi yang sedang memasak makan malam didapur.

“Hmmm….wanginya.Hey!! Aku lapar!! Bisa cepat sedikit?!” ucap Jungkook mencoba untuk bercanda dengan Seulbi.Seulbi hanya memandanginya sekilas lalu kembali fokus dengan masakannya.

“Jangan bilang kau masih takut denganku.” ucap jungkook santai.

“Siapa yang takut kepadamu.Aku hanya….”

“Hanya apa?Beri tahu aku,ayolah Seulbi…..ayolah~” Jungkook berlari ke arah Seulbi seraya memberikan Aegyeo nya.Seulbi memukulnya dengan spatula.

“Jangan menggangguku,atau kau tak kuber jatah.”ucap Seulbi gugup.

“Wah…..benar-benar tidak takut rupanya?” Jungkook menunjukkan smirknya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Seulbi membuat Seulbi gugup.

“Ma-mau apa kau.” Lirih Seulbi,Jungkook tetap saja mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Seulbi.Namun……

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” pekik Jungkook karena tangan kanannya menyentuh wajan panas.Seulbi hanya memasang cengonya,beberapa saat kemudian Seulbi sudah tidak bisa menahan tawanya melihat Jungkook yang kembali seperti dulu.Jungkook menoleh melihat Seulbi yang menertawainya.

“Hahaha….Kau bodoh….Hahahaha!!! NEOMU BABO!! Hahaha!!” Seulbi tertawa sangat keras sampai-sampai air matanya keluar.Jungkook tersenyum,lalu berjalan kearah Seulbi lalu memeluknya dari belakang.

“Eh….mau apa?”

“Mau ini!!!!!” Jungkook mengangkat tubuh Seulbi lalu memutar-mutar tubuhnya.Seulbi tertawa seraya memukul-mukul lengan Jungkook memohon agar Jungkook menurunkannya.Namun ketika Jungkook menurunkan tubuh Seulbi.Seulbi langsung menggelitiki pinggang Jungkook.

“Kejar aku kalau bisa” Seulbi berlari ke belakang sofa.

“Awas kau ya!! Kau yang memulai,jika aku mendapatkanmu aku tak akan memberimu ampun!” Jungkook pun berlari mengejar Seulbi.

“Yaa!! Curang!!” Seulbi memekik karena Jungkook menangkapnya dengan kekuatannya.

“A! A! A! Sekarang waktunya pembalasan.Jja!!!” Jungkook pun menggelitiki Seulbi.Seulbi terus tertawa dan meminta ampun karena rasanya rahangnya sudah terasa sakit untuk dipakai tertawa terlalu lama.Malam ini mereka terlihat senang kembali seperti dulu saat mereka berteman baik.

***

Jaeguk High School,break time.

Haneul berlari mencari Seulbi,entah untuk berapa kalinya dia berlarian mencari Seulbi.Bermaksud menanyakan kenapa Seulbi pindah asrama tanpa berpamitan dengannya.

Braaaakkk…..

“Aaa…..appo….” ringis Haneul mengelus pantatnya karena terjatuh setelah menabarak seseorang didepannya.Seseorang didepannya mengulurkan tangannya kepada Haneul.Haneul mendongak melihat kearah namja yang tersenyum manis untuknya,Haneul pun menggenggam tangan namja itu dan berdiri dibantunya.

“Ma-maaf dan terimakasih.” Ucap Haneul tergugup,bisa dilihat mukanya memerah ia pun menangkup kedua pipinya dengan kedua tangannya.Namja itu tersenyum lagi melihat Haneul,membuatnya terus memuji-muji ketampanan dan manisnya senyuman namja didepannya.

“Lain kali hati-hati.Lagi pula apa yang harus kau kejar sampai-sampai harus berlarian setiap hari seperti ini?”tanya namja itu lembut.

“Eh?? Kau mengamatiku?”

“Hmm….siapapun yang melihatmu berlarian seperti itu setiap hari akan penasaran dengan apa yang kau lakukan,bukan?”

“Hehehe…..baiklah.Ah! Aku pergi dulu,anyeong!” Haneul hendak berlari pergi,namun namja tinggi itu menahan tangannya dan membuatnya kembali salah tingkah saat namja itu tersenyum.

“Namaku Kim Seok Jin,siapa namamu?”

“Ah……haneul….Ok Haneul!!” ucap Haneul sedikit gugup.Jin pun melepas genggamannya.

“Nama yang manis.Baiklah pergi sana,maaf karena aku mengganggumu.Sampai bertemu kembali.”Jin berjalan berlawanan arah dengn Haneul.Haneul tetap saja diam memantung melihat Jin yang berjalan pergi memunggunginya.Beberapa detik kemudian Haneul berbunga-bunga dia berjalan sambil tertawa sendiri,tak memperdulikan siswa-siswi lainnya yang memandanginya.

Disisi lain Jin mengintip reaksi Haneul dari balik tembok.Jin menunjukkan smirknya,lalu kembali berjalan dengan santai.Dari arah lain muncul Jimin yang berjalan ke arah Jin.Jin memegang bahu Jimin,lalu menepuknya tanpa memandang satu sama lain.

“Sekarang giliranmu.”ucap Jin dan Jimin hanya mengacungkan ibu jarinya lalu kembali berjalan.

TBC~

Maaf share-nya telat.Soalnya banyak tugas authornya…hehe…
Siapa yang biasnya Jimin? Kayaknya Jimin bakalan muncul dipart selanjutnya nih 😀
Ayo silahkan dikomen dan di like~

Jangan jadi silent reader yo!

Gamsahabnida~ 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s